
Pengakuan Vitalia
Sementara kini Amelia di culik dan akan di bawa oleh Arnold di sebuah pulau terpencil yang berada di laut Jepang. Bahkan Amelia kini tak sadarkan diri karena sudah diberi obat bius oleh Arnold dengan membekap mulut Amelia dengan menggunakan sebuah tisu yang sudah diberi obat bius.
“Hey cantik, ternyata sampai detik ini, Kau masih membuatku terpana ..” gumamnya pelan sambil menatap Amelia yang tak sadarkan diri dan sedang berada di atas pangkuannya.
“Tesen, jalankan mobilmu lebih cepat lagi, Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatanku untuk meniduri gadis ini .. !!” perintah Arnold pada sopir pribadinya yang bernama Tesen. Tesen pun lalu mengangguk mengiyakan perintah dari Bosnya, dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju pantai yang berada di pinggiran kota.
****
Di kota Sydney tampak Lia berjalan cepat keluar dari Fairfield Hospital menuju ke kontrakannya, Ia benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi ketika mendapatkan kabar Amelia dalam bahaya.
Di dalam perjalanannya menuju ke kontrakannya, Vitalia segera merogoh ponsel yang berada di dalam saku snelinya untuk menghubungi seseorang, Ia segera memencet tombol ponselnya,
Tutt .. Tut ....
Sabungan telepon pun terhubung.
“Halo, John ..” ucap Vitalia membuka obrolan di dalam telepon.
“Nyonya Muda untung saja Kau menghubungi Ku ..” ujarnya membalas ucapan dari Bosnya.
“Memangnya ada apa Jhon ..??” tanya Vitalia mengernyit bingung dengan apa yang terjadi. Dan John pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Jadi begini Nyonya, tadi Nona Mirna menghubungi Ku, jika dokter Amelia dalam bahaya, dan Kami beserta anak buah dikerahkan oleh dokter Mirna agar mengepung Arnold ..” ucapnya menjelaskan.
Vitalia pun lalu berkata, “Bagus John .., jangan biarkan Arnold lolos begitu saja, dan satu lagi bawa Arnold ke markas yang berada di Australia sekarang juga, Aku akan memberinya pelajaran kepadanya .. !!” ucap Vitalia dingin dengan memerintah anak buahnya agar secepatnya dapat menangkap Arnold.
John yang merasa Bosnya sangat berambisi menghabisi Arnold pun lalu membalasnya dengan berkata, “Nyonya, tapi geng Kobra sangatlah kuat,” ucapnya ragu dengan perintah Bosnya.
“Tidak ada tapi tapian lagi John, bagaimanapun caranya bawa Dia kemari dan kurung Dia di markas kebesaran Kita di kota Sydney, Aku menjaminnya Dia pasti tidak akan bisa kemana-mana selain merengek kepadaku untuk membebaskannya, beraninya Dia bermain di belakangku .. !!” tuturnya. John lalu membalasnya dengan berkata, “Baik Nyonya, Geng Kita akan segera muncul dengan kekuatan penuh untuk menghabisi komplotan Arnold beserta geng Kobra,” ucapnya.
“Kerja bagus John, mengenai perusahaan Chandra yang berada di Sidney serahkan pada Ku, dan jangan lupa katakan pada Mbak Mirna, Aku akan menggagalkan niat Suamiku untuk menyeludupkan senjata medis ke berbagai belahan dunia, karena itu sangatlah berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah .. !!” pungkasnya lalu menutup teleponnya sebelah pihak, entah mengapa Vitalia merasa curiga seperti ada orang yang mengikuti mobilnya dari arah belakang.
Dengan gerak cepat Vitalia pun segera menepikan mobilnya, dan ternyata mobil yang mengikuti dari arah belakangnya, juga ikut menghentikan laju mobilnya.
“Siapa, Dia ..??, kenapa Dia mengikuti Ku ..??” banyak pertanyaan yang keluar dalam benak Vitalia, karena setahunya Ia tidak punya musuh di Australia, hanya saja satu penghalang baginya yaitu Suaminya sendiri.
