
Ku Tunggu Malam Ini!
Melihat perdebatan di antara sang Istri dengan dokter Mirna, Chandra pun lalu berusaha meredam suasana dengan berkata, "Sudah, Kalian tidak perlu ribut," ucapnya.
"Dokter Mirna, Kau tenang saja, jika Istriku tetap nekat untuk pergi ke Indonesia, Aku yang akan menemaninya nanti," sambungnya lagi.
"Tapi Mas, Aku tidak mau merepotkanmu!" seru Vitalia menolak pernyataan sang Suami.
"Sayang, Kau adalah Istriku, jadi Aku berhak melindungimu dimana pun Kau berada," ucap Chandra lembut berusaha memberi pengertian pada sang Istri.
Vitalia pun merasa tersentuh hatinya, Ia lalu menyahutnya dengan berkata, "Terima kasih Mas, Aku tak menyangka jika Mas sepeduli ini dengan ku, Aku tidak bisa jika harus berdiam diri, Mas. Ini menyangkut Diriku dan Keluargaku juga, Aku takut jika Mad ikut, hubungan Kita tak direstui oleh Papa,"
"Sayang, tataplah mataku!" ucap Chandra sambil memegang kepala sang Istri agar menatap Dirinya.
Kini Vitalia pun saling bertatapan langsung dengan sang Suami, "Coba Kamu pikirkan lagi jika Kamu di sana sendirian dan terjadi apa-apa denganmu, Aku tidak bisa membayangkan Vitalia, apalagi kondisimu sekarang juga sedang hamil," tutur Chandra berusaha memberikan masukan terbaik buat sang Istri.
"Tapi Mas..." belum sampai Vitalia melanjutkan ucapannya Tuan Zhu menyahutnya dengan berkata, "Nak Vitalia, apa yang dikatakan Chandra ada benarnya, Nak!" tuturnya.
"Jika Kau ingin pulang ke Indonesia, biarkan Chandra yang menemanimu," sambungnya lagi memberi saran terbaik untuk Vitalia.
"Aku setuju dengan Chandra dan Tuan Zhu!" ucap Mirna dengan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan bersama dengan Bella dan Suster Oca.
"Bukan hanya Chandra saja yang akan menemanimu, tentunya Aku dan para Sahabatmu juga akan menemanimu, kecuali Amelia!" lantang Mirna. Seketika membuat Vitalia tersentak dengan apa yang diutarakan Kakak Sepupunya itu.
"Tapi kenapa Mbak?? Kenapa Amelia nggak diperbolehkan ikut?" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Vitalia pada Mirna.
"Pertanyaan yang sangat bodoh Vitalia! Kau tahu bukan jika Amelia ikut, itu sama saja Kau menjerumuskan Dirimu sendiri!" sahut Mirna dengan lantangnya memarahi Vitalia yang baginya pertanyaan yang dilontarkan Vitalia sangat lah bodoh.
"Tidak Mbak, Amel harus ikut denganku, karena Dia sudah Aku anggap seperti Adikku sendiri, bahkan Mbak tahu sendiri bukan jika Aku tak bisa tenang sedetik pun bila tidak disampingnya?!" ucap Vitalia tak mau kalah dengan begitu saja.
Namun belum sampai Mirna menjawabnya, Chandra pun menimpalinya dengan berkata, "Sayang, benar apa yang dikatakan Mbak Mirna. Dokter Amelia jangan sampai ikut dengan Kita, kalau Dia ikut Aku tidak bisa membayangkan jika Keluarga dan musuh-musuh Kita mengetahuinya," tuturnya.
"Tapi Mas, Aku ...." ucapan dari Vitalia tiba-tiba terhenti.
"Ya sudahlah kalau itu mau Kalian, Aku setuju tapi dengan satu Syarat!" sambungnya dengan melontarkan sebuah persyaratan.
"Apa??" tanya Mirna dan Chandra secara bersamaan.
