
Pengakuan Sherlyn Dihadapan Andreas.
Tiga hari kemudian, Chandra kini berada disebuah mansion dimana Ia dan para anak buah geng Tengkorak berkumpul. Di mansion tersebut Chandra dikejutkan oleh tamu dadakannya. Siapa lagi kalau bukan Ferdi. Ya kedatangan Ferdi beserta gabungan geng Kalajengking dan geng Tengkorak, yang membawa Arnold ke hadapan Chandra. Sebelum membawa ke hadapan Arnold, Ferdi membawanya menghadap Tuan Feng, itu pun juga tanpa sepengetahuan dari Vitalia, bahkan Vitalia tak mengetahui jika Arnold tertangkap oleh geng gabungan antara geng Kalajengking dengan geng Tengkorak.
Braaakkk ...
Ferdi seketika saja menghempaskan ke lantai tepat berada di hadapan Chandra yang kini sedang menyamar sebagai Andreas. Sementara Arnold tak mengetahui jika yang ada dihadapannya sekarang adalah Chandra Zhu, karena memang Chandra sendiri sengaja menyembunyikan identitasnya, sebelum sang Istri mengetahuinya terlebih dahulu. Ia ingin sang Istri yang pertama kali mengetahuinya dengan kejutan yang Ia buat.
Seketika saja Arnold mendongakkan kepalanya menatap orang yang ada dihadapannya sekarang. “An .., Andreas .., Kau .. ??” ucap Arnold terbata-bata dengan membelalakkan matanya terkejut melihat siapa yang Ia lihat.
“Hmmm ya ini Aku ..” jawab Andreas, sambil tersenyum menyeringai menatap Arnold. Arnold yang merasa ditatap dengan tatapan yang mengerikan oleh Andreas pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Ke .., ke .., kenapa Kau justru malah berbalik mengikuti Chandra beserta geng Tengkorak .. ??” tanyanya terbata-bata karena ketakutan melihat Andreas.
Sedangkan Andreas sangat senang ketika melihat Arnold ketakutan melihatnya sebagai Andreas, Ia lalu membalasnya dengan berkata, “Itu tak penting, yang terpenting adalah Kau harus menerima hukuman dariku Arnold .., dan Kau tahu ...” Belum sampai Chandra yang menyamar sebagai Andreas menyelesaikan ucapannya, salah satu anggota geng Tengkorak pun datang dan berkata, “Andreas, Wanita itu sedari tadi berusaha melepaskan diri ... !!” ucapnya.
“Apa ...??” balas Andreas dengan nada keterkejutannya sambil mengarahkan pandangan menatap Exsel, pemimpin
dari geng Tengkorak itu sendiri. Exsel pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Apa Kau tak ada niatan untuk membunuhnya saja, Andreas .. ??, sepertinya Dia bukan wanita baik-baik, apalagi tadi ketika Ku beri pertanyaan Dia justru malah berbalik menantang ku ..” ucap Exsel.
“Aku tidak akan membunuhnya sebelum dokter misterius bertemu dengannya untuk memberikan pelajaran padanya, lalu Kau memberi pertanyaan apa Exs .., hingga Dia nekat menantang mu .. ??’ tanya Andreas pada Exsel. Namun saat Exsel akan menjawabnya, justru Arnold yang sedang tersungkur di lantai Ia berkata, “Andreas .., Exsel .., maksud kalian wanita yang mana, ha .. ??":
“Apa Kau benar benar ingin tahu .., ??” tanya Andreas dengan tersenyum sinis menatap Arnold yang tersungkur dilantai. Arnold yang merasa ditantang oleh Andreas pun membalasnya dengan berkata, “Iy ... iyaa, Aku ingin tahu ..” balas Arnold dengan terbata.
“Exs .., cepat bawa Dia ke sini .. !!” ucap Andreas memerintah Exsel. Exsel pun lalu mengangguk segera memanggil dua anak buahnya, “Cepat bawa Wanita itu ke sini sekarang juga .. !!” perintahnya pada kedua anak buahnya yang mengawalnya.
Tak berselang lama kedua anak buah dari Exsel pun datang membawa seorang wanita, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sherlyn. Sontak saja Arnold membulatkan matanya sempurna melihatnya. Begitu pula dengan Wanita yang sedang di tahan oleh Andreas, Ia tak kalah terkejutnya ketika melihat Arniold di bawa ke markas geng Tengkorak yang berada di Australia. Ya awalnya Ferdi ingin membawanya ke hadapan Vitalia dan juga Chandra tapi karena keadaan yang tak memungkinkan, jadi Ia mengurungkan niatnya untuk menghadap Vitalia dan membawa Arnold ke hadapan Chandra d juga ketua geng Tengkorak yaitu Exsel, sesuai saran dari Tuan Feng.