Ketika Ia akan melajukan mobilnya lagi, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu mobilnya.
Tuk .. tuk .. tuk ..
Sontak saja Vitalia menengok ke arah kaca mobilnya, dilihatnya seorang Pria yang sangatlah tidak asing baginya. Tanpa berpikir panjang Vitalia pun lalu membuka kaca jendelanya, betapa terkejutnya Ia ketika melihat sosok yang sangat Ia kenal selama ini sedang berada di Australia.
__ADS_1
“Aldo .. ??” tanya Vitalia tanpa sadar memanggil nama Pria itu.
“No .. Nona Vitalia ...??” ucap Aldo dengan tak kalah terkejutnya, tak berselang lama ada seorang wanita yang datang dari arah belakang untuk menyusul Aldo., Ia pun berkata, “Mas, ada apa sih lama banget ..?? tanyanya. Pria yang bernama Aldo itu pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Sayang .., ini ...” ucapnya terhenti seketika karena Aldo justru malah melihat Vitalia yang justru malah menutup jendela kaca mobilnya dan melajukan mobilnya kembali. Ya Vitalia sendiri sudah tahu dari kaca spion jika ada seorang wanita yang mengikuti Aldo dari arah belakang, dan Ia yakin jika Dia adalah Sahabatnya. Makanya Ia segera menutup kaca jendela mobilnya.
“Astaga, Ya Tuhan kenapa Mereka ada di sini sih ...??, tunggu tunggu ... itu tadi Vanya kenapa panggil Aldo dengan sebutan Mas ya ..??, bukannya ..??” gerutunya, banyak pertanyaan dalam benak Vitalia.
“Aduh bagaimana ini, bisa bisa gagal semua rencana ku jika ada Mereka, dan ujung-ujungnya disuruh pulang ke Indonesia, deh ..” ucapnya lagi berbicara sendiri sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Tak lama setelah kejadian itu, Vitalia kini sampai di sebuah kontrakan tempat yang Ia tinggali selama di Australia. Padahal Vitalia sendiri sebenarnya mempunyai rumah di kota Sydney, akan tetapi Vitalia lebih memilih mengontrak daripada tinggal di mansion keluarga Wijaya yang berada di Australia, mengingat Dirinya sudah diketahui jika Dirinya sudah meninggal dunia.
Vitalia yang baru saja turun dari mobilnya dikejutkan dengan bunyi klakson mobil yang menglaksonnya dari arah belakang.
Tin .. Tin ...
Sontak saja Vitalia mengarahkan pandangan menatap mobil yang sudah menglaksonnya, dilihatnya betapa tercengangnya Ia ketika mengetahui mobil yang mengikuti Dirinya sejak tadi. Ya mobil siapa lagi kalau bukan mobil dari Asisten dari kakaknya Aditya yaitu Aldo.
“Al .. Al .. do ... “ gumamnya pelan.
Tak berselang lama seorang wanita cantik membuka kenop pintu mobilnya, lalu menuruni mobilnya dengan berjalan cepat menghampiri Vitalia yang sedang terdiam tak percaya dengan siapa yang Ia lihat.
Setelah sampai tepat di depan Vitalia, wanita itu pun berkata, “Lepas kacamatamu, dan masker penutup wajahmu itu sekarang juga .. !!” perintah wanita itu dengan nada meninggi. Tanpa disadari oleh Vitalia, Ia bergumam pelan dengan menyebut nama wanita yang sekarang tepat berada di depannya, “Va .. nya ..” ucapnya terbata.
“Kau ..??” tanya wanita yang bernama Vanya itu penasaran dengan siapa yang berada di hadapannya sekarang. Namun seketika saja Vitalia tersadar dan segera masuk ke dalam kontrakan, akan tetapi niatnya untuk masuk ke dalam kontrakan tertahan dengan cekalan tangan wanita yang bernama Vanya.
