Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 130


__ADS_3

Bertahanlah, Ma!


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu lama, kini Nyonya Renita akhirnya tiba di rumah sakit yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah sakit milik Chandra Zhu, yang bernama Firefield Hospital. Ia di rumah sakit dengan didampingi seluruh anggota keluarga Hirata kecuali Sherlyn.


Mengingat Sherlyn sendiri tak mengetahui jika sang Mama sedang terkena musibah, selain itu Sherlyn juga tak mengetahui karena dirinya kini sedang dalam tahanan Chandra, yang di kurung bersama dengan Arnold beserta Ayah dari Arnold yaitu Tuan Matsugi, yang sempat berbuat onar di Firefield Hospital dengan mencoba melakukan pembunuhan terhadap Vitalia, meskipun percobaan pembunuhan itu berhasil dihentikan oleh Chandra yang datang menyelamatkannya.


Dengan cepat Vitalia melangkahkan kakinya menuju ruangannya untuk mengganti pakaiannya dengan menggunakan baju operasi. Sementara Amelia dan Tuan Hirata kini menuju ke ruang operasi untuk mengantarkan Nyonya Renita yang akan segera dilakukan tindakan.


"Dokter..., kamar operasi sudah siap,"


"Baik Sus, kalau begitu hubungi dokter Bella yang jaga di bangsal pasien, Kita membutuhkan bantuannya sekarang juga."


"Baik dok... permisi..."


Tanpa mengulur waktu Vitalia pun lalu bergegas keluar ruangannya menuju ke ruang operasi.


"Vitalia, hiks .. hiks .. ku mohon selamatkan nyawa Mama ..hiks .. hiks .." ucap Amelia sambil menangis sesenggukan.


"Mel, tenangkan dirimu, Aku berjanji akan menyelamatkan nyawa Mama .." balas Vitalia berusaha menenangkan Amelia dengan menggenggam erat tangannya.


"Ku titipkan Mama padamu Nak Vitalia ..." sahut Tuan Hirata menimpalinya.


"Pa.., Papa yang tenang ya, Vitalia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa Mama." ucap Vitalia beralih menghampiri Tuan Hirata berusaha menenangkannya.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menyahutnya dari arah belakang Vitalia, tepatnya di balik pintu ruang operasi.


"Ayo Li, kita nggak ada waktu lagi!" sahut dokter Bella yang muncul dari dalam ruang operasi. Tanpa banyak bicara, Vitalia pun menuruti perintah dari Sahabatnya, dan segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke ruang operasi. 'Ya dokter Bella sudah berada di ruang operasi melalui pintu belakang,'


...🥰****************🥰...


Sementara Chandra beserta kedua orangtuanya, diikuti Mirna dan Frans dari belakang baru saja sampai di Firefield Hospital dengan berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit menuju ke ruang operasi.


Sesampainya di ruang operasi, tampaklah Amelia dan juga Tuan Hirata yang sedang mondar-mandir tepat di depan pintu ruangan tersebut. Dan di saat itu pula mereka pun segera melangkahkan kakinya menghampiri Amelia dan Tuan Hirata yang terlihat begitu cemas dan gusar.


"Tuan Hirata..., Nak Amelia.., kalian tidak apa-apa kan??" tanya Tuan Zhu pada Tuan Hirata dan Amelia dengan menatapnya secara bergantian.


"Iya .., kalian tidak kenapa-kenapa kan??" sahut Nyonya Dhea bertanya dengan menimpalinya.


"Tidak Tuan, Nyonya ..., terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk ke sini ..." jawab Tuan Hirata.


"Jangan berterima kasih padaku Tuan Hirata, karena kebetulan tadi Chandra sedang bersama kami menuju ke apartment, namun di tengah perjalanan Frans menerima telepon jika Amelia dalam bahaya dan Vitalia mengikutinya dari belakang, maka dari itu Kami memutuskan untuk putar arah menuju bandara untuk menyelamatkan Putri kalian," ucap Tuan Zhu menjelaskan.


