
Berjanji Dengan Mama Renita
Sontak saja deheman tersebut membuat sepasang Suami Istri tersebut tersentak kaget mendengarnya, dan seketika itu pula Chandra dan Vitalia pun mengarahkan pandangan menatap dua orang paruh baya yang saat ini berada di hadapannya.
“Eh .. Mm .. Mama .. Papa ..” ucap Vitalia salah tingkah. Sementara Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Huhh, selalu saja menganggu ...” ucap Chandra berdecak kesal. Sementara Vitalia yang mendengar ucapan dari sang Suami pun lalu menoleh ke arah sang Suami dengan mencubit pinggangnya.
Ckiiittt ...
Seketika saja Chandra mengaduh keakitan
“Aduh Honey, sakit tauk ..!”
“Makanya itu mulut di jaga dong, Bee! Nggak sopan tau nggak!” sahut Vitalia memberi peringatan sang Suami sambil memutar bola matanya jengah. Sementara Tuan Zhu dan Nyonya Dhea hanya terkekeh melihat tingkah laku sepasang Suami Istri tersebut.
“Hahaha, kalian itu lucu sekali sih! Pasangan terlucu yang pernah Mama temui, iya nggak Pa..?” ucap Mama Dhea meminta pendapat dari sang Suami.
“Hehehe iya Ma .., di luar saja mereka sok paling kejam dan sok misterius tapi aslinya ..” sahut Tuan Zhu menjawab pertanyaan dari Nyonya Dhea diikuti dengan gelak tawa mereka.
“Hhahahah ...” Tuan Zhu dan Nyonya Dhea.
“Tuh Ma, lihatlah muka mereka tiba-tiba berubah seperti tomat merah ..” sambung Mama Dhea menimpalinya. Dan lagi-lagi di sambut dengan gelak tawa mereka.
“Hahhaha ..”
Sementara Vitalia dan Chandra hanya terdiam menatap kedua orangtua mereka dengan muka bersemu merah karena malu.
“Sudah tertawanya? Kalau sudah Aku mau pergi bersama Istriku,” ucap Chandra dingin, karena ia tak mau mengulur waktunya untuk berbicara tak penting.
“Ayo Honey kita pergi! jangan urusin Mama sama Papa yang ada malah bikin pusing ..” sambung Chandra lagi sambil menarik tangan sang Istri secara paksa agar segera keluar dari kamarnya. Namun niatnya terhenti seketika karena Mama Dhea menghentikan langkah mereka.
“Kau itu Chand, main tarik saja! Nanti kalau tangan menantu Mama terluka bagaimana,” ucap Mama Dhea sambil melepaskan genggaman tangan Chandra yang sedang menggenggam erat tangan sang Istri.
“Menantu Mama tak apa kan Sayang? Tanya Mama Dhea pada menantu idamannya yang kini sudah terwujud menjadi menantu kesayangannya. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Ma, sudah jangan terlalu berlebihan! Vitalia nggak kenapa-kenapa kok, kebetulan Vitalia sama Mas Chandra juga sedang terburu-buru,” ucapnya berterus terang.
“Tuh kan, Mama dengar sendiri bukan?” sahut Chandra dengan melontarkan sebuah pertanyaan pada sang Mama. Belum sampai Mama Renita membalasnya, Tuan Hirata pun memotongnya dengan berkata, “Sudah-sudah tak perlu ada yang diributkan lagi! Lebih baik kalian pergilah ke rumah sakit, Mama kalian pasti sedang menunggu kedatangan kalian,” ucap Tuan Hirata mencoba menengahi perdebatan.
“Baik Pa, kalau begitu kami pergi dulu ...” ucap Chandra berpamitan dengan sang Papa lalu pergi dengan menggenggam tangan sang Istri.
Sepasang Suami Istri tersebut pun lalu segera menancapkan gasnya menuju ke rumah sakit tanpa memikirkan mereka sudah sarapan pagi atau belum. Apalagi dengan Vitalia yang tak ingin sarapan pagi sebelum bertemu dengan Mama Renita.
“Honey, lebih baik kita beli bubur ayam dulu ya! Honey kan belum sarapan tadi,” ucap Chandra sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan untuk membeli bubur ayam.
__ADS_1
“Tapi Bee, Aku belum merasa lapar ..” jawab Vitalia dengan sebuah alasan.
“Honey ..., jangan begitu dong! Memangnya Honey tak memikirkan anak kita?” tanya Chandra pada sang Istri sambil beralih menggenggam erat tangan sang Istri.
Vitalia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Ya mikir lah, Bee! Hanya saja Aku belum bisa sepenuhnya tenang sebelum bertemu dengan Mama Renita, Aku sangat merindukannya, Bee!” tandasnya dengan nada sendunya.
“Tapi kan bukan berarti kau harus mogok makan, Honey!” ucap Chandra memperingatkan sang Istri. Dengan sangat terpaksa Vitalia mengiyakan pernyataan dari sang Suami.
‘Ya sudah kalau begitu Honey tunggu di sini saja, biar Mas yang membelinya,” sahut Chandra, dan mendapatkan anggukan dari Vitalia sambil tersenyum manis ke arah sang Suami.