“Berhenti .. !!” ucapnya sambil mencekal tangan Vitalia dengan keras. Seketika itu pula langkah dari Vitalia terhenti dan Ia pun lalu berkata, “Anda siapa, beraninya Kau bertindak semaumu ..?? tanya Vitalia berpura-pura tidak tahu, sambil menghempaskan tangan Vanya. Ya Vitalia sendiri hingga sekarang masih mengenakan masker dan juga kacamatanya sebagai penutup wajahnya.
Namun bukannya menjawab justru wanita yang menghentikan langkah dari Vitalia, malah menarik masker dan mencopot kacamata yang sedang dikenakan oleh Vitalia.
Sreeettt ...
Sreeettt ...
Betapa terkejutnya Vanya ketika melihat siapa yang sedang berada di depannya saat ini, begitu pula dengan Vitalia, Ia tak kalah terkejutnya dengan tingkah Vanya yang di luar pikirannya.
Wanita yang bernama Vanya kini masih terdiam menatap tak percaya dengan siapa yang Ia lihat, Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata,“Vit .. Vita ... lia .. ??” tanyanya pada Vitalia dengan terbata-bata sambil mengeluarkan air matanya yang tiba-tiba jatuh membasahi pipi, karena terharu dengan siapa yang Ia lihat.
Vitalia yang merasa Dirinya di perlakukan seenaknya pun lalu membuka suaranya dengan berkata “Maaf, Anda dokter Vanya, bukan ..??, jika benar Anda dokter Vanya, Anda salah orang, saya Amelia, bukan Vitalia .. !!, oh ya, bukankah Kau sendiri tahu jika Aku ini mirip dengannya ..??” tanya Vitalia dengan bersandiwara pada wanita yang merupakan sahabatnya sendiri.
“Maafkan Aku Van, belum saatnya Kau mengetahui semuanya,” batin Vitalia segera berlalu meninggalkan Vanya dan juga pasangannya yang bernama Aldo. Akan tetapi ketika Ia akan melangkakahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah kontrakannya, Vanya membuka suara lantangnya dengan berkata, “Kau bukan Amelia, tapi Kau adalah Sahabatku yang selama ini menghilang ... !!” lantangnya, berhasil menghentikan langkah dari seorang Vitalia Putri Wijaya. Ia hanya terdiam memunggungi Vanya Sahabatnya.
“Katakan padaku, jika Kau adalah Vitalia bukan Amelia .. !!” seru Vanya mendekat ke arah Vitalia lalu menariknya untuk berbalik badan agar tidak memunggunginya. Namun masih saja tak ada jawaban dari Vitalia, Ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa, apalagi Sahabatnya Vanya adalah salah satu Sahabat yang sangat hafal dengan gerak geriknya.
__ADS_1
“Vitalia, cepat jawab .. !!” seru Vanya lagi dengan menarik kerah sneli milik Vitalia yang masih saja diam mematung tak berdaya.
“Sayang, jangan bersikap bodoh, jelas-jelas Dia bukan Nona Vitalia ..,Dia dokter Amelia yang mirip dengan Nona Vitalia” ucap Aldo yang merupakan kekasih dari Sahabat Vitalia yang bernama Vanya. Vanya yang tak mau kalah pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Mas, Dia itu Sahabatku, Aku tak mungkin salah mengenalnya, Mas .. hiks .. hiks .. hiks ..” elak Vanya yang tetap dengan pendiriannya, dan tak terasa air matanya pun menetes begitu saja.
“Tapi Yang .., Nona Vitalia itu sudah meninggal ..” utur Aldo berusaha memberi pengertian pada kekasihnya berusaha menenangkan kekasihnya yang sedang histeris.
