Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 84


__ADS_3

Amelia DIculik


Di Sunrise Hospital tepatnya di Jepang, Amelia kini masih saja berdebat sengit dengan Arnold yang memaksanya untuk mengatakan keberadaan Chandra dan Istrinya, bahkan Arnold juga menggunakan keluarga Hirata sebagai senjata untuk mengancamnya.


“Arnold, hentikan .., dan tolong lepaskan tanganmu itu, jangan menyentuhku .. !!, sampai kapanpun juga, Aku tak akan pernah mengatakan keberadaan Mereka, ingat itu .. !!” ” tegas Amelia sambil menghempaskan tangan Arnold yang mencengkeramnya dengan sangat kuat. Arnold yang tak terima pun lalu berniat mengayunkan tangannya untuk menampar Amelia, dan


Plakk ...


Sontak Amelia pun membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang diperbuat oleh Arnold, dan kali ini Amelia ingin mencoba membalasnya untuk menamparnya, sayangnya niatnya gagal dan,


Greeppp ..


Arnold dengan tiba-tiba membopong tubuh Amelia di  pundaknya. Membuat Amelia tersentak kaget dan berteriak berusaha melepaskan diri, sampai-sampai seluruh staf Sunrise Hospital yang mengetahui jika Amelia sedang dibopong oleh Arnold pun merasa cemas, dan khawatir jika terjadi apa-apa dengan Amelia. Sedangkan Melisha dari kejauhan yang melihat Sahabatnya dalam bahaya pun sontak berteriak memanggil seseorang.


“Dokter Mirna, lihatlah Amelia .. !1” serunya berteriak memanggil dokter Mirna Feriska. Sementara Mirna yang merasa Dirinya di panggil oleh Melisha pun lalu mengarahkan pandangan menatap Melisha yang sedang menunjuk ke arah lain, dan Mirna pun tak kalah terkejutnya dengan apa yang Ia lihat.


Tanpa berpikir panjang Melisha dan Mirna pun segera mengejar Amelia yang dibopong oleh seorang Pria, yang tak lain dan tak bukan adalah Arnold.


"Satpam cepat tahan Pria itu .., jangan biarkan Dia lolos ... !!" teriaknya dari kejauhan memerintah pada pihak keamanan yang sudah berjaga di depan.


****


Sementara di sisi lain, Lia (Vitalia) yang kini masih melakukan tindakan operasi pada pasiennya, dan setelah satu jam lamanya Ia melakukan tindakan operasi pada pasien, akhirnya operasi pun selesai. Dan Lia pun lalu segera keluar dari ruang tindakan untuk menemui cucu dari pasien Nenek paruh baya tersebut.


Di saat Ia sedang membuka pintu ruang tindakan tersebut, Sahabat barunya yang bernama Bella tersebut datang menghentikan langkah Lia, dengan berkata, “Li, apa Kau melupakan sesuatu ..??” tanyanya.


Sedetik dua detik Lia pun berpikir, tak lama kemudian Ia pun tersentak dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh dokter Bella, Ia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Astaga, Bell, Aku melupakannya .. !!” ucapnya sambil menepuk jidatnya segera melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya, waktu Ia akan pergi meninggalkan Bella Lia pun lalu berkata lagi, “Oh ya Bell, tolong beri tahu yang lain agar Pasien segera di pindah ke ruang perawatan .. !!” perintah Lia pada Sahabatnya lalu meneruskan langkahnya yang sempat terhenti tadi. Sayangnya perintah dari Lia tak mendapatkan jawaban dari Sahabatnya itu, akan tetapi Bella yang melihat tingkah dari Lia pun hanya menggelengkan kepalanya pelan karena heran dengan sikap Sahabat barunya yang menurutnya aneh.


