
Terungkapnya Rahasia
Setelah mengetahui siapakah Andreas yang sebenarnya, Vitalia memutuskan untuk tetap berada di restoran tersebut menunggu Chandra yang sedang menyamar sebagai Andreas di depannya. 'Ya, Vitalia sebenarnya bermaksud ingin tahu apa yang Chandra inginkan darinya, sehingga sang Suami menggunakan topeng berwajah orang asing di hadapannya.'
Sepersekian menit telah berlalu, akhirnya Andreas kembali ke depan untuk menemui dokter Lia kembali. Ketika Chandra mendudukkan pantatnya Lia hanya menatap tajam Andreas dengan tangan bersedekap dada di atas meja.
Andreas yang merasa Dirinya hanya di tatap oleh dokter Lia pun lalu membuka suara dengan berkata, “Hey dokter Lia .., bisakah Anda tidak menatapku seperti itu .. ??, daripada Kau menatapku, lebih baik cepat habiskanlah makananmu, keburu dingin ... !!” ucap Andreas memerintah dokter Lia.
Sementara Lia hanya terdiam saja tak menuruti perintah dari Andreas yang kini mulai menyuapkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. “Vitalia, ingat Kau tidak boleh gegabah untuk membuka kedok Suamimu ..” batinnya berbicara dalam hati. Andreas yang melihat dokter Lia yang hanya terdiam menatapnya pun membuka suaranya dengan berkata, “Kenapa diam saja sih, dok .., ayo makan .. !!” titahnya pada dokter cantik tersebut. Seketika saja Lia membuyarkan lamunannya, dan berkata, “Eh ..., emm iyaa ..” jawabnya seadanya.
“Apa mau Saya suapi .. ??” tanya Andreas menawarkan diri untuk menyuapi Lia, sambil menyodorkan sesuap nasi ke arah mulut Lia. Sontak saja Lia menjadi salah tingkah lalu berkata, “Eh .., tidak .., Saya bisa sendiri ..!!” jawabnya ketus, lalu segera memakan makanannya dengan lahapnya. Sementara Andreas hanya tersenyum melihat tingkah laku Istrinya yang sangat menggemaskan baginya.
“Kau bahkan sangat menggemaskan Istriku .., Aku berjanji setelah ini Aku akan selalu membahagiakanmu, Istriku .. !!” batinnya sambil meneguk segelas air dan sedikit melirik ke arah dokter Lia yang sedang sibuk makan.
****
Sementara disisi lain ada seseorang yang sedang memata-matai keberadaan dokter Lia dan Andreas, Lia yang merasa ada seseorang telah memotretnya dari arah kejauhan pun menoleh ke belakang, dan segera bangun dari tempat duduknya, “Bukankah Dia Willy geng Kobra .. ??, untuk apa Dia memotret ku dan juga Chandra yang sedang menyamar .. ??, bukankah Chandra masih satu anggota dengannya .. ??” berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.
Sementara Andreas menatap heran dengan tingkah dokter Lia, lalu berkata, “Dokter Lia, bisakah Anda duduk kembali .. ??, tolong habiskan makananmu terlebih dahulu, barulah Kau ...” belum sampai Andreas menyelesaikan ucapannya Lia pun menyahutnya dengan berkata, “Maaf Tuan Andreas Aku ijin pergi sebentar, setelah ini Aku pasti akan kembali lagi .. !!” ucapnya, lalu segera berlalu meninggalkan Andreas dengan begitu saja, tanpa menunggu persetujuan dari
Andreas. Andreas yang merasa Lia sangatlah aneh pun hanya terdiam mengerutkan keningnya bingung.
“Aku harus cari tahu, sebenarnya apa yang terjadi ..” batinnya sambil berjalan menuju ke arah si pemotret tadi. Sementara si pemotret tadi, berpura-pura tidak melihat Vitalia yang kini datang menghampirinya. Sesampainya Vitalia di tempat si pemotret tadi, Lia mengedarkan pandangan ke segala arah, akan tetapi Lia tak menemukan orang tersebut.
