Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 160


__ADS_3

Cincin Pemberian Nenek Beradeth


Sementara di sisi lain, dokter Gabby yang mendengarkan saran dari sang suami pun mengangguk menyetujui ucapannya, dengan berkata, “Ayah ..., aku setuju dengan saran Ayah ..”


“Tapi Mom ..., itu terlalu beresiko! Sebelum Mommy memutuskan untuk mengambil langkah tersebut, tolong pikirkan baik-baik, Mom. Apakah dia mau untuk di tes DNA? Dan bagaimana bisa Mommy seyakin itu jika dia adalah adik tiri Risa, Mom?” sahut Risa memotong pembicaraan sang Mommy.


“Sudah ku bilang aku sangat yakin, Risa! Kau tau tidak dia itu siapa dan dari mana? Ternyata dia adalah putri dari keluarga Wijaya,”


“Whaatt? Yang benar saja Mom? Itu tidak mungkin kan Mom?” tanya Risa pada sang Mommy dengan tatapan mengintrogasi.


“Mommy sama sekali tidak berbohong kepadamu, Risa! Kau tau kan, jika kembaran Amelia itu hilang dan dia diculik oleh Arnold waktu masih remaja, yang disuruh ayahnya untuk menculik adik tirimu?”


“Iya Mom, aku tau itu, tapi yang jadi pertanyaanku, apa hubungannya dengan semua itu Mommy? Tolong hentikan semua ucapan Mommy deh ya, please!” jawab Risa. Ia pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Perlu Mommy sama Ayah ketahui, jika putri dari keluarga Wijaya itu adalah temanku di bangku SMA, dia bernama Vitalia Mom, bukan Thalia!” sahutnya lagi membantah perkataan sang Mommy.


“Apaa? Jadi kau sudah mengenalnya sejak dulu?” sahut Mommy Gabby yang terkejut karena ternyata Thalia adalah teman dari Risa.


“Ya iya lah Mom ..., secara gitu, dia teman Risa. Jadi mana mungkin Risa tidak mengenalnya, Mom?” ujar Risa dengan penuh percaya diri dan berbangga diri karena mempunyai teman seperti Vitalia yang sangat super jenius dan misterius. Padahal sebenarnya dia adalah musuh bebuyutan Vitalia semasa SMA karena suka mengusik kakaknya.


“Kalau begitu lihatlah foto ini Risa, apa benar orang ini yang kau maksud?” tanya Mommy Gabby Herawati memastikan kebenarannya pada Risa, dengan menyodorkan sebuah foto yang menampilkan foto Vitalia yang sedang bekerja sebagai seorang dokter di RS. Cahaya.


Betapa terkejutnya Risa ketika melihat foto tersebut yang sangat ia kenal. “Astaga, Ya Tuhan ...” ucap Risa dengan nada keterkejutannya menatap foto yang diperlihatkan sang Mommy kepadanya.


“Ya Tuhan dia benar-benar Vitalia, dan aku hampir melupakannya. Tak salah lagi jika Vitalia memang sangat mirip dengan Amelia ...” Risa bergumam dalam hati. Sementara Mommy Gabby yang melihat respon Risa yang hanya terdiam dengan melotot tak percaya pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Ada apa, Sa? Kenapa kau malah melotot melihatnya?"


“Mom ..., dia itu temanku Vitalia Mom, dia bukan Thalia yang Mommy cari ..” Risa membantah ucapan sang Mommy.


“Kau bilang Vitalia kan? Bisa jadi dia menggunakan nama panggilan Thalia,” sahut Tuan Long Ai menjawab pertanyaan dari Risa yang sebenarnya ditujukan kepada sang Mommy.


Sementara Mommy Gabby yang mendengar penuturan dari sang suami pun lalu mengusap air matanya dan berkata, “Kau benar Yah ..., dan Mommy sangat yakin jika Vitalia itu adalah Thalia ku bayi mungilku yang di buang ke tempat pembuangan sampah dekat mansion Wijaya.”


“Mom ...,  tapi kan belum pasti jika dia putri Mommy!” seru Risa melawan perkataan sang Mommy.

__ADS_1


“Iya aku tau ini belum pasti, tapi kenapa dia bisa mirip sekali dengan putri Mommy, Sa? Hiks ... hiks ..., Dia mirip sekali dengan adikmu Amelia! Aku yakin dia adalah adik tirimu Sa .., Hiks .. hiks ..., percayalah pada Mommy, Sa!” seru Mommy Gabby kekeh melawan perkataan Risa. Bahkan Risa yang tadinya sering menjawab pernyataan sang Mommy tiba-tiba saja terdiam dan meneteskan air matanya setelah mendengar jawaban dari sang Mommy.


Sementara Tuan Long Ai yang sedari tadi mendengarkan perdebatan anak dan istrinya pun lalu merengkuh tubuh keduanya dengan maksud untuk menenangkan mereka.


Greeppp ...


“Sudah kalian jangan menangis ..., Ayah akan membantu kalian untuk menyelesaikan masalah ini ...” ujar Tuan Long Ai sambil memeluk istri dan putrinya ya ng tampak sedang menangis.


****


Sementara di lain tempat Vitalia kini sudah sampai di hotel tempat ia menginap. Ia pun lalu segera turun dari mobil yang ia sewa dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam hotel. Namun saat ia melangkahkan kakinya memasuki hotel, tiba-tiba saja ia mengingat sesuatu.