Sedangkan Andreas yang merasa Dirinya diabaikan oleh kedua dokter cantik pun lalu berkata, “Dok, bagaimana dengan Nenek Ku, kenapa justru dokter itu malah pergi tidak memberi tahu kondisinya padaku ..??” tanya Andreas pada dokter Bella, ya karena memang hanya tinggal dokter Bella saja yang ada di tempat.


Dokter Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Ehh, emmh maaf Tuan, Anda bisa menemui dokter Lia di ruangannya, setelah itu Anda bisa mengurus administrasi ke bagian admisi.”

__ADS_1


“Huuufft, dasar dokter Misterius selalu saja merepotkan Ku..” gumamnya pelan masih terdengar di telinga Bella.


“Kalau begitu, terimakasih dok .” pungkasnya lalu pergi meninggalkan dokter Bella sendirian, sedangkan Bella sendiri mengernyit bingung dengan apa yang dikatakan cucu dari Pasien Nenek Paruh baya tersebut. “Eh .., tunggu tunggu .., apa jangan jangan Lili kenal ya sama orang itu ..??" banyak pertanyaan yang muncul dalam otak Bella. Ya selain Lia nama Lili juga nama yang digunakan sebagai nama panggilan atau nama samaran dari Vitalia, meskipun Ia mendaftar di rumah sakit tersebut dengan menggunakan Vitalia, tapi Vitalia hanya menggunakan nama Lia atau Lili sebagai sebutannya di rumah sakit tersebut.


****


Sesampainya Lia di ruangannya Ia segera mengambil jam tangannya yang bahkan sejak tadi berbunyi, untung saja Sahabatnya memberitahunya. Ya Bella sendiri sebenarnya sudah mengetahui tentang jam tangan tersebut dari Lia sendiri, jika jam tangannya berbunyi berarti terjadi sesuatu tentang Keluarganya yang berada di Jepang, maka dari itu Bella yang kebetulan meneruskan pekerjaan Lili pun tahu jika jam tangan itu terus saja berbunyi Ia segera memberi tahu Sahabat barunya itu.


Begitu Lia melihat ke arah jam tangannya, begitu terkejutnya Lia, ketika mengetahui Sahabatnya yang ada di Jepang dalam bahaya, “Apa .., Amelia di culik ?!” ucapnya dengan nada keterkejutannya. Di saat Ia akan menghubungi seseorang, ada seseorang masuk ke ruangannya tanpa permisi.


Ceklekkk ...


Sontak saja Lia pun mengarahkan pandangan menatap siapa yang datang ke ruangannya, betapa terkejutnya Lia ketika melihat Cucu Pasiennya yang baru saja Ia tangani.


Deg ..


“Astaga .., orang ini lagi ..” ucapnya dalam hati. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Tuan, ada apa Kau ke sini ...??” tanyanya mengernyit bingung. Bahkan Ia sampai lupa jika Ia belum bertemu dengan keluarga pasiennya.


“Eh..., emmhh maafkan Aku, Tuan ..., Aku ..” belum sampai Lia menjawab pertanyaan Andreas dengan sempurna, Lia menatap penuh curiga pada Pria yang ada di depannya, “Kenapa ketika melihat Dia, Aku teringat dengan Mas


Chandra, mata itu ... !!” batinnya sambil menatap Andreas. Sedangkan Andreas yang Dirinya merasa ditatap pun salah tingkah. Ia pun juga bergumam dalam hati, “Huh .., kenapa Istriku menatapku seperti itu ..??, apa jangan jangan Dia ..??, oh tidak .. tidak itu tidak mungkin, Aku akan tetap menutupi identitas Ku selama Dia masih menyamar sebagai Lia dihadapan Ku, Kita lihat saja, apa Istri Misterius Ku ini benar benar mampu mempertahankan identitasnya ..??” batinnya sambil tersenyum menyeringai.


