
Keluarga Zhu
Sementara di Kediaman Zhu terlihat seorang Pria tampan sedang mengikuti dinner bersama para anggota keluarganya. Chandra Zhu merupakan anak dari keluarga terkaya no.2 di Jepang setelah keluarga Feng, yang merupakan orang tua dari Keluarga Wijaya. Selain itu Chandra merupakan anak dari orang ternama di Jepang, yang bernama Abraham Zhu, Ia merupakan keturunan blasteran Jepang-Indonesia. Keluarga Zhu sangat terkenal dengan arogannya, dan mereka juga di kenal sebagai Keluarga yang paling ditakuti di seluruh pelosok negeri. Keluarga Zhu sampai saat ini sangat menaruh dendam pada Keluarga Wijaya, terutama Chandra, Ia benar-benar tak terima atas apa yang diperbuat oleh Papa dari Vitalia yaitu Wijaya. Kerena Wijaya sendiri sudah membunuh Kakek dari Chandra sekaligus ayah dari Abraham Zhu, yang bernama Zhu. akan tetapi itu semua adalah kesalah pahaman belaka, justru yang membunuh bukanlah Wijaya, tapi orang tua dari Arnold, yang merupakan kekasih dari Amelia, sayangnya Keluarga Zhu tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. mereka hanya mengira itu adalah perbuatan dari Wijaya, padahal saat itu Wijaya justru membantu Kakek Zhu yang waktu itu akan dibunuh, dan Keluarga Zhu justru telah menuduhnya tanpa bukti, karena dipengaruhi oleh pihak ke tiga. Dan saat ini mereka telah menyelesaikan acara dinnernya, kini tersisa Chandra dan sang Ayah yang masih asyik mengobrol di meja makan.
“ Chandra..., Bagaimana dengan rencanamu setelah mengetahui Putri dari Wijaya telah hilang dan meninggal, apa Kau masih akan terus mencari keberadaannya, dan Ayah berharap agar Kamu tidak meneruskan dendammu yang tak berujung itu, meskipun Ayah juga masih menaruh dendam padanya setidaknya mulai detik ini juga Ayah tidak akan mengusik ketenangan dari Keluarga Wijaya...,karna memang Keluarga Wijaya justru tak pernah sama sekali mengusik Keluarga Kita..., tapi malah justru dari pihak kita lah yang mengusik mereka..., apalagi mereka kini sedang kehilangan Putrinya...” terang tuan Abraham panjang lebar.
“ Ayah..., justru itu aku sangat penasaran sebenarnya Putri dari Wijaya itu dimana, sampai saat ini pun Aku tak bisa melacaknya.., dan anehnya kemarin waktu Chandra ke Sunrise Hospital, Chandra ketemu dengan Putri dari Wijaya.., jika Ayah tak mau membalaskan dendam..., akulah yang akan maju Yah...” ucap Chandra pada sang Ayah.
“ Hmm terserah Kau saja..., hanya saja Ayah tidak ingin menjadikan Putrinya sebagai kambing hitam..., justru Putrinya itu adalah Gadis yang sangat jenius dan misterius, identitasnya saja bisa dia ubah kapan saja, dan dimanapun Dia berada..., bahkan sampai saat ini, setelah terjadi kecelakaan pesawat tersebut, Dia sama sekali tak terlacak jejaknya...” ucap tuan Abraham
“ Justru itu membuat Candra yakin, Yah..., jika Dia masih hidup..” ucap Chandra.
“ Lantas jika dia masih hidup apa Kamu tetap akan membalaskan dendam, dengan menjadikannya kambing hitam...?? tanya tuan Abraham pada sang Anak.
“ Chandra tidak mau tahu, Ayah..."
“ Apa Kau yakin...?? tanya tuan Abraham pada Chandra, berusaha meyakinkan sang anak agar tidak meneruskan balas dendamnya.
“ Aku sangat yakin, Yah..., keputusanku tidak dapat di ganggu gugat...” ucap Chandra, dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
“ Hmmm baiklah kalau itu sudah keputusanmu..., tapi Ayah tidak mau ikut campur urusanmu, hanya saja Ayah memperingatkanmu.., jangan sampai Kamu justru malah berbalik menyukai Gadis itu Chandra..., karna aura dari Gadis itu sangat berbeda dengan Gadis yang lainnya...” ucap tuan Abraham memperingatkan Chandra. Dan Chandra pun justru malah meremehkan perkataan sang Ayah dengan tersenyum sinis, lalu berkata: “ Tidak akan Ayah..., tak akan ada Wanita manapun yang bisa meluluhkan hatiku....” ucapnya Dingin, lalu berdiri meninggalkan meja makan, menuju ke kamarnya. Disepanjang jalannya menuju kamar, Chandra berkata dalam hati: “ Kau harus kutemukan Vitalia..., bagaimanapun caranya..., dan aku tak akan membiarkanmu mati sebelum Aku menyiksamu..., ingat itu...!!” seru Chandra dalam hati.
“ Kakak....” teriak seseorang yang datang dari arah belakang Chandra. Ya dia adalah Adik dari Chandra yang bernama Sisi. Dan Chandra pun lalu menghentikan langkahnya sejenak, lalu menengok ke arah sumber suara, dilihatnya Adiknya sudah berada tepat di belakangnya, dan Chandra pun lalu membuka suaranya.
__ADS_1
“ Adik... kau masih belum tidur...?? “ tanya Chandra halus, Ia begitu sangat menyayangi Adiknya.
“ Belum Kak... Sisi nggak bisa tidur..., Kak..., sebenarnya Kakak itu minat nggak sih cari pasangan..??” tanya sang Adik.