“Ck .., sial ..., Aku kehilangan jejaknya .. !!” ucap Lia berdecak kesal karna kehilangan jejak si pemotret tadi. Ketika Ia membalikkan badannya,dan
Brughh ..
“Awwshh ..” keluh Lia kesakitan dengan memegang keningnya yang bertabrakan dengan dada bidang Andreas yang berbalutkan kemeja.
“Astaga ..., Tuan Andreas ..., mengagetkan Ku saja .. !!” ucapnya tak terima.
“Lagi pula untuk apa Kau mengikuti ku .. ??” sambung Lia bertanya dengan menatap Andreas yang berada tepat di depannya penuh selidik. Bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Lia, Andreas justru menariknya lagi untuk menuju ke meja makan yang sudah Mereka pesan tadi tanpa banyak bicara. Sementara Lia hanya melongo tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Andreas kepadanya.
“Andai Kau tidak menyamar, Aku pasti akan memaafkan mu, Mas .., tapi sayangnya Kau menemui ku dengan menggunakan wajah orang lain .., Aku jadi curiga jika Dirimu ada tujuan lain, maka lihatlah besok ..., tunggulah permainanku selanjutnya, Suamiku ..” batin Lia dengan terpaksa mengikuti langkah kaki Andreas.
****
Sementara di lain tempat, keluarga Hirata yang menerima kabar bahwa Amelia di culik oleh kawanan penculik pun segera memberi tahu keluarga Zhu. Tuan Hirata dan Nyonya Renita kini segera pergi ke kediaman keluarga Zhu untuk meminta bantuan, sesampainya di kediaman keluarga Zhu, Tuan Hirata beserta sang Istri sudah dipersilahkan masuk oleh salah satu art yang bekerja di keluarga Zhu untuk menuggu majikannya di ruang tamu.
Ketika Ia berada di ruang tamu, Mereka justru dikagetkan dengan sebuah foto yang terpampang nyata di ruang tamu, dengan memperlihatkan seorang wanita cantik yang menggunakan pakaian pengantin, bahkan Wanita itu sangat mirip dengan wajah Amelia Putrinya yang telah menikah dengan Putra dari keluarga Zhu yaitu Chandra Zhu.
Duarrr ..
Seperti disambar petir di siang hari, Tuan Hirata dan Nyonya Renita membelalakkan matanya terkejut melihat wanita yang ada di dalam bingkai foto tersebut.
__ADS_1
“Am .., Amelia ..,” ucap Tuan Hirata dan juga Nyonya Renata lirih dan saling pandang setelah melihat foto yang terpampang nyata di ruang tamu keluarga Zhu. Tuan Zhu dan Nyonya Dhea yang melihat kedatangan tamu Tuan Hirata beserta sang Istri pun tak kalah terkejutnya ketika melihat Mereka sedang memegang sebuah bingkai foto Putranya yang telah menikah dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan Putri dari Keluarga Hirata.
“Tuan Hirata ..” panggil Tuan Zhu. Seketika saja Tuan Hirata mengarahkan pandangan menatap seseorang memanggilnya dari arah belakang.
“Tuan Zhu .. ??, apa maksud foto ini .. ??, bukankah Kalian bilang jika Putra kalian menikah dengan seorang wanita berketurunan Indonesia, namun kenapa Kalian telah membohongi Kami, dan apakah benar yang dibilang Putri Kami Sherlyn .., jika Dirinya telah melihat Amelia sudah menikah dengan Chandra .. ??” berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Tuan Hirata pada Tuan Zhu.
“Tuan Zhu ..., tolong tenangkan Diri Anda terlebih dahulu, mari Kita bahas bersama ... !!” ucap Tuan Zhu berusaha menenangkan Tuan Hirata yang tersulut emosi.
