
Jadi kau adalah putriku?
Setelah mendengar sebuah rekaman yang dikirimkan oleh Frans kepadaya, dan setelah melihat sebuah foto yang tertera gambarnya, Vitalia terus brjalan cepat menyusuri lorong RS.Cahaya tanpa menghiraukan para pasien dan tenaga medis yang menyapanya.
“Vitalia!” teriak Mirna berusaha menghentikan langkah dari Vitalia. Namun, bukannya berhenti Vitalia justru semakin mempercepat langkahnya meninggalkan kakak sepupunya dengan kondisi tak baik-baik saja.
Mirna yang sangat mencemaskan kondisi Vitalia pun segera menelepon pihak keamanan RS. Cahaya untuk mencegah Vitalia keluar dari RS tersebut.
“Halo Pak, tolong cegah dokter Thalia agar tidak pergi dari RS ini ya, Pak! Bilang padanya jika dirinya di panggil oleh dokter Gabby ..” titahnya pada seorang petugas keamanan melalui sambungan telepon.
“Ya Tuhan, bagaimana ini? Mudah-mudahan saja dengan cara ini, dia tidak akan pergi dari sini ..” gumam Mirna dengan penuh harap, kemudian melangkahkan kakinya kembali untuk mengejar Vitalia yang sudah tak terlihat batang hidungnya.
***
Di sisi lain Vitalia yang kini sudah sampai di ambang pintu keluar RS. Namu, tanpa sengaja ia menabrak tubuh seseorang yang baru saja masuk ke RS tersebut.
Bruukkk ...
“Uups .. Iam sorry ...” seketika itu pula Vitalia mendongakkan kepalanya menatap seseorang itu. Betapa terkejutnya Vitalia ketika melihat orang yang ditabraknya. Begitu pula dengan orang yang ditabrak oleh Vitalia yang tak kalah
terkejutnya menatap Vitalia.
“Mmm .. mom ..”
“Dokter Thalia ...” ucap Vitalia dan dokter Gabby secara bersamaan dengan nada keterkejutannya.
“Dokter Thalia kenapa kau ...” belum sampai dokter Gabby menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja
Greeeppp ...
Vitalia memeluk tubuh dokter Gabby yang diam mematung di tempat karena kebingungan dengan sikap dan perilaku Vitalia.
“Hiks .. hiks .. Mommy maafkan aku .. ak.. aku hiks .. hiks ...” ucap Vitalia tak bisa berkata apa-apa selain menangis terisak. Ia pun kemudian melepas pelukannya. Sementara dokter Gabby masih bingung menatap Vitalia yang sedang menangis di hadapannya.
“Dokter Thalia, kenapa kau menangis?” tanyanya pada Vitalia sambil merapikan rambut VItalia yang berantakan. Bukannya menjawabnya Vitalia justru hanya diam memperhatikan sikap dokter Gabby terhadapnya. "Mommy, kau benar-benar mommy ku .." batinnya.
Namun, ia justru segera menepis semua yang ada di dalam pikirannya, dan segera mengusap air matanya lalu melangkahkan kakinya pergi dengan begitu saja meninggalkan dokter Gabby yang nampak kebingungan menatap kepergian Vitalia.
"Thalia, ada apa dengan dirimu, Nak? Kenapa kau begitu terlihat khawatir?" batin dokter Gabby, dengan berbagai pertanyaan muncul di dalam otaknya.
__ADS_1
Sedetik kemudian, ia justru malah melihat dokter Mirna Feriska yang tampak berlari kecil seperti sedang mengejar seseorang. Dengan cepat dokter Gabby pun memanggil dokter Mirna Feriska.
“Dokter Mirna, mengapa anda seperti sedang terburu-buru?” tanyanya menyipitkan kedua matanya heran menatap MIrna.
Seketika saja pertanyaan dari dokter Gabby membuat Mirna menghentikan langkahnya dengan menoleh ke arah sumber suara dan dilihatnya ternyata dokter Gabby.
Bukannya menjawab pertanyaan dari dokter Gabby, Mirna justru malah berbalik tanya, “Dokter Gabby, apakah anda tau dokter Thalia pergi?” tanyanya dengan wajah gusarnya.
