
Perdebatan Vitalia dan Amelia
Setelah pertemuan tersebut Mereka pun mengobrol dengan santai, dan pada saat Mereka sedang asyik mengobrol, Vitalia dan juga teman sejawatnya yaitu Bella hanya mendengarkan obrolan Mereka, bahkan Vitalia dan Bella hanya saling tatap seperti memberi isyarat agar tetap diam menyimak, dan pada akhirnya Vitalia memutuskan ingin berbicara sesuatu pada kedua orangtua Amelia dan juga Amelia. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang, Ia ingin menanyakan hal tentang Dirinya yang tak dimarahi oleh kedua orangtua Amelia, namun justru malah mendapatkan perlakuan baik terhadap Mereka ketika mengetahui kebenaran antara Dirinya dan Amelia.
“Ehemm ..., bolehkah Aku berbicara sebentar pada Kalian??, Aku ingin menanyakan sesuatu yang membuatku heran ..” ucap Vitalia menyela pembicaraan Mereka yangs sedang asyik sedang mengobrol. Seketika saja semua orang mengarahkan pandangan menatap ke arah Vitalia, lalu Tuan Hirata pun menjawabnya dengan berkata, “katakan saja, Nak .., Kami bersedia mendengarkan mu,” jawab Tuan Hirata mempersilahkan Vitalia untuk berbicara.
“Hmm, Dadd, Ma .., maaf sebelumnya, jika boleh Vitalia bertanya, mengapa Kalian justru tak marah sama sekali padaku ketika Daddy sama Mama mengetahui tentang Diriku dan Amelia .. ??” tanya Vitalia dengan tatapan herannya menatap Tuan Hirata. Namun bukannya menjawab pertanyaan dari Vitalia justru Tuan Hirata dan juga Nyonya Renita hanya tersenyum dan saling pandang, yang pada akhirnya Nyonya Renita pun membuka suaranya dengan berkata, “Cuma itu saja, Nak yang ingin Kau tanyakan .. ??” tanya Nyonya Renita pada Vitalia memastikan. Vitalia pun lalu mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan dari Nyonya Renita.
Tuan Hirata pun lalu menyambungnya dengan berkata, “Oh .., Ku kira apa .., sebetulnya Kami berdua sudah diberi penjelasan pada Putri Kami Amelia, Nak .., bukan hanya Amelia saja yang menjelaskan namun dokter Mirna dan dokter Melisha ikut menjelaskan tentang Kalian secara detail.”
“Benar Nak ..., Mereka lah yang sudah menjelaskan pada Kami .., tadinya Mereka ingin Kau semua yang menjelaskannya, tapi karena Kami penasaran, jadi Kami mendesak Mereka untuk menjelaskannya kepada Kami, dan setelah mendengar pembicaraan Mereka, Kami benar-benar merasa bersalah dalam hal ini, Kami salah menilai bahwa Kau adalah Putri Kami Amelia .., karena waktu itu bertepatan dengan Amelia yang pergi dari rumah entah kemana, dan ternyata Kau telah menemukan Putri Kami, dan Kami rasa Kau layak mendapatkan penghargaan dari Kami, ucap Nyonya Renita menimpalinya dengan perkataan panjang lebar.
“Yang dikatakan Istriku benar adanya, Nak .., Kau memang pantas mendapatkan penghargaan dari Kami, dan Kau ..” belum sampai Tuan Hirata menyelesaikan ucapannya, Vitalia pun menjawabnya dengan berkata, “Sudahlah Dadd .., Ma .., Kalian jangan berteri makasih kepadaku, Kalian justru berterimakasihlah kepada Tuhan, karena Tuhan yang mempertemukan Kami,” ucapnya.
“Dan satu lagi, Daddy sama Mama tidak perlu merasa bersalah, karena semuanya juga sudah terjadi, dan sudah berlalu, jadi Kalian jangan khawatir mengenai hal itu ..” sambung Vitalia sambil tersenyum ramah menatap ke arah Mama Renita.
“Terimakasih, Nak ..., Kau benar-benar berhati Malaikat ..” ucap Tuan Hirata berterimakasih pada Vitalia. Vitalia pun lalu berdiri menghampiri Tuan Hirata yang sekarang Ia anggap sebagai Ayah angkatnya sekarang.