“Tidak perlu berbasa-basi Tuan Zhu, kedatangan Kami kesini sebenarnya Kami ingin meminta bantuan pada Kalian, namun nyatanya Kalian justru sudah berbohong kepada Kami ... !!” balas Tuan Hirata dengan mode murkanya. Tuan Zhu yang merasa Dirinya tersudut pun tak terima begitu saja, Ia pun menjawabnya dengan berkata, “Untuk apa Kami berbohong pada Kalian .., tapi memang itu yang sebenarnya, dan yang Kalian lihat itu bukanlah Putri kalian, melainkan wanita yang mirip dengan wajah Putri kalian .., Wanita itu bernama Vitalia ... !!” seru Tuan Zhu yang mau tak mau menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
“Apa maksudmu Tuan Zhu .. ??” sambung Nyonya Renita bertanya pada Tuan Zhu. Tuan Zhu pun lalu menjawab nya dengan berkata, “Mungkin ini terdengar mustahil Nyonya Renita, namun fakta mengatakan jika Putrimu sangatlah mirip dengan Putri dari Keluarga Wijaya , orang terkaya nomer satu seAsia, yang juga merupakan pengusaha terkaya nomer satu di Dunia, dan Putrinya itu telah menikah dengan Chandra, bukan Amelia .. !!” terang Tuan Zhu pada kedua orang tuan Amelia Hirata. Sontak saja membuat kedua orang tua Amelia Hirata mendengar tak percaya dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Tuan Zhu, “Apaa ... ??, ba ... bagaimana mungkin Tuan Zhu ..” ucap Tuan Hirata beserta sang Istri secara bersamaan.
“Hmm, kalau Kalian tidak percaya hubungilah nomer Putri Kalian, Sedangkan Kami akan menghubungi menantu Kami ..,” ucapnya pada kedua orang tua Amelia. Kedua Amelia pun dengan begitu saja menyetujuinya.
“Baiklah ..” jawab Tuan Hirata.
Niat ingin menemui Keluarga Zhu untuk menanyakan keberadaan Putrinya pada Chandra, namun malah hal yang tak terduga terjadi. Tuan Hirata akhirnya menghubungi Putrinya dengan video call Putrinya, begitu juga dengan Nyonya Dhea yang akan menghubungi Menantunya Vitalia. Namun belum sampai Tuan Hirata menghubungi Putrinya, Amelia justru yang terlebih dulu menghubunginya melalui sebuah Video call, “Halo .., Dad ..” ucap Amelia membuka obrolan.
“Amelia ..., dimana saja Kau Nak, Daddy sama Mama mengkhawatirkanmu,” balas Tuan Hirata membalas ucapan Putrinya yang berada di seberang sana. Sementara Nyonya Renita pun lalu menyahut ponsel milik suaminya dengan tiba-tiba lalu berkata, “Amelia, Kau tidak apa-apa kan Nak .. ??” tanya Mama Renita pada Putri Tirinya. Amelia yang diseberang sana pun menjawabnya sambil tersenyum, “Tidak Ma, Dad .. Kalian lihat sendiri kan Amelia tidak kenapa-kenapa, lagi pula Amelia sekarang juga dengan teman-teman Amelia kok, jadi Kalian nggak perlu khawatir ..” ucapnya.
“Nggak perlu khawatir gimana, bahkan anak buah Daddy bilang jika Kau sedang diculik .. !!” sahut Tuan Hirata menjawab pernyataan dari Amelia. Amelia yang merasa Dirinya dikhawatirkan oleh kedua orangtuanya pun menjawabnya lagi dengan berkata, “Iya memang benar, Mbak Mirna dan teman-temannya datang menyelamatkanku, Dadd .., Mereka mendapat perintah dari atasan Destination Company untuk menyelamatkanku .. “ terang Amelia dengan polosnya.
“Emmh tapi Amelia tidak kenapa-kenapa kok .., Dadd .., Ma .., sekarang Amelia sedang ada di Vila deket pantai, jadi Mama sama Daddy tidak perlu khawatir .. !!” tandasnya menjelaskan pada kedua orangtuanya dengan tersenyum manis.
