
Chandra vs Vitalia
Keesokan harinya kini terlihat sepasang pengantin baru yangmasih tertidur pulas. Tak lama kemudian Vitalia pun terbangun dari tidurnya. Ia pun mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu Vitalia mengedarkan pandangannya dilihatnya sang Suami yang terlihat masih tertidur pulas di sebelahnya. Vitalia kini hendak bangun dari atas tempat tidur, pada saat Ia bangun, badannya serasa remuk redam karena kejadian semalam. Ia pun meringis kesakitan karena menahan rasa perihnya di bagian sensitifnya, “Awww ... ” rintihnya. Sampai sampai rintihan dari Vitalia berhasil membuat Chandra terbangun dari tidurnya, “Kenapa .., Sakit .. ??” tanya Chandra pada sang Istri sambil tersenyum mengejek. Vitalia yang merasa Dirinya di ejek pun lalu berkata, “Ini semua karena ulahmu tau nggak ...!!” seru Vitalia sambil memutar bola matanya jengah dan memaksa Dirinya untuk berjalan sendiri dengan tertatih-tatih menahan rasa sakitnya. “Dasar Mafia Kejam ..., mesum, sialan ... !!” umpatnya sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Chandra yang mendengar Vitalia mengumpatnya pun lalu terbangun ke tempat tidurnya dan menghentikan langkah sang Istrinya yang masih saja mengumpatnya. Chandra pun lalu berkata, “Apa katamu tadi ..??” tanya Chandra dengan penuh selidik. Vitalia pun lalu menjawabnya, “Enggak ..., Kau salah dengar kali, minggir Aku mau lewat ... !!” seru Vitalia agar Chandra menyingkir dari hadapannya, karena saat ini sang Suami sedang menghalangi jalannya.
Bukannya menyingkir justru Chandra malah membopong Vitalia untuk ke kamar mandi
Sreettt...
“Kalau jalan itu yang cepat, jangan lelet ... !!” tandasnya. Vitalia pun yang merasa Dirinya dibopong pun tak terima lalu berkata, “Turunkan kataku... !!” tegasnya sambil menatap tajam Chandra. Tak sampai disitu saja Chandra pun membalasnya, “Sudah jangan memelototi ku seperti itu, menuruti perintah Suami itu lebih baik.” ucapnya lalu menurunkan sang Istri dari bopongannya. “Lebih baik tidak menuruti perintah Suami sepertimu, karena dalam otaknya hanya ada balas dendam saja tanpa memikirkan perasaan orang lain.” sindir Vitalia pada sang Suami.
Sontak saja membuat Chandra terdiam dan seketika berpikir, “Maafkan Aku Vitalia, Aku terpaksa harus membalaskan dendamku padamu, karena ulah Papamu yang keparat itu .. !!, setelah ini lihat saja perusahaan Kakakmu juga akan ikut hancur di tanganku, sementara Kau hanya Aku jadikan pemuas nafsuku saja.” batin Chandra menatap Vitalia dalam diam.
Sementara Vitalia juga bergumam dalam hati sambil menatap Chandra, “Chandra, sebenarnya apa yang ada di dalam pikiranmu, hingga Kau bisa terperangkap oleh jebakan orang lain, sampai Kau menuduh Papaku berbuat kejahatan, padahal Kau tahu sendiri jika Arnold lah musuhmu yang sebenarnya, mungkin Kau kemarin menang tapi tidak dengan hari ini ... !!, kita lihat saja nanti Kau akan menyesal setelah ini.” gumamnya.
Sedetik dua detik Chandra pun akhirnya membuyarkan lamunannya dan berkata, “Ck ..., sudah buruan sana mandi .. !!, bisa terlambat nanti ke Sunrise Hospital, jangan sampai Kau membuatku malu di depan Grandpa .. !!” tegasnya.
“Isshhh nggak jelas.” ucap Vitalia lalu menutup pintu kamar mandi dengan kerasnya.
