Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 127


__ADS_3

Mafia Kejam Tapi Lembek


Dan ternyata seseorang itu adalah Vitalia Putri Wijaya yang datang bersama dokter Mirna Feriska, dengan diikuti para petugas keamanan bandara yang berjumlah tiga orang.


Melihat Hans yang sangat terkejut melihat kedatangan Mereka, Vitalia pun tersenyum penuh kemenangan karena rencananya telah berhasil menghentikan niat Hans yang akan membawa Amelia pergi dari Australia.


'Ya kebetulan waktu Hans sedang berdebat dengan pihak keamanan bandara, Vitalia masih mendengar perdebatan tersebut, karena pengucapan Hans begitu jelas terdengar oleh Vitalia yang masih berada di bawah tangga kabin pesawat.'


"Heh .., kenapa kau begitu terkejut melihatku, Hans? apakah kau melupakan ku jika aku di sini sangat berkuasa?" dengan sombongnya Vitalia berteriak, melontarkan sebuah pertanyaan pada Hans, yang baginya sangatlah menyindir. 'Ya, Vitalia sombong bukan berarti Dia tidak baik, namun ia hanya menampakkan kesombongannya saat sedang berhadapan dengan musuh-musuhnya saja.'


"Kau ... !!" seru Hans menatap Vitalia tajam, sambil menunjuk-nunjuk ke arah Vitalia yang berada di bawah tangga kabin pesawat bersama dengan Mirna dan dua petugas keamanan bandara.


"Tuan, lebih baik turun saja, dari pada nanti Anda akan berurusan dengan pihak yang berwajib," ucap salah seorang petugas keamanan yang berada di sebelah Hans, yang berhasil mencegah Hans untuk masuk ke dalam pesawat tersebut.


"Sudahlah jangan banyak bicara lagi, Hans! lebih baik turun dan menyerah lah!" lantang Vitalia meneriaki Hans yang masih berada di ambang pintu pesawat, seperti sedang mengobrol dengan salah satu petugas keamanan bandara.


Melihat Vitalia yang terlihat angkuh dan menantangnya, Hans pun tak tinggal diam, ia pun justru menghiraukan petugas tersebut, dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kabin pesawat.


Bahkan dengan percaya diri (seakan seperti menantang) ia menuruni tangga menghampiri Vitalia dan Mirna yang berada di bawah sambil menggendong Amelia di punggungnya yang sampai saat ini masih belum sadarkan diri.


Sesampainya Hans berada di bawah tangga kabin pesawat, Hans kini berhadapan langsung dengan Vitalia, dan Mirna, beserta para petugas keamanan.


Tanpa menunggu lama Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Tangkap dia pak, karena dia sudah berani menculik temanku!" titah Vitalia pada para petugas keamanan yang berada di belakangnya.


"Siap, Nyonya!!" balas para petugas keamanan tersebut dengan membungkukkan badannya menuruti perintah Vitalia.


Baru saja petugas keamanan bergerak menghampirinya, Hans pun berusaha menghentikannya dengan berteriak.


"Stoooppp, jangan ada yang berani mendekat!" teriaknya lantang. Membuat para petugas keamanan tersebut menghentikan langkahnya untuk menangkapnya.


"Kenapa kalian berhenti? ayo tangkap dia!" titah Vitalia pada para petugas keamanan yang justru malah diam dan saling pandang memandangi satu sama lain.


"Tidak Vitalia, tak akan ku biarkan kalian merebutnya dari ku!" sahut Hans dengan lantang.


"Cepat turunkan Amelia sekarang atau kau akan ..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Amelia sadarkan diri. Seketika itu pula Vitalia beralih mengarahkan pandangannya menatap Amelia yang berada dalam gendongan Hans.


"Amelia ..." ucap Vitalia melihat Amelia yang sudah sadarkan diri.


"Vitalia, Aku dimana ini??" tanya Amelia yang masih belum menyadari jika dirinya sedang berada dalam gendongan Hans. Sementara Hans yang mendengar pertanyaan dari Amelia pun menyahutnya dengan berkata, "Jangan banyak bergerak Nona cerewet atau kau akan mati!" ancamnya.


Seketika itu pula Amelia berusaha menyadarkan dirinya dengan mencoba mencerna kata-kata seseorang yang berada tepat di depannya. Dan saat itulah barulah ia menyadari, jika dirinya sedang di gendong oleh seseorang dengan membelalakkan matanya terkejut.


"Hah, astagaaa siapa kau? turunkan Aku!!" seru Amelia dengan keterkejutannya.


"Tidak akan, Nona Amelia...!!" tegas Hans menolak permintaan dari Amelia.


"Hans, cepat turunkan Amelia sekarang atau kau akan berurusan denganku!" ucap Vitalia dengan nada penuh ancaman.


Hans yang mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Vitalia pun tersenyum sinis, dan berkata, "Ck.., ternyata kau pandai mengancam ya, Vitalia," ucapnya.

__ADS_1


"Dasar brengsek .., turunkan Aku!" umpat Amelia meminta Hans untuk menurunkannya sambil memukul-mukul punggung Hans berusaha untuk turun.


"Diamlah dokter cerewet!"


Mendengar pernyataan yang diucapkan oleh Hans kepadanya, Amelia pun tak terima, ia pun lalu berkata.


"Apaa, kau bilang dokter cerewet?! enak saja bilang dokter cerewet!" ucapnya tak terima.


"Ya, kau adalah Nona dokter yang sangat cerewet!" tegas Hans.