“ Memangnya kenapa.??, Hmmm” tanya Chandra heran dengan pertanyaan sang Adik, yang tiba-tiba saja menanyakan tentang hal yang sangat sensitif baginya. Dan sang Adik pun menjawab: “ Bawalah kekasihmu kesini Kak..., Aku sangat ingin mempunyai Kakak perempuan.., kau tau sendiri bukan jika hidupku tak akan lama lagi...” ucap Sisi mengungkapkan isi hatinya. Lalu Chandra pun menjawabnya: “ Adik jangan berkata seperti itu..., Kakak janji sama Kamu jika sudah waktunya tiba, Kakak akan membawakannya untukmu...” ucap Chandra tulus.
“ Benar kan Kak...??, Kau tidak membohongiku lagi kan...??” tanya Sisi bersemangat.
“ Iyaaa..., Kakak janji...” balas Chandra, lalu memeluknya, dan pelukannya pun dibalas oleh sang Adik. Ia pun berkata: “ Pokoknya... kali ini Kakak tidak boleh bohong lagi.” Ya Sisi adalah seorang Gadis berusia 16 tahun, akan tetapi Dia divonis dokter tidak akan hidup lama karena mempunyai penyakit bawaan. Dan Chandra pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
“ Kakak berjanji.., akan membawakannya untukmu secepatnya...” batin Chandra,masih memeluk sang Adik. Dan mereka pun lalu memutuskan untuk tidur dikamarnya masing-masing, karena hari sudah mulai semakin larut.
****
“ Mbak..,
“ Eh.. Nona Amelia, sudah bangun...” ucap Mbak Sri, Art Keluarga Hirata.
“ Iyaa.., Mbak.., bolehkan kalau Amelia membantu Mbaknya buat memasak..” ucap Amelia.
“ Tapi Nona.., nanti bisa dimarahin sama Nyonya besar sama Tuan Besar..” ucap art tersebut terpotong.
“ Sudahlah nggak apa-apa Mbak..tenang saja..” ucap Amelia santai.
__ADS_1
“ Baiklah kalu begitu..,terserah Nona saja..., oh yaaa, panggil saya Sri saja Nona, jangan panggil saya Mbak.. nggak seperti biasanya Nona Amelia menyebut Saya Mbak..” ucap Art tersebut. Yaa Art Keluarga Hirata berasal dari Indonesia
“ Hehehe.. Kau itu..., bagaimana mungkin Saya memanggilmu dengan nama saja.., yang jelas Amelia nggak mau, dan hanya ingin memanggilmu dengan sebutan Mbak..., karna Amelia juga sangat menghargai orang yang lebih tua dari Saya dong Mbak...” jawab Amelia sambil tersenyum ramah.
“ Hehe... Nona ini bisa saja...” ucap art itu.. Dan Amelia pun lalu menimpali, dengan berkata: “ Ya sudah mbak.., lebih baik kita selesaikan masaknya.., Amelia bantu buat siapin semuanya ya Mbak..” ucap Amelia pada Art tersebut.
“ Siap Nona Cantik...” jawab Mbak Sri penuh semangat. Dan tak terasa mereka pun sudah selesai menyiapkan hidangan sarapan paginya, bahkan seluruh keluarga heran dengan sikap Amelia yang sangat berubah drastis, setalah sekian lama menghilang.
“ Huh...akhirnya... selesai sudah...” ucap Amelia, sambil melatakkan kedua tangannya di atas pinggang. Seketika tuan Hirata dan sang Istri kedua menuruni tangga, di ikuti Chan hirata, dan Sherlyn melihat ke arah Amelia yang sudah menyiapkan makanan di atas meja.
“ Amel..., apa ini semua kamu yang telah menyiapkannya..??” tanya tuan Hirata kepada sang Anak. Dan Amelia pun menjawabnya: “ Bukan Dadd.., tapi Amel dibantu sama Mbak Sri, untuk menyiapkan makanannya.” Ucap Amelia sambil mendudukkan pantatnya dikursi. Dan mereka pun lalu ikut duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi. Dan Nyonya Tanu pun mebuka suaranya: “ Tuh.., Sher.. Kamu harus mencontoh Amelia..., jangan bisanya hanya menghamburkan uangmu saja..” terangnya, terdengar oleh seluruh keluarga, termasuk Amelia sendiri.
“ Isssshh... Maa.. bisa nggak sih jangan membandingkan Aku dengan Amelia...” ucap Sherlyn sambil memutar bola matanya malas, kesal dengan perkataan Mamanya.
“ Sherlyn Mamamu kan cuma menasehatimu saja.., bukan membanding-bandingkan..” tegur sang Daddy pada Putri Tirinya.
“ Sudah..., daripada ribut mending sekarang kita makan..., keburu dingin..” ucap Amelia berusaha menengahi pembicaraan yang semakin memanas.
“ Awas saja nanti...” gumam Sherlyn dalam hati sambil menyendokkan makanan kemulutnya. Sementara Chan hanya diam memperhatikan gerak gerik dari Sherlyn, yang baginya sangat mencurigakan, seperti sedang menggerutu dalam hati, Chan juga berfikir bahwa dia masih ingat sekali jika penyebab kepergian Amelia dari rumah adalah karna ulah Sherlyn, yang sudah menuduh Amelia telah membuat perusahaan Hirata bangkrut waktu itu. Padahal karna dialah perusahaan Hirata Company sampai gulung tikar, akan tetapi sekarang sudah bisa tumbuh kembali karna bantuan dari Keluarga Zhu. Mereka pun kini sangat menikati sarapan paginya.
***** Selamat Membaca
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan jangan lupa Favorite yaa biar nggak menghilang, terimakasih....
__ADS_1