
Jangan berharap aku akan kembali ke hadapan kalian
Seketika saja semua orang yang melihat dan mendengarkan ucapan seseorang itu pun terbelalak, saking terkejutnya melihat Vitalia yang datang dengan tiba-tiba dengan menggunakan kursi roda.
“Honey ..”
“Vitalia ..”
“Kakak ..”
“Dokter Thalia ..” ucap semua orang yang berada di situ secara bersamaan memanggil nama Vitalia dengan sebutan berbagai macam, sesuai dengan kebiasaan mereka memanggil Vitalia.
Vitalia yang melihat semua orang justru terkejut melihatnya pun menjawabnya dengan berkata, “Hmm, ini aku. Memangnya kenapa? Mengapa kalian terkejut melihatku? Lagi pula aku juga tidak kenapa-kenapa, memangnya apa ada yang salah dengan kedatanganku?” tanya Vitalia pada seluruh orang yang berada di ruang tunggu dengan tatapan mengintrogasi.
Mendengar berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh Vitalia, dengan cepat Chandra menyahutnya dengan berkata, “Honey, bagaimana kondisimu? Kenapa kau keluar? Bukankah kau masih diperiksa?”
“Memangnya kenapa kalau aku sudah keluar dari ruang tindakan, Bee? Lagi pula aku juga sudah selesai diperiksa,” ujar Vitalia menjawab pertanyaan dari sang suami.
Belum sampai Chandra membalas pernyataan dari sang istri, dokter Gabby tiba-tiba membuka suaranya dengan berkata, “Apa? Jadi istri yang dimaksud tuan Chandra tadi adalah dokter Thalia?”
Bukannya dijawab oleh Chandra, justru yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Vitalia. “Ya, kau benar dokter Gabby! Aku adalah istri dari Chandra Zhu ..” ujar Vitalia dengan mendongakkan kepalanya menatap dokter Gabby dengan tatapan dingin.
"Apa? Tapi bukankah tuan Chandra sedang dekat denganmu Amelia?" tanya dokter Gabby dengan berbalik menatap Amelia.
"Itu bukan Amelia, dokter Gabby. Akan tetapi itu adalah aku!" tegas Vitalia.
Walaupun sebenarnya dalam hati kecil Vitalia begitu sakit ketika ia mengatakan kebenaran tersebut kepada dokter Gabby, Tapi ia berusaha tetap kuat dan tak mau terlihat lemah dihadapan semua orang. Ia juga belum sepenuhnya percaya jika dirinya adalah bagian dari keluarga Hirata.
Melihat ada ketegangan di antara dokter Gabby dan dokter Gabby, Chandra pun lalu mendekat ke arah sang istri sambil berkata, “Honey .., lebih baik kau beristirahatlah, ini sudah hampir tengah malam .., kebetulan kamarmu juga sudah disiapkan oleh perawat ..” tuturnya menasehati sang istri.
__ADS_1
“Hmmm, baiklah. Aku sudah tau ..” jawab Vitalia seadanya dengan mengangguk setuju menuruti perintah dari Chandra. Namun saat dirinya akan undur diri untuk pergi ke kamar perawatan, ada seseorang yang mencegahnya.
“Tunggu!”
Seketika saja sang perawat yang mendorong Vitalia dengan menggunakan kursi roda pun berhenti sejenak. Vitalia pun lalu menoleh ke arah dokter Gabby dengan berkata, “Kenapa kau menghentikan ku?” tanyanya dengan menatap Risa dengan mengerutkan keningnya bingung.
“Dokter Thalia, katakan kepadaku! Apakah kau adalah Vitalia?” tanya Risa memastikan kebenarannya pada Vitalia. Dengan tersenyum manis ke arah Risa, Vitalia menjawabnya dengan berkata, “Hmm, kau benar. Aku adalah saingan mu semasa sekolah, meskipun kau adalah temanku yang paling menjengkelkan karena kau suka mengganggu kakak ipar ku, tapi ...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja Risa memeluk tubuh Vitalia dengan begitu saja.
Greeppp ...
Sontak saja membuat Vitalia membelalakkan matanya terkejut dengan perlakuan Risa.
“Hiks ... hiks ..., maafkan aku Vitalia maafkan aku! Sudah ku duga sejak dulu kau itu memang mirip dengan Amelia adikku, namun aku ragu untuk mengatakan kepadamu jika kalian memanglah mirip ..” ucap Risa sambil menangis sesenggukan sambil memeluk Vitalia.
Mendengar pernyataan dari Risa, tiba-tiba saja Vitalia terdiam seribu bahasa dengan meneteskan air matanya yang jatuh membasahi pipi. “Ya Tuhan, aku benar-benar tak kuat ...” batin Vitalia.
Sedangkan dokter Gabby yang mendengar permintaan maaf dari Risa ke Vitalia pun tiba-tiba menyahutnya dengan nada melemah, “Jika dokter Thalia adalah orang lain .., itu berarti ..”
“Kau tidak berbohong dokter Thalia, namun kami sudah tau jika kau sedang mengalami hilang ingatan waktu itu!” sahut tuan Long Ai menimpali.
