Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 183


__ADS_3

Kebesaran Hati Vitalia.


Melihat sang Mama yang sedang bersimpuh di hadapannya, Vitalia pun membuka suaranya dengan berkata, "Mama, apa yang Mama lakukan?" tanyanya sambil berusaha membuat sang Mama berdiri dari hadapannya.


"Maafkan Mama, Nak. Mama seorang penjahat! Mama tak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga Hirata.. hiks .. hiks .."


"Ma, please! Jangan seperti ini, Ma! Kumohon bangun."


"Mama tidak akan bangun dari sini sebelum kau mau memaafkan aku putriku, hiks... hiks.. hiks.."


Mendengar ucapan dari sang Mama, Vitalia pun kemudian berjongkok menyetarakan tinggi sang Mama yang sedang bersimpuh di hadapannya.


Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Mama tenang saja, Vitalia sudah memaafkan Mama... karena Vitalia sangat yakin jika Mama melakukan semua itu karena sebuah kecemburuan."


Ia kemudian menyambungnya lagi dengan berkata, "Apalagi setelah mendengar penjelasan Mama dan juga Nenek yang mengatakan bahwa Mama sengaja membuangku tapi tidak di sembarang tempat. Mama sudah melakukan hal yang tepat dengan membuangku di sebuah keluarga yang sangat pengertian terhadap Vitalia.."


"Maafkan Mama sayang, Mama terpaksa melakukan semua itu. Karena ada dua tujuan selain itu, Nak...


"Mungkin tadi Vitalia sempat kecewa sama Mama. Namun, setelah dipikir baik-baik, untuk apa kita bertengkar terus menerus dan terus berdebat? Lagi pula tak ada untungnya juga kalau kita berdebat terus menerus hanya membahas masalah yang tadinya sudah selesai harus ada masalah lagi. Ya contohnya seperti sekarang ini..." ujar Vitalia membalas perkataan dari Mama Renita.


Kemudian Vitalia menghapus air matanya dan air mata sang Mama, lalu berkata, "Jadi kesimpulannya adalah Vitalia sudah memaafkan Mama, dan tolong untuk Mama, lupakan masa lalu, jangan pernah mengungkitnya lagi!"


"Kau serius, Nak? Hiks.. hiks.." tanya Mama Renita memastikan sambil memegang kedua tangan Vitalia.


Seketika saja Vitalia menatap sang Mama dengan tersenyum semanis mungkin, kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan dari sang Mama.


Greeeeppp...


Secepat kilat, Mama Renita tiba-tiba memeluk Vitalia dengan begitu saja.


"Hiks... hiks... terima kasih, Nak! Hiks .. hiks..." ucap Mama Renita sambil menangis sesenggukan memeluk Vitalia.


"Iya Mama, sama-sama..." balas Vitalia.


"Tapi Nak, Mama merasa tak pantas untuk dimaafkan, Vitalia. Hiks... hiks..." ucap Mama Renita menangis sesenggukan di pelukan Vitalia.


Mendengar sang Mama berkata seperti itu, Vitalia pun melepas pelukan sang Mama, kemudian berkata, "Itu perasaan Mama saja kali Ma! Vitalia justru sudah memaafkan Mama dari lubuk hati yang paling dalam..." ucapnya berusaha tersenyum semanis mungkin tepat di hadapan sang Mama, sambil menangis penuh haru.


Vitalia pun kemudian menyambungnya lagi dengan berkata, "Karena apa? Karena Mama sudah sayang sekali sama Vitalia. Bahkan di saat Mama merasa iri dengan Mommy, Mama sempat-sempatnya memikirkan masa depanku.. aku benar-benar tak menyangka, Ma..."


"Terima kasih ya, Ma.. karena Mama telah menitipkan aku di orang yang tepat..." ucap Vitalia lagi yang kali ini justru berterima kasih pada sang Mama.

__ADS_1


"Sama-sama anakku sayang..." balas Mama Renita membalas perkataan dari Vitalia, kemudian mereka pun kembali saling berpelukan.


"Maafkan aku, Ma. Vitalia sebenarnya masih kecewa sama Mama, tapi setelah aku tau Mama begitu memikirkan masa depanku, aku begitu terharu, Ma. Jujur saja Vitalia tak akan pernah bisa memusuhi Mama, bahkan kehadiranku di keluarga Hirata membuat Mama berubah dan pastinya Vitalia juga merasa nyaman di dekatmu," batin Vitalia.


"Nak, Mama tau benar bagaimana sifatmu. Mama yakin kau belum sepenuhnya memaafkan Mama, tapi Mama berjanji padamu, Mama tidak akan membuat kalian semua kecewa," batin Mama Renita.


Sementara seluruh anggota keluarga yang melihat pun begitu terharu. Bahkan, Mommy Gabby yang rencananya akan menjebloskan Mama Renita ke dalam penjara, kini ia urungkan niatnya karena melihat putrinya seperti sayang sekali dengan Mama Renita, jadi ia merasa tak tega jika memisahkan diantara mereka berdua.


"Ayah, lebih baik kita jangan penjarakan Renita. Dia tak sepenuhnya bersalah dalam hal ini..." ujar Mommy Gabby meminta pada sang suami agar tak memenjarakan Mama Renita.


Tuan Long Ai pun kemudian menjawabnya dengan berkata, "Baik istriku..." ucapnya menuruti permintaan sang istri.


Di sisi lain Nenek Elisabeth yang bersebelahan dengan Chandra, membuka suaranya dengan berkata, "Chandra, mungkin masalah istrimu sudah terselesaikan. Namun, setelah ini Nenek berpesan padamu agar kau bisa menjaga hubunganmu dengan istrimu baik-baik, dan jangan pernah mengecewakannya!" pintanya.