“Hmmm, syukurlah kalau begitu, hanya saja Daddy sama Mama minta sama Amel untuk datang ke kediaman Zhu sekarang juga ya, Nak .., Kami ingin membicarakan sesuatu denganmu .., setelah itu Kau boleh pergi dengan teman-temanmu lagi ... !!” pinta Tuan Hirata pada sang Putri. Seketika saja Amelia yang berada di seberang sana mengerutkan keningnya bingung dan berkata, “Apaaa .. ??, emm eh .., maksudnya ini Daddy sama Mama baru di rumah Chandra ya .. ??” tanya Amelia pada kedua orang tuanya untu memstikan kebenarannya, dan Nyonya Renita pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Iya Sayang ..., sekarang juga ke sini ya, jangan lama-lama, Kami menunggumu .., ada yang Kami ingin bicarakan denganmu .. !!” ucapnya memerintah Putri Tirinya agar segera menemuinya.
****
Sementara Amelia yang sedang berada di Vila milik Vitalia begitu kebingungan setelah menghubungi orang tuanya, “Ya Tuhan .., sebenarnya ada apa ini .. ??, mengapa Daddy sama Mama ada di rumah Chandra .. ??” gumamnya pelan sambil mondar mandir, masih terdengar di telinga Mirna, Melisha dan Frans.
Mirna yang mendengar ucapan Amelia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Apa Mel ... ??”
“Iya Mbak ..., Daddy sama Mama memintaku untuk datang ke kediaman Zhu, kira-kira ada apa ya, kok Daddy sama Mama ke sana .. ??”
“Yaa Tuhan ..., ini pasti terjadi sesuatu ...” ucap Mirna panik. Begitu dengan Amelia yang tak kalah paniknya, Ia pun seketika mempunyai ide untuk menghubungi seseorang, “Ah ya Mbak .., lebih baik Aku hubungi Vitalia saja, sebelum Aku pergi ke rumah Chandra ..” ucapnya.
“Kau benar Mel ..., Kau harus memberitahu Dia sebelum Kau pergi ke rumah Chandra ..” ucap Mirna menyetujui ide dari Amelia. Sedangkan Amelia tanpa menunggu lama, Ia segera menghubungi Vitalia. Namun ketika Ia menghubungi Vitalia, selalu saja gagal.
Tut ...
“Nomer yang anda tuju sedang sibuk, harap hubungi sesaat lagi ..” ucap seorang operator seluler.
“Aduuhh, gimana nih, Vitalia dihubungi nggak bisa ...” ucap Amelia gusar, namun ucapan Amelia justru membuat yang lain juga ikut cemas.
****
__ADS_1
Sementara Lia yang kini sedang dalam perjalanan pulang pun terkejut dengan panggilan telepon dari seseorang, yang tidak lain dan tidak bukan adalah nomer Ibu mertuanya. Mau tak mau Ia mengangkat teleponnya.
“Halo, Ma ..” ucap Vitalia membuka obrolannya sambil menyetir mobil miliknya. ‘Ya Vitalia sendiri memutuskan untuk pulang setelah dari restoran dengan Andreas (Chandra).’
“Nak ..., Kau dimana saja Nak ..., baru kali ini nomormu bisa dihubungi .. ??” tanya Mama Dhea pada Vitalia. Vitalia yang merasa dicemaskan oleh Mama Mertuanya pun lalu berkata,“Maafkan Aku Ma, Aku ..” ucap Vitalia terpotong karena dipotong oleh ucapan Mama Dhea.
“Sudahlah Nak ..., Mama tahu semua yang Kau rasakan saat ini, Mama mendukungmu jika Kau memang menghukum Chandra biar jera .. !!”ucap Nyonya Dhea pada sang Menantu. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Terimakasih, Ma .., sudah mengerti perasaanku, maafkan Aku jika Aku tak memberi kabar sama Mama dan juga Papa .., karena Aku masih takut kejadian itu terulang lagi dan Aku tidak mau melakukannya lagi kalau bukan atas dasar cinta, Ma ..., apalagi Mama tahu sendiri, Mas Chandra hanya ingin balas dendam padaku saja,” balas Vitalia pada Mama Dhea yang merupakan Ibu mertuanya.
