Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 110


__ADS_3

Chandra Kritis 2


Sementara di lain tampak Chandra masih sedang dalam penanganan dokter, tepatnya berada di ruang operasi, mengingat luka tusukan yang dialami Chandra sangatlah serius.


Bahkan Chandra sendiri mengalami kehilangan banyak darah, dan sampai saat ini keadaannya masih kritis. Tim dokter masih terus berusaha menyelamatkan nyawa pasien.


"Dokter Bella, Kita harus menambah 1 kantong darah lagi untuk Tuan Chandra!" perintah salah seorang dokter senior yang sedang melakukan tindakan operasi pada dokter Bella.


Dokter Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Baik dok, Saya akan menyuruh salah satu perawat untuk menyiapkannya," ucapnya mengiyakan perintah dari dokter Steven. 'Ya, dokter itu bernama dokter Steven.'


"Tapi La, stok darah di FireField Hospital sudah habis, tinggal 2 kantong. Itu pun juga tadi sudah diberikan pada Tuan Chandra," sambung Suster Oca menimpali pembicaraan.


"Berarti Kita butuh pendonor untuk Tuan Chandra, Ca .." ujar dokter Bella.


"Iya..." jawab Oca seadanya. Bella pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Kalau begitu, Aku akan bertanya dengan Lia terlebih dahulu masalah ini," ucapnya.


"Saya permisi sebentar ya, dok .." sambung dokter Bella berpamitan dengan dokter Steven dengan diikuti Suster Oca di belakangnya.


...🥰****************🥰...


Sementara di sisi lain tampak seorang Wanita Cantik siapa lagi kalau bukan Vitalia dengan di dampingi dokter Prita, berada di sebuah ruangan khusus yang tembus dengan ruang operasi, sedang menyaksikan sang Suami yang berada di meja operasi.


Bahkan Vitalia yang melihat gelagat aneh dari kedua Sahabatnya yang meninggalkan ruang operasi pun merasa curiga.


"Dokter Prita, katakan padaku, mengapa Bella sama Oca justru malah keluar dari ruang operasi, dok.., apa ada masalah??" tanya Vitalia bingung mengapa Bella dan Oca malah meninggalkan ruang operasi.


Dengan cepat dokter Prita menjawabnya, "Saya tidak tahu, dok.., tapi sepertinya ada kendala di sana," ucap dokter Prita menjawab pertanyaan dari Vitalia. Tak berselang lama Bella dan Oca datang ke dalam ruangan, tempat dimana Vitalia berada bersama dengan dokter Prita.


Cekleekk...


Seketika saja Vitalia dan dokter Prita mengarahkan pandangan menatap ke arah pintu, dilihatnya Bella yang datang dengan Oca.


Tanpa ba bi bu, Bella membuka suaranya dengan berkata, "Li ..., Suamimu masih membutuhkan satu kantong darah, karena stok darah yang ada di FireField Hospital habis, jadi Kami membutuhkan pendonor untuknya, mengingat kondisi Suamimu masih kritis," tuturnya.


Vitalia yang mendengar penuturan dari Sahabatnya pun menyahutnya, "Apa? bagaimana bisa stok darah di rumah sakit habis? kalau begitu ambil saja darahku La, golongan darahku sama dengan Suamiku." balas Vitalia cemas. Ia kali ini benar-benar takut kehilangan Chandra yang sebenarnya Ia sangat mencintainya sejak dulu.


Mendengar pernyataan dari Vitalia, Oca pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Tapi Li .., bagaimana mungkin darahmu untuk di ambil, sedangkan kondisimu saja belum pulih, apalagi Kau juga sedang hamil." ucapnya menolak permintaan dari Vitalia.


"Mau bagaimana lagi, Ca..., nggak ada cara lain," ujar Vitalia.


"Apa lebih baik Aku hubungi Mbak Mirna saja, ya? tapi bagaimana mungkin Aku menghubungi Mbak Mirna, jika Mbak Mirna saja masih marah padaku." batin Vitalia dengan pemikirannya.


