
Kesiangan (area 21+)
Tak terasa, waktu pun terus berlalu, terik sinar mentari sudah mulai merangkak naik ke permukaan bumi. Namun bukannya terbangun dari tidurnya, kedua pasangan Suami Istri itu malah menyingkapkan selimutnya kembali untuk kembali tidur. 'Ya, siapa lagi kalau bukan Vitalia dan Chandra Zhu.'
Ting ... Tring ...Ting ... Tring ... Ting ...
Berkali-kali dering alarm berbunyi, namun tetap saja sepasang Suami Istri tersebut masih tertidur lelap. Entah sebenarnya mereka tidak mendengarnya atau justru mereka mendengarnya tapi mengabaikannya.
Ting ... Tring ... Ting ... Tring ... Ting ...
Dering alarm pun kembali berbunyi, hanya saja kali ini berhasil membuat Vitalia dan Chandra terbangun dari tidurnya.
"Isshhh ck, berisik amat sih!" ucap Vitalia berdecak kesal dengan kondisi mata yang masih tertutup, ia pun lalu meraih jam alarm tersebut untuk melihat sekilas kemudian mematikannya kembali. Sampai-sampai Vitalia tak menyadari jika hari sudah menunjukkan pukul 07.00 waktu Australia.
Akan tetapi Vitalia barulah menyadari ketika Dirinya akan memejamkan matanya kembali untuk tidur. Sontak saja membuat Vitalia terbangun dari tempat tidurnya lalu berkata, "Ya Tuhan .., Astaga Bee ... !!" ucap Vitalia dengan nada keterkejutannya sambil menyenggol badan sang Suami untuk dibangunkan dari tidurnya.
"Hmmm, apa sih, Honey? Mengganggu tidurku saja!" balas Chandra masih dengan kondisi mata terpejam.
"Oh my God..., ampunilah Aku!" seru Vitalia sambil menepuk jidatnya. Karena melihat tingkah sang Suami yang justru malah kembali tertidur pulas. Seketika itu pula Vitalia pun tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Yaa Tuhan, maafkan Aku, hampir saja Aku melupakan Mama," gumamnya pelan.
Tanpa menghiraukan sang Suami, Vitalia pun lalu menyibakkan selimutnya, dan segera beranjak turun dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena ia harus segera ke rumah sakit untuk melihat kondisi Mama Renita yang sudah ia anggap seperti Mamanya sendiri. Bahkan Vitalia tak sabar ingin bertemu Mama Renita, mengingat Mama Renita sendiri sudah sadarkan diri, dan Vitalia juga sudah sangat merindukan kasih sayang darinya.
Sementara Chandra Zhu masih terlelap dalam tidurnya, ia bahkan tak menyadari jika dirinya sudah tak ditemani lagi oleh sang Istri untuk tidur, Satu menit kemudian, dengan kondisi mata yang masih tertutup, Chandra pun merancau tak jelas. "Honey, main yuk...!" Chandra mengigau tak jelas dengan mata masih tertutup sambil memeluk guling yang ada di sebelahnya yang ia pikir adalah Istrinya.
"Honey, kok diam sih...??" tanya Chandra masih dengan mata terpejam. Merasa pertanyaannya tak mendapatkan jawaban dari sang Istri, Chandra pun akhirnya mengerjapkan matanya, saat itu pula Chandra tersentak kaget melihat ranjang sebelahnya kosong tak ada sang Istri.
"Honey ..." panggil Chandra pada sang Istri terbangun dari tidurnya, sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Seketika itu pula Chandra terkejut ketika melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 7 lebih.
"Astaga...., sudah jam 7 lebih," Chandra pun tanpa berpikir panjang segera menyibakkan selimutnya, lalu beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju ke kamar mandi.
Cekleekk...
Chandra membuka pintu kamar mandi.
Sontak saja membuat Vitalia yang melihat kedatangan sang Suami ke dalam kamar mandi pun berteriak histeris.
"Aaaaa......!!"
"Honey, astaga..." ucap Chandra dengan mode santainya menatap sang Istri yang sedang mandi di dalam bathub dengan tatapan penuh arti.
"Astaga.. astaga.., kau itu Mas, cepat keluar!" usir Vitalia pada sang Suami sambil menutupi bagian sensitifnya. Bukannya pergi Chandra pun malah terkekeh melihat tingkah sang Istri yang terlihat salah tingkah dan malu-malu kucing.
"Issshh... ck, Mas kenapa malah tertawa sih? Sana pergi, tak tau malu banget sih, masuk ke kamar mandi sembarangan!" seru Vitalia sambil memanyunkan bibirnya kesal.
__ADS_1
Bukannya pergi Chandra malah tersenyum manis ke arah sang Istri sambil berjalan mendekat ke arah Bathub dengan melepaskan seluruh pakaiannya. Vitalia yang melihat tingkah sang Suami pun dibuat malu sendiri.
Merasa dirinya dihampiri sang Suami Vitalia pun lalu berkata, "Ehh Bee..., kk kita sudah tak ada waktu," ucap Vitalia dengan nada bergetar. Karena saking gugupnya menghadapi sang Suami yang sedang berdiri di hadapannya tanpa sehelai benang.
"Ya Tuhan, kenapa aku segugup ini sih?" ucap Vitalia sambil memejamkan matanya. Sementara Chandra kini masuk ke dalam bathub yang digunakan sang Istri.
