
Negatif
Setelah drama meminta maaf selesai. Kini Vitalia sudah berada di depan ruang laboratorium bersama dengan para anggota keluarga Hirata, tanpa terkecuali, begitu pula pihak keluarga Long Ai. Namun, tak hanya itu saja, pihak keluarga Vitalia juga telah mendatangkan Tuan Feng untuk melihat hasil tes tersebut.
"Setelah kemarin melakukan tes DNA kepada dokter Thalia, saya sebagai analis kesehatan yang meneliti DNA dokter Thalia akan menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan tersebut negatif yang itu artinya dokter Thalia bukanlah putri dari dokter Gabby.
Duaaaarrr....
Bagai di sambar petir di pagi hari, semua orang yang mendengarkan ucapan seorang analis tersebut membelalakkan matanya terkejut, termasuk Tuan Feng dan juga Nenek Bernadeth (Nenek Elisabeth).
"Apaaa?" ucap semua orang yang berada di ruangan tersebut, dengan nada keterkejutannya, kecuali Vitalia yang hanya biasa saja menanggapinya sambil tersenyum bahagia.
Sementara Tuan Hirata dan Chan Hirata hanya diam dengan ekspresi dinginnya menanggapi hasil tersebut.
Memang, Vitalia sendiri sudah sedari awal sudah meyakini bahwa dirinya bukan putri dari keluarga Hirata namun dirinya adalah putri dari keluarga Wijaya.
"Alhamdulillah puji Tuhan .., sudah terbukti bukan jika aku bukanlah putri dari keluarga Hirata?
"Tapi bagaimana bisa, tidak itu tidak mungkin..." ujar Amelia menimpali sambil menggelengkan kepalanya tak percaya menatap seorang analis yang menyampaikan kabar tersebut dengan merebut kertas yang merupakan hasil tes DNA yang berada di tangan seorang analis kesehatan itu.
"Amelia apa yang kau lakukan?" tanya Tuan Hirata dengan nada meninggi. Namun Amelia tak mengindahkan perkataannya.
"Tidak ini tidak mungkin!" sahut dokter Gabby yang tak percaya dengan terduduk lesu di kursi ruangan tersebut. Sementara Amelia lalu menyerahkan hasil tersebut kepada Mirna yang bersebelahan dengan Tuan Feng dan juga Nenek Bernadeth.
Betapa terkejutnya Mirna ketika membaca hasil dari tes DNA tersebut. "Astaga, kenapa hasilnya bisa seperti ini?" banyak pertanyaan dalam benak Mirna saat ini.
Sementara Tuan Feng dan Nenek Bernadeth yang penasaran ingin melihat hasil tersebut pun meminta Mirna agar menyerahkan hasil tersebut kepada mereka, untuk dibaca.
"Kenapa hasilnya bisa berubah?" Tuan Feng bertanya-tanya dalam hati.
Tidak sampai segitu saja, ternyata Nenek Elisabeth juga ikut membaca hasil tersebut dengan seksama. "Hmmm, aku tau ini pasti ulah dari salah satu anggota geng kalajengking yang telah mengkhianati cucuku.." batin Nenek Elisabeth yang kini masih menyamar sebagai Nenek Bernadeth di depan banyak orang.
Dengan tersenyum kecut Vitalia menyahutnya dengan berkata, "Jika kalian masih tak percaya dengan bukti tersebut, lalu mau percaya sama siapa lagi?
"Tidak itu tidak mungkin Thalia, kau adalah putriku! Hiks.. hiks.. hiks.." sahut dokter Gabby Herawati menjawab pertanyaan dari Vitalia, sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Aku yakin sekali hasil tes DNA tersebut pasti palsu! Bukan milikmu, Thalia! Jujurlah kepada Mommy, Nak! Apa benar kau yang menukar hasil tersebut?"
Mendengar pertanyaan dari dokter Gabby, Vitalia pun mulai tersulut emosi dengan mengepalkan tangannya geram.
"Whaattt? Jadi Mommy menuduhku begitu? Asal Mommy tau ya, tanpa Mommy melakukan semua ini, dengan senang hati Vitalia sudah menganggap Mommy seperti Mommy Vitalia sendiri! Tapi ternyata aku salah menilai, Mommy ternyata malah menuduhku dengan menukar hasil tes DNA itu! Hiks.. hiks.." pertahanan Vitalia runtuh seketika, dengan menangis sesenggukan.