"Biarin cerewet, daripada kau itu Mafia Kejam tapi lembek..!!" sahut Amelia tak mau kalah.


"Apa kau bilang?? enak saja bilang lembek, lihat saja nanti akan ku buktikan jika Aku tidak lembek sepertimu!" balas Hans tak terima dengan ucapan Amelia.


"Buktikan saja kalau kau bisa!" balas Amelia yang masih berusaha turun dari gendongan Hans yang kuat.


Sementara Vitalia dan Mirna yang melihat keduanya malah berdebat pun hanya bisa mendengus kesal dan menggelengkan kepala, karena di saat kondisi sedang genting, eh malah sibuk berdebat dengan yang tidak perlu.


"Astagaaa kenapa malah jadi seperti ini, sih?" batin Vitalia.


"Serasa nonton drama ini mah," batin Mirna.


...๐Ÿฅฐ****************๐Ÿฅฐ...


Seketika itu pula Amelia mempunyai sebuah ide gila yang tiba-tiba saja muncul di dalam benaknya.


Kreessss .....


Amelia pun menggigit kuping Hans dengan keras. Seketika itu pula Hans mengaduh kesakitan. "Awww .... aduhhhh ..."


Tanpa disadari oleh Hans dia pun melepaskan Amelia yang sedang di gendongnya.


Bruuuukkk...


Amelia pun terjatuh dengan begitu saja, ia bahkan tak menyangka jika Hans akan menjatuhkannya.


"Awwshh... aduuuh..." Amelia mengaduh kesakitan memegangi pantatnya.


Melihat Amelia yang jatuh dan mengaduh kesakitan, Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Amelia, kau tak apa kan??" tanyanya.


Namum bukannya menjawab pertanyaan dari Vitalia, Amelia malah mencaci maki Hans.


"Dasar ..., pria brengsek .., pria kasar, tak tau diri ... !!" umpat Amelia. Sayangnya umpatan yang dilontarkan oleh Amelia, tak digubris oleh Hans yang justru malah menarik lengannya secara paksa untuk berdiri.


Sayangnya tarikan Hans kalah kuat dengan Amelia yang hanya diam tak bergeming, memelototi Hans. Sedangkan Mirna yang berada di sebelah Vitalia pun berusaha menahan tawanya melihat kelakuan dari keduanya, berbeda dengan Vitalia yang hanya menatap Mereka dengan tatapan dingin.


"Mana tanganmu??" tanya Hans dengan ucapan yang tegas.


"Ck.. untuk apa??" jawab Amelia dengan berbalik tanya.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya! cepat ulurkan tanganmu!" balas Hans yang malas untuk berdebat dengan Amelia.


"Enggak! nggak mau ... ! Aku bisa berdiri sendiri!" tegas Amelia, berusaha untuk bangun. Namun saat Amelia sedang berusaha bangun, tiba-tiba saja Hans menarik tangan Amelia secara paksa.


Sreeetttt....


Seketika itu pula Amelia terbelalak melihat kelakuan Hans yang sangatlah kasar kepadanya.


"Jangan kasar kenapa sih?!" sahut Amelia tak terima dengan perlakuan Hans yang baginya sangatlah kasar.


Tanpa berpikir panjang Hans pun lalu menarik Amelia ke dalam pelukannya sambil menodongkan sebuah pistol tepat di kepala Amelia.


Sreeeettttt.....


Seketika saja perlakuan Hans membuat Vitalia, Mirna dan juga para petugas keamanan bandara terbelalak melihatnya.


"Tu .. tu .. tuaaan ... ku ku mohooon ... ja ja.. jangan bu.. bu .. nuuhh .. Ak.. kuuu..." ucap Amelia terbata dengan tubuh bergetar ketakutan.


Bersambung....


...****************...


...----------------...


Tahan dulu ya Bestieee....


Heheheheh... penasaran kan kisah Mereka selanjutnya?? pasti deg-degan kan ya....๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Sebelum lanjut ke episode berikutnya Author mau promosikan karya Bestie Author nih, karya dari Kak DTYAS dijamin bikin bapeeerrrr....


Berikut Cuplikannya :



CINTA DIBAYAR TUNAI


(Dtyas)



Mihika Yodha yang menyamar sebagai karyawan baru pada salah satu perusahaan milik Ayahnya. Berada pada situasi dimana Mihika harus menikah dengan Arka, direktur perusahaan Ayahnya. Berusaha mengungkap segala permasalahan perusahaan juga sebagai asisten dan istri dari Direktur perusahaan milik ayahnya tidak membuat Mihika putus asa.


โ€œJangan harap aku akan berlaku seperti seorang suami pada umumnya, karena kamu bukan wanita idamanku,โ€ ujar Arka setelah melangsungkan akad nikah dengan Mihika. Arka tidak mengetahui identitas asli Mihika termasuk wajah asli istrinya.


Arka benar-benar serius dengan ucapannya. Tidak menghargai Mihika sebagai istrinya, bahkan tetap berhubungan dengan wanita lain. Mihika mengira jika Arka adalah dalang dibalik masalah perusahaan. โ€œArka, kamu akan menyesal telah berbuat jahat termasuk menghina hubungan ini. Saat kamu menyesal semua sudah terlambat,โ€ ucap Mihika lirih.


Lalu bagaimana kisah Mihika dengan Arka setelah terungkapnya pelaku kejahatan di perusahaan? Apakah Arka akan jatuh cinta pada Mihika sesuai dengan janji saat mengucapkan ikrar akad nikah? Karma atau cinta dibayar tunai.


__ADS_1


__ADS_2