Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 80


__ADS_3

Surat Cerai


Setelah satu minggu lamanya Vitalia dan Chandra tidak pernah saling bertemu, bahkan ketika Chandra datang untuk menemuinya pasti Vitalia mengusirnya, Ia benar-benar marah besar pada Chandra Suaminya, dan begitu pula dengan usia kandungan Vitalia yang kini sudah memasuki usia 1 minggu. Ya Vitalia sendiri kini sudah keluar dari Sunrise Hospital, dan Ia memilih kembali ke kediaman keluarga Feng daripada kembali ke markas Chandra yang dijadikannya sebagai rumahnya sendiri bersama Vitalia.


Kini yang ada di pikiran Vitalia hanyalah bagaimana cara agar tidak bertemu lagi dengan Chandra, dan Ia pun memutuskan ke pengadilan agama di kota Tokyo untuk menemui seorang pengacara ternama di kota tersebut.


Berdasarkan kesepakatan Vitalia akan mengajukan gugatan cerai kepada Chandra, bahkan pengacara Vitalia sempat meyakinkan kembali jika ingin menggugat cerai Suaminya.


“Dokter Vitalia, apakah anda yakin akan bercerai dengan Tuan Chandra ...??” tanya pengacara wanita yang bernama Zhen. Vitalia pun hanya mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan dari pengacara Zhen, Ia pun lalu


berkata, “Yakin, kenapa tidak ... ??, jika Aku tidak yakin dengan keputusanku, Aku tidak akan mungkin menemuimu pengacara  Zhen ... !!” tegas Vitalia. Dan pengacara Zhen pun mengangguk mengiyakan perkataan clientnya.


“Hmm, baiklah, akan Ku selesaikan secepatnya, tapi dengan syarat, Anda harus meminta tanda tangan Tuan Chandra terlebih dahulu,” jawab Pengacara Zhen memberi saran


“ Baiklah kalau begitu, biarkanlah Aku yang menemui Chandra untuk menandatangani surat cerai ini," balas Vitalia pada pengacaranya. Dan pengacara Zhen pun menjawabnya dengan berkata, “Baik dokter Vitalia, Saya akan menemanimu ke kantor Tuan Chandra untuk meminta tanda tangannya,”ucapnya.


“Pengacara Zhen tidak perlu ikut, biarkan Aku saja yang ke sana untuk menemui Chandra, dan jika Dia tak mau menandatangani surat ini, Aku akan memberikan sebuah pelajaran padanya, bagaimana rasanya jika hati tersiksa karena cinta.” ucap Vitalia dingin, lalu berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari kediaman pengacara Zhen. Bahkan Vitalia pergi tanpa berpamitan dengan tuan rumah. Sampai-sampai Pengacara Zhen hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dokter Vitalia yang pembawaannya selalu misterius.


****


Sementara di kediaman keluarga Zhu tampak Ayah dari Chandra memarahi Chandra yang benar-benar tidak becus dalam mengurus perusahaan. Ia sangat kecewa dengan Putranya karena tidak bisa mengemban tugas dengan baik. Bahkan Ia sangat marah ketika Perusahaan yang di pimpin oleh Putranya kini hancur berantakan, bahkan Perusahaannya  kini mulai di ambang kebangkrutan. Para karyawan dan karyawatinya kini juga banyak yang mengundurkan diri dari Perusahaan, karena Perusahaan tidak mampu membayar Mereka.


Plakk ...


“Chandra .., Kau benar-benar anak tak tau diri ..., beginilah akibatnya setelah Kau berbuat macam-macam dengan Istrimu .. !!” seru Tuan Zhu pada Putranya.


“Tapi Pa ..., Chandra benar-benar tak menyangka jika akan menjadi seperti ini, bahkan Chandra sudah berusaha untuk memperbaiki performa perusahaan agar tetap terus berkembang, tapi kenyataannya ada seseorang yang berusaha menghalangi jalanku untuk maju.” ucap Chandra panjang lebar.


“Cukup Chandra ..., pokoknya Papa tidak mau tahu, benahi sampai Kau berhasil mengembalikan perusahaan farmasi kita seperti sedia kala, dan Papa ingin Kau meninggalkan bisnis gelapmu itu ... !!” tegas Tuan Zhu. Chandra pun hanya diam tak bergeming, namun Ia hanya mengepalkan tangannya geram mendengar keputusan sang Papa. Bahkan tanpa berpamitan Ia pergi begitu saja meninggalkan ruang kerja sang Papa penuh dengan rasa amarah yang menggebu-nggebu.

__ADS_1


Ia pun segera keluar dari kediaman Zhu dan segera menancapkan gasnya menuju ke kantor perusahaan farmasi miliknya. Dalam perjalanan menuju ke kantor, Chandra dikejutkan dengan sebuah panggilan seseorang yang  menghubungi ponselnya.


Drett ... Dreett ... Dreet ...


Chandra pun segera mengangkat panggilan tersebut. Dan sebelum mengangkatnya, Ia sangat terkejut melihat siapa yang telah menghubunginya, Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang Ia lihat, Ia pun lalu menggeser tombolnya untuk mengangkatnya, bahkan Ia mendadak senang ketika seseorang yang Ia cintai menghubunginya. Ya siapa lagi kalau Istrinya yaitu Vitalia Putri Wijaya.


“Halo ... “ ucap Chandra memulai obrolan.