"Andai Mommy tau, sebenarnya semenjak pertama kali kita bertemu, aku sudah menganggapmu seperti mama kandungku sendiri. Apalagi Amelia berparas mirip denganku, aku bahkan sampai rela berbohong kepadamu hanya demi menyenangkan perasaan Mommy jika Mommy bisa bertemu dengan Amelia. Padahal sebenarnya itu adalah aku, Vitalia! Entah mengapa aku begitu tersentuh ketika melihat Mommy. Hiks... hiks.. hiks.." sambungnya lagi dengan penekanan dengan diikuti isak tangis Vitalia.
"Kau tersentuh karena kau adalah putri Mommy, Vitalia!" sahut Amelia menimpali.
Seketika saja Vitalia yang mendengar pernyataan dari Amelia, membuat Vitalia murka. "Cukup Amelia!" bentaknya.
"Jika kebenaran saja sudah terungkap, kenapa kau masih tak percaya, ha?" sambung Vitalia lagi, dengan melontarkan sebuah pertanyaan kepada Amelia.
"Karena aku sangat yakin jika hasil tes DNA itu pasti ada kesalahan! Itu tidak benar Vitalia!
"Terserah apa kata kalian, yang terpenting aku sudah menjalankan tugasku untuk menjalani tes DNA sesuai keinginan kalian.." ujar Vitalia dingin sambil menghapus air matanya yang jatuh membasahi pipi.
Bahkan ia sampai berusaha sekuat mungkin di hadapan para anggota keluarga agar tidak cengeng di depan mereka.
Namun saat Vitalia melangkahkan kakinya pergi, Chandra mencegahnya dengan menghalangi jalan sang istri dengan memeluknya.
Greeppp....
"Come on, Honey! Jangan begitu!"
Mendengar sang suami berbicara seperti itu, sambil memeluknya. Sontak saja Vitalia melepaskan pelukan sang suami, dan berkata, "Memangnya kenapa, Bee? Apakah kau mau bilang jika kau tak percaya dengan hasil tes DNA tersebut? Apakah kau tidak percaya, ha?" Berbagai pertanyaan dilontarkan dari mulut Vitalia dengan nada meninggi.
"Bukan seperti itu, tapi justru aku sangat percaya denganmu, Honey!" balas Chandra.
"Benar kan?" tanya Vitalia memastikan. Dengan cepat Chandra mengangguk mengiyakan pertanyaan dari sang istri.
Seketika itu pula, Vitalia berhambur memeluk sang suami.
Greeppp...
__ADS_1
"Thanks my Husband..., kau memang suami yang pengertian.." Vitalia memuji sang Suami yang sangat perhatian kepadanya.
"You're welcome my Wife.." balas Chandra dengan membalas pelukan sang Istri.
"Maafkan Aku Honey, aku terpaksa berbohong kepadamu jika aku sebenarnya juga tak percaya dengan hasil tes DNA itu.." batinnya, masih dengan posisi memeluk Vitalia.
Setelah puas berpelukan, Vitalia tiba-tiba teringat sesuatu jika di situ masih ada orang lain selain dirinya dan sang Suami. Ia pun segera melepas pelukan sang suami, dengan mengarahkan pandangan menatap dokter Gabby.
"Mom, karena Mommy sekarang menjadi seorang dokter sekaligus direktur utama RS ini, kupersilahkan Mommy untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut!"
"Namun jika Mommy tak kunjung menemukan titik temu dalam penyelidikan tersebut, dengan terpaksa Vitalia hengkang dari RS ini dan jangan berharap Mommy menemuiku lagi bersama dengan yang lainnya, mengerti!" sambung Vitalia.
"Benar-benar keterlaluan kau Vit!
"Apa? Aku keterlaluan? Yang keterlaluan itu justru kalian yang terlalu mengejarku, agar aku mengakui bahwa aku adalah putri dari keluarga Hirata yang menghilang! tanyakan saja pada kakekku, dia lebih tau tentangku daripada kalian!
"Kau benar cu, tapi...." ucapan Tuan Feng seketika terhenti karena Amelia menjatuhkan dirinya dengan bersimpuh dihadapannya.
"Tuan Feng, untuk kali ini saja katakan dengan jujur kepada kami bahwa, Vitalia adalah saudari kembar ku yang sudah lama menghilang!" pinta Amelia sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon kepada Tuan Feng.
***
Vitalia POV :
Ternyata dunia ini kejam ya, lebih kejam dari suami mafiaku. Aku benar-benar tak menyangka, meskipun hasilnya negatif mengapa mereka tetap kekeh jika aku ini adalah Putri dari Keluarga Hirata?
Bersambung....
...****************...
...----------------...
Note :
Mohon maaf author telat up nya geess, karena Author banyak kegiatan di real life. Kira-kira bagaimana cerita selanjutnya? Apakah benar hasil tes tersebut benar-benar valid? Ataukah justru?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen, dan Subscribe (fav) yaa.... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