Sontak saja Lia pun membuyarkan lamunannya ketika Andreas membalas tatapannya dengan senyuman menyeringai, lalu berkata, “Ehhmm, maaf Tuan, tadi karena ada urusan jadi ...” belum sampai Lia menyelesaikan ucapannya Andreas pun menyahutnya dengan berkata, “Jadi Kau harus menjadi Kekasihku dokter cantik .. !!” serunya. Membuat Lia berdiri dari tempat duduknya sambil memelototkan matanya dan berkata, “Tuan apa maksudmu ..?!” tanyanya dengan nada meninggi.


“Tidak usah bertanya lagi, dokter Lia .., apa Kau mau menjadi Kekasihku ..??” tanya Andreas sambil menatap ke arah dokter Lia dengan tatapan serius. Seketika saja ucapan Andreas membuat Lia terdiam seribu bahasa, “Ya Tuhan, ada apa dengan Diriku, enggak Lia, pokoknya Kau tidak boleh selingkuh di belakang Suamimu, meskipun Suamimu tidak mencintai mu, setidaknya hargailah pernikahanmu.” Batinnya.


“Tuan, maaf ini bukan waktunya buat bercanda, karena Saya menolak tawaran Anda ..!!” tegas Lia pada Cucu pasiennya itu. Ia tak mengetahui kalau yang ada di depannya adalah Suaminya. Andreas pun lalu membuka suaranya lagi dengan berkata, “Hmm, apa Anda yakin dokter Lia ..??” tanya Andreas ingin memastikan dengan nada sinisnya.


“Hmm, ya, karena Saya sudah mempunyai Suami yang sangat mencintai Saya, puas .. !!” lantang Lia menjawabnya dengan penuh rasa amarah. Entah mengapa hatinya merasa sakit ketika Ia mengatakan bahwa Dirinya sangat mencintai Suaminya.


“Dan untuk Nenek Anda, keadaannya sudah mulai membaik, jadi Anda bisa pergi dari sini sekarang juga .. !!” ucapnya memerintah Andreas agar segera pergi. Bukannya pergi justru Andreas malah berjalan mendekat ke arah Lia, dan ...

__ADS_1


Sreettt ...


Andreas menarik tangan Lia ke dalam pelukannya. Sontak saja membuat Lia tersentak dengan apa yang dilakukan Cucu Pasiennya.


“Tuan, tolong lepaskan ..!!” ucap Lia berusaha melepaskan diri.


“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum Kau mau menikah denganku .. !!” lantang Andreas sambil mencengkeram kuat tangan dan dagu Lia yang kini tepat berada di hadapannya. Vitalia yang merasa diperlakukan kasar pun tidak tinggal diam begitu saja, Ia justru dengan tiba-tiba mendorong tubuh Andreas sampai terhuyung ke belakang.


Bruukk ...


Lia pun berhasil melepaskan cengkeraman dari Andreas, Ia pun lalu berkata, “Cukup Tuan ... !!, jangan pernah menemui ku lagi atau kalau tidak Aku akan memanggil Suamiku untuk datang ke sini untuk mematahkan tanganmu itu, karena  Kau sudah berani menyentuhku .. !!” tegas Lia dengan tatapan tajam dan penuh ancaman.


*****


Tahan dulu guyss ....


Sambil menunggu update dari Author, yuk mampir ke karya kak Santi Suki di jamin nggak kalah seru...


DUDA VS ANAK PERAWAN


(Santi Suki)


Yusuf, Duda muda dan keren yang beranak satu. Karena kebaikan akhlaknya banyak disukai oleh kaum hawa.


Zulaikha, anak perawan yang masih berseragam OSIS. Bilqis, mahasiswi magang di tempat anaknya sekolah. Sarah, CEO muda yang merupakan atasannya di kantor.


Yusuf, harus membesarkan Asiah seorang diri. Anak gadis kecil yang aktif dengan rasa ingin tahu yang kuat. Kecerdasan dan gaya bicaranya sering membuat orang-orang dibuat mati kutu.


Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah. Anak perawan mana yang akan mendapatkan hati Yusuf?


__ADS_1


__ADS_2