“Sher ... Sherlyn .., Kau .. ??”
“Ar ..., Kau .. ??” ucap Mereka secara bersamaan, namun keterkejutannya seketika saja buyar karena ucapan dari Andreas.
“Tidak usah terkejut, dengan apa yang Kalian lihat, bukan kah Kalian tadinya saling bermusuhan ya ..??, tapi mengapa sekarang seperti ada sesuatu .. ??” tanya Andreas dengan tatapan penuh selidik.
“Jaga bicaramu Andreas, Aku tidak ada hubungannya dengan wanita sialan seperti Dia .. !!” tegas Arnold tak terima dengan ucapan Andreas. Andreas yang merasa Dirinya dilawan oleh Arnold pun lalu membalasnya dengan berkata, “Apa Kau yakin, Arnold .. ??” tanya Andreas dengan menodongkan sebuah pisau ke dagu Arnold. Sedangkan Arnold yang ditodongkan sebuah pisau pun hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Andreas, dengan tubuh bergetar ketakutan.
“An .., Andreas bi .., bisakah Kau menurunkan pis .., pisau mu .. ??” ucapnya terbata-bata, meminta tolong agar Andreas menghentikan aksinya untuk mengancamnya.
__ADS_1
Bukannya menurunkan pisaunya justru Andreas malah semakin menekan pisaunya menempel di dagu milik Arnold dengan berkata, “Kalau Kau ingin Aku menurunkan pisau ku, sekarang kalian mengaku lah, jika Kalian sebenarnya bersekongkol, untuk menghancurkan reputasi keluarga Hirata dan Keluarga Zhu bahkan hingga keluarga Wijaya juga Kau usik .., benar kan .. ?!” tanya Andreas dengan menatap tajam Arnold yang sedang berada tepat di depannya dengan mendongakkan kepalanya, karena pisau yang dipegang oleh Andreas semakin menempel kuat tepat di dagunya.
“Kalian salah, justru yang menghancurkan reputasi keluarga Hirata dan keluarga Zhu sampai keluarga Wijaya dengan berusaha menghancurkan perusahaan adalah pemimpin geng Kalajengking, yang tak lain adalah Istri dari Chandra ..” balas Arnold yang masih saja berbohong pada Andreas.
Bukk ...
Seketika saja pukulan keras dari Andreas membuat Arnold terhempas ke lantai.
“Arrgghhh ...” rintih Arnold kesakitan.
“Jangan coba-coba membawa nama Chandra dan Istrinya di depanku .. !!” lantang Andreas menatap tajam Arnold tak terima dengan ucapan yang diucapkan oleh Arnold.
“Aku sudah mengatakan yang sesungguhnya, Andreas .., percayalah padaku .. !!” seru Arnold sambil berusaha berdiri. Andreas pun lalu membalasnya dengan berkata, “Tutup mulutmu, atau Kau akan mati sekarang juga Arnold .. !!” seru Andreas dengan tatapan membunuhnya.
“Sekarang lebih baik kalian mengaku lah atau Aku akan ...” ucap Andreas terhenti seketika, karena Sherlyn berlari dan bersimpuh tepat di kaki Andreas dengan berkata, “Jangan Tuan .., Ku mohon, Kami memang bersekongkol, tapi bukan untuk menghancurkan perusahaan Mereka, namun Kami hanay bekerja sama untuk menguak kebenaran bahwa Amelia dan Istri Chandra adalah orang yang mirip, dan ternyata kata Arnold Mereka ...” ucapnya terrhenti sambil melirik ke arah Arnold yang memelototinya, sampai Sherlyn pun takut untuk menatapnya.
Merasa Sherlyn dan Arnold saling tatap, Andreas pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Katakan padaku Nona Sherlyn, apa yang dikatakan oleh Arnold .. ??, Kau tak perlu takut jika Arnold mengancam mu .. !!” ucapnya bertanya dengan tatapan penuh selidik menatap Sherlyn. Sherlyn pun mau tak mau mengatakan yang sebenarnya pada Andreas. “Ya Andreas sendiri sebenarnya adalah bagian dari geng Kobra, namun kembaran dari Hans tersebut dihabisi oleh Chandra tanpa cuma-cuma karena berusaha merebut kursi kepemimpinan geng Kobra sebelum Chandra menjabat, dan ketika Chandra menjabat, Arnold berusaha merebut kepemimpinannya, alhasil Chandra kalah, dan jatuhlah ke tangan Arnold, yang membuat Chandra menaruh dendam pribadi, akan tetapi Arnold tak mengetahui jika Andreas teman yang paling ditakutinya di geng Kobra, sudah mati dibunuh oleh Chandra.’
