
Nenek Bernadeth
“Apa benar, Istriku sangat mencintai ku ..??, lantas kenapa jika Vitalia mencintai Ku, Dia melakukan ini semua demi menghindar dari Ku ..??” batin Chandra, banyak pertanyaan yang berputar dalam otaknya, yang kini sedang menyamar sebagai Andreas.
“Baiklah kalau itu mau mu dokter Misterius ..” ucap Andreas lalu segera berlalu meninggalkan Lia dengan begitu saja. Namun ucapan Andreas membuat Lia terdiam dan berpikir, “Kenapa Dia seperti .. ??” batinnya sambil menatap kepergian Andreas.
“Apa jangan jangan Dia .. ??, ah nggak Vitalia itu tidak mungkin, mustahil jika Mas Chandra melakukan ini semua demi menemui Ku, dan Aku tidak yakin jika Dia bisa menemukan ku, buktinya sedari pertama kali ke Australia, Mas Chandra tidak memperlihatkan batang hidungnya, bahkan anak buah ku saja tidak memberi info apapun mengenai Dirinya selama satu minggu ini, Ah bodoh amatlah, mungkin memang benar Mas Chandra tidak berniat untuk mencari ku ke sini, melainkan untuk melancarkan bisnis nya itu, dan Aku berjanji Aku akan menggagalkan rencana busuk Suamiku yang akan berefek pada kesehatan tubuh manusia .. !!” gumamnya sambil mengepalkan tangannya geram dengan sikap sang Suami yang masih saja bertindak kejam.
****
Di lain tempat tampak seorang Chandra yang sedang menyamar sebagai seorang Andreas sedang berada di ruang perawatan Nenek paruh baya yang Ia tabrak tadi. Entah mengapa hati Andreas begitu khawatir setelah menabrak Nenek-nenek paruh baya tersebut, sambil menunggu sang Nenek terbangun, Ia berniat untuk menghubungi seseorang dengan merogoh ponsel yang ada di saku kemejanya.
“Halo, May .., cepat cari tahu siapa Nenek nenek yang sudah Saya tabrak tadi .. !!” perintah Chandra pada Sekretaris Pribadinya.
“Baik Tuan, akan Saya cari tahu ..” balasnya. Tanpa ba bi bu Chandra pun lalu mematikan teleponnya sebelah pihak, dan tanpa di sadari oleh Chandra obrolannya di dengar oleh sang Nenek yang sudah mulai terbangun. “Nak ..” panggil sang Nenek pada Chandra. Seketika saja Chandra pun menoleh ke arah sang Nenek yang memanggilnya, Ia pun lalu segera menghampirinya dan berkata, “Nek, bagaimana kondisimu, Nek ..??, maafkan Aku yang telah membuatmu seperti ini, Aku berjanji Aku akan merawat Nenek sampai pulih ..,” ucapnya berjanji pada sang Nenek sambil memegang kedua telapak tangan sang Nenek. Mendengar ucapan Chandra yang tulus dari dalam hati menolongnya, sontak saja membuat sang Nenek begitu terharu mendengarnya, Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Nak, ini semua bukan salahmu, ini murni Nenek yang salah, dan mengenai janjimu itu, terimakasih sudah merelakan pekerjaanmu terbengkalai hanya demi menolongku,” ucapnya.
“Tidak Nek, ini semua bukan salah Nenek, tapi yang jelas Saya berjanji akan merawat Nenek sampai pulih, dan Saya berjanji jika Nenek sudah pulih, Saya akan merawat dan menjaga Nenek, karena setahu Saya Nenek tidak punya tempat tinggal, bukan ..??” tanya Chandra memastikan. Sang Nenek pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Bagaimana Kau mengetahui jika Saya tidak mempunyai tempat tinggal, Nak .. ??” tanyanya dengan menatap Chandra dengan mengernyitkan dahinya penasaran.
