Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 140


__ADS_3

Menuruti Keinginan Mama Renita.


Sementara di lain tempat, tepatnya berada di sebuah rumah tua yang menjadi markas geng Tengkorak, nampak seorang Wanita cantik sedang diberi hukuman oleh anak buah geng Tengkorak wanita. Bukan hanya Sherlyn saja, namun Arnold dan juga Tuan Matsugi juga sedang diberi sebuah hukuman, yang lebih sadis daripada Sherlyn yang hanya diberi hukuman ringan yaitu dengan menjadi seorang pembantu di markas geng Tengkorak.


Arnold dan Tuan Matsugi sekarang sedang menjadi tahanan bawah tanah di markas geng Tengkorak, bahkan para anggita geng Tengkorak tak ada hentinya menyiksa Arnold dan juga Tuan Matsugi. Apalagi Arnold tak mau mengakui jika Dirinya lah yang telah memisahkan Vitalia dengan keluarganya. Belum lagi ia juga telah mengadu domba Perusahaan Destination Company dengan Perusahaan Hirata. Belum lagi ia telah mengadu domba Perusahaan Chandra dengan Perusahaan milik Kakak dari Erlin, sehingga Kakak dari Vitalia kembali membenci Chandra tanpa sepengetahuan dari Chandra. Sayangnya Arnold tak mau mengakui semuanya, padahal sudah jelas bahwa semua bukti mengarah kepadanya.


Ditambah lagi kakak dari Vitalia diketahui telah melacak keberadaan Vitalia, namun Chandra sudah antisipasi jika nanti pada akhirnya sang Istri harus mengakui kebenarannya jika Dirinya masih hidup dan belum meninggal.


Sementara Hans kini juga sedang dalam tahanan geng Tengkorak hanya saja dirinya di tahan terpisah.


***


Saat Sherlyn sedang diberikan sebuah tugas untuk mengepel lantai rumah, tanpa sengaja ia mendengarkan obrolan dari dua anggota geng Tengkorak wanita yang sedang bergosip ria.


"Eh, ngomong-ngomong kenapa Hans bisa di tahan di mari ya? Memangnya benarnya jika Dia telah menyukai Istri Chandra?"


"Dengar-dengar sih begitu, dan kau tau juga kan jika Hans dulu masih bagian dari geng Kalajengking bersama dengan Vitalia,"


"Pantesan Chandra marah besar. Apalagi Jack kemarin bilang padaku jika Hans berniat membawa kabur dokter Amelia pergi ke Indonesia untuk dijadikan bonekanya, tapi gagal."


"Iya, Jack juga bercerita kepadaku, bahkan di kejadian itu Nyonya Renita rela mengorbankan nyawanya hanya demi menyelamatkan Vitalia. Hingga membuat Nyonya Renita kritis.


Mendengar obrolan dari kedua anggota geng Tengkorak tersebut, sontak saja membuat Sherlyn membelalakkan matanya terkejut.


"Apa?? Tidak itu tidak mungkin!" serunya dengan nada keterkejutannya sambil menggelengkan kepalanya tak percaya. Sementara kedua anggota geng Tengkorak wanita tersebut pun mengarahkan pandangan menatap Sherlyn yang sedang berada di balik dinding.


"Kau? Ngapain kau di situ? Cepat kembali bekerja! Atau kau akan ku adukan ke Chandra!" titah salah seorang anggota geng Tengkorak wanita pada Sherlyn.


"Sudah jangan banyak bicara! katakan kepadaku, apa maksud perkataan kalian tadi? Ha ... !!" sahut Sherlyn yang justru malah membentak kedua anggota geng Tengkorak wanita tersebut.


"Perkataan yang mana maksudmu? Kau tak perlu ikut campur urusan kami!" ucap salah seorang anggota geng Tengkorak wanita yang satunya menimpali.


"Apa kau bilang? Tak perlu ikut campur katamu? Kalian pasti tau bukan kalau Nyonya Renita itu Mama ku!" sahut Sherlyn.

__ADS_1


"Apa?? Mana mungkin?? Nyonya Renita itu baik bukan seperti Dirimu!"


"Oh ya satu lagi, daripada kau bertanya terus, mending kau bersihin seluruh ruangan deh, biar rapi!" sambungnya lagi.


"Dasar wanita brengsek, tak tau diri, beraninya kau menyuruh-nyuruh!" umpat Sherlyn dengan nada tersulut emosi karena tak terima dengan apa yang sudah dilakukan kedua anggota geng Tengkorak wanita tersebut padanya.


Melihat Sherlyn yang akan melayangkan sebuah pukulan ke arahnya, dengan cepat salah satu seorang dari kedua anggota geng Tengkorak wanita tersebut pun segera menepis pukulan tersebut dengan memutar tangan Sherlyn.


Kreteeekkk...


"Aaawwwsshhh..., dasar kep*r*t, kau!" umpat Sherlyn sambil mengaduh kesakitan.


