
Pergi Diam-Diam
Tak di sadari oleh Vitalia ponsel miliknya pun terjatuh ke lantai dengan begitu saja, ototnya pun mulai melemas setelah mendengar penuturan dari Mommy Gabby Herawati. Sementara Chandra yang melihat sang istri hanya diam mematung di tempat dengan mengeluarkan air matanya yang menetes pun lalu segera menghampiri sang istri untuk merengkuh tubuh sang istri.
Greepp ....
“Honey ..., sudah jangan menangis, aku tau perasaanmu saat ini,” ucap Chandra sambil memeluk sang istri.
“Bee, aku sudah berbohong sama mereka, aku belum sanggup mengatakan yang sebenarnya pada mereka jika aku ini adalah orang lain, bukan Amelia .. hiks ... hiks ...” ucap Vitalia menangis sesenggukan dalam pelukan sang Suami.
“Ssssttt ..., sudah Honey tidak apa-apa, nanti kita bisa berterus terang sama mereka jika kita sudah pulang ke Jepang,” balas Chandra berusaha menenangkan hati sang istri.
“Tapi Bee, jika aku mengakui pada mereka, itu berarti aku sudah tidak akan bertemu dengan mereka! Hiks ... hiks ...” jawab Vitalia masih menangis sesenggukan di dalam pelukan sang Suami.
“Sssstt ..., sudah Honey ... tenanglah!!” lagi-lagi Chandra berusaha menenangkan sang istri dengan mengeratkan pelukannya. Mendengar penuturan dari sang suami, Vitalia pun terdiam seketika. “Yaa Tuhan ..., kenapa aku takut kehilangan mereka? Lalu bagaimana jika aku benar putri dari keluarga hirata?” batin Vitalia di dalam pelukan sang suami.
****
Sementara di lain tempat, Hans sedang berusaha melarikan diri dari markas kebesaran geng Tengkorak yang ada di Australia. Akan tetapi niatnya untuk kabur berhasil digagalkan oleh para anggota geng Tengkorak dengan beradu kekuatan.
“Mau kemana kau! Berani-beraninya kabur dari sini!” seru salah satu anggota geng Tengkorak yang sedang berjaga di ruang tengah. Dan pada akhirnya baku hantam pun terjadi.
Bukk ... Bukk ...
Buk ... Sreeghh .... Bukk ... Bukk ...” Mereka pun saling beradu kekuatan dengan melontarkan berbagai pukulan dan tendangan secara bergantian.
Namun pada saat Hans sedang berkelahi dengan para anggota geng Tengkorak. Ada seseorang yang datang memanggil nama Hans.
“Hans ..., stop!” teriak seseorang yang baru saja datang dari gerbang markas geng Tengkorak. ‘Ya, seseorang itu adalah Tuan Feng, yang tak lain adalah Kakek dari Vitalia.’
Seketika itu pula Hans pun lalu menoleh ke arah sumber suara, betapa terkejutnya Hans melihat kedatangan Tuan Feng di markas geng Tengkorak yang berada di Australia.
__ADS_1
“Kau ..., kakek tua!” seru Hans dengan mengepalkan tangannya geram sambil membelalakkan matanya terkejut.
“Ya ... ini aku! Sebenarnya apa maumu, hingga kau malah berbalik melawan Vitalia?” tanya Tuan Feng baik-baik. Namun pertanyaannya justru ditanggapi tidak baik oleh Hans. “Memang sudah seharusnya aku seperti ini sejak dulu tua bangka ...” balasnya sambil tersenyum sinis menatap Tuan Feng.
“Jika kau bertanya apa mauku, yang pasti karena Vitalia tak mau menjadi kekasihku dan malah menikah dengan si ke-pa-rat Chandra .., dia sudah berani mengkhianatiku! Akan ku pastikan jika Vitalia kembali ke Indonesia, dia tak akan pernah mendapatkan restu dari kedua orangtuanya termasuk dengan Aditya kakaknya!”
“Dan satu lagi, Aku akan mengatakan pada mereka jika Vitalia telah mengkhianati keluarganya dengan berpaling dengan keluarga lain hingga dirinya tak mau ke Indonesia,” sambung Hans dengan tersenyum menyeringai.
Mendengar penuturan dari Hans Tuan Feng pun mengepalkan tangannya geram, dan ...
Buuukkk ...
Tendangan maut dilayangkan Tuan Feng mengarah ke arah perut Hans. Seketika itu pula Hans pun tersungkur ke lantai dengan merengek kesakitan.
“Arrrhhhh ...” rengeknya sambil memegangi perutnya. Dan tak disangka Hans pun mengeluarkan darah segar yang cukup banyak melalui mulut.
“Brengsek kau tua bangka!” umpat Hans marah karena Tuan Feng menyerangnya dengan tiba-tiba. Sementara Tuan Feng yang mendengar umpatan dari Hans pun hanya tersenyum penuh kemenangan menatap Hans. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Cepat bawa dia ke dalam sel bawah tanah! Jangan biarkan dia lolos lagi!” titahnya pada para anggota geng Tengkorak.
