Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 118


__ADS_3

Hanya Mirip, Bukan Kembar!!


"Chandra gawat!"


Seketika saja Chandra dan Vitalia mengarahkan pandangan menatap kedatangan seseorang itu karena terkejut.


"Frans?" ucap Chandra dan Vitalia secara bersamaan.


"Ehh.. emmh maafkan Aku, Tuan .., Nyonya Akuu .." belum sampai Frans menyelesaikan ucapannya Chandra memotongnya dengan berkata, "Sudah Frans, jangan memanggilku dengan sebutan Tuan lagi, panggil lah Aku dan Vitalia seperti dulu saja," ucapnya pada Frans.


"Baik Chand..." balas Frans dengan mengangguk pelan.


"Tapi Frans, kenapa Kau begitu terlihat cemas??" sahut Vitalia bertanya pada Frans dengan tatapan mata heran, karena menurutnya Frans terlihat tidak seperti biasanya.


"Nyonya Muda, eh mmm maksudku Vitalia, Aku mencemaskanmu karena Kau sekarang sedang dalam masalah besar," jawab Frans.


"Apa maksudmu, Frans?? sahut Chandra bertanya pada Frans. Sementara Vitalia hanya diam menyimak.


"Ternyata Hans anak buah dari Vitalia telah menyiarkan berita di berbagai media yang ada di Indonesia jika Vitalia sudah diketemukan dan masih hidup," ucap Frans menjawab pertanyaan dari Chandra sekaligus menyampaikan kabar tersebut pada Vitalia.


Seketika saja Chandra yang mendengarkan penuturan dari Sahabat sekaligus asistennya pun tersentak kaget mendengarnya.


"Apa??" tanya Chandra. Namun berbeda dengan Vitalia yang hanya biasa saja menanggapi berita tersebut, karena memang Vitalia sudah mengetahui berita tersebut.


"Aku sudah tahu, Frans. Hans ternyata telah mengkhianatiku, Dia telah menyebarkan berita melalui semua media di Indonesia jika Aku sudah diketemukan dan masih hidup," ucap Vitalia dingin.


"Sayang? kenapa Sayang diam tak bercerita kepadaku?" sahut Chandra bertanya pada sang Istri meminta penjelasan karena tidak memberitahu kabar tersebut.


"Mas, ini urusanku. Aku tidak mau melibatkan Mas dalam hal ini, Aku tak mau Mas menjadi terluka karena ku," balas Vitalia menjawab pertanyaan dari sang Suami.


"Sayang, tapi ini sangat berbahaya bagimu? apalagi ini juga ada sang kit pautnya dengan hubungan Kita!" seru Chandra melawan pernyataan dari sang Istri.


"Kau tahu kan Yang, jika Aditya sekarang telah membenciku? ya memang ku akui Dia ramah di depanku, tapi nyatanya Dia bermain di belakangku, hanya karena dulu Aku akan menikahimu untuk menjadikan boneka saja,"


"Dan Sayang pasti mengira bahwa Aditya sudah melupakan semuanya sejak Sayang diketahui meninggal, bukan?? tapi semua dugaan itu salah, Yang. Aditya ternyata masih menyimpan dendam pada ku, dan Dia orang yang bersekongkol dengan Arnold secara diam-diam untuk menghancurkan bisnisku," sambungnya panjang lebar.


Seketika saja Vitalia yang mendengarkan penjelasan dari sang Suami pun menggeleng dan berkata, "Apaaa??? itu tidak mungkin Mas!" tandasnya, membantah pernyataan dari sang Suami.


"Itu fakta Vitalia, Kakakmu itu terhasut oleh Arnold, apalagi sekarang Hans mu itu? tak akan ku biarkan Hans merebutmu dari ku!" ucap Chandra dengan penuh penekanan


"Tidak Mas, Hans bukan siapa-siapaku, Aku berjanji kepadamu Mas, bahwa tidak akan ada yang bisa memisahkan Kita ..., sekali pun itu dari keluargaku sendiri!" tegas Vitalia memegang tangan Chandra dan membelai pipi sang Suami.