Sesampainya di depan Tuan Hirata yang sedang duduk, Vitalia pun lalu berjongkok dihadapan Tuan Hirata yang sedang duduk bersebelahan dengan sang Istri. Seketika saja semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Vitalia, termasuk kedua orangtua Amelia juga ikut terperangah melihatnya, Vitalia pun lalu berkata, “Dadd ..., Ku mohon jangan menyanjungku berlebihan seperti itu .., hanya saja Aku hanya ingin Kalian tetap menganggap ku sebagai Putri Kalian,entah mengapa hatiku berat sekali meninggalkan Kalian ketika Aku tahu bahwa Diriku bukanlah Amelia, namun Aku adalah orang lain ..” ucapnya sambil menunduk menahan tetesan mata yang hampir saja jatuh membasahi pipi.
Sontak saja ucapan dari Vitalia membuat Tuan Hirata beserta Istri keduanya menangis meneteskan air matanya. Tuan Hirata pun lalu berkata, “Tataplah ke arah Kami, Nak ...” pintanya. Seketika saja Vitalia mendongakkan kepalanya menatap ke arah Tuan Hirata dan Nyonya Renita secara bergantian.
“Bukannya tadi sudah Kami katakan padamu, Nak .., anggaplah Kami seperti orangtuamu sendiri ..” ucap Tuan Hirata dengan tersenyum semanis mungkin dihadapan Vitalia, entah apa yang kini merasuki Dirinya, sampai sampai Ia menatapnya seperti menatap dan menasehati Putrinya sendiri.
Greeppp ...
Seketika saja ucapan dari Tuan Hirata membuat Vitalia reflek memeluknya dengan badan yang membungkuk. Dan pelukan tersebut disambut dengan hangat oleh Tuan Hirata. Sementara semua orang yang berada di ruangan tersebut menatapnya penuh haru.
“Maafkan Aku Dadd, Ak .. Aku ... benar-benar tak percaya jika Kalian sudah menganggap ku sebagai Putrimu .. hiks .., hiks .., hiks ..” ucap Vitalia sambil menangis sesenggukan di dalam pelukan Tuan Hirata. Tuan Hirata pun lalu membalasnya dengan berkata, “Sudah jangan menangis lagi, justru Daddy lah yang harusnya berterimakasih padamu, karena Kau telah membuat Istri keduaku menjadi Istri dan Ibu yang lebih,” ucapnya. “Itu sudah tugasku, Dad ..., Aku tahu bahwa sebenarnya Mama Renita itu baik, hanya saja mama mudah terhasut oleh omongan orang yang justru merugikannya,” ucap Vitalia lalu menatap Nyonya Renita. Nyonya Renita yang merasa ditatap oleh Vitalia pun hanya menundukkan kepalanya, lalu berkata, “Nak ..., maafkan Aku, terimakasih Kau telah merubah sikap Mama yang jahat pada Amelia.” ucapnya sambil meneteskan air matanya.
“Sudah Ma, jangan berkata seperti itu .., yang lalu biarlah berlalu, Ma ..., hanya saja ada satu hal yang ingin Ku tanyakan pada Kalian, tapi ini mungkin belum waktunya Aku menanyakan hal itu, pada Kalian ..” balas Vitalia.
“Apa itu Vit .. ??, katakan pada Kami .. !!” pinta Amelia pada Vitalia dengan menimpali pembicaraan. Vitalia pun lalu mengarahkan pandangan menatap Amelia lalu berkata, “Kau yakin ingin tahu, Mel .. ??, jika Kau yakin ingin tahu, baiklah Aku akan mengatakannya sekarang.” ucapnya.
“Hmm ya .., kalau begitu katakanlah .. !!” balas Amelia sambil berdiri dari tempat duduknya sambil bersedekap dada, mempersilahkan Vitalia untuk berbicara.
“Amelia, ini tentang Mommy .. !!” serunya. Seketika saja Amelia, beserta kedua orangtuanya membelalakkan matanya terkejut.
__ADS_1
“Mommy .. ??” ucap Amelia dan kedua orangtuanya secara bersamaan. Bahkan tanpa ada rasa ragu Vitalia membalasnya dengan berkata, “Ya ini tentang Mommy, Aku tahu semuanya, dan Aku mengetahuinya waktu Aku masih berada diposisi mu, dan belum menemukanmu .. !!” jelas Vitalia menjelaskan.
“Apa .. ?!” ucap Amelia dengan nada keterkejutannya.