Braakkk....
“Dasar ..., dokter Misterius tak tahu terimakasih .. !!” gerutu Chandra kesal dengan sikap sang Istri. Entah kenapa hatinya bimbang jika berhadapan dengan Vitalia. Antara marah dan tak tega bercampur menjadi satu ketika Dirinya sedang menyakitinya. “Tapi kenapa ketika Aku mengingat Aku menyiksanya seperti semalam, Aku merasa bersalah sekali .. “ gumamnya pelan sambil mengacak-acak rambutnya. “Arrrgghh... Kau tidak boleh lemah dihadapannya Chandra, ingat itu ... !!” ucap Chandra menyemangati Dirinya sendiri.
****
Sementara Di kediaman Hirata kini Amelia nampak sedang membantu menyiapkan makanan untuk dihidangkan di meja makan untuk sarapan bersama. Pada saat Ia sedang menyiapkan sarapan tanpa Ia duga kedatangan Sherlyn membuat Dirinya bingung mau berkata apa, “Oh..., i i benar Amelia asli bukan nggak sih.. ??” ucapnya sambil menatap Amelia sinis. Sementara Amelia hanya mengabaikan apa yang dikatakan Sherlyn Saudari Tirinya. Ia selalu
__ADS_1
mengingat pesan dari Vitalia untuknya.
Sherlyn yang merasa Dirinya dibaikan pun lalu berkata, “Kau itu dengar tidak apa kataku ... ??!” tanyanya sedang suara lantang. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Lagi pula pertanyaanmu itu nggak jelas dan nggak masuk akal, jelas-jelas Aku ini Amelia mau siapa lagi kalau bukan Amelia .. !!” lantang Amelia melawan Sherlyn. Lalu Dirinya bergumam dalam hati, “Apa mungkin Sherlyn mengetahui keberadaan Vitalia..??” banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Amelia.
Seketika saja lamunannya buyar karena kedatangan Nyonya Renita. “Ada apa ini rame-rame... ??”
“Itu tuh si Amel..” ucap Sherlyn.
“Sherlyn..., Kau itu selalu saja mengganggu Kakakmu.” Ucap Nyonya Renita pada anak perempuannya. Sherlyn yang merasa tak terima karena Mamanya membela Amelia pun lalu berkata, “Bela aja Dia terus Ma..., liat saja nanti.” Ucapnya sambil mendudukkan pantatnya di kursi meja makan. Tapi sayangnya ucapannya tidak ada yang menggubrisnya. Dan Nyonya Renita Ibu Tiri dari Amelia pun lalu berkata, “Oh ya Mel, terimakasih ya Nak hadiahmu bagus banget loh, Mamah suka..” sambungnya berterimakasih pada Amelia. Amelia pun menjawabnya dengan menganggukkan kepala lalu berkata, “Iya Ma sama-sama.., Mama kalau butuh apa-apa bilang saja sama Amel, nanti Amel pasti beliin, tapi Mama mintanya jangan yang aneh-aneh.” balas Amelia sambil tersenyum manis ke arah Mama Tirinya.
“kau serius, Nak..??” tanya Mama Renita memastikan.
“Iyaa, serius Ma...," jawab Amelia.
"Tapi kalau Sherlyn mau, nanti Amel juga akan beliin.” sambungnya lagi.
****
Sementara Di Markas Chandra kini terlihat seorang dokter canik telah selesai menyiapkan makanannya untuk dihidangkan di meja makan, sementara Chandra kini menuruni tangga sambil menggulung lengan kemejanya sampai ke siku. Ia pun mengedarkan pandangannya dilihatnya sang Istri sudah menunggunya di meja makan. “Lebih baik Kau makanlah, Aku mau pergi dulu ada urusan.” Ucap Chandra cuek. Vitalia yang merasa Dirinya tak dihargai pun lalua menggebrak meja makan.
Braakkkk...
