
Penyesalan Chandra
Mirna pun lalu keluar dari ruangan tempat Vitalia dirawat untuk mengejar Chandra, dilihatnya Chandra hanya duduk termenung di tempat duduk yang tak jauh dari ruang perawatan Vitalia. Mirna Feriska pun segera menghampirinya dan berkata, “Chandra ..., apa yang sudah Kau lakukan pada Vitalia, Ha ... !!” bentaknya sambil menarik kerah kemeja Chandra tersulut emosi. Sedangkan Chandra pun hanya diam tak bersuara, dan hanya meneteskan air matanya yang lolos dengan begitu saja tanpa melawan Mirna Feriska karena Ia sendiri sangat merasa sangat bersalah. “Maafkan Aku, Ak ... Akuu ..” ucapnya terhenti seketika karena tak dapat berkata apa-apa lagi.
“Kau tahu, jika GrandPa tahu setelah apa yang Kau perbuat pada Istrimu?, jika memang Dia tak mau melakukannya, ya jangan Kau paksa .. !!, tapi kenapa Kau justru malah memaksanya ... ??, Kau bisa berpikir tidak, jika Kau sudah membuat Vitalia trauma karena ulahmu itu ... !!” tegasnya melawan Chandra. Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hmm ..., Aku tahu, dan saat itu yang ada di pikiranku hanyalah balas dendam saja ..., tanpa memikirkan Vitalia.” balas Chandra dingin sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
“Ck ..., tapi semua sudah jelas bukan jika Vitalia tidak bersalah dalam hal ini, dan setelah Kau tahu kebenarannya, ternyata Kau menyesal juga, dan ini sesuai apa yang diharapkan Vitalia.” ucap Mirna sambil tersenyum kecut ke arah Chandra. Seketika saja Chandra pun mendongakkan kepalanya menatap Mirna Feriska lalu berkata, “Apa maksudmu Mbak ... ??, bahkan Aku tak menyangka akan menjadi seperti ini,” ucapnya.
Mirna pun lalu berkata, “Tidak menyangka katamu ... ??, bahkan Kau juga sudah diperingatkan oleh Ayahmu saja Kau tidak peka Chandra, Kau tahu, jika Papamu tahu akan perbuatanmu ini, Dia pasti akan kecewa Chandra, apalagi Vitalia adalah menantu idamannya, bahkan Mama mu saja akan membencimu setelah ini, dan sekarang Kau rasakan sendiri akibatnya, karena Kau tak mau mendengarkan ucapan Orangtuamu.” ucap Mirna.
Chandra pun mengernyit bingung, Ia heran kenapa bisa-bisanya dokter Mirna Feriska tahu tentang Orangtuanya. Ia pun lalu bertanya,”Mbak Mirna, bagaimana bisa Mbak Mirna tahu tentang Papa dan Mamaku .. ??” tanya Chandra bingung. Mirna pun menjawabnya, “Kau itu lupa atau bagaimana, Istrimu itu pemimpin geng Kalajengking, setiap informasi pasti akan Saya terima juga, apalagi Papamu sudah mengetahui tentang pelaku pembunuhan itu.” tutur Mirna sambil berjalan mondar-mandir di depan Chandra yang melemah tak berdaya.
“Apa ..., bagaimana bisa ... ??” tanya Chandra.
Dokter Mirna Feriska pun menjawabnya lagi, berusaha menjelaskan pada Chandra, “Papamu sangat percaya bahwa yang melakukan pembunuhan itu bukanlah Papa dari Vitalia, melainkan Ayah dari Arnold dan juga Arnold sendiri, makanya Papamu itu sangat setuju jika Kalian menikah, tapi bukan dengan cara yang seperti kemarin Chandra!!” terangnya dengan nada meninggi.
Lagi-lagi Chandra pun bertanya dengan berkata, “Tapi bagaimana Papa Ku mengetahuinya ...??, kenapa Dia tidak mengatakan padaku sedari awal ...??” tanya Chandra bingung. Tapi belum sempat Mirna menjawabnya ada seseorang yang menjawabnya.