“Jadi waktu itu Aku bertemu dengan Mommy di markas geng Kalajengking yang ada di Indonesia yang kebetulan saat itu di pimpin oleh Kakak ku untuk menggantikan posisiku, dan perlu Kau tahu apa yang telah Putri Mereka perbuat pada Sahabatku sekaligus Kakak Ipar ku yang berada di Indonesia, Dia telah berani mengusik rumah tangga Kakak ku ...” sambung Vitalia berusaha menjelaskan kepada Amelia. Namun Amelia hanya mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dimaksud oleh Vitalia. Sebelum Ia membalas pernyataan dari Vitalia, Tuan Hirata pun memotongnya dengan berkata, “Maksudmu Putri Tiri dari Istri pertamaku ??” tanyanya memastikan.
“Hmmm, Daddy benar ..” jawab Vitalia dingin sambil berdiri dengan bersandar di dinding sambil bersedekap dada.
“Ternyata kelakuan Mereka masih sama saja, sampai sekarang .. !!” seru Nyonya Renita menyambung pembicaraan. Amelia pun lalu menoleh ke arah Nyonya Renita dan berkata, “Mama salah, Ma .., Mereka justru sekarang sudah berubah berkat Vitalia juga, dan perlu Mama sama Daddy tahu, setelah Aku dan Vitalia bertemu, Vitalia memintaku agar menjaga Mama, Daddy dan Mommy, bahkan Vitalia juga memintaku ketika ingin menemui Mommy jangan sampai ketahuan sama Mama, karena Vitalia takut jika Mama sakit hati melihatnya.” ucap Amelia menimpali. Seketika saja Vitalia membelalakkan matanya terkejut mendengar pernyataan dari Amelia.
“Amelia ..., apa yang Kau katakan ... ?!” ucap Vitalia dengan nada meninggi sambil memelototkan matanya ke arah Amelia.
“Sudahlah, Nak ..., Kau tidak perlu khawatir, Kau tahu apa yang Kau lakukan itu baik untukmu dan baik juga untuk Kami, meskipun sebenarnya kalau boleh jujur, Mama juga sangat membenci Mommy dari Amelia hingga sekarang, karena Mereka juga bekerjasama dengan keluarga Arnold untuk merebut kekayaan dari keluarga Hirata ..” balas Nyonya Renita menjelaskan.
“Apa ... ??” ucap Vitalia dan Amelia terkejut, berbeda dengan Tuan Hirata yang hanya diam menyimak obrolan tersebut.
Nyonya Renita pun lalu menjawabnya, “Ya, Nak ..., perlu Kalian ketahui, jika Mama juga ikut bekerja sama dengan Keluarga Arnold tapi bukan dalam hal perebutan kekayaan, namun ..” ucapnya terhenti karena mengingat sesuatu.
“Namun apa Ma .. ??” sambung Amelia bertanya. Dan Nyonya Renita pun lalu menjawabnya, “Namun Mama bekerjasama dengan mereka untuk memisahkan mu dengan Saudari kembar mu ..”
“Apaaa ...??, jadi Mama yang sudah memisahkan ku dengan Kembaran ku .. ??” tanya Amelia pada Mama Tirinya. Mama Tiri dari Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Karena Mama tidak ingin melihat Mommy mu bersama Daddy mu, Nak ..., mengingat Mama juga sangat mencintai Daddy mu ..” ucap Nyonya Renita berkata jujur. “Jadi hanya itu alasan Mama, tapi kenapa Daddy juga hanya diam saja tak memberitahuku jika Aku mempunyai kembaran ..??” jawabnya dengan penuh tanda tanya.
“Hmmm, maafkan Kami, Nak ..” jawab Tuan Hirata dan Nyonya Renita secara bersamaan sambil menundukkan kepala merasa bersalah. Amelia yang melihat sang Daddy tertunduk lesu pun lalu menyambungnya dengan berkata, "Amel sudah memaafkan Kalian .., hanya saja Amel tak tahu apakah Saudari kembar ku akan memaafkan Kalian atau tidak .., terutama sama Mama, Mama kenapa tega membuang Saudari Kembar ku di tempat sampah, Ma ...?!" lantangnya.
Nyonya Renita pun lalu membalasnya dengan berkata, “Soal itu Aku tak mengetahuinya, Nak ..., hanya saja Mama mengetahui satu hal ..” balasnya.
“Hal apa Ma .. ??” tanya Tuan Hirata menimpali obrolan. Sementara Vitalia dan yang lain hanya menyimak perdebatan antara Amelia dan kedua Orangtuanya.. Tuan Hirata pun menjawabnya dengan berkata, “ Tentang Kembaran Amelia, Dadd .., perlu Kalian ketahui, Matsugi dan Arnold memang sengaja membuang Putri Tiri ku yang satunya di tempat sampah, namun Mereka membuangnya di depan mansion Keluarga Wijaya yang berada di Indonesia ..” ucap Nyonya Renita menjelaskan.
