Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 123


__ADS_3

Amelia Dalam Bahaya


Setelah dari ruangan sang Suami, kini Vitalia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah kontrakannya terlebih dahulu. Mengingat ada yang sedang menunggunya saat ini.


Bahkan Vitalia berjalan dengan terburu-buru menyusuri lorong rumah sakit. Namun saat Dirinya sedang melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir, tiba-tiba saja jam tangan ajaib yang melingkar di tangannya berbunyi.


Ting.. Tring.. Ting..


Ting.. Tring.. Ting..


Seketika saja Vitalia menghentikan langkahnya dan mengarahkan pandangan menatap jam tangan miliknya. Ia pun segera memencet tombol layar jam tangan tersebut untuk melihat kejadian apa yang sedang terjadi.


Dilihatnya ternyata ada seorang wanita cantik yang sangat Vitalia kenal sedang berada di kamarnya sedang memandangi bingkai foto miliknya lalu dimasukkan ke dalam laci.


Vitalia pun terheran-heran, bisa-bisanya jam tangan ajaib miliknya berbunyi hanya karena Amelia sedang melihat foto saja. 'Ya, seseorang yang tertera di jam tangan miliknya adalah Amelia.'


"Sepertinya ada yang eror dengan jam tanganku. Masa' iya sih, hanya karena Amelia sedang melihat sebuah foto saja berbunyi??" gumamnya pelan berbicara sendiri sambil memandangi layar yang ada di jam tangan miliknya.


"Apa jangan-jangan ada yang tidak beres lagi?? Ah sudahlah bodo amat, sudah tidak ada waktu lagi, Aku harus segera sampai di rumah kontrakan, Mereka pasti sedang menungguku," batin Vitalia.


Ia pun lalu segera melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti, menuju ke tempat parkir untuk mengambil sepeda motor ninja miliknya.


Saat Ia kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir, lagi-lagi jam tangan ajaib yang melingkar di tangannya pun berbunyi.


Ting.. Tring.. Ting..


Ting.. Tring.. Ting..


Seketika saja Vitalia justru malah berdecak kesal karena jam tangannya berbunyi yang membuat Dirinya menunda-nunda waktunya untuk pulang.


"Ck.., astagaa Ya Tuhaaann, ada apalagi sih..!?" ucap Vitalia sambil menatap layar jam tangan miliknya.


Tak disangka jam tangan milik Vitalia pun tiba-tiba menjawabnya dengan suara seperti seorang robot yang dapat berbicara.


"Dokter Misterius, dokter Amelia sedang dalam bahaya, cepatlah pulang sebelum terlambat, karena musuh barumu yang sedang mengintainya!" ucap jam tangan tersebut memberi sebuah peringatan.


Betapa terkejutnya Vitalia mendengar suara dari jam tangannya yang mengabarkan tentang Amelia. Ia bahkan tak menyangka jika apa yang sudah diperbuat Hans berimbas pula pada Amelia yang berparas mirip dengannya.


"Apaaa?? Siapa musuh baruku?? ucap Vitalia bertanya-tanya dalam hati.


"Ah sudahlah Aku tidak punya banyak waktu lagi!" ucapnya berbicara sendiri.


Tanpa menunggu lama ia pun segera berlari untuk mengambil motornya yang terparkir di halaman parkir FireField Hospital.


Saat ia akan menaiki sepeda motor ninja miliknya, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dengan menghalangi Vitalia untuk pergi.


"Eitsss...., stopped!" lantang seseorang itu, siapa lagi kalau bukan Sahabat dari Vitalia yaitu dokter Bella.


"Astaga Bella, Kau itu kenapa sih? selalu saja membuatku terkejut!" ucap Vitalia dengan nada keterkejutannya melihat kedatangan Sahabatnya yang datang dengan tiba-tiba.


"Kenapa sih, kenapa sih ...!? Kau tahu kan ini itu motor ninja?? jadi Aku berhak melarangmu untuk pergi dengan motor ini, Lia!" balas dokter Bella dengan nada meninggi.

__ADS_1


"Issshh ck, sudah minggirlah, Aku mau pulang ...!!" ucap Vitalia yang justru melawan pernyataan dari Sahabatnya.


"Nggak boleh! pokoknya Lo nggak boleh pakai motor ini!" tegasnya lagi mencegah Vitalia untuk pergi menggunakan motor ninja.


"La, please ..., mengertilah!" ucap Vitalia dengan mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon pada Sahabatnya itu.


"No... No.. No.. !!" jawab dokter Bella penuh penekanan dengan menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Kau nggak boleh naik motor seperti ini Lia, Kau tahu kan bahwa Kau itu sedang hamil??"


"Bisa-bisanya mau pakai motor ini lagi," sambung dokter Bella. Ia benar-benar heran dengan kelakuan Sahabatnya yang sangat di luar nalarnya.


Mendengar pernyataan dari Sahabatnya yang kekeh mencegah nya, Vitalia pun menghembuskan nafasnya pelan, "Huhhh..., terus Aku mau pulang pakai apa dong, La? masa' iya sih Aku harus jalan kaki?" tanya Vitalia dengan menatap Sahabatnya seperti meminta persetujuan.


"Astaga Li, Kau kan Sahabatku sekaligus Istri dari pemilik rumah sakit ini, mana mungkin Aku tega berbuat seperti itu kepadamu," ucap dokter Bella.


Tak sampai disitu saja, lagi-lagi dokter Bella memarahi Vitalia.


"Kalau Kau ingin pulang, tuh liat mobilmu itu terparkir di sana! kenapa Kau nggak pergunakan saja sih, dasar bumil aneh!" serunya sambil memutar bola matanya jengah mendengar ucapan dari Vitalia tadi.