Sontak saja pernyataan dari tuan Long Ai membuat Vitalia membelalakkan matanya terkejut dengan menghapus air matanya. Begitu pula dengan Chandra, Amelia, dan Mirna yang tak kalah terkejutnya mendengar pernyataan tersebut. Sementara Mama Renita hanya duduk terdiam di kursi tunggu pasien bersama dengan Sherlyn dan juga Chan Hirata.
“Kau benar tuan, aku memang mengalami hilang ingatan. Maafkan aku jika aku telah menyamar menjadi Amelia di depan kalian, karena waktu itu ingatanku sebenarnya sudah pulih. Tak hanya itu saja, aku menyamar sebagai Amelia bukan hanya dihadapan kalian bertiga saja, namun aku juga menyamar sebagai Amelia dihadapan suamiku dan kakakku, waktu itu ...” jelas Vitalia dingin, dengan berusaha menahan tangis dan sakit hatinya ketika ia mengungkapkan sebuah kebenaran tersebut kepada keluarga Long Ai.
Chan Hirata yang tadinya hanya terdiam bersama dengan mama Renita dan Sherlyn pun kini membelalakkan matanya terkejut dengan sebuah pengakuan dari Vitalia. “Kau benar-benar keterlaluan wanita pengkhianat! Beraninya kau menyamar menjadi adikku!” ucap Chan Hirata.
“Diam kau Chan Hirata! Kau tak tau apa-apa dalam hal ini!” bela dokter gabby membela Vitalia.
“Mommy kenapa kau malah membelanya?” tanya Chan Hirata heran dengan sikap sang mommy yang justru malah membela Vitalia.
__ADS_1
Dokter Gabby pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Mommy membelanya karena dia yang sudah menolong mommy, ayah dan kakak tirimu saat sedang di sekap di markas geng kalajengking.” Jawabnya.
“Apa? Tapi kan itu geng milik dia, Mom? Kenapa kau percaya begitu saja dengan dia?”
“Cukup Chan! Kalau kau tak tau yang sebenarnya jangan ikut campur! Vitalia lah yang sudah memberikan sebuah hadiah rumah kepada kami untuk kita tinggali!” tegas Risa menjawab pertanyaan Chan Hirata yang di lontarkan kepada sang mommy yaitu dokter Gabby.
“Risa .., sudahlah jangan membelaku, di matanya memang aku lah yang salah, percuma saja kalian membelaku namun dia tetap tidak akan percaya dengan ucapanku ..” sahut Vitalia menimpali perkataan Risa.
“Baiklah, kalau kau ingin aku percaya dengan ucapanmu. Lakukanlah tes DNA! Aku ingin tau kau benar anak dari mommy dan daddy atau bukan,” jawab Chan Hirata memberikan sebuah tantangan kepada Vitalia.
Namun Vitalia yang mendengarkan tantangan dari Chan Hirata pun menanggapinya dengan tersenyum sinis, lalu berkata, “Simpan saja ucapanmu itu! Aku akan melakukan tes DNA dengan senang hati atas kehendakku sendiri, bukan karena desakan orang lain. Lagi pula aku juga tak yakin jika aku bagian dari keluarga Hirata. Itu sangat mustahil bagiku!” tandasnya.
“Cukup Vitalia! Sampai kapan kau terus saja mengelak Vitalia?” ucap Amelia menimpalinya.
“Aku berkata seperti ini karena aku tidak yakin sepenuhnya jika aku bagian dari keluarga Hirata, apalagi kalian telah menuduh mama Renita yang sudah membuang bayi itu!” sahut Vitalia menjelaskan. Namun tak sampai di situ saja, ia pun kembali membuka suaranya lagi dengan berkata, “Satu lagi, aku juga tak akan pernah percaya jika belum ada bukti yang valid megenai bayi itu” sambungnya lagi.
“Jika dokter Thalia seperti itu, maka lakukanlah tes DNA dokter Thalia!” pinta dokter Gabby pada Vitalia.
“Hmm baiklah, dengan senang hati aku menerima tantangan kalian. Namun jika hasil tes DNA itu keluar dan aku bukanlah bagian dari keluarga Hirata. Jangan berharap aku bisa kembali ke hadapan kalian lagi. Termasuk kau, Bee!” jawab Vitalia dengan penuh penekanan dengan raut muka dinginnya..
Mendengar pernyataan yang diungkapkan oleh Vitalia, semua orang yang berada di situ pun terbelalak mendengarnya. Termasuk dengan Chandra Zhu. Saat itu pula Vitalia memutuskan untuk segera pergi dari ruang tunggu tersebut menuju ke kamar perawatannya.
“Sus, antarkan aku ke kamar perawatan sekarang juga!” titah Vitalia pada seorang perawat yang mendorongnya dengan menggunakan kursi roda. Tanpa banyak bicara perawat tersebut pun menuruti perintah dari Vitalia. Sedangkan semua orang yang berada di situ hanya terdiam menatap kepergian Vitaia yang sedang didorong dengan menggunakan kursi roda.
Bersambung ....
...****************...
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komennya ya!
Terima kasih ...