Sontak saja semua orang yang berada di ruangan tersebut terperangah mendengar penjelasan dari Nyonya Renita.Dengan reflek Amelia pun berkata, “Jadi sebelum Aku mengetahui, Mama sudah mengetahuinya .. ??” sambung Amelia dengan sebuah pertanyaan.
“Iya, Nak ..., makanya Mama berniat untuk membantumu menemukan Saudari kembar mu, dan Mama mengira .., Kita telah menemukannya, Sayang .., Mama sangat yakin jika Nak Vitalia orangnya ..” ucap Nyonya Renita to the poin sambil mengarahkan pandangan menatap Vitalia dengan tersenyum manis.
Sontak saja semua orang yang berada di ruangan tersebut pun tercengang setelah mendengarkan ucapan dari Nyonya Renita, begitu pula dengan Vitalia yang memelototkan matanya tak percaya dengan pernyataan Nyonya Renita, Ia pun seketika saja menjawabnya dengan berkata, “Mama, apa yang Mama katakan ... ??, tidak Ma .., itu tidak mungkin ..., Aku adalah Putri kandung dari keluarga Wijaya bukan Hirata .. !!” ucapnya menentang pernyataan dari Nyonya Renita sambil menggelengkan kepalanya pelan.
“Mama jangan bercanda, ma .., mana mungkin Tuan Wijaya menyembunyikan rahasia sebesar ini dari ku ..” ucap Tuan Hirata menyahutnya.
“Dadd ... ini baru dugaan saja, namun setelah dicermati baik-baik, sepertinya dugaan Mama dan juga Amelia benar bahwa Vitalia adalah Putri Kita, yang tak lain adalah kembaran dari Amelia .. !!” serunya menjelaskan. Seketika saja seluruh orang yang ada di ruangan tersebut semakin menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Renita, dan pada akhirnya Vitalia pun membuka suaranya dengan berkata, “Tidak Ma .., itu tidak mungkin .. !!” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya.
__ADS_1
“Tapi semua bukti sudah mengarah kepadamu Vitalia . .. !!” sambung Amelia menjawab jawaban dari Vitalia. Vitalia yang tak mau kalah begitu saja Ia pun lalu berkata, “Tidak Amelia ..., itu tidak mungkin, semua belum cukup bukti Amelia, Aku tak percaya kalau hanya di mulut saja .. !!” tegas Vitalia menentang pernyataan Amelia dan juga Nyonya Renita.
“Sudah ... sudah .., kalian jangan ribut lagi, yang dikatakan Vitalia benar adanya ..., lagi pula tidak ada bukti kuat untuk menguatkannya ... !!” seru Tuan Hirata berusaha menengahi perdebatan tersebut.
“Tapi Dadd ..” ucap Amelia dan Nyonya Renita secara bersamaan.
“Tidak ada tapi tapian ..., jangan membuatku pusing .. !!, lebih baik Daddy beristirahat saja ..” ucapnya lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke kamar yang sudah disediakan oleh Vitalia.
“Vitalia ..., dimana kamarnya, nak .. ??” sambungnya bertanya pada Vitalia. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Di atas, Dadd ..., kebetulan sudah Vitalia siapkan ..” balas Vitalia. Tuan Hirata pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Baiklah, Nak .., Daddy akan beristirahat dulu ..” ucapnya lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga. Sementara Vitalia pun hanya menganggukkan kepala mengiyakan perkataan Tuan Hirata.
Vitalia pun lalu mengarahkan pandangan menatap sekilas Amelia dan Nyonya Renita. Entah mengapa hatinya begitu sesak ketika Amelia dan Mama Tirinya mengatakan hal yang sangat mustahil baginya. Bahkan bukan itu saja, Ia juga benar-benar marah dengan pernyataan Mereka yang berbicara tanpa adanya barang bukti. Ia pun juga ikut pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke dapur bersama dengan Sahabatnya Bella.
*****
Waduhhh Guys ..., makin tegang saja nih ...
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komennya Ya ...
Terima kasih ... ^-^
Oh ya jangan lupa mampir ke Novel teman Author ya ...
TERPAKSA MENIKAH
(Lena Laiha)
Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang berhasil, terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja.
Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah, namun karena kesalahpahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.
Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, karena keduanya tidak saling mencintai. Rea dan Raka membuat perjanjian diawal pernikahan mereka.
Perjanjian apakah itu?
__ADS_1
Apakah Rea dan Raka akan saling mencintai?