Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 33


__ADS_3

Kemunculan Wanita Mirip Amelia.


Sementara Vitalia yang sedang berada Indonesia kini sedang memfokuskan diri untuk proses penyembuhan sang Kakak Ipar yang sedang terbaring lemah di RS. Sehabis Vitalia memeriksa dan memberikan ramuan khusus pada sang Kakak Ipar, Vitalia pun segera menuju ke sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh pihak RS, karena Vitalia sendiri sebagai tamu di RS tersebut dengan menyamar sebagai dokter Amelia Hirata bukan sebagai dr. Vitalia Putri Wijaya SpB.


Tap.. Tap... Tap...


Vitalia keluar ruangan tempat Kakak Iparnya dirawat dengan sangat terburu-buru, entah apa yang ada di pikiran Vitalia kali ini hingga membuatnya pusing ketika bersandiwara di depan Kakak dan Sahabatnya.


"Yaa Tuhaan... Aku benar-benar tak sanggup melihatnya mereka yang sedang ku bohongi, tapi harus gimana lagi, ini adalah caraku untuk menghindari ancaman musuh." gumamnya dengan berjalan cepat meninggalkan Mirna Feriska yang berusaha mengejarnya, bahkan tanpa sengaja Ia sampai menabrak seseorang di depannya.


Braakkk...


"Hah... Astaga... maafkan Saya dok, Saya benar-benar tidak sengaja." ucap seseorang itu meminta maaf pada Vitalia.


"Dina gimana sih Lo.." ucap salah seorang dokter teman dari perawat yang menabrak Vitalia. sontak Vitalia pun mendongakkan kepalanya ke atas menatap mereka berdua. Betapa terkejutnya Vitalia menatap keduanya secara bergantian.


"Dina ... Clara ..." gumamnya dalam hati sambil membelalakkan matanya lebar, akan tetapi Ia tak sadar jika masker yang Ia kenakan ternyata terlepas begitu saja. Sedangkan Dina yang melihat ke arah orang yang Ia tabrak pun juga ikut terkejut dengan siapa yang sudah ada di depannya matanya, begitu pula dengan Clara yang berada di samping Dina mencoba membangunkan Sahabatnya yang tersungkur di lantai.


"Vitalia Kau... !!" ucap Dina dan Clara serempak. Sedangkan Mirna yang melihat pun juga ikut terkejut dengan kedatangan Dina dan Clara secara tiba-tiba dengan memanggil nama Vitalia dan bertatap muka langsung dengan Adik sepupunya. Ia pun segera bersembunyi dibalik dinding, sambil menguping.


"Emm... Maaf Saya yang tidak melihat kalian ketika berjalan, jadi Saya yang seharusnya meminta maaf, dan maaf Saya bukan Vitalia tapi nama Saya Amelia Hirata dokter dari Jepang yang telah membuat ramuan untuk Istri Tuan Aditya." balas Vitalia berperan sebagai Amelia dengan perkataan dingin, sambil berpura-pura tidak mengenali para Sahabatnya, lalu segera pergi meninggalkan Dina dan Clara yang hanya diam terpaku saling menatap satu sama lain secara bergantian, karena tak percaya dengan yang dikatakan Wanita yang ada di hadapannya.


*****


Vitalia pun kini sudah berada di sebuah ruangan, sesampainya di ruangan tersebut Vitalia segera mengambil ponselnya yang berada di dalam saku snelinya untuk mengaktifkannya, karena sedari tadi Ia telah mematikan ponselnya karena sangat mengganggu baginya.


Begitu Ia mengaktifkan ponselnya, betapa terkejutnya Vitalia menatap layar tersebut karena sebuah kiriman foto yang telah dikirimkan salah satu anggota gengnya.


"Apa....???, Chandra pergi ke diskotik??, tapi ini tidak mungkin, karena setahuku Chandra tidak pernah kesana, hanya saja Dia suka bermain Wanita." ucapnya sambil melihat sebuah foto yang menampakkan Chandra yang sedang pergi ke diskotik sendirian sambil meminum-minuman keras.