Nyonya Dhea pun lalu menimpalinya dengan berkata, "Betul Tuan, berterima kasih lah pada Nak Vitalia dan dokter Mirna, kalau tidak ada Dia Saya tidak bisa membayangkan dengan apa yang akan terjadi pada Amelia," Imbuhnya.

__ADS_1


"Apaa?? emm memangnya apa yang terjadi?" sambung Amelia penuh dengan pertanyaan yang berputar dalam otaknya.


"Apa kau lupa Mel, jika kau tadi sedang diculik oleh Hans?" tanya Mirna memastikan.


"Tapi Mbak, dia hanya mengajakku ke bandara .." jawab Amelia.


"Itu kan setahumu saja, setelah itu kau tak sadarkan diri karena kau telah meminum minuman yang dipesan oleh Hans," terang Mirna menjelaskan.


"Maksudmu, apa minumanku telah dicampuri sesuatu? begitu kah??" sahut Amelia bertanya.


"Ya, kau benar! minumanmu telah dicampuri obat tidur oleh Hans," balas Mirna.


"Apaaa???"


"Hmm, jadi kau sebenarnya mau dibawa pergi oleh Hans ke Indonesia! benar begitu kan??" Mirna berbalik tanya untuk memastikan kebenarannya pada Amelia.


"Haa.., kenapa Mbak mengetahui semuanya?" sahut Amelia dengan nada keterkejutannya mendengar pertanyaan di lontarkan oleh Mirna.


"Karena kau tak menyadari jika Aku dan Vitalia telah memata-mataimu dan mengikutimu dari belakang.." ucap Mirna.


"Hah astagaa jadi ..." ucapan Amelia pun terhenti lalu melanjutkan lagi dengan berkata, "Jadi kalian mengikutiku dan Hans?"


"Iya, kami mengikutimu, dan tanpa sepengetahuan darimu. Hans telah berubah menjadi jahat Mel, dia ingin...." seketika saja Mirna menghentikan ucapannya dengan menatap ke arah Chandra, untuk meminta persetujuan.


Setelah sekian detik semua orang yang ada di situ terdiam, akhirnya Mirna pun membuka suaranya dengan berkata, "Emmm, Mel, sebenarnya dia ingin membalaskan dendamnya pada Vitalia dan Chandra, serta menjadikanmu sebagai sebuah umpan ketika berada di Indonesia nanti ..." terang Mirna pada Amelia.


"Apa maksud Mbak, Hans akan menjadikan Aku sebagai boneka? dalam artian Hans akan memanfaatkan ku untuk menjadi Vitalia?" tanya Amelia pada Mirna, untuk memastikan.


"Apaaaa??" ucapannya semua orang yang ada di situ dengan nada keterkejutannya.


"Yaaa, Dia berkata seperti itu kepadaku .., dia memintaku agar aku mau menjadi Vitalia, tapi Aku tidak mau, karena Aku tau batasanku," ucap Amelia.


"Kurang ajar kau Hans.., beraninya kau menjebak Istriku!" sahut Chandra mengepalkan tangannya geram setelah mengetahui niat Hans yang sebenarnya.


"Amelia, kenapa Aku semakin yakin kalau Amelia ini benar-benar saudari kembar Vitalia?? meskipun Aku telah mengetahui jika Vitalia anak angkat dari keluarga Wijaya, tapi bukan berarti Aku bayi yang ada di tempat sampah itu adalah Vitalia, aku merasa bimbang. Bisa jadi itu bayi orang lain. Bodohnya Aku sudah mengatakan kepada keluarga Hirata jika kemungkinan bayi itu adalah Vitalia. Untung saja Tuan Hirata tak masih tak percaya dengan ucapanku. Tapi tunggu dulu, anehnya kenapa Amelia berusaha melindungi Vitalia? padahal kan dia dijebak Hans," batin Mirna sambil menatap ke arah Amelia.


