Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 143


__ADS_3

Aku Bukanlah Anak Kandung Daddy!


Setelah sempat terjadi sebuah perdebatan, Vitalia akhirnya diantar oleh dua anggota geng Tengkorak untuk bertemu dengan Sherlyn. Sesampainya di tahanan bawah tanah, Vitalia pun mengedarkan pandangan ke seluruh arah namun ia tak melihat keberadaan Sherlyn. Ia justru melihat Hans yang sedang di kurung di sana.


"Hans, dia .." ucapan Vitalia terhenti seketika karena ia terkejut melihat Hans yang sedang tertidur di dalam sel tahanan, Dinda menyahutnya dengan berkata, "Vitalia, Hans sengaja di kurung di sini karena.." belum sampai Dinda menyelesaikan ucapannya Vitalia menyahutnya.


"Kau tak perlu menjelaskan Dinda, karena Aku tau kesalahan yang telah ia buat! Biarkan Dia menanggung akibatnya!" seru Vitalia datar.


"Lalu dimana Arnold dan Matsugi?" tanya Vitalia pada Risma dan Dinda.


"Dia berada di tahanan lain, Vit! Mereka telah disiksa habis-habisan oleh ketua kami..." jawab Risma menjelaskan.


"Exsel?" tanya Vitalia memastikan.


"Ya, dia kebetulan ada di sini, apa perlu Aku panggilkan?"


"Tidak perlu Ris, karena Aku ke sini hanya ingin bertemu dengan Sherlyn," ucap Vitalia. Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba saja Hans yang di dalam tahanan pun mulai terusik dengan kehadiran seseorang. Seketika ia mendongakkan kepalanya menatap wanita yang memakai jas dokter dengan dua orang wanita.


"Wanita tak tau diri! Untuk apa kau kemari?" ucap Hans. Sontak saja Vitalia yang mendengar suara tersebut menoleh ke arah sumber suara dan menyahutnya dengan berkata, "Bukan urusanmu! Urusi saja urusanmu, sekarang kau tanggung sendiri akibatnya, karena kau sudah berani melawanku!" balas Vitalia ketus.


"Risma.., Dinda.. antarkan Aku ke tempat Sherlyn, Aku benar-benar muak melihatnya!" ucap Vitalia tanpa menghiraukan Hans yang menatapnya dari dalam sel tahanan. Sementara Hans yang berada di dalam sel tahanan pun mengepalkan tangannya melihat kepergian Vitalia.


...****************...


Sesampainya di depan ruangan tempat Sherlyn di kurung. Risma pun segera membuka gembok pintunya.


Cekleekk...


Pintu kamar tersebut pun terbuka. Seketika itu pula Sherlyn mengarahkan pandangan menatap ke arah pintu. Dilihatnya ternyata dua wanita yang sangat menyebalkan bagi Sherlyn.


"Untuk apa kalian kemari? bukankah ini mau kalian jika Aku di sini?


"Diamlah! Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," balas Dinda ketus. Sementara Sherlyn yang mendengarkan penjelasan dari Dinda pun mengerutkan keningnya bingung.


"Siapa?" tanya Sherlyn.


"Vitalia ..." jawab Vitalia yang muncu di balik pintu.


"Vitalia.., kau..."


"Ya ini Aku..." jawab Vitalia.


Seketika saja Sherlyn pun mengingat sesuatu, "Mama..., Mama mana Vita, mama mana? kenapa kau begitu tega mengorbankan nyawa Mama hanya demi dirimu Vitalia, kenapa..., dasar perempuan tak tau diri..." ucap Sherlyn tersulut emosi melihat Vitalia.


"Jadi kau sudah mengetahui jika Mama..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Sherlyn menyahutnya dengan berkata, "Aku tau karena Aku menguping pembicaraan mereka.., kau jahat Vita, kau benar-benar jahatt... hiks.. hiks .." ucap Sherlyn sambil mengguncang tubuh Vitalia. Vitalia yang melihat Sherlyn berantakan pun tak tinggal diam. Ia pun lalu berteriak.