Vitalia pun akhirnya menyeret tombol ponselnya ke atas, betapa terkejutnya Ia melihat pemandangan Chandra bersama dua Wanita cantik yang menggodanya. Tapi Vitalia justru tidak fokus dengan Chandra yang digoda oleh Wanita penggoda yang berada di sebelah kiri dalam foto tersebut, justru Vitalia malah lebih fokus dengan seorang Wanita penggoda yang hanya diam saja di sebelah kanan Chandra.


"Hah... Astagaa ... Dia..., kenapa mirip denganku... ??" ucap Vitalia membelalakkan matanya lebar-lebar menatap tak percaya dengan apa yang Ia lihat.


"Apa Dia Amelia..??, tapi bagaimana mungkin Dia berada di sana, sedangkan waktu kecelakaan Dia berada satu pesawat denganku??" banyak pertanyaan yang berputar-putar di dalam otaknya.

__ADS_1


"Loh... tapi kenapa bisa Chandra berada di sana dengan Wanita itu..??, berarti Chandra sudah melihat langsung dong siapa Wanita itu??" batinnya lagi dengan beribu-ribu pertanyaan.


Tiba-tiba saja ponsel miliknya pun berbunyi, menandakan ada notif pesan masuk.


Klunting...


Dan Vitalia segera membuka pesan tersebut dilihatnya sebuah video yang menampilkan jika salah satu Wanita penggoda yang mirip dengannya berani melawan Chandra dengan menghempaskan tangannya dengan berkata, "Jangan sentuh Saya Tuan, Saya bukan Amelia... !!" ucapnya dalam video tersebut yang berdurasi kurang lebih berjalan selama 2 menit.


Seketika saja Vitalia berdiri dari tempat duduk yang Ia duduki karena sangat terkejut dengan apa yang telah diutarakan Wanita tersebut. "Apa ini..??, Nggak Vitalia, Kau tidak boleh menyerah begitu saja, dan Aku harus secepatnya menghubungi geng Kalajengking untuk antisipasi serangan dari Geng Chandra Zhu nantinya, dan sebisa mungkin Aku harus kembali ke Jepang secepatnya untuk mencari Wanita yang mirip dengan diriku itu." ucapnya berbicara dengan dirinya sendiri, bahkan sampai terdengar oleh Mirna yang sudah di ambang pintu.


"Ada apa ini??, kenapa Vitalia terlihat begitu panik??" batin Mirna yang sedang di ambang pintu sambil melihat Vitalia dari kejauhan tanpa sepengetahuan Vitalia.


******


Sementara di sisi lain Chandra sudah diantar pulang ke rumahnya oleh Chan Hirata. kini Chandra terus mengigau dengan memanggil nama Amelia hingga Vitalia pun juga disebutnya. "Heh... Amelia.. Kau itu sebenarnya Amelia apa bukan sih haaa....!!, dasar Wanita tak tahu diri..., beraninya Kau meninggalkanku sendirian disini, Aku sangat mencintaimu Vitalia Aku yakin Amelia itu Kamu.., tapi entah mengapa Aku juga sangat membencimu.., Arrggghhh Kau begitu misterius... hingga membuat mafia kejam mu ini bingung dan tak berdaya." ucapnya dengan nada ngelanturnya, sedangkan Chan Hirata yang sedang memapahnya Chandra berjalan menaiki tangga pun telah mendengarkan setiap ocehan dari Chandra ikut bingung dengan apa yang dimaksud Chandra.


Chan Hirata pun segera membawa masuk Chandra ke kamarnya, lalu menuntun Chandra ke dalam kamar mandi lalu menyalakan showernya untuk mengguyuri tubuh Chandra.


"Chan.. apa-apaan Kau...!!" tegas Chandra tak terima karena Chan Hirata sudah berani mengerjainya pikirnya.


"Kalau bukan karena Amelia Aku tidak akan melakukan ini Chandra!!" tegas Chan Hirata pada Chandra. "Diamlah... dan mandilah..., Aku pergi dulu..!!" seruan Chan Hirata tersebut berhasil membuat Chandra terdiam seketika. Sedangkan Chan Hirata sudah pergi membiarkan Chandra untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Dreettt...


Dreettt...


"Halo Frans ada apa Kau menghubungiku malam-malam??" ucap Chandra membuka obrolan melalui telepon sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


"Chandra, kemarin Aku telah melihat Amelia pergi ke sebuah bandara." ujar Frans sahabat dari Chandra yang sedang berada di seberang telepon. "Apa..??, tapi apa Kau yakin jika itu Amelia??" tanya Chandra.