"Aku, Mas Chandra dan Mbak Mirna harus menyamar," jawab Vitalia memberi sebuah persyaratan.
"Apaaa??? tapi Vit .." ucap Mirna terhenti.
"Kalau Mbak Mirna nggak setuju, biarkan Aku dan Mas Chandra yang akan menyamar, bagaimana??" tanyanya dengan sang Suami dan juga Mirna meminta persetujuan.
"Hmm baiklah, Aku akan melakukan apapun itu demi Istriku tercinta," jawab Chandra menyetujui saran dari sang Istri. Ia pun lalu mengecup tangan Vitalia yang sedang dalam genggamannnya.
"Tapi Chand, itu sangat berbahaya!" seru Mirna memberi peringatan pada Chandra.
"Aku tahu itu, tapi ini demi kebaikan Kita bersama Mbak," ucap Chandra.
"Kau tenang saja Mbak, Kita tak akan menyamar di hadapan Keluarga Kita, tapi Kita akan menyamar di depan publik saja," ucap Vitalia menimpali ucapan sang Suami.
"Aku setuju dengan caramu Yang!" ucap Chandra.
"Aduuhhh, terserah Kalian saja deh, kalau begitu Aku pergi dulu, Aku mau bertemu dengan Grandpa," ucap Mirna tanpa Ia safari menyebut nama Grandpa di depan Vitalia.
"Apa? Grandpa??" tanya Vitalia dengan menyipitkan matanya.
"Hmmm, Grandpa ada di negara ini Vit, karena Grandpa sedang memantaumu dari kejauhan," jawab Mirna jujur.
__ADS_1
"Apaa??" tanya Vitalia dengan nada keterkejutannya.
"Ku harap Kau mengerti dengan apa yang ku katakan tadi, Vitalia!" seru Mirna dingin.
Seketika itu pula Vitalia terdiam mencoba mencerna kata-kata Kakak Sepupunya itu. Sementara Mirna pun lalu melangkahkan kakinya pergi dari ruang perawatan Chandra dengan diikuti kedua Sahabat Vitalia tanpa permisi.
Sementara Chandra yang melihat perubahan ekspresi di wajah sang Istri pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Sayang, sudah jangan menghiraukan Kakak Sepupumu itu. Jika Kau ingin kembali ke Indonesia menemui Keluargamu Aku akan ikut menemanimu," ucapnya berusaha menenangkan hati dan pikiran sang Istri.
"Terima kasih Mas, Mas sudah mau mendukungku," balas Vitalia dengan nada melemah.
"Iya Sayang sama-sama, bagaimanapun resikonya nanti, Kita harus hadapi bersama okey?!" ucap Chandra pada sang Istri sambil menaik-naikkan alisnya menggoda sang Istri.
Vitalia pun lalu mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan sang Suami lalu memeluk Chandra.
"Sudah jangan bersedih lagi," ucap Chandra membalas pelukan sang Istri lalu mengecup keningnya. Sementara Kedua orangtua Chandra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kemesraan di antara Putra dan Menantunya. Mereka sama sekali tak menyangka jika keduanya bisa sehangat dan semesra ini, namun Mereka juga ikut terharu dan bersyukur karena Putranya akhirnya dipersatukan kembali dengan Istrinya.
"Ya Tuhan, Aku sangat berharap padamu lindungilah Putra dan Menantuku dimana pun berada," batin Tuan Zhu. Begitu pula dengan Nyonya Dhea, Ia bergumam dalam hati.
"Ya Tuhan, Aku mohon jangan pisahkan Mereka lagi," ucapnya dalam hati dengan penuh harap.
...****************...
Sehari pun telah berlalu, kini Chandra sudah diperbolehkan pulang dari FireField Hospital. Ia pun memutuskan untuk kembali ke apartment miliknya yang ada di Australia bersama dengan kedua orangtuanya.