Tanpa berpikir panjang, Vitalia pun lalu menyuruh dokter Prita untuk memberikan ponselnya padanya.


"Dok, tolong berikan ponselku padaku!!" titahnya pada dokter Prita. Tanpa menjawab dokter Prita pun langsung mengambilkan ponsel milik Vitalia yang Ia simpan di saku snelinya.


"Ini, dok..." ucap dokter Prita sambil memberikan ponselnya pada Vitalia. Vitalia pun lalu menerima ponsel tersebut dengan berkata, "Terima kasih," ucapnya sambil berusaha tersenyum ramah, mengingat Ia sendiri sebetulnya sedang kalut memikirkan sang Suami.


Vitalia pun lalu segera menggeser layar ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Tut... Tut...


Sambungan telepon pun terhubung.


"Halo, Dek.., ada apa? tumben Kau menghubungiku?" tanya seseorang yang berada di seberang sana, membuka obrolan lewat telepon.

__ADS_1


Vitalia pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Kak, Aku bisa minta tolong nggak sama Kakak?" tanyanya.


"Memangnya minta tolong apa, dek? kok sepertinya suaramu seperti sedang khawatir?" balas Risa berbalik tanya pada Vitalia yang Ia anggap sebagai Amelia.


"Hmmm, Kakak tau Tuan Chandra bukan?" tanya Vitalia pada Risa memastikan.


"Iya tahu, 'kan Dia Kekasihmu, memangnya ada apa dengan Dia? jawab Risa justru malah berbalik tanya lagi pada Vitalia.


Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Dia sekarang terbaring lemah di meja operasi, Kak. Dan Aku sangat membutuhkan Mbak Mirna, untuk mendonorkan darahnya pada Suamiku," tuturnya.


"Apa, Suami??" tanya Risa yang berada di seberang sana kebingungan. Seketika saja membuat Vitalia menepuk jidatnya karena lupa. "Astaga, apa yang Aku lakukan," gumam Vitalia dalam hati. Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Maksudku Chandra, Kak. Bukan Suami, Kakak salah dengar kali," ucapnya beralasan.


"Hmmm baiklah, nanti Aku akan sampaikan padanya, eh tapi tunggu dulu, bukan 'kah dokter Mirna ada bersamamu, Mel?" tanya Risa bingung mengapa Amelia malah menyuruhnya. Padahal setahunya Mirna sedang pergi bersama Adik Tirinya ke Australia.


"Dia marah sama Aku Kak, ceritanya panjang besok kalau sudah pulang ke Jepang Aku ceritain sama Kakak," balas Vitalia menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kakak Tirinya Amelia.


"Ya sudah, Kau tenang saja, setelah ini Kakak akan bilang padanya, jika Tuan Chandra sedang membutuhkan pendonor," sahut Risa menjawab pernyataan dari Adik Tirinya.


'Ya, Risa berpikir jika yang menghubunginya adalah Amelia, padahal Ia adalah Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Sedangkan Vitalia sendiri juga berpikir bahwa jika Ia menghubungi Risa, maka Ia akan bisa menyelamatkan nyawa Suaminya, meskipun resikonya sangatlah besar dengan menjadi Amelia.'


"Oh iya, tapi kenapa Tuan Chandra membutuhkan donor darah? apa yang sudah terjadi padanya, Mel??" tanya Risa pada Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia.


"Ada seseorang yang berusaha membunuhku, Kak. Akan tetapi Chandra datang menolongku, dan pada akhirnya Chandra justru yang terkena serangan musuh dengan menggunakan senjata tajam, bahkan hingga saat ini Chandra masih kritis, Kak. hiks.. hiks " ucap Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia menjelaskan.


Sontak saja membuat Risa membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan dari Amelia.


Ia pun lalu berkata, "Yaa Tuhan, bagaimana bisa, Mel? tapi Kau tidak kenapa-kenapa 'kan??" ucapnya mencemaskan Vitalia, yang Ia kira adalah Adik Tirinya.


