Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 34


__ADS_3

Kedatangan Chandra


Tanpa ada rasa lelah sama sekali Chandra melanjutkan aktifivitasnya kembali untuk mencari Wanitanya karena telah menerima informasi dari Sahabatnya yang katanya pergi ke Indonesia.


Di dalam pesawat Chandra tampak sedang menghubungi seseorang.


"Halo...


"....


"Yaaa... ok..


"Kalau begitu nanti Aku tunggu kedatanganmu...


"....


"Baiklah, nanti akan ku bantu sebisa mungkin agar orang yang Kau hukum itu menjadi jera dan tak akan mengulanginya lagi, dan sebagai balasannya Kau masih ingat bukan, jika Vitalia masih hidup Kau akan menikahkan ku dengannya." ucap Chandra pada seseorang yang berada di dalam telepon tersebut.


Sedangkan orang yang berada di seberang sana belum sempat menjawabnya, sambungan telepon pun terputus karena kehilangan sinyal.


"Ck... Sial...., tak ada sinyal..


******


Dilain tempat Vitalia kini nampak sedang memikirkan sesuatu bersama Mirna. Vitalia yang sedari tadi hanya diam ketika ditanya Mirna, kini Vitalia pun memulai membuka suaranya dengan berkata, "Mbak.. bagaimana ini?? tanyanya bingung.


"Ada apa Vita, kenapa Kau terlihat begitu panik??


"Lihatlah.." ucap Vitalia sambil menyodorkan ponselnya pada Mirna, seketika saja mata Mirna membulat sempurna, lalu berkata, "Vitalia, ini yang benar saja??


"Eeeemmm...


"Terus dua wanita ini siapa??, kenapa yang satu mirip denganmu??"


"Aku tak tahu Mbak, dan Aku sangat meyakini kalau Dia adalah Amelia, tapi anehnya mengapa ketika Chandra bertanya pada ya justru Wanita itu menjawabnya jika Dia bukan Amelia." jelas Vitalia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Apaaa??"


"Dan secepat mungkin Kita harus kembali lagi ke Jepang Mbak, Kita cari tahu Wanita itu."


"Kau gilak ya Vitalia, bagaimana mungkin secepat itu Kita pulang ke Jepang, sedangkan urusan Kita saja disini belum terselesaikan..." ucap Mirna dengan nada meninggi.


"Tak ada cara lain lagi Mbak..


"Kata siapa tak ada jalan lain, bahkan Kau bisa mengerahkan anggota geng mu itu yang sudah berplencar ke seluruh negara..!!" tegas Mirna melawan perkataan Vitalia. Vitalia pun menjawabnya, "Mungkin Kau benar Mbak, tapi untuk kali ini Aku yang seharusnya turun tangan mencarinya sendiri tanpa ada bantuan dari kalian." balasnya dingin.


"Tapi Vita, tugas kita disini belum selesai, bahkan Kau belum mengunjungi markas Kalajengking yang ada di Indonesia, lalu mengenai penyeludupan alat medis dari perusahaan Chandra Kau belum juga menggagalkannya." ucap Mirna. "Tidak usah khawatir mengenai itu Mbak, lagi pula ada yang mengurusnya, dan nanti sehabis dari RS kita mampir ke markas Kita terlebih dahulu." tutur Vitalia pada Mirna Feriska. Mirna pun mengangguk mengerti dengan apa yang harus dilakukan nantinya.


******

__ADS_1


Sementara dikediaman Keluarga Hirata, Chan Hirata yang baru saja pulang di tengah malam karena mengantarkan pulang Chandra, tiba-tiba Ia pun menghentikan langkahnya melihat Mama Tirinya sedang duduk sendirian di depan televisi ruang keluarga. Ya waktu Jepang dan Indonesia sangat lah berbeda di Jepang masih malam, sedangkan di Indonesia sudah menjelang siang.


Chan pun akhirnya menghampiri sang Mama untuk bertanya, "Ma..., Mama ngapain malam-malam belum tidur??, Papa mana??" tanya Chan pada Mama Tirinya.


"Chan.. Papa mu kembali ke kantor karena ada masalah dengan perusahaan, sedangkan Mama tidak dapat tidur, Mama memikirkan Adikmu Amelia, bahkan Mama begitu menyesal setelah dulu menyia-nyiakannya, dan baru saja Dia kembali ke rumah, sekarang sudah pergi lagi." ucapnya dengan perasaan sedih.


"Loh memangnya Amelia kemana Ma...??


"Chan, Adikmu itu pergi ke luar kota dan katanya selama 3 hari dia bertugas disana, lagi pula Adikmu juga mengabarkannya secara mendadak karena katanya sih ada tugas, padahal Mama kangen sekali sama Amelia, Mama sebenarnya sangat ingin sekali mendamaikan Amel dengan Sherlyn, Chan tapi entahlah mengapa kok rasanya mereka begitu sulit untuk disatukan menjadi Kakak dan Adik yang akur." ucap Mama Tiri Chan Hirata yang bernama Renita.