Sementara Vitalia kini memutuskan untuk ikut dengan Chandra dan Mertuanya ke apatement milik Chandra yang berada di kota Sydney. Namun sebelum Ia ikut dengan Suaminya, Vitalia memutuskan kembali ke rumah kontrakannya terlebih dahulu. Mengingat Ia mempunyai tamu istimewa yang hampir saja Ia lupakan.
Vitalia pun datang ke ruang perawatan Suaminya, lalu membuka suaranya dengan berkata, "Mas sudah makan kan tadi??
"Sudah Sayang, tadi disuapi sama Mama. Habisnya Sayang dari tadi pergi sih," ucap Chandra dengan manjanya. Vitalia yang melihat sang Suami menjadi seseorang yang super manja pun hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkahnya.
"Huhhh, maafkan Aku Mas, Aku tadi ada pasien," sahut Vitalia menjawab pernyataan dari Chandra.
"Astagaa Mas, kenapa Mas berubah menjadi manja dan posesif seperti ini sih! hadeeeehh..." ucap Vitalia heran dengan sikap sang Suami yang sudah berubah 180 derajat.
"Sekarang lebih baik Mas bersiap-siap deh, dan biarkan Aku yang mengemasi barang-barangmu!" pinta Vitalia pada Chandra agar bersiap-siap. Lalu melepaskan infus yang menancap di tangan sang Suami.
"Ok Sayang .." jawab Chandra dengan tersenyum manis sambil mencubit pipi Vitalia yang sedang melepaskan infusnya dengan gemas. Vitalia yang merasa diperlakukan seperti itu pada sang Suami pun merasa senang.
"Oh iya Mas, nanti Mas Chandra pulangnya sama Mama dan Papa saja ya, Aku akan menyusul Mas setelah ini, karena Aku harus ijin dulu dengan Nenek Bernadeth dan kedua Orangtua Amelia yang kebetulan menginap di kontrakanku." ucap Vitalia.
Betapa terkejutnya Chandra ketika mendengar pernyataan dari sang Istri yang menyatakan bahwa Tuan Hirata beserta sang Istri berada di Australia. "Apa?? jadi Tuan Hirata dan Nyonya Hirata menginap di kontrakanmu??" tanya Chandra pada sang Istri memastikan.
Dengan tegas Vitalia pun menyahutnya dengan berkata, "Iya Mas.., Mereka datang ke kontrakanku karena ingin mengetahui suatu hal, dan Mereka kini sudah mengetahuinya!" jawab Vitalia berterus terang.
Chandra pun mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dimaksud sang Istri. Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Sayang, apa maksudmu??" tanyanya.
"Mereka telah mengetahui kebenaran jika Aku adalah orang lain, yang mirip dengan Putrinya," terang Vitalia berusaha menjelaskan pada sang Suami.
"Apaaa??" ucap Chandra dengan nada keterkejutannya.
"Jujur Mas, Aku sangat merasa bersalah dan merasa hutang budi dengan Keluarga Hirata, Aku tak tahu harus berbuat apa Mas, apalagi ada yang aneh dari Mereka," ucap Vitalia dengan menunduk lemah.
"Aneh bagaimana, Sayang??" lagi-lagi Chandra bertanya.
"Mereka ternyata tidak marah denganku namun justru Mereka malah sudah menganggapku sebagai Putrinya sendiri, karena mungkin selama Aku tinggal dengan Keluarga Hirata Mereka sudah merasa nyaman denganku," ucap Vitalia dengan nada melemah sambil membereskan barang-barang milik Suaminya.
"Bisa jadi, Istriku. Karena kan dulu Mereka mengira bahwa Kau adalah Amelia Putrinya," sahut Chandra.
"Iya sih Mas, tapi anehnya lagi yang membuatku tak percaya, jika Amelia mengira bahwa Aku ini adalah kembarannya yang hilang! Aku tak menyangka sama sekali jika ternyata Amelia mempunyai seorang Saudari Kembar," jelas Vitalia panjang lebar menjelaskan.
