Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 141


__ADS_3

Kelepasan


Setelah selesai menyuapi Mama Renita, Vitalia pun lalu menyodorkan segelas air putih kepada Mama Renita untuk diminumnya. Begitu perhatiannya Vitalia terhadap Mama Renita, bahkan Mama Renita sedari tadi hanya menatap Vitalia dengan tatapan haru.


Hingga akhirnya Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Ma, habis ini Mama istirahat, ya! kondisi Mama kan belum sepenuhnya pulih," ucapnya.


"Iya Nak, Mama akan beristirahat setelah ini, lagi pula Mama juga sudah ngantuk, padahal kan Mama juga nggak minum obat tidur..." jawab Mama Renita.


"Karena memang itu efek dari ramuan yang kami buat, Ma.." sahut Vitalia menjelaskan. Seketika saja pernyataan dari Vitalia membuat Mama Renita bertanya-tanya.


"Loh, memangnya siapa yang membuat, Nak? " tanya Mama Renita pada Vitalia.


"Vitalia yang membuat ramuan itu, Ma! Bersama dengan Amelia, Mbak Mirna dan juga dokter Bella, kami membuatnya dengan sepenuh hati, hanya demi Mama." balas Vitalia sambil menggenggam erat tangan Mama Renita. Sementara Mama Renita yang mendengarkan pernyataan dari Vitalia pun tersentuh.


"Nak, berapa hutang yang harus ku bayar untuk membalas kan kebaikanmu, Nak??" tanya Mama Renita pada Vitalia dengan bercucuran air mata.


Sontak saja ucapan dari Mama Renita berhasil membuat Vitalia juga ikut tersentuh mendengarnya. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Ma, jangan pernah berkata seperti itu kepadaku, Ma! Sekalipun Mama bukan Mama kandungku, tapi Vitalia sudah menganggap Mama sebagai pelindungku setelah Allah, Ma." jawab Vitalia sambil menciumi tangan milik Mama Renita lalu memeluknya.


"Hiks... hiks... hiks.. Sayang, Mama juga tidak akan pernah membiarkanmu pergi dengan begitu saja, Nak! Tanpamu keluarga Hirata bisa apa" sahut Mama Renita menangis sesenggukan sambil memeluk pinggang Vitalia, karena kebetulan Vitalia kini dengan posisi berdiri.


"Sudah Ma, jangan menangis lagi! Sekarang Mama istirahat ya!" titah Vitalia pada Mama Renita. Dan Mama Renita pun mengangguk menuruti perintah dari Vitalia lalu melepas pelukannya.


"Iya, Nak Mama kebetulan juga sudah mengantuk, kau juga jangan lupa, setelah ini makanlah! Jangan biarkan anakmu yang ada di dalam perutmu kelaparan karena kau tak mau makan!" sahut Mama Renita memperingatkan Vitalia lalu membaringkan tubuhnya untuk tidur.


Sementara Vitalia yang sangat senang akhirnya ia bisa mendengar ocehan dari Mama Renita yang sudah sangat ia rindukan. "Hehehe, iya Mama..., pokoknya Mama tenang saja..., sekarang Mama tidur ya .. !!" ucap Vitalia sambil menyelimuti tubuh Mama Renita. Dan siapa sangka Mamanya yang tadi menceramahinya sekarang sudah tertidur pulas.


Vitalia pun lalu mengecup kening Mama Renita Dan berkata dalam hati, "Ma, seandainya Vitalia pulang ke Indonesia, apakah Mama akan marah sama Vitalia? Entah mengapa Aku benar-benar tak ingin meninggalkan Mama, dan keluarga Hirata? Apalagi Vitalia juga belum bertemu lagi dengan Mommynya Amelia, entah bagaimana kabarnya sekarang, Aku juga tak sempat menanyakan kabarnya pada Risa, karena Aku takut Mama marah karena Aku menemuinya," sambil menatap sang Mama yang sedang tertidur pulas.


Setelah itu Vitalia mengalihkan pandangan menatap Amelia yang tertidur lelap di atas kursi, sementara Tuan Hirata ia sudah pergi lima belas menit yang lalu, dan ia juga memutuskan untuk beristirahat di rumah kontrakan Vitalia yang tak lain adalah rumah peninggalan Ayahnya sendiri tanpa sepengetahuan Vitalia.

__ADS_1


Vitalia pun kini berjalan menghampiri Amelia yang sedang tertidur lelap. "Mel, maafkan Aku sudah membuatmu kecapekan," ucap Vitalia pelan sambil membenarkan posisi tidur Amelia.


"Ya Tuhan, ada apa dengan diriku? Mengapa ketika Aku menatapnya, Aku justru malah mengingat perkataan Amelia waktu itu? Tapi mana mungkin, itu sangat mustahil, Aku adalah Putri satu-satunya dari keluarga Wijaya, jadi itu tidak mungkin ..." gumam Vitalia dalam hati berperang dengan pikirannya. Ia pun lalu memutuskan untuk keluar ruangan.


...****************...


