Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 115


__ADS_3

Cincin Ajaib Dari Chandra


Sementara semua orang mengarahkan pandangan menatap Vitalia yang sedang tersulut emosi dengan tatapan tak dapat diartikan. Termasuk Mirna dan juga Vanya yang keluar dari kamar perawatan Chandra dengan tatapan seperti orang kebingungan.


"Ada apa ini, kok ribut-ribut??" tanya Mirna yang datang dengan Vanya menatap Vitalia dan juga Hans secara bergantian.


"Tanya sama Dia, Mbak! Dia telah membuat ku benar-benar marah .. !!" ucap Vitalia dingin menjawab pertanyaan Mirna sambil menunjuk ke arah Hans.


"Aku benar-benar kecewa denganmu, Hans.., Aku tak menyangka jika berita yang tersebar di Indonesia adalah ulahmu. Jika Kau tak suka melihat ku bahagia dengan Chandra, lebih baik cukup sampai disini Kau menjadi asisten pribadiku.


"Tapi Vitalia, ini terbaik untuk mu?!" ucap Hans.


Vitalia pun lalu menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Terbaik untuk ku, katamu?? heh tidak, Hans. Justru Kau telah menabuh genderang perang terhadap musuh!"


"Lebih baik Kau pergi dari sini sekarang juga, sebelum Suamiku marah jika mendengarkan apa yang sudah terjadi dengan Diriku?!" usir Vitalia dengan sorot mata tajamnya.


"Stoped ... !! sebenarnya apa maksud dari perkataan Kalian, Aku benar-benar tak mengerti??" sahut Mirna bertanya kebingungan dengan maksud perkataan yang diucapakan Vitalia dan Hans.


"Lebih baik Mbak tanya sama Dia!" seru Vitalia lalu pergi dengan begitu saja meninggalkan Mirna, Vanya dan juga Hans menuju ke kamar perawatan sang Suami.


Setelah kepergian Vitalia, Mirna mulai membuka suaranya dengan tatapan menyelidik menatap Hans. "Hans, katakan padaku, sebenarnya ada apa ini??" tanyanya.


Belum sampai Hans menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Mirna tiba-tiba saja Vitalia yang sudah berada di ambang pintu ruang perawatan Chandra pun berbalik badan.


"Vanya, jaga dirimu baik-baik. Dan Aku minta juga Padamu, jagalah hubungan persahaabatan diantara Kita, Van. Jangan menjadi pengkhianat seperti Dia!" tandasnya sambil menatap tajam Hans, lalu masuk ke dalam ruangan sang Suami, tanpa menunggu jawaban dari Sahabatnya yang berasal dari Indonesia.


Sementara Hans, Mirna dan juga Amelia hanya diam tak ada yang berani membuka suaranya. Ketika Vitalia sudah masuk ke dalam ruang perawatan Chandra, Mirna menatap Hans dengan tatapan membunuh.


"Hans, lebih baik Kau ikut dengan ku! titah Mirna pada Hans.


"Dan Kau Vanya, lebih baik pulanglah sekarang, Suamimu juga sudah menunggumu di dalam mobil, Amelia akan mengantarkan Kalian sampai bandara!" sambung Mirna memerintah Vanya agar segera pulang, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk berbincang-bincang terlalu banyak.


Vanya pun lalu mengangguk mengiyakannya dan berkata, "Baik Mbak, kalau begitu jaga Diri Mbak dan Vitalia baik-baik, sampaikan salamku pada Grandpa, ya!


"Hmmm, iya Kau tenang saja, Van. Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan. Jaga Dirimu dan calon bayimu baik-baik," ucap Mirna tersenyum ramah ke arah Vanya yang merupakan Sahabat dari Vitalia.


"Ya sudah, Van. Ayo!!" sahut Amelia lalu menarik tangan Vanya untuk pergi.


...🥰****************🥰...


Sementara Vitalia kini sudah berada di ruangan sang Suami. Dengan sangat telaten, Vitalia menyuapkan makanan ke dalam mulut Chandra.


"Mas, habiskan makananmu, kalau Mas ingin pulang!" titah Vitalia pada sang Suami dingin.


Sedangkan Chandra yang melihat sang Istri bersikap dingin pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Hehehe ..., iyaa Sayangkuu. Jangan khawatir!" balas Chandra sambil mencubit pipi manis sang Istri dengan gemas.

__ADS_1


Vitalia pun lalu menyodorkan sendok berisi bubur ke mulut Chandra. Dengan senang hati Chandra pun menerima suapan dari sang Istri.


Chandra yang sedang mengunyah makanan pun terus saja memperhatikan muka sang Istri yang seperti ditekuk sandal. Sedangkan Vitalia yang merasa ditatap oleh Chandra pun salah tingkah.


"Kenapa menatap ku seperti itu sih, Mas??" tanya Vitalia bingung menatap sang Suami.


"Sayang, setelah ku perhatikan dari tadi, kenapa muka Sayang ditekuk-tekuk begitu, sih? jelek tauk!" ucap Chandra menjawab pertanyaan dari sang Istri dengan berbalik tanya.


"Hmm, sudah lah Mas lupakan saja, semua sudah berakhir, Mas." jawab Vitalia dengan nada malasnya.


Seketika saja Chandra pun mengernyit bingung, dan bertanya, "Maksudmu??"