"Ma..., Amel kan ada tugas jadi Mama yang sabar Chan tahu apa yang Mama rasakan, justru Chan sangat berterimakasih karena Mama sudah mau berubah, dan mengenai Sherlyn Dia mungkin masih memerlukan waktu lama untuk berubah." ucap Chan Hirata memberi sebuah masukan kepada sang Mama Tiri.


Ya baru kali ini Chan mau berbicara pada Mama Tirinya karena selama ini Chan tidak mau bicara sama sekali dengannya semenjak Tuan Hirata stay Daddynya menikah dengan Renita (Mama Tirinya). Nyonya Renita pun menjawabnya, "Maafkan Mama ya Chan, Sherlyn memang seperti itu, bahkan semenjak Amelia kembali, Mama belum mempertemukannya dengan Mommy mu, Mama merasa bersalah sekali entahlah mengapa hati Mama begitu tak rela jika Amelia harus pergi lagi." ucap Renita mengungkapkan semua isi hatinya.


"Ma... jangan berkata seperti itu, bahkan perlu Mama ketahui jika Amelia sekarang berbeda dengan Amelia yang dulu, Dia begitu menyayangi Mama, dan itu sudah selayaknya Dia menyayangi Mama, jadi sekarang Mama tidur gih.. lagi pula hari sudah selarut ini" tutur Chan Hirata memberi pengertian pada Mama Tirinya. Dan Renita pun menuruti apa kata Chan.


Tanpa disadari oleh mereka, ada seseorang yang sedang menguping di balik dinding, siapa lagi kalau bukan Sherlyn. Ia begitu geram mendengarnya karena ternyata Amelia sudah berhasil mengambil hati Mamanya.


"Amelia, ternyata Kau sudah berhasil merebut Mama dariku, lihat saja nanti apa yang akan ku perbuat nantinya, Aku juga akan merebut Daddy darimu." batin Sherlyn sambil tersenyum sinis.


*****


Sementara disisi lain Vitalia sedang terburu-buru menuju ke ruangan Kakak Iparnya diikuti Mirna yang ada di belakangnya. Tak berselang lama pun Ia sampai juga ke kamar perawatan Kakak Iparnya untuk segera memeriksanya setelah Kakak Iparnya terbaring lemah dengan waktu yang cukup lama, sekarang sudah kembali siuman.


Ceklek....


"Apa.. ??, ternyata Vanya sudah mempunyai Suami??, lalu siapa Suaminya??, mengapa Vanya menyebutkan Ayah Aldo pembunuh Suaminya??, Aku pun sampai melupakan untuk menanyakan hal ini pada Mbak Mirna." batinnya bertanya-tanya sambil melirik ke arah Mirna seakan meminta penjelasan.


"Maafkan Aku Vitalia, Aku tidak memberi tahumu jika Vanya sebenarnya sudah menikah, dan itu pun bukan dengan Aldo." batin Mirna menatap balik Vitalia.


Sementara Vitalia pun lalu memotong percakapan diantara mereka dengan berkata, "Ehemmmb... maaf mengganggu.." ucapan Vitalia pun sontak membuyarkan mereka yang sedang berdebat, dan mengarahkan pandangan menatap Vitalia yang sedang menyamar sebagai dokter Amelia Hirata. Betapa tercengangnya mereka ketika melihat ke arah Vitalia tanpa menggunakan masker tapi tetap menggunakan kaca mata putihnya. Ya Vitalia memang sengaja menampakkan dirinya dihadapan mereka meskipun begitu Vitalia sedikit merubah wajahnya yang tadinya tidak pernah ada polesan di wajah, menjadi sedikit berbeda.


Yang tadinya Vitalia tidak suka memakai kaca mata putih, sekarang Dia justru mengenakan kaca mata putih untuk menyamarkan identitasnya. sedangkan jas kebesarannya masih sama menggunakan jas kebesaran milik Amelia Hirata karena memang Vitalia selama ini menetap dan hidup bersama keluarga barunya di keluarga Hirata.


"Vit.. Vitalia... Kau...?? ucap Aditya, Erlin dan Vanya secara bersamaan, sedangkan Dina dan Clara hanya diam karena mereka sudah mengetahui wajah dokter Misterius itu, pikir mereka.


"Ehhmm Maaf... Saya bukan dokter Vitalia, Saya dokter Amelia, mungkin kalian terkejut ketika melihatku, karena wajahku yang begitu mirip dengan dokter Vitalia yang mungkin Dia adalah Sahabat, Adik, atau mungkin Kakak kalian." ucap Vitalia bersandiwara, demi menutupi jati dirinya. Seketika saja mereka terdiam begitu saja karena penjelasan dari dokter Misterius itu.


"Maafkan Aku, Aku harus berbohong kepada kalian, ini demi kebaikan kalian juga." batin Vitalia. "Ehemmbb... yaaa bagaimana keadaanmu dokter Erlin??" sambung Vitalia bertanya pada Erlin Kakak Iparnya, bahkan dengan tenangnya Vitalia menyamar sebagai Amelia.


"Alhamdulillah sudah mulai membaik dok." jawab Erlin sambil tersenyum ramah, setidaknya rasa rindunya terobati ketika melihat dokter yang sangat mirip dengan Adik Iparnya.