Dengan mengerutkan keningnya bingung, Chandra menjawabnya dengan bertanya, "Maksud Nenek apa?Permintaan macam apa itu, Nek? Nenek tau sendiri, bukan jika aku dengan istriku sangatlah harmonis?"


"Iya, Nenek tau cucuku..." balas Nenek Elisabeth membalas pertanyaan cucu menantunya.


"Kalau tau kenapa Nenek bisa berkata seperti itu?" tanya Chandra dengan mode serius.


"Nenek tidak bisa menyebutkan kepadamu. Tapi yang jelas, kau dan Vitalia cucuku akan menghadapi badai rumah tangga yang sangat besar, entah itu karena apa aku tak bisa melihatnya." jawab Nenek Elisabeth.


"Karena Nenek punya ilmu turun-temurun dari nenek moyang kita. Hanya saja Nenek tidak dapat melihat seperti apa rumah tangga kalian ke depannya. Namun, yang jelas tak lama lagi rumah tangga kalian akan diterpa badai permasalahan yang lebih dahsyat lagi." jawab Nenek Elisabeth, menjawab pertanyaan dari Cucu menantunya.


"Maka dari itu Nenek berpesan kepada kalian, jangan lupa selalu berdoa sama pemilik dunia ini..." sambungnya lagi dengan memberi sebuah nasehat.


Seketika saja Chandra mulai terdiam dan mulai berfikir sejenak dengan apa yang sudah dikatakan oleh Nenek Elisabeth.


"Ya Tuhan, Nenek benar-benar makhluk-Mu yang canggih. Aku berharap ucapan dari Nenek tak akan terjadi pada rumah tangga kami," batin Chandra. Sedangkan yang lainnya kini sedang memeluk Vitalia dan juga Mama Renita dengan penuh haru.


Sementara Vitalia yang melihat sang suami nampak sedang berdiskusi dengan Nenek pun segera menghampirinya.


Namun, saat dirinya akan menghampiri sang suami yang sedang bersama dengan Neneknya, tiba-tiba saja ponsel miliknya berbunyi.


"Halo..."


"Dokter Thalia, bisakah anda ke RS sekarang juga? Ada seseorang yang sedang mencarimu.."


"Siapa Sus?" tanya Vitalia mengerutkan keningnya bingung.


"Itu dok, katanya dia teman dokter, namanya kalau nggak salah Nona Dera deh, dok..."

__ADS_1


Dengan menepuk jidatnya Vitalia menjawab ya dengan berkata, "Astaga, aku hampir melupakannya, Sus.."


"Kalau begitu bilang sama dia, aku akan segera ke sana sekarang juga!" seru Vitalia membalas sebuah pemanggilan telepon dari seseorang yang diketahui adalah salah satu rekan RS nya.


Tanpa menunggu lama Vitalia pun kemudian pergi dengan begitu saja meninggalkan para keluarga yang berada di ruang keluarga tanpa berpamitan. Begitu pula dengan Chandra yang heran melihat sang istri tampak begitu panik setelah menerima telepon.


Vitalia yang sudah sampai di ambang pintu pun, baru menyadari jika dirinya tidak berpamitan. Ia kemudian berteriak, "Vitalia pergi dulu!


Semua orang yang berada di kediaman Long Ai hanya menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah Vitalia.


"Astaga ngeselin banget jadi orang! Udah gitu suaminya dicuekin pula.." gerutu Amelia kesal dengan sikap kembarannya.


"Sudah Mel, kakakmu memang seperti itu. keknya memang penting deh.." balas Chan Hirata membalas pernyataan dari adiknya Amelia.


"Tapi nggak gitu juga kali, kak!" sahut Amelia tak terima.


"Sudah... sudah kenapa kalian yang malah ribut sih? Lebih baik kita makan siang dulu bersama..." ujar Tuan Hirata berusaha memisahkan perdebatan antara adik dan kakak tersebut.


"Baik Dad.." jawab Amelia dan Chan Hirata secara bersamaan. Mereka pun kemudian melanjutkan dengan makan siang bersama di meja makan yang sudah disiapkan para pelayan yang bekerja di kediaman keluarga Long Ai.


Sementara Mommy Gabby saat berada di meja makan tampak sedang melamun. "Kelapangan hatimu membuat kami terkagum-kagum melihatmu, Thalia. Bahkan kami semua tak menyangka jika kau akan memaafkan perempuan seperti Renita." batin Mommy Gabby dengan mengaduk-aduk makanan.


Sedangkan Risa dan Amelia yang duduk bersebelahan melihat sang Mommy melamun pun saling pandang, lalu membuka suaranya dengan berkata, "Mom..." panggil Amelia, seketika membuat Mommy Gabby tersadar dari lamunannya.


"Eh, maafkan Mommy..." jawab Mommy Gabby dengan nada keterkejutannya. Seketika itu pula Amelia dan Risa mengangguk dan saling pandang satu sama lain.


**


Amelia POV :


Kebesaran hatimu membuat Mommy seperti tak suka melihatmu Vitalia, tapi mungkin ini adalah dugaanku saja. Dan semoga aku salah menduga, karena aku juga setuju dengan keputusanmu.


Bersambung...


...****************...


...----------------...


Notes : Maafkan Author ya, baru sempat up karena terlalu sibuk mengurusi real life, dan setelah ini Author akan up lagi secepatnya ya untuk mengejar utang author pada kalian pembaca. Terima kasih... 🙏🙏


Episode berikutnya di jamin lebih menegangkan lagi, karena sebentar lagi Vitalia akan muncul di hadapan keluarga Wijaya. Simak terus ya...

__ADS_1


__ADS_2