“Tidak Mas, hiks .. hiks .., Aku sangat yakin Vitalia masih hidup .. hiks .. hiks .. hiks ..” ucapnya sambil menangis sesegukan di pelukan Aldo kekasihnya. Sedangkan di saat Vanya sedang menangis sesegukan Vitalia benar-benar tak tega melihat Sahabatnya yang terlihat sedih, Ia pun hanya terdiam dan kembali berpikir ulang, “Apa lebih baik Aku mengakui saja kalau Aku ini Vitalia ..??, Aku benar-benar tak tega melihat Sahabatku sangatlah rapuh tanpa Diriku .., tapi bagaimana dengan musuh ku ..??, ah sudahlah, lebih baik Aku mengaku saja, kasihan Vanya, lagi pula Aku juga sangat merindukannya.” batinnya menatap iba Sahabat lamanya yang berasal dari Indonesia.
Sedetik dua detik ketika Vanya dan juga Aldo akan melangkahkan kakinya pergi, Vitalia mencegahnya dengan berkata, “Tunggu ... !!” ucap nya berhasil menghentikan langkah keduanya. Vanya dan Aldo pun seketika membalikkan badannya menatap Vitalia yang sedang memanggilnya.
Tanpa menunggu lama Vitalia tiba-tiba saja berlari menghampiri Vanya, dan
Greeppp ...
Vitalia pun memeluk Vanya dengan tiba-tiba, namum pelukan dari Vitalia tidak dibalas oleh Vanya yang kini tampak lesu.
Vitalia yang merasa pelukannya tak dibalas oleh Vanya pun lalu berkata, “Vanya, ini Aku Vitalia, maafkan Aku telah berbohong padamu .., hiks ..hiks .. hiks ..” ucap Vitalia dengan dengan tangis yang pecah begitu saja di dalam pelukan Vanya. Sontak saja Vanya yang mendengar pengakuan dari seorang Vitalia pun lalu membalas pelukan Sahabatnya.
“Kenapa Kau berbohong kepada Ku dan yang lain, Vit, kenapa ..??, hiks .., hikss ...” ucap Vanya sambil menangis sesenggukan.
“Kau tahu Kami sangatlah merindukanmu .., tapi apa yang Kau perbuat Vitalia, Kau bahkan tega melupakan Kami dengan begitu saja .., jika Kau masih hidup dalam kecelakaan pesawat tersebut kenapa Kau tidak bilang sejak dulu, hiks .., hiks .., Aku dan yang lain hampir Kau buat gila Vitalia ... hiks .. hiks ..” sambungnya sambil menangis sesenggukan dengan posisi saling berpelukan melepas rindu.
“Maafkan Aku Van, Aku ...” ucapnya terhenti karena Vanya melepas pelukannya dan memotong pembicaraan lalu membekap mulut Sahabatnya dengan menggunakan telapak tangannya.
“Ssst ... !!"
"Sudah cukup Vitalia, Aku tidak mau mendengarkan alasanmu lagi, yang terpenting sekarang Kau jangan pernah meninggalkan Ku lagi .. !!” pinta Vanya, dan Vitalia pun membalasnya dengan mengangguk pelan, Mereka pun lalu saling berpelukan kembali untuk melepas rindu. Sementara Aldo yang melihat anak dari Bosnya kembali pun ikut terlarut dalam suasana yang senang bercampur haru, tak terasa air matanya ikut menetes dengan tiba-tiba. Sementara itu, tanpa Mereka sadari ada seseorang yang sedang memata-matai Vitalia dari kejauhan.
****
Waduhh .. lantas siapa ya kira-kira yang memata-matai Vitalia dari kejauhan ..??,
Lalu bagaimanakah dengan nasib Amelia Hirata selanjutnya ..??,
Akankah ada seseorang yang menolongnya ..??,
Lalu apakah setelah ini rencana Vitalia untuk menumbangkan bisnis gelap dari sang Suami berhasil ..??, dan akankah Chandra bisa menakhlukkan hati Vitalia sebagai Pria lain ..??
Hmmm pastinya bakalan seru deh .. !!
Sambil menunggu Author up di bab selanjutnya, yuk simak novel dari teman Author, kak Tyatul yang berjudul "ANISA" duhh kenapa judulnya kaya' nama Author ya ..??, hehehehe ....
__ADS_1