"Kau tenang saja, Kak. Aku tidak kenapa-kenapa kok," jawab Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. "Kalau begitu, thanks ya Kak. Aku tutup dulu teleponnya, nanti Aku telepon lagi," sambungnya lagi.


"Hmm ya sudah .., jangan lupa nanti hubungi Mommy. Kau tahu Mommy sangat merindukanmu, Mel.." ucap Risa.


...🥰****************🥰...


Setelah kedatangan Hans, Mirna kini masih menunggu seseorang lagi yang ingin Ia temui. Bahkan Ia juga berniat akan memperkenalkannya kepada Amelia. Amelia yang sangat penasaran dengan seseorang yang dimaksud oleh Mirna pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, "Mbak, sebenarnya siapa sih, yang Mbak Mirna ingin kenalin sama Aku?" tanyanya.


"Ada deh, pokoknya di tunggu saja, Kau akan tahu nanti," balas Mirna sambil tersenyum ramah ke arah Amelia. Sementara Hans hanya diam menatap Amelia. yang sedang mengobrol dengan Mirna. Merasa Dirinya ditatap oleh Hans, Amelia pun salah tingkah, sementara Mirna hanya tersenyum sendiri melihat Amelia yang salah tingkah karena ditatap oleh Hans.


Tak berselang lama, ada seorang Wanita Cantik yang tengah berbadan dua, datang bersama dengan sang Suami menghampiri meja. Dimana Mirna, Amelia dan juga Hans berada.


Seketika itu pula Mirna, Hans, dan juga Amelia menatap kedatangan sepasang Suami Istri tersebut. Bahkan kedatangan Mereka membuat Amelia membuka suaranya dengan berkata, "Mbak, Mereka siapa?" tanya Amelia pada Mirna.


Mirna pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Mereka Sahabat dari Vitalia, Mel .." ucapnya sambil tersenyum manis, mengarahkan pandangan menatap sepasang Suami Istri yang sedang berjalan menghampirinya.


"Vanyaaaa" ucap Mirna Feriska memanggil Vanya. Seketika saja Vanya Sahabat dari Vitalia pun lalu membalasnya dengan berteriak.


"Mbak Mirna? aaaa ..., akhirnya setelah sekian purnama, Kita ketemu lagi bestie ..." sahut Vanya lalu memeluk Mirna dengan penuh semangat empat lima.


Mirna pun lalu membalas pelukannya dan berkata, "Astaga Vanya, Kau itu dari dulu tetap saja nggak berubah, ya .." ujarnya.


"Ya enggak 'lah Mbak, kalau Aku berubah berarti Aku bunglon dong, atau kalau nggak satria baja hitam mungkin .." jawab Vanya sekenanya. Dan diikuti oleh gelak tawa Mirna dan Vanya (Sahabat dari Vitalia).


Sementara Amelia yang melihat keduanya bercanda pun ikut tersenyum mendengarnya. Seketika saja gelak tawa Mereka terhenti, ketika Vanya mengarahkan pandangan menatap Wanita yang berada di sebelah Mirna.


"Vitalia, kenapa Kau di sini, bukankah Kau bilang..." ucapan Vanya pun terhenti karena di potong oleh Amelia yang membuka suaranya dengan berkata, "Maaf Saya bukan Vitalia, tapi Saya adalah Amelia Hirata Sahabat dari Vitalia yang berparas mirip dengannya," ujarnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Vanya.

__ADS_1


Seketika saja Vanya terbengong menatap tak percaya dengan apa yang Ia lihat, setelah sedetik berlalu barulah Vanya menjawabnya dengan berkata, "Emmh, perkenalkan Saya Vanya Pricilia Ferrari Sahabat Vitalia dari Indonesia." balasnya menyambut uluran tangan Amelia.