“Memangnya kenapa, dok? Tadi sih dia pergi keluar ..” jawab dokter Gabby to the point. Seketika saja mata Mirna membola karena mendengar pernyataan dari dokter Gabby Herawati tersebut. Tanpa mengulur waktu, Mirna segera melangkahkan kakinya kembali untuk mengejar Vitalia, tanpa menggubris dokter Gabby uyang sedang berada di situ.
Saat Vitalia sudah sampai di tempat parkir, tiba-tiba saja ada salah seoang petugas keamanan RS mencegahnya pergi.
“Dokter Thalia, anda dilarang pergi dok. Karena dokter Gabby sedang menunggumu ..” ucap petugas keamanan tersebut. Namun, sayangnya ucapan dari pihak keamanan tersebut tak di gubris oleh Vitalia yang justru malah terus melangkahkan kakinya utuk masuk ke dalam mobil.
Namun saat ia akan membuka pintu mobilnya siapa sangka sang Suami malah sudah muncul tepat berada di hadapannya. “Tidak Honey, kau tidak boleh pergi!" tegas Chandra yang tiba-tiba saja datang dengan menghadang di pintu mobil tersebut, untuk menghalangi sang Istri agar tak masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Vitalia membelalakkan matanya terkejut melihat sang Suami yang keluar dari RS masih menggunakan baju pasien dengan memegangi perutnya, berusaha menahan rasa sakit.
“Astaga, Bee! Apa yang kau lakukan, ha? Kenapa kau keluar dari rumah sakit?” tanyanya cemas, dengan nada meninggi sambil berjalan menghampirinya.
Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Seharusnya yang bertanya seperti itu aku, Honey. Kenapa kau pergi dengan begitu saja tanpa menghiraukan suamimu yang terbaring lemah?" ucapnya berbalik tanya.
Bukannya menjawab Vitalia justru malah menangis setelah mendengar pertanyaan dari sang Suami. “Hiks ... hiks ... bukan begitu, Honey. Tapi ak .. aku .. hiks .. hiks ..” Ia menjawabnya dengan terbata, bahkan ia tak bisa melanjutkan ucapannya karena terlalu sedih menerima kenyataan.
Greeeppp ...
“Sudah Honey, jangan kau pikirkan lagi. Aku tau kau pasti sedih setelah mengetahui kebenaran itu,” ucap Chandra berusaha menenangkan hati sang Istri.
“Bee .. hiks .. hiks .. maafkan aku, hiks .. hiks ..” Lagi-lagi Vitalia menangis sesenggukan berada di pelukan Chandra.
“Sudah Honey, kau tak perlu meminta maaf kepadaku. Ingat Honey, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi sendirian! Jika terjadi sesuatu denganmu, aku tak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri, Honey!” serunya.
Sementara Vitalia yang mendengarkan pernyataan dari sang Suami pun merasa tersentuh hatinya. Ia bahkan mersa bersalah sudah membuat sang Suami mengkhawatirkannya. Dengan penuh penyesalan Vitalia pun menjawabnya dengan berkata, “Hiks .. hiks ... tapi Bee, aku bukanlah bagian keluarga Wijaya, Bee. Aku hanya anak pungut! Lebih baik aku pergi dari negara ini sekarang juga, Bee .. hiks .. hikss ..” ucapnya sambil berusaha menyingkirkan tubuh sang Suami agar tak menghalangi dirinya untuk masuk ke dalam mobil. Namun, sayangnya tenaganya kalah kuat dengan sang Suami.
“Hey, come on Honey, jangan seperti ini! Aku tau perasaanmu pasti hancur, tapi bukan begini caranya, Honey. Apa kau tak memikirkan perasaan keluarga kandungmu yang selalu menanti kehadiranmu? Apa kau tak berpikir sama sekali tentang kedua orang tua yang telah membesarkanmu dan merawatmu, serta menunggu kehadiranmu kembali? Kau tau mereka sangat merindukanmu Istriku! Jika kau kabur apakah masalah akan selesai dengan begitu saja? Tidak Honey, tidak akan pernah selesai. Yang ada justru masalah akan semakin bertambah. Apalagi saat ini kau sedang dalam kondisi hamil. Jadi tolong mengertilah, Honey!” ucap Chandra panjang lebar mencoba memberi pengertian kepada sang Istri.