“Mas Chandra ..., ya aku harus cepat menemui Mas Chandra ...” gumam Vitalia pelan sambil memencet tombol lift untuk naik ke lantai atas, karena kebetulan hotel yang ia sewa ada di lantai paling atas hotel.


Sesampainya di lantai paling atas, Vitalia pun lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang ia bersama dengan Maya.


Ceklek ....


“Bee ..., cepat katakan padaku, siapa yang memberikan cincin ini kepadamu?” tanyanya dengan tatapan mengintrogasi sambil memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


“Bukankah dulu Mas pernah bilang kepadamu, jika cincin yang ku berikan kepadamu adalah pemberian dari ketua geng mafia tertua di dunia?”


“Iya, aku tau. Tapi sebenarnya dia siapa Bee?” Vitalia bertanya pada Chandra dengan tatapan penuh selidik. Sementara Chandra yang merasa dirinya ditatap oleh sang istri dengan tatapan mengintrogasi pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Dia adalah Nenekmu ...” ucap Chandra dengan berkata jujur,


Betapa terkejutnya Vitalia mendengar jawaban dari sang suami. “What? Nenekku? Apa maksudmu Bee?”


“Nenek Bernadeth yang memberikan cincin itu kepadaku, dan Nenek Bernadeth bilang kepadaku hanya cincin inilah yang bisa menumpas segala kejahatan dan dengan cincin ini lah membuat hubungan kita semakin harmonis ...” jawab Chandra menjelaskan.


“Tapi Bee, bagaimana mungkin jika Nenek Bernadeth adalah ketua tertua geng mafia di dunia?  Lalu bagaimana mungkin Nenek memberikan cincin ini kepadamu? Sedangkan kata Mommy Gabby cincin ini membuktikan jika putrinya yang lama menghilang kini sudah diketemukan, dan itu artinya aku adalah putri kandung Mommy Gabby, Bee! Hiks ... hiks ...”


“Honey, apa maksudmu? Aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang kau ucapkan ...”

__ADS_1


“Bee ..., jangan mengelak lagi, ku mohon .., jujurlah kepadaku ..., sebenarnya siapa aku? Kenapa semua orang bilang bahwa aku bukan putri dari Papa Wijaya? Kenapa Mommy Gabby mengatakan kepadaku jika aku adalah putrinya, Bee? Hiks ... hiks ... hiks ...” Berbagai pertanyaan dilontarkan Vitalia pada sang suami.


Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Honey, katakan kepadaku, sebenarnya apa yang terjadi? Aku benar-benar gagal paham dengan apa yang sudah kau ucapkan ...”


“Bee, jadi aku tadi bertemu dengan Mommy Gabby. Dan siapa sangka jika Mommy Gabby sekarang bekerja di RS tempatku bekerja saat ini ...”


“Apa? Lalu?” tanya Chandra pada sang istri dengan nada keterkejutannya.


Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Lalu ketika aku bertemu dengan Mommy aku lupa tak menggunakan tahi lalat dan aku lupa tak memakai masker, jadi otomatis penyamaranku terbongkar, dan bodohnya aku kenapa aku mengaku kepadanya jika namaku adalah Thalia yang kebetulan nama tersebut adalah nama kembaran Amelia.”


“Apaaa!” Chandra terkejut mendengar penjelasan dari sang istri.


“Jadi tolong katakan kepadaku Bee, siapakah aku sebenarnya? Lalu apa hubunganku dengan cincin ajaib ini?” tanya Vitalia pada sang suami penasaran sambil menunjukkan cincin tersebut.


“Maafkan aku Honey, mungkin saat ini aku tak bisa mengatakan kebenarannya padamu. Tapi aku yakin suatu saat nanti kebenaran tersebut akan terbongkar dengan sendirinya ..., jadi aku tak perlu menjelaskan kepadamu ..., maafkan aku, aku tak ingin membuatmu hancur istriku ...” balasnya dengan nada merendah.


“Tapi kenapa, Bee? Jika kau tidak ingin membuatku hancur, kenapa kau justru malah berkata seperti itu kepadaku, Bee? Atau jangan-jangan ucapan Mommy Gabby itu benar jika aku adalah ...” ucapan Vitalia pun terhenti seketika, lalu menyambungnya lagi dengan berkata,  “Tidak Vitalia itu tidak mungkin ...., aarrrgghh ....” sambungnya dengan mengeram memegangi kepalanya yang terasa pusing sambil mendudukkan pantatnya lesu di atas sofa dengan berlinangan air mata.


Sementara Chandra yang melihat sang istri sedang frustasi pun lalu melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya kemudian memeluknya. Ia benar-benar tak tega melihat sang istri hancur.


“Maafkan aku istriku, belum waktunya aku mengatakan semuanya kepadamu, namun semua akan terbongkar setelah Amelia beserta keluarganya datang ke negara ini, karena aku sangat yakin jika Mama Renita bertemu dengan Mommy Gabby, pasti bakal terjadi sebuah gesekan. Dan disitulah waktu yang sangat tepat untukmu mengetahui kebenaran tersebut, Vitalia ...” batin Chandra sambil memeluk tubuh sang istri.


**


^^^Vitalia POV :^^^


...Haruskah aku menerima kenyataan jika aku bukanlah bagian dari keluargaku? haruskah aku menerima kenyataan jika aku hanyalah anak adopsi?...


Bersambung ....


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2