"Dok..., bolehkah Aku memelukmu sebagai pengobat rinduku pada Adik Iparku??" tanya Erlin meminta ijin kepada dokter Amelia. dan Vitalia yang sedang menyamar sebagai dokter Amelia pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Erlin, Kakak Iparnya.


Skipp...


Ditengah percakapan yang begitu panjang, hingga Keluarga besar Vitalia datang ke RS untuk menjenguk Erlin, tiba-tiba saja ponsel Aditya atau Kakak dari Vitalia pun berbunyi.


Drett... dreett... dreett...

__ADS_1


"Halo..., Do... bagaimana apa Kau sudah memberinya pelajaran..??" tanya Aditya Kakak dari Vitalia dengan orang diseberang sana, sontak semua orang yang sedang berada di kamar perawatan Erlin pun mengarahkan pandangan ke arah Aditya yang sedang menerima telepon dari seseorang itu.


"Dit.. cepat ke markas Kalajengking, Risa terus memanggil namamu..." ucap Aldo diseberang sana.


"Biarkan saja, setelah ini Aku akan kesana kebetulan hari ini juga temanku akan datang dari Jepang, dan Kau bersiaplah Do, rapikan markas Kalajengking sekarang juga, Aku akan segera menjemput temanku ke bandara...!!" balas Aditya memerintah Aldo. Vitalia yang mendengar percakapan Aditya pun sontak membelalakkan matanya tercengang, begitu pula dengan Mirna.


"Apaa...??, teman Kak Aditya dari Jepang??, Siapa Dia...??, apa jangan-jangan...??, Ya Tuhan bagaimana Dia bisa mengetahui keberadaan ku..., bahkan seluruh akses jaringan sudah Aku tutup." batin Vitalia tersirat wajah kepanikan. Sementara kini Aditya sang Kakak berusaha menjelaskan pada Istrinya setelah menerima telepon dari asistennya.


Sementara seluruh keluarga Vitalia belum menyadari kehadiran dari Vitalia. Karena merasa tidak nyaman Vitalia pun memutuskan untuk segera pergi dari kamar tersebut, dan akhirnya Vitalia pun membuka suara. "Ehemmbb... maaf jika memotong, dokter Erlin .. Tuan Aditya.., Saya mau permisi dulu, nanti kalau ada apa-apa bisa menghubungi dokter Vanya saja, karena tugas ku sudah selesai dan Saya segera kembali ke Jepang." tutur Vitalia memotong pembicaraan karena Ia berpikir jika Ia berlama-lama di satu ruangan bersama dengan Keluarganya mereka pasti akan mencurigainya.


"Secepat itukah dokter Amelia kembali??, bahkan Aku belum sepenuhnya pulih." tanya Erlin heran pada dokter jenius plus misterius itu. Vitalia pun menjawabnya, "Iyaaa..., karena memang masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan." jawab Vitalia ramah.


Dan ucapan dari seorang Vitalia pun membuat para orang tua mengarahkan pandangan ke arah Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Begitu terperanjat mereka ketika melihatnya., dengan refleks Mama Ita pun berkata, "Vitalia..." panggilnya, sayangnya tak dihiraukan Vitalia yang justru sudah keluar dari ruangan tersebut.


"Mamah, Papah... maafkan Putrimu ini, hiks... hiks... hikss..." ucap Vitalia yang sudah keluar dari ruangan Kakak Iparnya diokuti Mirna di belakangnya. Ya sebenarnya Vitalia pun ingin memeluk sang Mamah tapi Ia harus bisa menahannya demi melindungi seluruh keluarganya pikirnya.


"Vitalia... sudah jangan cengeng..!!, bukankah ini bagian dari strategimu, untuk menghindari Chandra dan musuh-musuhmu??, jadi Mbak minta jangan cengeng Vitalia, Kau harus kuat!!" ucap Mirna berusaha menyemangati Adik sepupunya.


Sementara di dalam ruangan Kakak Ipar Vitalia dirawat terjadi perbincangan


"Dia kenapa seperti Putri ku??" tanya Mamah Italian bingung.


"Mah itu bukan Vitalia, Dia adalah dokter yang sudah menyembuhkan Istriku." timpal Aditya menjelaskan kepada sang Mamah.


"Tapi mengapa Dia begitu mirip dengan Adikmu Dit..??" sambung Tuan Wijaya bertanya pada sang Anak.


"Entahlah Pah, Aditya tidak tahu mengapa bisa kebetulan seperti ini." jawab Aditya jujur.


*******


Tahan dulu gaessss....


Waahhh makin seru..., dan apakah setelah ini Chandra akan bertemu dengan Vitalia yang menyamar sebagai Amelia Hirata untuk pertama kalinya??


Sambil menunggu cerita selanjutnya yuk mampir di novel teman Author Senja_90


Kehamilan merupakan sebuah impian besar bagi semua wanita yang sudah berumah tangga.


Begitu pun dengan Arumi. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.


Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.


Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.


Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?


Kisah ini menguras emosi tetapi juga mengandung kebucinan yang hakiki. Ikuti terus kisahnya di dalam cerita ini!


__ADS_1


__ADS_2