__ADS_1
"Apaaa?? ternyata Mereka sudah mengetahui! Ku harap Istriku bisa melewati badai yang suatu saat akan datang menerjangnya, Aku tak bisa membayangkan jika Istriku mengetahui kebenaran tentang Dirinya," batin Chandra dengan terdiam tak berucap.
Merasa sang Suami hanya diam tak menggubris ucapannya, Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Mas...,kenapa diam saja??" tanyanya pada sang Suami, yang membuat lamunan Chandra buyar seketika.
"Ehh, tidak kok Sayang, Mas hanya kaget saja mendengarnya," ucap Chandra beralasan.
Disela-sela Mereka mengobrol, tiba-tiba saja Mana Dhea datang tanpa permisi.
"Waduh, waduhh... pagi-pagi sudah ngerumpi saja," ucap Mana Dhea sambil berjalan menuju ke arah Putra dan Menantunya.
"Eh, Mama .." ucap Chandra dan Vitalia secara betsamaan dengan mengarahkan pandangan menatap kedatangan sang Mama.
"Chandra bersiaplah hari ini Kau sudah diperbolehkan pulang!" ucap Mana Dhea pada Chandra.
"Iya Mamaku Sayang..." jawab Chandra.
Chandra yang melihat sang Mama hanya sendirian pun lalu bertanya, "Loh Ma, Papa mana??" tanyanya celingak-cekinguk mencari seseorang yang Ia cari.
"Papamu sudah menunggu Kita diparkiran, ayo buruan siap-siap!!" titah Mama Dhea pada Chandra.
"Iya Ma, lagi pula Chandra juga sudah rapi kok," balas Chandra.
Vitalia yang sudah selesai mengemasi barang-barang sang Suami pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Emmh Ma .., kalau begitu Vitalia undur diri dulu ya, nanti Aku akan menyusul Kalian," ucap Vitalia berpamitan kepada Mama Dhea dan juga Suaminya. Ia pun lalu bersalaman dengan Mama Mertuanya.
"Iya Sayang, jaga Dirimu baik-baik, hati-hati di jalan," jawab Mama Dhea lalu bercipika-cipiki ria.
"Baik Ma," ucap Vitalia dengan tersenyum manis membalasnya.
"Ehembb, apa Sayang tidak mau menciumku terlebih dahulu??" sahut Chandra berjalan menghampiri sang Istri yang sedang bercipika-cipiki dengan sang Mama.
"Astaga Mas.." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Chandra pun dengan cepat mencium pipi sang Istri dengan begitu saja.
Cup...
Seketika saja Vitalia membelalakkan matanya lebar karena terkejut melihat tingkah sang Suami yang tiba-tiba menciumnya. Wajah Vitalia pun berubah memerah seperti tomat.
"Ku tunggu malam ini!" ucap Chandra berbisik pelan ditelinga Vitalia dengan tersenyum menggoda sang Istri. Vitalia yang mendengar ucapan dari Chandra pun bergidik ngeri mendengarnya. Sementara Nyonya Dhea yang melihat tingkah keduanya pun hanya terkikik geli, karena sebenarnya Ia mendengar ucapan dari Putranya yang berhasil menggoda Menantunya.
...****************...
...----------------...
Hay Guys sambil menunggu up dari Author, yuk mampir ke novel Bestie Aku kak Mom Al dijamin seruuu...!!
Berikut cuplikannya :
LADY DEVIL
(Mom Al)
Bagaimana jadinya jika kamu masuk ke dalam sebuah novel kesukaanmu?
Mikhayla Winata, gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun yang setiap harinya suka ugal-ugalan dengan cara balap motor. Kayla mengalami kecelakaan hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri.
Saat terbangun, ternyata Kayla sudah berada disebuah tempat yang sangat asing dimatanya.
"Hah! Ini seperti kerajaan, tapi apa mungkin??" Kayla menebak sembari mengedarkan matanya ke penjuru ruangan.
__ADS_1