"Iya La.. iyaaa, tapi ini tuh beda lagi kondisinya! Aku sedang terburu-buru, La! karena Amelia dalam bahaya!" tukasnya berusaha memberi penjelasan pada Sahabatnya itu.


Seketika saja dokter Bella pun terkejut dengan apa yang diutarakan Vitalia.


"Apaa?? kenapa Kau nggak bilang dari tadi sih Li?? kalau begini kan Aku nggak bisa mencegahmu," ucap Bella.


"Makanya kalau ada orang orang berbicara itu di dengerin dulu! Ah sudahlah, Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi!" sahut Vitalia lalu sgera menancapkan gasnya.


Lagi-lagi niat Vitalia untuk pergi dihentikan oleh Bella.


Dokter Bella pun lalu merogoh kunci motornya di saku snelinya, "Ini kuncinya," ucapnya sambil menuerahkan kunci motornya pada Vitalia. Vitalia oun menerimanya dan mematikan mesin motor ninjanya.


Vitalia pun lalu beralih menaiki sepeda motor matic milik Sahabatnya. Tanpa menunggu lama ia pun segera menancapkan gasnya untuk pulang ke rumah kontrakannya. Mengingat Amelia kini sedang dalam bahaya.


Dalam perjalanan menuju ke rumah kontrakannya, Vitalia dikesalkan dengan kondisi jalan yang padat dan macet dengan berbagai jenis kendaraan. Ia sadar saat ini ia pulang di waktu yang kurang tepat untuk pulang. Mengingat saat ini bertepatan dengan orang-orang sedang pergi bekerja, karena kebetulan saja waktu masih menunjukkan pukul 07.30 waktu Australia.


Mau tak Mau Ia harus bersabar, meskipun jarak di antara FireField Hospital dengan rumah kontrakannya lumayan jauh. Apalagi yang ada di pikiran Vitalia saat ini hanyalah Amelia yang sedang dalam bahaya.


Di tengah padatnya kendaraan yang berada disekelilingnya, Vitalia lagi-lagi dikejutkan dengan notif pesan dari jam tangannya yang berbunyi.


Ting.. Tring.. Ting..


Ting.. Tring.. Ting..


Belum sampai Vitalia melihat jam tangannya, sebuah suara pun keluar dari jam tangan ajaib milik Vitalia.


"Perhatian..., perhatian.. dokter Amelia kini sedang menuju ke sebuah tempat untuk menemui seseorang, ia dalam bahaya!" ucap suara seperti robot yang keluar di dalam jam tangan ajaib milik Vitalia.


Vitalia yang mendengarnya pun tersentak kaget.


"Apaaa??

__ADS_1


Vitalia pun lalu mendekatkan jam tangan ajaib miliknyatepat di depan mulutnya untuk berbicara.


"Jam tangan, katakan padaku, kemana Amelia pergi??" tanya Vitalia pada jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Dia pergi ke sebuah cafe sekitar bandara, untuk menemui musuh! " jawab jam tangan tersebut memberi tahu.


"Bandara?? menemui musuh??" Vitalia bertanya-tanya.


"Kalai begitu Aku akan segera ke sana secepatnya, sebelum terlambat," guman Vitalia pelan. Tak disangka ternyata pengguna kendaraan lain mendengarnya berbicara sendiri. Vitalia yang merasa Dirinya ditatap orang-orang pun cuek, tak menghiraukannya.


"Ya Tuhan, bagaimana ini? tolong lindungi Amelia!" baton Vitalia Tampa terlihat gusar di atas sepeda motor yang ia naiki.


Ditengah keramaian dan kepadatan kendaraan yang mengelilinya, Vitalia tanpa sengaja melihat mobil yang sangat tidak asing baginya.


"Eh, kok sepertinya Aku mengenal mobil itu, ya??" gumam Vitalia pelan sambil mengarahkan pandangan menatap mobil yang berada agak jauh di depannya.


Ia pun segera menancapkan gasnya kembali untuk berjalan ke depan dengan menyelip ditengah kerumunan kendaraan.


Sesampainya di belakang mobil yang Vitalia maksud, Ia pun mengarahkan pandangan menatap plat mobil tersebut, Dan ternyata benar dugaannya jika mobil itu milik Grandpanya.


Vitalia pun lalu melajukan motornya lagi untuk berjalan ke depan tepatnya ke sisi kanan mobil tersebut untuk menyamainya.


...****************...


...----------------...


Tahan dulu Bestie.... hehehhe...


Makin tegang kan ceritanya... wkwkwk...


Sambil menunggu Up dari Author di episode berikutnya... Yuk mampir ke novel Bestie Author yang pualing keceeee...


Berikut Cuplikannya :



LOVE AFTER PARTING


(aYi)



Bagaimana jika dua orang yang sudah tidak memiliki ikatan pernikahan, bersama-sama merawat dan mengurus anak mereka?


Leonard Gladston, seorang dokter spesialis kandungan dan juga CEO sebuah rumah sakit besar. Harus menepati janjinya untuk merawat anak bersama mantan istrinya.


Eleanor Winston, mantan istri Leonard adalah seorang penerus perusahaan milik ayahnya, Robert Winston.


Leonard dan Eleanor menikah karena perjodohan dari kedua orang tua yang sedang melakukan kerjasama bisnis. Pernikahan bisnis itu tidak berhasil karena tidak adanya cinta di antara keduanya.


Setelah bercerai, Leonard berjanji akan membantu mantan istrinya untuk merawat anak mereka.

__ADS_1


Ingin tahu kisah mereka? Ikuti terus kisah Leonard dan Eleanor di Love After Parting



__ADS_2