"Cukup Sherlyn! dengarkan penjelasanku!" bentak Vitalia pada Sherlyn. Seketika itu pula Sherlyn menjatuhkan dirinya ke lantai dengan menangis sesenggukan tepat di bawah Vitalia

__ADS_1


"Dinda, Risma..., kalian keluarlah!" titah Vitalia pada kedua anggota geng Tengkorak wanita tersebut.


"Tapi Vit, Dia..." jawab Risma terhenti karena dipotong oleh Vitalia.


"Sudah jangan mengkhawatirkan Aku, percayalah padaku semua akan baik-baik saja.., karena Aku ingin berbicara empat mata dengannya..."


"Hmm baiklah, kami akan menunggumu di luar..." balas Risma. Lalu mereka berdua pun berjalan keluar ruangan tersebut.


...🥰****************🥰...


Setelah Risma dan Dinda pergi kini di ruangan tersebut, kini tinggallah Vitalia dan Sherlyn. Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Berdirilah Sher!" titah Vitalia pada Sherlyn sambil membangunkan Sherlyn yang berada di lantai.


"Vitalia, kenapa kau begitu tega Vitalia... hiks.. hiks.." ucap Sherlyn dengan menangis sesenggukan sambil mengguncang tubuh Vitalia kembali.


"Sudah Sher, ku mohon tenanglah!" ucap Vitalia sambil memeluk Sherlyn.


"Hiks ... hiks.., kenapa semua terjadi padaku Vitalia, kenapa orang-orang membenciku! Bahkan Aku takut bertemu dengan Mama dan Daddy..." ucap Sherlyn sambil menangis sesenggukan berada di pelukan Vitalia.


"Ssssttt, sudah tenangkan dirimu Sherlyn, maafkan Aku jika selama ini Aku sudah membuatmu menderita..." ucap Vitalia merenggangkan pelukannya. Sherlyn pun diam dengan menangis tertahan, sementara Vitalia lalu menarik Sherlyn untuk mengajaknya duduk di atas sofa.


"Vitalia jangan meminta maaf kepadaku, ini semua murni kesalahanku, hiks...hikss... maafkan Aku Vit, Aku telah berbuat banyak kesalahan kepadamu," ucap Sherlyn dengan nada penuh rasa penyesalan sambil menggenggam erat tangan Vitalia.


"Aku sudah memaafkanmu Sherlyn..." sahut Vitalia sambil membalas genggaman erat Sherlyn.


"Kau benar-benar berhati malaikat Vit, Aku bahkan tak menyangka jika Kau akan memaafkanku semudah ini.." ucap Sherlyn terkagum-kagum dengan sikapmu Vitalia yang terlalu baik kepadanya.


"Terima kasih Vitalia, hiks... hiks..., Aku begitu terharu..." ucap Sherlyn kembali memeluk Vitalia sambil menangis haru.


"Sudah jangan berterima kasih kepadaku, berterima kasih lah pada Mama, karena Mama sudah membuat kita berdamai," ucap Vitalia. 'Ya, Vitalia sendiri sebenarnya tak menyangka jika ternyata sangat mudah merubah sikap Sherlyn, ia juga harus berterima kasih juga pada Suami dan kedua rekannya anggota geng Tengkorak wanita karena dengan memberikan hukuman pada Sherlyn dengan menjadikannya sebagai seorang pelayan, Sherlyn bisa berubah.'


"Kalau begitu sekarang bersiaplah, kita akan ke rumah sakit sekarang juga!" titah Vitalia pada Sherlyn.


Mendengar pernyataan Vitalia, Sherlyn pun mengerutkan keningnya bingung dan bertanya, "Ke rumah sakit??"


"Iya ke rumah sakit, katanya ingin bertemu dengan Mama?" tanya Vitalia memastikan.


"Iya sih Vit, tapi kenapa harus ke rumah sakit? Mama tidak kenapa-kenapa kan?" jawab Sherlyn dengan berbalik tanya.