“Mas, Kau dimana ..??” tanya Vitalia pada Chandra.


“Aku sedang dijalan menuju ke kantor. my Love,” balas Chandra.


“Hmmm, ya sudah buruan, Aku tunggu ... !!” seru Vitalia dengan nada ketusnya membalas jawaban dari sang Suami. Belum sampai Chandra menjawab perkataan sang Istri, Vitalia mematikan telponnya sebelah pihak. Sedangkan Chandra sendiri meskipun sang Istri hanya menelponnya sebentar dengan nada ketusnya, Ia sangat senang Istrinya sudah mau m,enghubunginya lagi, Ia pikir jika Istrinya sudah mau memaafkannya.


Tanpa pikir panjang dan saking bahagianya, Ia segera menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di kantor perusahaan, mengingat Istrinya datang ingin menemuinya.


“Huhh, akhirnya setelah sekian lama Kau mendiamkanku sampai-sampai Aku seperti orang gila, akhirnya Kau mau menemuiku juga Istriku, bidadariku, Aku berjanji setelah ini Aku akan membahagiakanmu selamanya.” ucapnya sambil tersenyum sendiri. Ya Chandra benar-benar berharap bahwa Istrinya mau menerima permintaan maaf darinya.


Ceklek ...


Chandra pun mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, dilihatnya sang Istri sedang menikmati pemandangan yang terlihat dari dalam ruangan Chandra. Tapi justru kedatangan Chandra tak digubris oleh Vitalia, Ia hanya diam mematung sambil memandang keindahan kota yang terlihat dari balik jendela kaca.


Ya, Vitalia sendiri berpikir jika seseorang yang datang itu pasti asisten atau sekretaris dari sang Suami, karena sedari tadi Mereka yang keluar masuk menemuinya. Sementara Chandra kini segera menghampiri Vitalia yang hanya diam tak menyambut kedatangannya. Chandra pun menghampirinya dengan pelan-pelan, bahkan Ia berpikir jika Vitalia pasti sedang melamun, dan tiba-tiba saja,


Greepp ...


Chandra memeluk Vitalia dari arah belakang, sontak saja membuat Vitalia membelalakkan matanya terkejut dengan perlakuan orang yang sudah berani memeluknya dari arah melakang. Ia pun lalu segera menyikut perutnya, dan


Buk ...

__ADS_1


“Aww...”


“Aduuhhh ...” rintih Chandra kesakitan. Sementara Vitalia yang mendengar rintihan tersebut lalu menengok ke arah belakang dan baru tersadar bahwa ternyata yang memeluknya adalah Chandra, Ia pun lalu berkata, “Mas, Kau ... ??” ucap Vitalia memelototkan matanya terkejut sambil membungkam mulutnya sendiri, Ia tak menyangka jika yang datang adalah sang Suami.


Chandra pun lalu membalasnya dengan berkata, “Sudah tak apa ..” ucapnya sambil mengelus perutnya yang sakit setelah disikut oleh Istrinya. Vitalia yang melihat Chandra me3nahan rasa sakit pun lalu membuka suara dengan berkata, “Hmm .., maafkan Aku ..” ucap Vitalia merasa bersalah.


“Sudah tidak apa-apa ..” balas Chandra. Vitalia pun hanya mengangguk pelan.


“Vitalia, Kau harus bisa mengendalikan Dirimu, dan Kau jangan mudah terbawa suasana ingat itu .. !!” batin Vitalia memperingatkan Dirinya sendiri. Sementara Chandra yang melihat ke arah Vitalia hanya terdiam tak menolong Dirinya yang kesakitan pun lalu berkata, “Sayang ...” ucapnya sambil mendekat ke arah Vitalia.


Tapi sayangnya belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya, Vitalia memotongnya dengan berkata, “Cukup Mas ..., Aku kesini hanya menyampaikan bahwa Aku ingin Kita cerai .. !!” lantang Vitalia.


Duaarrr ...


Bagai disambar petir di siang hari, Chandra membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang diutarakan oleh sang Istri, Ia pun lalu berkata, “Vitalia, apa yang Kau katakan ... ??” ucapnya malah berbalik tanya pada sang Istri. Vitalia pun lalu menjawabnya lagi dengan berkata, “Aku ingin Kita bercerai sekarang juga, Mas ..., dan Aku minta tolong Mas tanda tangani surat cerai ini sekarang juga .. !!” tegasnya sambil menyerahkan selembar kertas pada Chandra. Chandra pun lalu menerimanya dan tanpa membacanya Ia pun langsung merobek surat cerai tersebut.


Sreetthh ... Sreethhh ... Sretttthh ...


Chandra merobek surat cerai itu dengan berkeping-keping, sontak saja membuat Vitalia membuka suaranya dengan berkata, “Chandra .., apa yang Kau lakukan .. ??” tanya Vitalia dengan nada meninggi tak terima dengan apa yang dilakukan Suaminya. Namun Chandra hanya diam menatap tajam sang Istri. Sedetik dua detik Ia pun lalu menarik Vitalia ke dalam pelukannya.


Sreeggghh ...


“Mas .., lepas ... !!” ucap Vitalia berusaha melepaskan cengkraman Chandra.


*****


Mohon maaf buat teman-teman readers, Author baru up lagi,


Bagaimanakah setelah ini ..??

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen  Ya ... Terimakasih ... ^-^


__ADS_2