"Aku sangat yakin jika Dia Amelia Hirata, karena Dia pergi bersama dengan dokter Mirna Feriska direktur utama Sunrise Hospital." jawab Frans dengan penuh keyakinan.


"Apaa...??, bagaimana bisa.. ??, bukannya dokter Mirna justru pergi ke luar negeri bersama tuan Feng??, tapi kenapa Amelia malah bersama mereka??" banyak pertanyaan yang dilontarkan Chandra pada Sahabatnya.


"Tapi Dia benar-benar Amelia, Chandra... Kau pernah bilang bukan jika Amelia adalah Wanita lain dari yang lain setelah Vitalia." bantah Frans kekeh dengan pendiriannya.

__ADS_1


"Iyaaa.. tapi Aku tidak yakin Frans, karena Aku juga melihat Wanita yang mirip dengan Amelia di diskotik, mengapa Amelia justru malah menjadi dua dengan wajah mirip Vitalia ku pula, apa Aku yang salah lihat??" tanya Chandra bingung.


"Mana mungkin Chandra, Vitalia itu sudah mati, dan perlu Kau tahu Chandra, Amelia yang Kau cari bukan pergi ke luar kota, tapi ke Indonesia..!!" tegas Frans berusaha menjelaskan kepada Chandra.


"Cukup Frans... jangan katakan jika Vitalia sudah mati.., atau akan ku patahkan lehermu..!!" balas Chandra dengan nada meninggi, bahkan Frans yang mendengarnya pun bergidik ngeri.


"Dan mengenai Amelia Aku akan menyusulnya malam ini juga ke Indonesia, sambil memantau bisnisku, dan Geng Kalajengking dari kejauhan." ucap Chandra lagi dengan penuh semangat karena pada akhirnya Dia bisa bertemu dengan Amelia kembali, pikirnya.


"Baguslah.., jemputlah Dia, bawa Dia pulang dan nikahi Dia, satu lagi Chandra jangan permainkan perasaannya, Dia tak tahu apa-apa mengenai Vitalia mu itu." ucap Frans berusaha menasehati Sahabatnya.


"Hmm baiklah, itu pun jika Vitalia masih hidup Aku tidak akan menikahinya Frans." balas Chandra dengan mode santainya.


"Apaaa...???" ucap Frans terkejut di seberang sana, bagaimana tidak Chandra seorang Mafia yang sangat kejam terhadap musuh sekarang justru malah berubah menjadi lemah karena seorang Wanita.


Tut.


Sambungan telepon pun tiba-tiba terputus begitu saja, karena dimatikan sebelah pihak oleh Chandra karena Chandra tidak mau membuang waktunya dengan sia-sia. Ia pun segera menyusul Amelia yang sedang berada di Indonesia dengan menggunakan jet pribadinya.


******


Tahaaaann dulu ya gaesssss.....


sambil menunggu update episode selanjutnya dari Author, yuk mampir yuk ke Novel teman Author yang satu ini yaa


Blurb


"Where is, Minerva Bee?" tanya Austin menyeruak kumpulan orang yang sedang mengelilingi Minerva.


"Here is Me." ucap Minerva membuat seorang Austin Wycliff terpana.


Gadis yang tadi ditabraknya ternyata yang mengalahkannya kali ini. Tidak hanya itu, Minerva juga akan makan malam gratis di cafenya selama satu minggu. Austin berjalan ke arah Minerva dan bertanya siapa dia sebenarnya. Karena selama ini Austin memang tidak terkalahkan.


"Who are you?" tanya Austin sambil menatap kedua netra Minerva.


"Bukankah kau lebih tahu siapa yang kini menjadi lawan mainmu?" tanya Minerva menantang Austin.

__ADS_1


Austin sedikit terkejut mendengar jawaban Minerva kali ini. "Baiklah, kau berhak makan malam gratis di cafeku selama satu minggu penuh. Dengan syarat kita akan tetap bermain selama itu. Kita lihat siapa yang lebih unggul di antara kita." ucap Austin sambil meninggalkan Minerva.



__ADS_2