Mendengar ucapan sang Suami, Vitalia kemudian menjawabnya dengan berkata, “Mungkin memang benar keluarga kandungku telah menunggu kehadiranku, bahkan aku tau sendiri bahwa mereka sangat berambisi untuk menyambutku. Namun, kau salah menilai jika keluarga Wijaya telah menunggu kehadiranku kembali. Sampai kapanpun mereka tak akan pernah mencariku lagi, karena mereka menganggapku sudah meninggal, dan tak mau berusaha untuk mencariku ..” ujarnya lalu mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipi.
Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Kau salah Honey, apa kau lupa jika Hans telah menyebar luaskan berita mengenai dirimu yang masih hidup di Jepang? Kau tau kan jika mereka sudah mengetahui hal itu, Honey?” tanyanya memastikan.
__ADS_1
“Aku masih ingat Bee, tapi bukan berarti mereka akan bisa menemukanku!” sahut Vitalia yang tak ingin kalah berdebat dengan sang Suami. Ia pun kemudian menyambungnya lagi dengan berkata, “Bee, perlu kau ketahui bahwa akulah yang akan muncul di hadapan mereka semua. Dan di waktu yang tepat, yang pasti mereka akan terkejut ketika melihat kehadiranku nanti! Akan ku pastikan mereka juga pasti akan bersimpuh di hadapanku! Tanpa ada aku, mereka bisa apa? Mereka begitu mudahnya melupakanku. Lihat saja nanti mereka pasti akan terkejut ketika aku sudah menjadi bagian keluarga Hirata bukan Wijaya!” ucapnya dengan penuh penegasan dengan emosi, dan sedih yang telah bercampur menjadi satu.
Namun siapa sangka di tengah perdebatan diantara sepasang suami istri tersebut mendapatkan banyak sorotan mata mengarah ke arah mereka. Termasuk dokter Gabby yang tanpa sepengetahuan Vitalia dan Chandra sudah menyimak perdebatan diantara mereka.
“Jj .. jadi kau adalah putriku? Benarkah begitu, Nak?”
Sontak saja pertanyaan yang dilontarkan oleh seseorang itu membuat Vitalia dan Chandra melebarkan matanya terkejut mendengar suara seseorang yang sangat tak asing bagi mereka. Vitalia dan Chandra pun kemudian menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata benar dugaan mereka dilihatnya dokter Gabby Herawati lah yang memotong perdebatan diantara mereka.
“Mommy ....” ucap Vitalia dan Chandra secara bersamaan, dengan nada keterkejutannya.
Chandra POV :
Aku sangat kagum tehadap Istriku. Hatinya tetaplah tegar meskipun berbagai rintangan dan cobaan telah mengujinya. Namun, dia masih bisa melewatinya.
Bersambung ....
...****************...
...----------------...
Oh ya, sambil nunggu Author update ke episode berikutnya, yuk mampir ke novel bestie aku ...
Berikut Cuplikannya :
.
Seorang gadis bernama Elia Tiara Dewi harus menjalani kehidupannya yang menjadi begitu suram akibat kecelakaan beberapa tahun lalu yang merenggut keceriaan dan juga warna dalam hidupnya.
Akibat kecelakaan yang merenggut penglihatannya dan lebih menyakitkannya lagi kecelakaan itu, dilakukan oleh kakak tirinya. karena merasa iri dengan kehidupan yang dijalani oleh Elia.
Hingga pada akhirnya, Elia bertemu dengan seorang laki-laki tampan bernama Gavin Harsono. yang merasa jatuh cinta, pada Gadis itu saat pandangan pertama.
Hingga Gavin memutuskan untuk menikahi Elia. namun, hal itu sepertinya ditentang oleh keluarga besar Harsono terutama sang ibu.
Namun, entah apa yang terjadi hingga membuat ibu Gavin menyetujui pernikahan putranya itu.
Mampukah Elia bertahan dengan keluarga yang tidak menyukainya dari awal? dan Mampukah Elia Bertahan saat sang suami diperintahkan untuk menikahi sang kakak tiri?
__ADS_1
kita simak saja yuk