"Pengawal, cepat bawa wanita ini untuk masuk ke ruang tahanan! Karena dia sudah berani melawan kami!" titah salah seorang anggota geng Tengkorak pada salah seorang pengawal gengnya. Yang pada akhirnya Sherlyn pun diseret untuk masuk ke dalam sel tahanan bawah tanah yang besebelahan dengan sel tahanan Arnold dan Tuan Matsugi, karena ia sudah berani melawan.


...****************...


Sementara di FireField Hospital, Vitalia dengan begitu telatennya menyuapi sang Mama satu demi satu suapan ke mulutnya. 'Ya, Mama Renita sendiri telah memutuskan untuk makan dengan disuapi Vitalia. Bahkan saking terlalu senangnya ia disuapi oleh Vitalia, Mama Renita pun sampai meneteskan air matanya dengan tiba-tiba.'


Tes.. tes...


Sementara Vitalia yang kini sedang menyuapi bubur pun begitu terkejut melihat Mama Renita yang tiba-tiba menangis.


"Loh, Ma ..., Mama kenapa menangis?" tanya Vitalia heran sambil menghapus air mata Mama Renita yang sudah jatuh membasahi pipi.


"Tidak kok Sayang, tidak apa-apa," sahut Mama Renita menjawab pertanyaan dari Vitalia.


"Mama yakin??" tanya Vitalia berusaha meyakinkan Mama Renita.


"Yakin Sayang ..." jawab Mama Renita dengan jawaban yang tidak meyakinkan.


Sementara Amelia dan Tuan Hirata yang mendengarkan percakapan diantara keduanya pun lalu menyahutnya dengan berkata, " Mama, lebih baik jujurlah kepada kami!" pintanya secara bersamaan. Membuat Mama Renita kebingungan mau mengatakannya.


"Sebenarnya Mama hanya merindukan Sherlyn," ucap Mama Renita berterus terang.

__ADS_1


Mendengar pernyataan dari Mama Renita, Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Ma, jika Mama merindukan Sherlyn, Mama tenang saja, Vitalia akan membawa Sherlyn ke sini," sahutnya mencoba meredam rasa rindu Mama Renita pada anak kandungnya.


"Tapi Vit, Sherlyn adalah orang yang tak mudah ditaklukkan, bahkan ia juga sudah berani bertindak semaunya sendiri, padahal Mama ingin sekali jika Sherlyn menjadi orang yang baik," ucap Mama Renita dengan penuh harap.


"Aku yang akan merubah sikapnya Ma!" dengan tegas Vitalia membalas pernyataan dari Mama Renita. Sementara Mama Renita yang mendengarkan jawaban dari Vitalia pun menangis haru.


"Hiks... hiks..., apa kau yakin Nak? " tanya Mama Renita memastikan.


"Aku yakin Ma! Vitalia berjanji sama Mama, jika Vitalia akan merubah sikap Sherlyn, biar bagaimanapun Sherlyn juga sudah ku anggap seperti Adikku sendiri, apalagi aku pernah tinggal satu rumah dengannya," tutur Vitalia menjawab pertanyaan dari Mama Renita.


Lagi-lagi Mama Renita menangis sesenggukan karena terharu mendengar penuturan dari Vitalia.


"Hiks.. hiks..., terima kasih Nak, kau begitu perhatian sekali dengan keluargaku, bahkan Mama sangat bersyukur telah dipertemukan seorang wanita tangguh sepertimu," ucap Mama Renita dengan menangis sesenggukan.


"Iya Ma sama-sama ..., kalau begitu Mama makan lagi ya, dan setelah Mama makan, Vitalia akan memberikan sebuah kejutan untuk Mama," sahut Vitalia dengan menampakkan wajah keceriaannya.


"Apa itu Nak?" tanya Mama Renita.


"Ada deh, tapi yang jelas Mama harus menghabiskan makanannya dulu!" jawab Vitalia meminta sang Mama agar menghabiskan makanan tersebut.


Begitu pula dengan Amelia Dan juga Tuan Hirata, Mereka begitu terharu mendengar obrolan diantara keduanya. Bahkan Mereka sangat tak menyangka, ternyata Vitalia sangatlah peduli dengan keluarga Hirata. Entah mengapa pikiran Tuan Hirata saat ini tertuju pada ucapan Vitalia yang tegas, penuh percaya diri dan penuh tanggung jawab.


"Nak Vitalia, kenapa ketegasanmu begitu mirip dengan Istriku? Apakah benar dugaan Amelia jika kau adalah saudari kembar putriku?" batin Tuan Hirata dengan berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.


"Kehadiranmu seakan merubah segalanya Vitalia," gumam Amelia dalam hati sambil menatap ke arah Vitalia yang sedang menyuapi Mama Renita.


Bersambung....


^^^Aku merasa ada sebuah kejanggalan yang sedang mengganjal di hatiku, tapi apa? Bahkan aku sendiri tak tau ada apa dengan perasaanku ini... ^^^


...****************...


...----------------...

__ADS_1


Biar Author semangat Up nya yuk komen sebanyak-banyaknya.


__ADS_2