^^^Vitalia Pov :^^^
^^^Ternyata selama ini Aku tak salah memilihmu menjadi seorang Imam.^^^
^^^Yang tadinya kita berteman menjadi dendam,^^^
^^^Dan dari dendam kisah kita berubah menjadi cinta,^^^
^^^Apalagi cincin yang kau berikan kepadaku, membuatku cinta kita semakin kuat,^^^
^^^Ku harap cinta kita tetap bersemi sampai akhir hayat.^^^
****
...****************...
“Ma, ku mohon Mama sarapan dulu lah, Ma!” ucap Tuan Hirata berusaha membujuk sang Istri agar mau makan. Akan tetapi ucapannya justru di tolak mentah-mentah oleh Mama Renita, “Tidak, Dad! Pokoknya Mama nggak mau sarapan sebelum Vitalia datang ke sini!” serunya.
“Ma, Vitalia sudah mengabarkan, dan dia saat ini sedang dalam perjalanan ke sini bersama Chandra, jadi ku mohon Mama jangan khawatir tentang Vitalia,” ucap Amelia menimpali dengan memberi pengertian pada sang Mama.
“Sayang tak sedang membohongi Mama kan?” tanya Mama Renita memastikan dengan tatapan mengintrogasi.
“Tidak Ma, Amel tak pernah membohongi Mama. Amel benar-benar berbicara serius, Ma! Jadi kumohon Mama sarapan dulu ya?” ucap Amelia masih berusaha membujuk sang Mama agar mau sarapan.
“Sudah ku bilang tidak ya tidak!” lagi-lagi Mama Renita menolak permintaan dari Amelia. Tuan Hirata dan amelia pun hanya bisa menghela nafas panjangnya melihat tingkah Mama Renita yang tak seperti biasanya.
****
Setelah menempuh perjalan yang lumayan jauh, Vitalia dan Chandra pun akhirnya sampai juga di FireField Hospital untuk melihat kondisi Mama Renita. Bahkan ketika sepasang Suami Istri tersebut sedang berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit, banyak yang menyapanya.
“Lia ..., !!” teriak seseorang itu, seketika itu pula Vitalia dan juga Chandra menghentikan langkahnya dengan menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya ternyata dokter Bella yang meneriaki Vitalia. “Haduh ..., kau kemana saja sih, Li? Kau tau, Mama mu tidak mau sarapan hanya karena nungguin seseorang,” ucap Bella to the poin. Karena ia tak mau berdebat terlalu lama.
__ADS_1
“Apaaa?? Seseorang? Maksudmu?” tanya Vitalia dengan mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dimaksud Sahabatnya itu.
“Astaga, Lia ..., kalau bukan dirimu siapa lagi? Sudah cepetan ke sana kasian Mama mu!” titah Bella pada Vitalia agar segera ke ruangan Mama Renita bersama dengan Chandra.
“Isshhh ck ..., iyaa iyaa .., bawel banget sih!” jawab Vitalia dengan berdecak kesal. Tanpa mengulur waktu Vitalia dan Chandra pun lalu melanjutkan langkah kakinya yang sempet terhenti.
Sesampainya di depan ruangan tempat dimana Mama Renita di rawat, Vitalia pun lalu membuka pintu ruangan tersebut.
“Ceklekk ...”
Seketika itu pula semua orang yang berada di ruangan Mama Renita pun mengarahkan pandangan menatap kedatangan seseorang yang berada di balik pintu.
“Mama ..” teriak Vitalia dengan berlari menghampiri Mama Renita lalu memeluknya. Begitu pula dengan Mama Renita yang begitu terkejut melihat kedatangan Vitalia.
“Vitalia .., hiks .. hiks .., kemana saja kau, Nak? Mama merindukanmu!” sahut Mama Renita dengan menangis sesenggukan sambil membalas pelukan dari Vitalia.
“Maafkan Vitalia Ma, Vitalia baru datang karena Vitalia kemarin sempat ngedrop,” terang Vitalia menjelaskan.
“Tapi kau sekarang tidak kenapa-kenapa kan, Nak?” lagi-lagi Mama Renita melontarkan sebuah pertanyaan pada Vitalia.
“Tidak, Ma! Mama tenang saja,” jawab Vitalia seadanya.
“Berjanjilah pada Mama, Nak! Jika kau tak akan pernah meninggalkan Mama lagi!” pinta Mama Renita sambil menjulurkan jari kelingkingnya di hadapan Vitalia.
“Iya Ma ..., Vitalia berjanji tak akan meninggalkan Mama lagi,” balas Vitalia menjawab pernyataan dari Mama Renita sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik sang Mama.
“Kau serius kan, Sayang?” tanya mama Renita memastikan kembali.
Dengan tersenyum manis ke arah Mama Renita, Vitalia pun berkata, “Iya Mama ku Sayang! Vitalia sangat serius! Vitalia janji tak akan pernah meninggalkan keluarga Hirata, karena kalian sangatlah berharga bagi Vitalia,” jawab Vitalia dengan sepenuh hati.
****
^^^Vitalia Pov :^^^
^^^Keluarga adalah penyematku^^^
^^^Meskipun mereka bukan keluarga kandungku,^^^
^^^Setidakanya mereka sudah membantu merawatku.^^^
Bersambung....
__ADS_1
...****************...
...----------------...