"Tidak ada Mas, lebih baik Mas habiskan makanan dulu, setelah itu baru Aku ceritain yang sebenarnya sama Mas," balas Vitalia menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang Suami.


Chandra pun mengangguk dan berkata, "Hmmm, baiklah," pungkasnya.


"Sayang.., sebenarnya Aku ada sesuatu untukmu," ucap Chandra sambil memegangi telapak tangan Vitalia.


"Sesuatu apa Mas??" tanya Vitalia.


"Ada sebuah kotak berada di dalam laci itu, ambillah, dan berikan padaku!" titah Chandra pada Vitalia.


"Emmh, ok.." ucap Vitalia lalu mengambil barang yang dimaksud Suaminya yang berada di laci meja yang bersebelahan dengan tempat tidur Chandra.


Seketika saja Vitalia tercengang melihat sebuah kotak yang berwarna lining keemasan.


"Hehehe, tidak dong Sayang, sini berikan padaku!" titah Chandra pada sang Istri agar memberikan kotak itu padanya.


Vitalia pun lalu segera memberikan kotak itu pada Chandra, dengan berkata, "Ini .. !!" ucap ya sambil memberikan kotak itu pada sang Suami, dan Chandra pun menerimanya.


Tanpa menunggu lama, Chandra pun lalu membuka kotak berisikan sepasang cincin tersebut. Betapa terkejutnya Vitalia menatap sepasang cincin yang memancarkan cahaya dari kotak tersebut.


"Mmm Mas, ba bagaimana bisa Mas mendapatkan cincin ini??" ucap Vitalia dengan tangan bergetar memegang kotak tersebut. Is benar-benar tak percaya dengan apa yang Is pegang saat ini.


"Mas mendapatkan dari seseorang, Sayang. Dia adalah seorang pemimpin tertua geng Mafia di Dunia," jawab Chandra jujur apa adanya.


"Mafia??" tanya Vitalia mengerutkan keningnya bingung.


"Hmmm, Dia memberikanku sepasang cincin ini untuk Kita, Sayang ..." ucap Chandra menjelaskannya pada sang Istri.


"Tapi Mas, cincin ini..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya, Chandra pun menyahutnya dengan membungkam mulut Vitalia. "Sssttt, jangan banyak bicara lagi, Sayang!" ucapnya.


"Sekarang Aku mau menyematkan cincin ini di jarimu." ucap Chandra sambil tersenyum manis ke arah sang Istri.


"Mana tanganmu, Sayang??" sambungnya lagi bertanya pada sang Istri. Vitalia pun lalu menjulurkan tangannya di hadapan sang Suami.

__ADS_1


Chandra pun tersenyum manis ke arah Vitalia lalu menyematkan cincin tersebut di jari manis sang Istri.


"Sayang, ku sematkan cincin ini di jari manismu. Dengan cincin ajaib inilah, kekuatan cinta Kita akan menyatu," ucapnya.


Seketika Vitalia pun tersenyum semanis mungkin di hadapan sang Suami,


"Kalau begitu, Aku juga mau nyematin cincin ini ke jari Mas, deh.. !" balas Vitalia, lalu mengambil cincin yang satunya untuk di sematkan di jari manis sang Suami.


Chandra pun tersenyum senang ketika sang Istri menyematkan cincin di jari manisnya.


"Terima kasih Sayang..." ucap Chandra sambil mengecup tangan sang Istri.


"Yang berterima kasih itu seharusnya Aku, bukan Mas..." protes Vitalia dengan memanyunkan bibirnya.


"Hehehehe..., iya iya..." balas Chandra dengan gelak tawanya.


"Thank you so much, my Husband," ucap Vitalia dengan tersenyum bahagia. Chandra pun lalu membalasnya dengan berkata, "You are welcome my Wife." ucapnya. Lalu Chandra pun menyambar bibir ranum milik sang Istri dengan begitu saja. Lum*t ******* pun terjadi.


...----------------...


Hey Guysss... jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komen Ya...


Terima kasih 🥰🥰🙏🙏


Oh ya, sambil menunggu Author up ke episode berikutnya, yukk mampir ke novel temen Author yang satu ini, di jamin seru...



GORESAN LUKA


(SyaSyi)



Pernikahan adalah sebuah impian setiap orang, tetapi bagaimana rasanya kalau kita menikah dengan orang yang salah? Perkenalan yang begitu singkat membuat Anindya tak mengenal jelas sosok Argantara suaminya. Niat hati ingin mendapatkan kebahagiaan, dia justru mendapatkan goresan luka yang dibuat oleh sang suami. Lantas, siapakah yang disalahkan dalam hal ini? Mungkinkah takdir tak berpihak kepadanya?


Anindya Saputri, wanita berusia 24 tahun yang harus merasakan luka dan penderitaan yang mendalam dalam pernikahannya. Pernikahan tak seperti dalam bayangannya. Dia telah salah dalam memilih suami. Argantara bukanlah suami yang baik untuknya. Banyak rahasia yang belum terungkap.


"Aku cape, harus terus terlihat bahagia di depan semua orang. Menutupi kelakuan kamu!"


-Anindya Saputri-


"Aku yakin kamu akan selalu mempertahankan aku dan tak akan pernah pergi meninggalkan aku."


-Argantara Wijaksono-

__ADS_1


Rahasia apa yang dimiliki Argantara? Akankah Anindya tetap mempertahankan pernikahannya?



__ADS_2