“Tuan ..., se .., se .., sebenarnya, Istri dari Chandra dan juga Amelia adalah Ss .., Saudari kembar, itu artinya keduanya me .. me .., merupakan Kakak Tiriku ..” ucapnya terbata-bata menatap kebawah tak berani menatap Andreas. Namun ternyata Andreas hanya bersikap biasanya saja, tak terkejut dengan penuturan Sherlyn. Berbeda dengan Exsel dan anggota gabungan geng Kalajengking dan geng Tengkorak, Mereka justru tercengang mendengar penuturan Wanita itu.
Tanpa menunggu lama pukulan bogem mentah melayang di bagian perut Arnold.
Buk ...
“Arrghhh ..” rintih Arnold. kesakitan.
“Brengsek Kau Ar .. !!” ucap Andreas tersulut emosi. Arnold pun lalu membalasnya dengan berkata, “Andreas kenapa Kau membelanya, bukankah Kau adalah temanku .. ??” tanyanya. Andreas yang mendengar pernyataan dari Arnold pun hanya tersenyum sinis, lalu berkata, “Heh .., teman katamu .., tidak Arnold Kita ini musuh ..” ucapnya lalu melepas topeng yang Ia kenakan sebagai Andreas.
Sreett ...
Seketika saja Arnold dan juga Sherlyn membelalakkan matanya terkejut dengan siapa yang Ia lihat.
“Chandra ..” ucap Arnold dan juga Sherlyn secara bersamaan.
“Ya ..., ini Aku .., dan perlu Kau tahu Arnold .., temanmu yang bernama Andreas sudah mati ditangan ku, jadi jangan berharap Dia akan menolong mu ..” ucap Chandra dingin lalu pergi meninggalkan Arnold dan juga Sherlyn yang masih diam termenung karena tak percaya dengan siapa yang Mereka lihat.
__ADS_1
Exsel yang merupakan ketua sekaligus pemimpin dari geng Tengkorak pun lalu membuka suara lantangnya dengan
berkata, “Semua .., cepat bawa Mereka masuk ke dalam lagi, sampai pemimpin geng Kalajengking ke sini .. !!”
Seketika saja Sherlyn bersimpuh didepan Exsel, “Tuan jangan lakukan itu Tuan .., Saya mohon .., kasihan Mama Saya, Mama Saya pasti mencari Saya ... !!” ucap Sherlyn sambil memohon dihadapan Exsel. Namun Exsel sama sekali tak menggubrisnya. Ia benar-benar marah ketika mendengar Arnold dan Sherlyn telah berbuat jahat pada Sahabatnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vitalia. Sementara Arnold hanya diam menatap tajam Exsel dan juga Chandra yang sedang berjalan memunggunginya.
“Lihat saja, Kau Exsel .., Chandra ..., tunggu pembalasanku .. !!” serunya sambil dibawa ke masuk ke dalam penjara yang sudah disediakan oleh Exsel, begitu pula dengan Sherlyn yang kini hanya terdiam pasrah dengan apa yang terjadi.
*****
Hmmm ... makin seru ceritanya ...
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen ya ...
Terima kasih ... ^-^
Jangan lupa mampir juga ke novel teman Author yang satu ini, dijamin nggak kalah seru lho ...
TANTE CEO LOVE YOU
(Momputt)
"Tante Love You."
Aditya Farasyah, pria muda berusia 22 tahun,. Ganteng? Jangan ditanya benihnya siapa dulu kalau bukan Vano papanya, Pria muda juga humoris juga ceria namun memiliki sifat usil juga barbar keturunan mamanya. Selama 22 tahun ia tinggal di LN bersama kedua orangtua nya, dan pada suatu hari Adit meminta izin merantau ke Indonesia untuk mencari pengalaman kerja yang awalnya penuh drama penolakan dan berakhir Adit yang memenangkan nya. Tapi tanpa disangka saat baru tiba di Indonesia ia langsung berbuat ulah tanpa sengaja mengotori mobil seseorang.
"Tante tante, sejak kapan gue nikah sama om loh."
Gimana kisah mereka selanjutnya? Baca ya
__ADS_1