"Tidak Sher, kau tenang saja, selama Aku ada di sini, Mama akan baik-baik saja..." balas Vitalia sambil tersenyum manis ke arah Sherlyn.


"Vitalia terima kasih, kau begitu sangat berharga bagi kami, maafkan Aku jika Aku dan Mama sudah berbuat salah kepadamu!"


"Sherlyn, apa maksudmu? Jangan pernah berkata seperti itu kepadaku Sherlyn!"


"Tapi Kak Aku..." ucapan Sherlyn terhenti seketika karena tanpa sadar memanggil Vitalia dengan sebutan Kakak.


"Emmmh, bolehkah Aku memanggilmu dengan sebutan Kakak?" sambung Sherlyn bertanya kepada Vitalia untuk meminta izin.

__ADS_1


"Boleh banget Sher, justru Aku akan merasa senang jika kau menganggapku sebagai kakakmu," balas Vitalia tersenyum senang menanggapinya.


"Karena memang Kakak adalah Kakak Tiriku..." jawab Sherlyn seadanya. Namun justru Vitalia pun malah membalasnya dengan menggeleng lalu berkata, "Apa maksudmu Sher? Aku bukan Kakak Tirimu, tapi Aku adalah Kakak angkatmu," ucap Vitalia berusaha membenarkan perkataan Sherlyn.


"Tapi Kak, Aku ingin memberitahu rahasia padamu..."


"Rahasia? apa maksudmu Sherlyn?"


"Aku akan mengatakannya, tapi Kakak harus berjanji padaku jika Aku mengatakannya Kakak tidak akan marah kepadaku dan juga Mama," jawan Sherlyn dengan melontarkan sebuah persyaratan kepada Vitalia.


"Iya Kakak janji tidak akan marah kepadamu dan Rahasia tentang identitas Kakak yang sebenarnya..." ucap Vitalia setuju dengan persyaratan yang diajukan oleh Sherlyn padanya.


"Kak sebenarnya Aku..." ucap Sherlyn terhenti karena sebenarnya Ia sendiri masih ragu untuk mengatakan kebenarannya.


"Katakan dengan jelas Sherlyn!"


"Kak ku mohon jangan musuhi Mama setelah Aku mengatakan kebenaran padamu!" pinta Sherlyn.


"Iya Sher, kau tenang saja Aku berjanji tidak akan marah dengan Mama..." balas Vitalia dengan perkataan lembut.


"Kak, sebenarnya kau adalah anak kandung dari Daddy.. dan Mama menyuruh orang untuk membuangmu ke tempat sampah, dan orang itu adalah Matsugi dan juga Arnold yang waktu itu masih remaja,"


Duaaarrrr...


Bagai petir menyambar di sing hari, betapa hancurnya hati Vitalia mendengar ucapan dari Sherlyn yang mengatakan bahwa Dirinya adalah anak kandung dari Tuan Hirata.


"Itu tidak mungkin Sherlyn!"


"Tapi itulah kenyataannya Kak, maafkan Mama ya kak, Mama telah berbuat jahat, dan disitu Aku juga sudah mengetahuinya tapi tak memberitahumu .."


"Tidak Sherlyn, kau bohong! Mama tidak mungkin membuangku, dan satu lagi Aku bukanlah Anak kandung Daddy tapi Aku adalah Putri dari keluarga Wijaya. Ingat itu Sherlyn!"


"Tapi Kak..."


"Cukup Sherlyn! Aku tak ingin berdebat lagi denganmu! Sekarang bersiaplah! Aku akan menunggumu di depan!" titah Vitalia pada Sherlyn dengan nada meninggi. Sherlyn yang ketakutan melihat amarah dari Vitalia pun lalu menjawabnya dengan bergetar ketakutan.


"Bbb.... Baik Kak..."


Bersambung...


...****************...


...----------------...


^^^Bagaimanakah kisah selanjutnya?? Simak terus yaaa....^^^


^^^Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan juga Komennya Yaaa... biar Author tambah semangat upnya...^^^

__ADS_1


__ADS_2