“Karena Saya selama seminggu selalu melihat di bawah lampu lalu lintas, Nek ..” ucap Chandra menjelaskan. Tanpa disadari oleh Chandra dan sang Nenek, jika ada sepasang mata yang melihat dan mendengarkan obrolan diantara Mereka berdua dari balik pintu yang kebetulan agak sedikit terbuka. Ia bahkan tidak menyangka ternyata orang yang sedang membopong Nenek paruh baya tersebut bukanlah Cucunya sendiri melainkan orang lain yang sudah menabraknya, dan Ia bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahannya. Ia begitu terkagum-kagum mendengar dan melihat, ucapan dan perilaku Orang asing yang tadinya berdebat dengannya. Ya sepasang mata tersebut siapa lagi kalau bukan dokter Lia (Vitalia).
__ADS_1
“Ternyata Dia sebenarnya bukan Cucunya, tapi mengapa Tuan brengsek itu justru mengakunya sebagai Cucu Nenek itu .. ??, ihh dasar aneh, tapi menarik juga sih ..” gumamnya dalam hati sambil tersenyum manis ke arah Chandra yang sedang menyamar sebagai Andreas dan sang Nenek, dari balik pintu.
“Oh ya, Nak namamu siapa kalau boleh tahu ..??” tanya sang Nenek pada Chandra, dan Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Namaku Andreas Chand, Nek ..” ucapnya. Dan terdengar ditelinga Lia yang sedang berada di balik pintu. Lia yang mendengarkan penuturan dari Pria tersebut pun lalu membatinnya, “Oh, jadi Pria itu bernama Andreas Chand, hmm nama yang bagus ..” batinnya sambil tersenyum manis.
“Kalau nama Nenek Bernadeth, Nak ..” balas sang Nenek sambil tersenyum manis menatap Chandra yang kini sedang berada di depannya.
Tanpa disadari oleh Lia, tiba-tiba saja sang nenek pun akhirnya mengetahui kedatangan seorang dokter cantik yang sedang berada di balik pintu. Ia pun mengarahkan pandangannya ke arah pintu lalu berkata, “Bu dokter Lia, Anda di sini ..??, mari masuk .. !!” ucapnya mempersilahkan masuk pada Lia. Dan sontak saja ucapan dari Nenek tersebut membuat Lia tersentak kaget dan membuyarkan lamunannya dan berkata, “Eh .., emm tapi Nek ..” ucap Lia gugup dan salah tingkah sendiri. Sontak saja Andreas yang sedang bersama sang Nenek pun lalu mengarahkan pandangan menatap dokter cantik yang sedang berada di ambang pintu tersebut. Ya sebenarnya pasien yang Lia tangani adalah orang yang sudah menolongnya waktu Ia baru sampai di Australia untuk mencarikan sebuah rumah untuk Ia tempati sebagai rumah sementara, akan tetapi Lia lupa mengucapkan terimakasih pada Nenek tersebut dan belum mengetahui namanya.
Mendengar ucapan dokter Lia yang seperti maling ketangkap basah, Nenek tersebut lalu menyahutnya dengan berkata, “Sudah, dokter datang mau memeriksa Saya kan ..??” tanyanya memastikan. Lia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hmm iya, Nek, tapi takut mengganggu Nenek dengan Cucu Nenek,,” ucapnya tak enak hati, padahal sebenarnya Ia malu karena sudah kepergok menguping di depan pintu.
Nenek itu pun lalu membalasnya dengan berkata, “Tidak kok, Nak dokter, lagi pula, dokter cantik ini kan dokter Saya, masa’ iya, Saya mengusir dokter ..??” tanyanya mencoba menggoda Lia. Lia yang merasa Dirinya di goda oleh sang Nenek Ia pun menjawabnya dengan tersenyum manis lalu berkata, “Ah Nenek bisa saja .. !!” balas Lia diikuti dengan gelak tawanya yang renyah. Sementara Andreas hanya diam menyimak obrolan antara dokter Misterius tersebut dengan Nenek Bernadeth. “Selain menakutkan ternyata Kau selalu bisa menghibur orang, Istriku, tak heran jika Kau dijuluki sebagai dokter Misterius.” Batin Andreas sambil menatap Lia dalam diam.