“Hmm .., Iya sayang sama-sama ..., mengenai itu, Kau tidak perlu khawatir, Mama, Papa dan juga Sisi akan selalu mendukungmu .., karena Kau lah yang hanya bisa merubah sikap Chandra, Nak .., Kami sangat mengharapkan itu ...” jawab Mama Dhea.
“Hmm iya Ma .., Mama tenang saja ya ..” balasnya sambil tersenyum manis ke arah Mama Mertuanya dan menepikan mobilnya.
“Lalu ada apa Mama menghubungiku .. malam malam begini .. ??” sambungnya bertanya pada Mertuanya heran mengapa Mertuanya menghubunginya malam malam. Nyonya Dhea pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Nak .., Mama mau menyampaikan sesuatu, kebetulan keluarga Hirata datang kemari dan tak sengaja Mereka melihat foto pernikahanmu dengan Chandra .., Mereka mengira bahwa yang ada di dalam foto itu adalah Amelia, Nak ... !!” ucapnya.
Sontak saja membuat Vitalia membulatkan matanya terkejut, mendengar penjelasan Mama Mertuanya. “Apaaa ... ??” ucap Vitalia dengan keterkejutannya. Nyonya Dhea pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Mereka ingin tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi, Nak ..” ucapnya menjelaskan. Sedangkan Vitalia kini tampak gusar, Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Ya tapi kan masalahnya Vitalia ada di luar negeri, Ma .. !!” tandasnya.
“Begini saja, katakan sama Mama, Kau berada di negara mana, biarkan Tuan Hirata beserta sang Istri untuk menemui mu di sana ..” ucap Mama Dhea memberi saran pada Menantunya. Vitalia yang diberi saran oleh Mama Mertuanya pun mencoba menolak sarannya.
“Eh tapi Ma ...,” ucapnya terhenti seketika karena dipotong oleh ucapan Nyonya Dhea, “Tidak ada tapi tapian Vitalia, lebih baik Kau jujur saja pada Mereka ... !!” titahnya.
“Huuftt .., baik Ma .., kalau begitu nanti Vitalia kirimkan alamatnya, tapi Mama harus janji, jangan beri tahu Mas Chandra jika Mama masih berhubungan dengan Ku ..” balas Vitalia dengan terpaksa mengiyakan perkataan dari Mama Mertuanya. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa lagi selain pasrah.
“Ok .., Kau tenang saja, Nak .., Mama janji tidak akan memberi tahu Chandra ..,” ucapnya. Seketika saja sambungan telepon pun terputus begitu saja, karena ponsel Vitalia mendadak kehilangan sinyal.
*******
Hmmm bikin gregetan nggak sih ... ??, lalu bagaimanakah cerita selanjutnya .. ??
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan juga Komen ya ... Terimakasih ... ^-^
Oh ya jangan lupa mampir ke Novel teman Author yang satu ini, dijamin nggak kalah seru ...
TERJERAT RANJANG SI KEMBAR
(Weny Hida)
'Aku bukanlah wanita baik seperti yang kau pikirkan, karena wanita yang ada di hadapanmu saat ini adalah wanita yang pernah tidur dengan suamimu, bahkan mengandung darah daging suamimu Caitlyn,' gumam Amber.
Jefferson Hugo telah melakukan sebuah kesalahan satu malam dengan seorang wanita yang dia pikir adalah istrinya, dan akibat dari kesalahan tersebut, Amber mengandung darah daging Jeff.
Caitlyn Wicliff, seorang model dan merupakan istri dari Jeff yang sedang dihadapkan masalah besar karena kesalahan tanda tangan kontrak, akhirnya meminta Amber menjadi surrogate mother bagi mereka, padahal saat itu Amber sedang mengandung darah daging suaminya. Perlahan, rahasia masa lalu Amber dan Caitlyn terungkap, benarkah mereka saudara kembar yang telah lama terpisah?
__ADS_1