__ADS_1


"Iya, Sayang Aku tahu itu," balas Chandra sambil membalas belaian tangan sang Istri yang membelai pipinya. Lalu Chandra pun memeluknya.


"Maafkan Aku Istri ku, Aku berkata bohong tentang Aditya padamu, Aku terpaksa berbohong karena tidak bisa mengatakan kebenaran kepadamu sekarang juga, karena di balik semua ini ada hubungannya dengan keluarga kandungmu yang sebenarnya," batin Chandra sambil memeluk sang Istri yang hanya terdiam.


"Ya Tuhan, ku harap jangan pisahkan Mereka lagi, Aku tidak bisa membayangkan ketika Vitalia mengetahui kebenaran tentang Dirinya yang bukanlah bagian dari keluarga Wijaya." batin Frans sambil melihat kemesraan antara sepasang Suami Istri yang sedang berada di hadapannya.


"Mas, Aku tahu, setelah Kau berkata seperti tadi, Aku rasa Kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku, mungkin Kau tak mau bercerita karena Kau tidak ingin membuat ku bersedih lagi, dan Aku akan mencari tahu apa yang telah Kau sembunyikan dari ku, Mas!" gumam Vitalia dalam hati masih dengan posisi dalam pelukan sang Suami.


Mereka pun kini terhanyut dalam pikiran masing-masing.


...🥰****************🥰...


Sementara disisi lain, Amelia sudah sampai di rumah kontrakan Vitalia. Dengan melangkahkan kakinya cepat Amelia segera masuk ke dalam rumah tanpa permisi.


Tap... tap.. tap....


langkahnya sampai terdengar di seluruh ruangan. Seketika saja Tuan Hirata beserta sang Istri terkejut melihat kedatangan Amelia.


"Amelia, dari mana saja Kau, Nak? sejak kemarin Kenapa nggak pulang ke rumah bersama Vitalia?" tanya Mama Renita yang tiba-tiba muncul dari dapur dengan diikuti oleh Tuan Hirata.


"Ehh Mama, ceritanya panjang Ma, hanya saja kali ini Amel mau ngasi kabar pada Kalian, jika Vitalia dikabarkan sudah ketemu dan masih hidup dalam kecelakaan pesawat setahun yang lalu," jawab Amelia menjelaskan.


"Tapi Dadd, apa Daddy tidak berfikir sama sekali, jika Vitalia pergi, bagaimana dengan Kita?? apalagi Vitalia sekarang dalam bahaya, banyak musuh yang mengincarnya setelah mengetahui berita itu!


"Mau bagaimana lagi, Nak! Vitalia itu masih punya Keluarga, Kita tidak berhak ikut campur urusannya, karena Kita bukan Keluarganya!" tegas Tuan Hirata membalas pernyataan dari Putrinya Amelia.


"Kita berhak, Daddy! karena Vitalia adalah Saudari kandungku!" tegas Amelia tak mau kalah dengan apa yang dikatakan sang Daddy.


Tuan Hirata yang mendengar perkataan dari Amelia pun tersentak kaget, Ia sama sekali tak menyangka jika Amelia Putrinya masih saja mengungkit masalah itu. Tanpa berpikir panjang, Ia pun lalu melayangkan sebuah tamparan keras di pipi sisi kiri Amelia.


Plaaakkkk....


Berapa terkejutnya Amelia, ketika Dirinya justru mendapatkan tamparan keras oleh Daddynya yang selama ini tak pernah menamparnya. Begitu pula dengan Mama Renita yang ikut membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang sudah Suaminya perbuat.


"Cukup Amelia! jangan berkata yang tidak masuk akal!" bentak Tuan Hirata pada Amelia.