Nenek Bernadeth yang merasa bahwa Andreas sedang menatap Lia dalam diam pun berdehem keras hingga Andreas menjadi salah tingkah, karena kepergok menatap dokter Lia.
Sontak saja deheman dari Nenek Bernadeth membuyarkan lamunan Andreas, dan berkata, “Emhh, dokter Lia, jika sudah selesai memeriksa, bisakah Anda pergi dari sini, karena Nenek Ku mau beristirahat!!” ucapnya salah tingkah dengan memerintah Lia. Belum sampai dokter Lia menjawabnya, Nenek Bernadeth menyelanya dengan berkata, “Kau mengusirnya, Cucu Ku, dan Saya tidak mau itu, lagi pula dokter Lia belum memeriksa Ku .. !!” seru Nenek Bernadeth tak terima jika Andreas mengusir dokter Lia.
Dokter lia yang merasa tak enak dengan perdebatan antara Nenek Bernadeth dan Pria yang mengaku Cucu sang Nenek pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sudah, Nek .., apa yang dikatakan Tuan ini benar, lebih baik Saya pergi dari sini, takutnya mengganggu Nenek, lagi pula Saya ke sini hanya ingin memberikan sebuah ramuan khusus untuk Nenek, ini Nek ramuannya, jadi nanti tolong diminum ya, Nek .., nanti biar di bantu sama Suster minumnya.” tutur Lia sambil memberikan sebuah ramuan yang sudah Ia masukan ke dalam botol kecil.
Nenek Bernadeth dengan senang hati menerima pemberian ramuan tersebut yang sudah di berikan oleh dokter Lia untuknya. “Terimakasih ya, dok ..., baru kali ini Saya menemui dokter ramah dan baik sepertimu, semoga diberkati ya, Nak.” ucap Nenek Bernadeth sambil mengusap rambut dokter Lia yang kini tepat berada di sebelahnya. Dokter Lia pun lalu membalasnya dengan tersenyum manis lalu berkata, “Sama-sama Nek, kalau butuh apa-apa bilang saja sama Saya .. !!”
__ADS_1
Sementara Andreas sedari tadi masih saja menatap Lia yang baginya adalah Wanita yang spesial di hatinya, namun Ia segera menepis pikirannya, karena Ia mengingat sang Istri yang tiba-tiba memusuhinya karena kesalahannya sendiri. “Kau memang sungguh Wanita idaman para Pria Istriku, entah bagaimana caranya akan Ku lakukan agar Kau memaafkan Ku dan mau menerima Ku lagi sebagai Suamimu, aku bahkan tak mengira jika Kita akan dipertemukan lagi dengan cara seperti ini.” batinnya menatap Lia dengan tatapan sendu.
Ya Chandra sendiri sebenarnya sudah menyuruh orangnya untuk mencari keberadaan sang Istri, justru tanpa Ia mencari pun Ia malah menemukan Istrinya di sebuah rumah sakit ternama di kota Sydney, Australia, bernama Fairfield Hospital. Ia benar benar-benar tak mengira jika Dirinya akan dipertemukan lagi. Apalagi jika Chandra mengingat sang Istri sangat membencinya karena ulahnya yang sangat membuatnya kecewa dan sudah melampaui batas.
*****
Jangan lupa Vote, Like, dan Komennya, ya ...
Oh ya sambil menunggu up dari Author yuk mampir ke Novel Kak Bhebz
Di jamin seru ...
EX MAFIA HOT DADDY
(Bhebz)
Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.
Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.
__ADS_1
Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???