Seketika Chandra pun menghentikan langkahnya menuju ke arah pintu, lalu menengok ke arah sang Istri yang menggebrak meja. “Chandra..., Kau itu Suamiku, setidaknya hargailah Aku Chand.., atau Aku akan pergi sekarang juga ... !!” lantang Vitalia melawan Chandra.
“Oh jadi Kau berani melawanku dengan mengancamku, begitu ... ??, Aku tidak takut dengan ancamanmu itu .. !!”
“Its.. okey ..., kalau Kau tak takut biarkan Aku pergi dari sini dan jangan pernah mencariku lagi ... !!” tegas Vitalia berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil tasnya yang berada di ruang tengah, segera berlalu. Akan tetapi pada saat Dirinya sedang melangkahkan kakinya untuk keluar Chandra mencegahnya lalu berkata, “Vitalia..., mau kemana Kau.. ??” tanya Chandra dengan tatapan penuh selidik.
__ADS_1
“Apa pedulimu dan apa urusanmu..??, urusi saja urusanmu ... !!" ucapnya cuek. Sontak saja membuat Chandra mengepalkan tangannya geram karena perlakuan Vitalia sangat diluar batas apalagi Vitalia sendiri sudah menjadi
Istrinya. Sedangkan Vitalia yang melihat sang Suami mengepalkan tangannya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Heh..., kalau mau menamparku tampar saja..” ucap Vitalia sambil mengalihkan mukanya di hadapan sang Suami. Tanpa ba bi bu Chandra bukannya menampar Vitalia tapi malah justru menggendongnya di naikkan ke atas pundaknya.
Sontak saja Vitalia terkejut dengan apa yang dilakukan sang Suami kepadanya, Ia pun lalu berkata, “Chandra..., brengsek Kau ..., turunin ... !!” ucap Vitalia sambil memukuli punggung Chandra yang kini berada di gendongan Chandra. Chandra pun menyahutnya lalu berkata, “Diamlah atau Aku akan berbuat brutal lagi melebihi semalam.” ucapnya sambil membawa Vitalia ke lantai atas menuju kamar. Seketika saja Vitalia terdiam tidak bisa berkata apa apa, karena ucapan Chandra itu tidak bisa dibuat mainan. “Astaga Vitalia, apa yang Kau lakukan, bisa saja Chandra menyiksamu lebih sadis lagi nanti, tapi Kau tidak boleh lengah Vitalia, Kau harus berpura-pura tersiksa, meskipun sebenarnya hati ini juga tersiksa, Aku benar-benar kecewa sama Kau Chandra, Kau benar-benar Pria brengsek yang pernah Aku temui.” batinnya.
******
Tahan dulu Bestieee...
Bgaimana Kisah selanjutnya..?? kita lihta saja nanti... wkwkwk
Jangan lupa tinggalkan jejak
Vote, Like, dan Komen Yaaa...
Terimakasih.... ^-^
Sambil menunggu Author update nyukk simak cerita menarik dari novel kak Mekha Chan
BEKERJA DENGAN BOSS YANG UMURNYA LEBIH MUDA DARIMU, MEMBUATMU MERASA HARUS LEBIH DIHORMATI? TIDAK DENGAN BOSS SATU INI, DIA ADALAH BOSS YANG LEBIH DINGIN DARI SEBONGKAH ES.
Indira Pertiwi, seorang janda berusia 30 tahun mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak satu-satunya.
Awalnya Indi ditolak di perusahaan Wijaya yang dipimpin oleh Arya Wijaya, namun pada akhirnya Indi diterima juga di perusahaan Arya. Walaupun harus menghadapi Boss yang super dingin, tapi demi pekerjaan Indi tetap bertahan. Sampai suatu saat ada benih-benih rasa tumbuh dan berkembang.
Bagaimana kelanjutan cerita Indi? Dan apakah Indi akan bahagia pada akhirnya saat menjalin hubungan dengan seorang Arya Wijaya?
__ADS_1