Sementara Amelia kini sedang memegangi pipi kirinya yang terasa sakit karena tamparan keras yang dilontarkan oleh sang Daddy.


"Cukup Dadd! Kau sangat keterlaluan! beraninya Kau menampar Putriku!" sahut Mama Renita membela Amelia. Ia pun lalu berjalan menghampiri Amelia yang meringis kesakitan.


"Kau tidak kenapa-napa kan, Sayang? tanya Mama Renita bertanya pada Putrinya Amelia yang meringis kesakitan dengan memegangi pipinya.

__ADS_1


"Tidak Ma, Aku tidak papa," balas Amelia berusaha tetap tegar walau sebenarnya hatinya sakit karena tamparan keras yang dilontarkan oleh sang Daddy padanya.


Amelia pun lalu beralih menatap Tuan Hirata, Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Daddy, jika Daddy masih tidak percaya dengan perkataanku ini, Aku berjanji pada Diriku sendiri, bahwa Aku akan membawa barang bukti secepatnya, jika Vitalia adalah Saudari kembar ku sekaligus anak dari Daddy dan juga Mama sama Mommy! ingat itu!" tandasnya lalu segera berjalan ke atas menaiki tangga tanpa menghiraukan Daddy dan Mama Tirinya.


Namun saat Ia sedang menaiki tangga tiba-tiba saja langkah dari Amelia pun terhenti karena mengingat suatu hal.


Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Oh ya, perlu Daddy sama Mama ketahui, Aku harap Mama sama Daddy tidak menyesal setelah ini, karena membiarkan Putri Kalian yang telah lama menghilang kini pergi lagi," ucapnya. Ia pun lalu segera melanjutkan langkah kakinya untuk pergi ke lantai atas.


Mama Renita yang merasa ada kebenaran di mata Amelia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Dadd, Kau tahu kan Amelia seperti apa?? coba lihatlah mata Putrimu Amelia seditik saja, rasakan saja jika Dia benar-benar berkata jujur kepada Kita." ucap Mama Renita menatap kepergian Amelia yang sudah berada di lantai atas.


"Tapi mana mungkin Aku mempercayainya, Ma? Selama belum ada bukti kuat jika Vitalia adalah Putriku, Aku tidak akan pernah percaya pada siapa pun itu yang mengaku sebagai Putri kembarku!" balas Tuan Hirata dengan penuh penekanan.


"Tapi Vitalia sangat mirip sekali dengan Amelia, Dadd .." balas Nyonya Renita berusaha meyakinkan sang Suami.


"Hanya mirip, bukan kembar!" sahut Tuan Hirata masih kekeh dengan pendiriannya jika Vitalia bukanlah Putri kandungnya sekaligus bukan kembaran dari Amelia Hirata.


...----------------...


Hmmmm makin seru kan yaaaa!!! tegang nggak sih?? Author tegang bestie, takut Vitalia kenapa-napa 😖😖


Oh ya sambil menunggu Author lanjut ke episode berikut nya, Yukkkk mampir juga ke novel teman Author yang paling syantik..


Berikut Cuplikannya :


ISTRI RASA SIMPANAN


(Sendi Andriyani)


"Pernikahan kita terjadi karena kesalahan, jadi jangan berharap aku akan mencintaimu!" Dimas Fahrian.


"Aku memang bukan istri Dimas, tapi akulah yang selalu Dimas prioritaskan!" Sila Derkain.


"Akulah istri rasa simpanan." Renata Lusiana.


"Dan aku yang akan meratukan mu, Renata!" Reza Argantara.


Pernikahan yang terjadi karena kesalahan satu malam yang mengharuskan Dimas menikahi Renata tanpa rasa cinta, karena hati nya telah berpaut pada wanita lain.


Apakah Renata bisa mempertahankan rumah tangga nya bersama Dimas atau memilih pergi dan membangun hidup baru dengan orang baru?


__ADS_1


__ADS_2