"Senang berkenalan denganmu, Vanya," sahut Amelia sambil tersenyum manis ke arah Vanya. Sementara Vanya masih terdiam tak bisa berkata apa-apa menatap Amelia. "Jadi Dia yang dimaksud Vitalia, tapi kenapa Wanita ini bisa semirip itu dengan Vitalia, ya? ini mah bukan mirip lagi tapi kembar," batin Vanya.


Sedangkan Mirna yang melihat Vanya terbengong pun lalu mencubit pinggang Vanya secara diam-diam.


Cekit....


Sontak saja Vanya menjerit kesakitan dengan berkata, "Aw... aduhh Mbak, sakit tauk .." protes Vanya pada Mirna.


"Makanya jadi orang jangan suka bengong, tuh liat Suamimu saja sampek geleng-geleng melihatmu," sahut Mirna dengan nada mengejek.


"Ah, Mbak Mirna mah bisa aja," ucap Vanya lalu mendudukkan pantatnya di kursi bersebelahan dengan Amelia.


Seketika itu pula Amelia menyambungnya dengan berkata, "Wajar kali Mbak, mungkin Vanya terkejut kali Mbak melihatku. Karena wajahku mirip dengan Vitalia," timpal Amelia menyela perdebatan diantara keduanya.


"Naahhh, betul itu. Itu sebetulnya yang ingin Aku katakan tadi!" sambung Vanya menjelaskan.


"Hufftt alasan ..., ya sudah ayo cepetan makan, sehabis itu.." belum sampai Mirna Feriska menyelesaikan ucapannya, ponselnya yang tergeletak di atas meja pun berbunyi.


Dreett ... Dreettt ...


Mirna yang melihat ponselnya berbunyi pun segera mengangkatnya.


"Halo.." ucap Mirna menerima telepon dari Seseorang yang menghubunginya.


"Dokter Mirna, ini Aku Risa," ucap seseorang yang di seberang sana. 'Ya, orang yang menghubungi Mirna adalah Risa yang merupakan Kakak Tiri dari Amelia Hirata.'


Tanpa basa basi Mirna pun dengan cepat menyahutnya dengan berkata, "Risa, ada apa? tumben Kau menghubungiku. Apa ada masalah dengan Sunrise Hospital?" tanya Mirna Feriska pada Risa.


"Tidak ada, dok. Hanya saja barusan Amelia menghubungiku," balas Risa menjawab pertanyaan dari Mirna Feriska.


Sontak saja membuat Mirna membulatkan matanya sempurna mendengar pernyataan dari Risa, "Astaga, Ya Tuhan .., bisa-bisanya si Vitalia menyamar lagi jadi Amelia, di depan Kakak Tirinya .." batin Mirna terkejut mendengar pernyataan dari Risa, sambil melihat ke arah Amelia.


Sementara Risa yang berada di seberang sana mengerutkan keningnya bingung karena Mirna tak menjawab pernyataannya.


Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Dokter Mirna, kenapa hanya diam? Kau tahu tidak, jika Amelia sedang membutuhkanmu saat ini, Dia takut untuk menghubungimu karena Kau marah padanya, apa lagi Tuan Chandra saat ini sedang kritis, dan Amelia menyuruhku agar Kau mau mendonorkan darah untuknya," tutur Risa menjelaskan.


Betapa terkejutnya Mirna ketika mendengar penuturan dari Risa.


"Apaaa? Chandra kritis??" ucap Mirna berdiri dari tempat duduknya. Seketika saja semua mata mengarahkan pandangan menatap Mirna yang sedang berbicara melalui telepon.


Tanpa menunggu lama Mirna pun segera menutup teleponnya.


...****************...


Bersambung...


Hey Guysss .... gimana kabar Kalian??


Maafkeun Author, beberapa hari nggak up karena Mertua Author sedang terkena musibah kecelakaan dan Author sibuk ngurusin di RS.


Hmmm kira-kira apa yang akan terjadi dengan Chandra? akan kah nyawa Chandra akan tertolong, atau.....


Jangan lupa tinggal kan jejak Vote, Like, Komennya Ya...

__ADS_1


Biar Author semangat Up nya...


Terima kasih... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2