"Aku tau jika kalian menyembunyikan sesuatu dari ku, maka dari itu Aku tak mau ambil resiko dengan menjadi Vitalia, bisa-bisa Dia akan marah kepadaku, karena Aku tak ingin jauh dari saudari kembarku lagi setelah sekian lama menghilang." ucap Amelia yang keluar dari mulutnya begitu saja.


Berapa terkejutnya semua orang yang ada di situ, setelah mendengar pernyataan dari Amelia.


"Cukuuuupp Amelia! sudah berapa kali ku bilang Vitalia bukanlah Putriku dan Saudari kembarmu!"


"Daddy..., tapi daddy tau sendiri bukan jika dia mirip denganku??"

__ADS_1


"Hanya mirip Amelia, bukan saudari kembar! dia adalah Putri dari teman baik Daddy yang ada di Indonesia...


"Maksud Daddy Tuan Wijaya kan daddy..?? heh itu lah yang justru membuatku yakin kalau dia adalah saudari kembarku, dad! Bahkan Mbak Mirna juga sudah pernah menjabarkan jika Vitalia itu adalah anak yang diketemukan di tempat sampah," sahut Amelia dengan penuh penekanan. Seketika saja suasana berubah menjadi tegang.


"Amelia, tapi bukan berarti itu Vitalia! karena setahuku tempat sampah itu adalah tempat pembuangan anak..." ucap Mirna berusaha menjelaskan. Namun sebenarnya ia bimbang Dan belum sepenubnya percaya jika bayi itu adalah Vitalia.


"Benarkah? Tapi sayangnya Aku sudah terlanjur percaya kalai Vitalia adalah Saudari kembarku,"


...🥰****************🥰...


Sementara Vitalia kini sedang berusaha mengeluarkan peluru yang menghunus ke tubuh Nyonya Renita dengan tangan bergetar, Ia bahkan tak menyangka jika Nyonya Renita akan datang untuk menyelamatkannya.


"Ma... ku mohon bertahanlah, Ma! meskipun kau bukan Mamaku, tapi Vitalia sudah menganggap Mama seperti Mamaku sendiri. Ma, Aku berjanji sama Mama, jika Aku akan merawat Mama Renita sampai benar-benar sembuh," gumam Vitalia dalam hati sambil mengeluarkan peluru yang bersarang di dada Nyonya Renita.


Bersambung....


...****************...


...----------------...


Hay guys... bagaimana kabar hari ini???


Waaduhh gimana ya kisah mereka selanjutnya? kira-kira Vitalia jadi pulang ke Indonesia nggak ya setelah tertembaknya Nyonya Renita?? hm lalu apakah Chandra berniat akan membongkar rahasia besar mengenai identitas Istrinya di depan semua orang, setelah Amelia mencurigai kebenaran itu??


Sambil menunggu up di bab selanjutnya, yuk mampir di novel teman Author karya dari kak Lichalika di jamin seruuu...


Berikut Cuplikannya :


ASMARA TURUN RANJANG


(Lichalika)


Wanita mana yang sanggup hidup menjanda saat baru dua hari menikah? Di tinggalkan suami tercinta untuk selama-lamanya, membuat kehidupan Khaira Arandhita, gadis yang biasa dipanggil Aira, menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Ia harus menikah dengan adik iparnya sendiri karena wasiat dari mendiang suaminya.


"Jangan pernah berharap Aku akan menyentuhmu, karena Aku sudah mencintai wanita lain, pernikahan ini ku anggap hanya sebuah kesepakatan, bukan ikatan." ucap Martin kepada Aira di saat malam pengantin mereka.


Martin Nugroho, mantan adik ipar yang kini menjadi suami Aira, yang sudah memiliki kekasih yang di pacarinya sejak dua tahun, Martin memaksa tetap akan menikahi pacarnya meskipun dirinya sudah menikah dengan istri dari kakaknya.


Akankah kehidupan rumah tangga Aira berjalan mulus? Mampukah Aira meluluhkan hati suaminya?


Ikuti kisah romantis mereka ❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2