“Baik Tuan ...” balas semua geng Tengkorak yang berada di situ. Hans pun lalu diseret untuk masuk ke dalam tahanan bawah tanah kembali.
****
Sementara di rumah kontrakan Vitalia kini tampak Amelia dan juga Sherlyn tampak sedang disibukkan dengan kegiatannya di pagi hari di dapur. Sedangkan di kamar Vitalia kini tampak seorang pria tampan masih terlelap dalam tidurnya. ‘Ya, Chandra memutuskan untuk tidur di rumah kontrakan milik istrinya, dan rencananya dalam waktu dekat mereka akan pulang ke jepang.’
“Bee ..., maafkan aku! Aku harus pergi meninggalkanmu hari ini juga ..., karena aku ingin mengungkap identitasku di depan keluargaku bahwa aku masih hidup ..., dan aku ingin mencari tahu keberadaan kakak dari Amelia,” batin Vitalia sambil membelai rambut pendek sang suami. Ia pun lalu menulis sepucuk surat untuk sang suami. Setelah selesai menulis, Vitalia pun meletakkan sepucuk surat itu di atas nakas lalu mencium kening sang suami dengan penuh kasih sayang. Tanpa mengulur waktu laghi Vitalia pun akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa memberitahu yang lain.
Sementara Chandra, ia tak menyadari bahwa sang istri kini sudah tak ada di sampingnya. Dan setelah semenit berlalu Chandra yang berniat menggerayangi tubuh sang istri yang bersebelahan dengannya pun mendadak terkejut karena ia baru menyadari jika sang istri tidak berada di sebelahnya.
“Honey ...” ucap Chandra sambil menggerayangi tempat tidur sang istri. Merasa sang istri tak ada di sebelahnya, Chandra pun lalu membuka matanya. Dan ternyata benar, bahwa sang istri kini benar-benar tak ada di sampingnya.
“Honey ...” ucap Chandra terbangun dari tidurnya dengan mengedarkan pandangan ke segala arah mencari sosok istrinya. Namun ia tak melihat sang istri berada di kamar tersebut. Setelah mengetahui sang istri tak ada di kamar, ia pun segera turun dari ranjang lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Dan saat ia ke kamar mandi ia juga tak menemukan keberadaan sang istri.
__ADS_1
Dengan cepat Chandra pun lalu memakai pakaiannya dan segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar Vitalia. Akan tetapi saat dirinya mau melangkahkan kakinya keluar, tiba-tiba saja ia melihat sesuatu yang berada di atas nakas.
“Tumben sekali ada surat di sini,” ucap Chandra pelan sambil membolak-balikkan surat tesebut, lalu membukanya.
‘Teruntuk Suamiku, maafkan aku jika aku ada salah denganmu, maafkan aku jika aku akan pergi ke Indonesia tanpa memberitahumu dan secara diam-diam, maafkan aku Bee, aku akan kembali setelah aku mengungkapkan kebenaran pada keluargaku jika diriku masih hidup, sampaikan salamku untuk semuanya, Bee ..!! Salam cinta dari Istrimu Vitalia.' Begitulah kira-kira pesan yang di sampaikan Vitalia pada sang Suami.
Chandra yang membaca pesan dari sang istri pun tersentak kaget, dan ia pun lalu melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti menuju ke lantai bawah. Saat sampai di lantai bawah, seketika itu pula Chandra berteriak memanggil semua orang yang ada di kontrakan Vitalia.
“Honey ... !!” teriak Chandra memastikan sambil menuruni tangga. Namun bukannya VItalia yang muncul, tapi malah Amelia dan Sherlyn yang muncul dari dapur.
“Chandra, kenapa sih teriak-teriak berisik tau nggak!” protes Amelia sambil memutar bola matanya malas.
“Tapi Mel, aku ingin menyampaikan kepada kalian jika Vitalia telah memberi surat kepadaku, ia berkata bahwa istriku pergi ke Indonesia secara diam-diam tanpa sepengetahuanku.” ucap Chandra.
“Dan ini lihatlah, pesan dari Vitalia!” sambung Chandra sambil menunjukkan sepucuk surat itu pada Amelia. Dengan senang hati Amelia pun segera menerimanya lalu membacanya.
Betapa terlkejutnya Amelia dan Sherlyn yang membaca surat tersebut.
“Apaaaa??” ucapnya dengan nada keterkejutannya.
"Chandra ..., kenapa kau tak melarangnya pergi? tanya Amelia beralih menatap Chandra.
"Bukan begitu tapi, aku benar-benar tak tau jika Istriku terbang ke Indonesia di pagi-pagi buta!" seru Chandra menjelaskan pada Amelia.
"Siapa yang ke Indonesia?" sahut seseorang itu bertanya. Sontak saja semua pandangan mengarah ke arah seseorang tersebut.
Bersambung .....
*****
Tahan dulu bestie .... Mohon maaf jika Author telat upnya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan Vote, LIke dan Komen Yak ....
Terima kasih ....