"Buka matamu Honey! " pinta Chandra pada sang Istri agar membuka matanya. Perlahan Vitalia memberanikan diri untuk membuka matanya.
"Bee..." ucap Vitalia sambil menatap sang Suami yang sudah berada tepat di hadapannya.
"Sssttt..., diam lah, Honey!" ucap Chandra sambil membungkam mulut sang Istri dengan menggunakan jari tangannya.
Deg...
Jantung mereka semakin berdetak tak beraturan, nafas mereka saling beradu. Karena mereka sekarang dengan posisi yang sangat in-tim.
"Bolehkah aku meminta jatah ku sekarang juga...??" tanya Chandra pada sang Istri sambil menyibakkan rambut sang Istri.
"Bee, Aku..." ucapan Vitalia terhenti karena Chandra menyahutnya dengan berkata, "Honey, kau tak perlu takut, aku berjanji tidak akan memperlakukanmu kasar seperti dulu,"
"Seriously.." tanya Vitalia memastikan.
Chandra pun lalu menjawabnya dengan berdehem, "He'emb .."
"Biarkan saja!" sahut Chandra menjawab pernyataan dari sang Istri yang masih saja beralasan.
"Eh tapi ..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja..
Cupp...
Chandra pun akhirnya membungkam mulut sang Istri cerewetnya dengan sebuah kecupan yang mendarat di bibirnya. Kini kecupan tersebut berubah menjadi ci-um-an yang sangat ganas. Bahkan Vitalia pun dengan senang hati meladeni permainan sang Suami yang saat ini ia mainkan.
Kekuatan cinta di antara mereka kini sudah menyatu, deru nafas mereka saling beradu, pergulatan panas di antara sepasang Suami Istri tersebut semakin menggebu-gebu. Bahkan mereka sampai melupakan segala urusan di dunia. Karena dunia serasa milik berdua.
"Honey, Aku akan me-ma-suk-kan sekarang .." ucap Chandra dengan berbisik pelan di telinga sang Istri. Vitalia pun mengangguk mengiyakan keinginan dari sang Suami.
Sluub..
Senjata ampuh milik Chandra kini berhasil merangsek masuk ke area pertahanan Vitalia yang sem-pit. 'Ya, meskipun Vitalia sudah tidak pe-ra-wan lagi namun ia sangat menjaga dan merawatnya dengan baik. Sehingga area itu kembali sem-pit seperti pe-ra-wan tapi sebetulnya tidak.
Kegiatan tersebut pun berlangsung cukup lama di dalam bathub berisi air. Setelah bergulat di dalam air cukup lama, akhirnya senjata ampuh milik Chandra mengeluarkan sebuah ca-ir-an yang me-le-dak ke dalam ra-him sang Istri yang membuat Vitalia tersentak dengan ca-ir-an ha-ngat yang membasahi ra-him-nya.
"Bee.." ucap Vitalia pelan, dengan terkulai lemas.
"Thanks Honey..." ucap Chandra.
__ADS_1
Cup...
Chandra pun lalu mengecup kening sang Istri.
Lalu mereka berdua pun segera membersihkan diri, mengingat hari sudah menjelang siang.
Setelah mereka berdua menyelesaikan ritual mandinya, sepasang Suami Istri tersebut segera bersiap untuk pergi ke FireField Hospital. Dan saat mereka sedang bersiap-siap, tiba-tiba saja ponsel milik Vitalia pun berbunyi.
Dreett... Dreett...
Vitalia pun segera mengangkat ponselnya yang ia letakkan di atas nakas.
"Halo .." ucap Vitalia membuka obrolan melalui telepon.
"Vitalia, kau dimana?" tanya seseorang yang berada di seberang sana yaitu Mirna Feriska.
"Aku masih di apartment Mbak.., karena semalam Aku menginap di apartment Mas Chandra," jawab Vitalia.
"Oh, ya sudah! Ku pikir kau sudah di rumah sakit,"
"Belum Mbak, maaf aku kesiangan tadi," sahut Vitalia dengan alasannya.
"Ya sudah, lebih baik cepat ke rumah sakit! Mama Renita sudah menunggumu, bahkan kata Amelia semalam Mama nggak bisa tidur gegara memikirkanmu,"
"Hmm, baiklah Aku akan segera ke sana!" balas Vitalia. Tanpa menunggu lama Vitalia mematikan teleponnya sebelah pihak. Ia pun lalu melangkahkan kakinya mendekat ke arah sang Suami yang sedang disibukkan dengan dasinya.
"Mas, kita harus segera berangkat!" ucap Vitalia sambil membenarkan dasi sang Suami.
"Iya Honey, kau tenang saja..." balas Chandra sambil tersenyum manis ke arah sang Istri. Dan senyuman itu dibalas oleh Vitalia, kini tatapan mereka saling beradu.
Saat mereka sedang asyik beradu pandangan, tanpa mereka sadari ada empat mata yang sedang memperhatikannya.
"Ehheeemmm ...."
***
Chandra pov :
^^^Cinta adalah segalanya, baru kali ini aku merasakan arti dari ketulusan Cinta. Ya, memang tak mudah untuk mendapatkan Cintamu, tapi dengan hasil jerih payahku serta usaha kerja kerasmu, akhirnya Cinta kita bersatu kembali. Ku berharap Cinta kita tetap suci dan abadi sampai akhir hayat nanti.^^^
Bersambung...
...****************...
...----------------...
__ADS_1