Sementara Chandra yang melihat sang Istri baru saja keluar dari ruangan Mama Renita dengan berjalan gontai pun mengerutkan keningnya bingung.


"Ya, Tuhan ..., bagaimana jika perkataan Amelia waktu itu benar-benar terbukti? Yang jelas Aku tak dapat membayangkannya!" batinnya dengan pandangan kosong menatap ke depan.


"Huh, kenapa banyak sekali permasalahan yang ku alami? sambung Vitalia pelan sambil mendudukkan pantatnya di atas kursi tunggu pasien. Chandra yang merasa ada yang aneh dari diri sang Istri, ia pun segera berjalan menghampirinya, dan berkata, "Honey, ada apa? Kok terlihat murung gitu? Are you ok?" tanyanya.


Seketika saja pernyataan dari Chandra membuat Vitalia membuyarkan lamunannya.


"Hah..., emmh eh Mas Chandra ..." ucap Vitalia salah tingkah sendiri dibuatnya, karena ia sendiri sebenarnya juga sangat terkejut melihat sang Suami yang sedang berada di hadapannya.


"Tidak kok, Mas! Hanya saja Aku sedang memikirkan cara untuk membuat Sherlyn bertaubat, agar tak mengulangi hal yang menyimpang lagi," jawab Vitalia menjelaskan.


"Maksudmu wanita ****** itu? Ck, kenapa Honey malah memikirkannya sih? Jelas-jelas dia sudah berani melawan kedua orangtuanya, belum lagi dengan berbagai permasalahan yang ia buat,"


"Tapi Honey, Mama sedang memikirkan kondisi Sherlyn saat ini, dan Aku sudah berjanji padanya jika Aku akan membawa Sherlyn ke sini sudah dalam keadaan sudah berubah.." ucap Vitalia menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari sang Istri, Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Berubah sifatnya begitu? Tidak Honey, tak semudah itu mengubah sifat dari wanita ****** itu!"


"Cukup Bee! Jangan mengatakan yang tidak-tidak pada Sherlyn, karena sifat asli Sherlyn bukan seperti itu!" tegas Vitalia tak terima dengan apa yang sudah dikatakan suaminya padanya.


"Tapi Honey, dia dan Mama Renita telah bersekongkol dengan keluarga Matsugi untuk memisahkan mu dengan keluarga kandungmu! Apa kau tak memikirkan itu?" tanyanya masih belum menyadari kesalahannya.


"Apaaa?? Keluarga kandung? Apa maksudmu Bee?" dengan bertubi-tubi Vitalia melontarkan berbagai pertanyaan pada sang Suami.

__ADS_1


"Astaga, ya Tuhan.. bodoh sekali kau Chandra, bisa-bisanya kau kelepasan," batin Chandra merutuki kebodohannya. Sementara Vitalia yang melihat sang Suami yang terdiam tak menjawab pertanyaannya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kenapa diam sih, Bee?? Apa maksud perkataan mu tadi? Aku benar-benar tak mengerti,"


"Emmh Honey sudah jangan emosi, maafkan Aku, Aku tadi..." belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya, Vitalia memotongnya design berkata, "Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, Mas!" serunya.


"Jawab pertanyaanku tadi!" sambungnya lagi.


"Sayang Aku bukan bermaksud mengalihkan pembicaraanmu tapi Aku..." ucapan Chandra lagi-lagi dihentikan oleh sang Istri.


"Stop Mas, jangan berbelit-belit! Aku tahu jika Mas sedang menyembunyikan sesuatu dariku," ucap Vitalia dingin.


"Tapi Honey Aku bukan bermaksud menyembunyikannya darimu," balas Chandra masih berusaha mengelak.


"Kalau tak menyembunyikan dariku, lalu apa dong Mas? Kenapa Mas seolah-olah menghindari pertanyaan ku?" sahut Vitalia bertanya pada sang Suami.


"Huhhh, karena ini tempat umum, Honey! Lebih baik kita makan dulu, setelah itu Mas akan menjelaskan semuanya kepada mu," balas Chandra berusaha mengalihkan pembicaraan, karena ia tak mau jika terjadi kericuhan di rumah sakit.


"Hmmm baiklah, awas saja kalau bohong! Aku yang akan mencari tahu sendiri dengan apa yang dimaksud Mas tadi..." ucap Vitalia lalu pergi meninggalkan Chandra dengan begitu saja. Sedangkan Chandra kini hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya.


"Fiuhhh, Ya Tuhan, Aku benar-benar tak dapat membayangkan setelah ini, bodohnya Aku tak bisa mengontrol ucapanku," batinnya sambil mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


Bersambung.....


...****************...


...----------------...


^^^Hmmm, kan iya kan...., terkuak juga akhirnya🙃😌😌 Bagaimanakah kelanjutannya? Akankah Chandra akan mengatakan semua kebenaran tentang identitas sang Istri pada Istrinya?? Lalu jika Chandra mengatakan semua kebenarannya, apakah Vitalia akan percaya dengan begitu saja??^^^


Tunggu di episode berikutnya..

__ADS_1


__ADS_2