“Karena Kau selalu saja ngotot jika Vitalia bersalah dalam hal ini Chandra ...” sambung seseorang yang tiba-tiba saja datang menimpali obrolan. Ya seseorang tersebut adalah Tuan Zhu, Papa dari Chandra Zhu. Sontak saja Chandra dan Mirna yang sedang mengobrol pun terkejut dengan kedatangan Tuan Zhu dan Istri, beserta Adik dari Chandra yaitu Sisi, yang sekarang sudah mulai pulih dan tidak menggunakan kursi roda lagi.
“Papa ..., Mama, Adik, kalian kenapa disini ... ??” tanya Chandra menatap kedatangan anggota keluarganya bingung. Tuan Zhu pun lalu berkata, “Kau tahu tidak jika Vitalia sudah menunjukkan bukti itu kepada Papa sebelum terjadinya kecelakaan pesawat itu??”
“Apaa ...??, tapi kenapa Papa tidak memberi tahuku .. ??" tanya Chandra pada sang Papa.
“Karena Vitalia menyuruhku agar tidak memberitahukannya padamu Chandra, Dia ingin Kau menyesal atas perbuatanmu, dan sekarang tujuannya telah berhasil, meskipun hatinya juga ikut terluka karenamu.
__ADS_1
“Tapi Pa ini hanya kesalahpahaman ...” ucap Chandra tak terima. Sontak saja jawaban dari Chandra pun membuat Tuan Zhu geram dan,
Plaakkkk ...
Tamparan keras dilayangkan Tuan Zhu ke arah pipi sisi kiri Chandra, sampai-sampai tubuhnya pun terhuyung ke samping.
“Kesalahpahaman katamu .. ??, kalaupun itu salah paham, kenapa Kau memperlakukan Istrimu dengan begitu kejamnya, Chandra ... ?!” tanya Tuan Zhu dengan nada meninggi karena tersulut emosi. Sontak saja Chandra terperanjat mendengar perkataan sang Papa, padahal kelakuannya kemarin malam tidak ada sama sekali yang mengetahuinya, dan ternyata Vitalia diam-diam mengadu pada Papa mertuanya.
“Kenapa ... ??, apa Kau terkejut ... ??” tanya Tuan Zhu pada sang Anak. Chandra pun hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa, kalaupun Ia menjawabnya pasti Ia tetaplah bersalah.
“Kenapa Kau hanya terdiam Chandra, mana Kekejamanmu itu, Ha ... !!” bentak Tuan Zhu pada Putranya. Tuan Zhu pun lalu berusaha ditenangkan oleh sang Istri yang berkata, “Sudah tenangkan Dirimu, Pa ..., ini di Rumah Sakit.” ucapnya tapi tak dihiraukan oleh Tuan Zhu.
“Chandra, Kau tahu bukan, jika Papa sudah melarangmu berkali-kali agar tidak membalaskan dendammu yang tidak masuk akal itu, bahkan Papa sudah bilang padamu, kumpulkan semua bukti terlebih dahulu, sebelum menuduh orang sembarangan, lalu bagaimana bisa seorang Chandra Zhu bisa berpikir pendek seperti itu, Ha ... !!” lantang Tuan Zhu sambil menarik kerah kemeja milik Putranya.
Sedetik dua detik Tuan Zhu pun berkata, “Chandra, sekarang Papa hanya ingin Kau berubah, minta maaflah dengan Istrimu ... !!” perintah Tuan Zhu pada Chandra agar meminta maaf pada sang Istri.
“Tapi Pa, mana mungkin Dia memaafkan Aku ... !!, Dia sudah mengusirku ..., Ku akui Aku memang salah, Aku sudah dibutakan dengan dendamku itu, tapi Aku juga bingung dengan perasaanku ketika bersamanya selalu saja nyaman, tapi Aku .., Aku tak menyadari jika Vitalia sangatlah mencintaiku, Ya Aku adalah Pria brengs*k yang sudah berani menyiksa bahkan memperk*sa Istriku sendiri ... !!” seru Chandra berteriak sambil menahan tangis yang tak bisa terbendung lagi.
Plaaakkk...
Tamparan keras dilayangkan oleh Nyonya Dhea yang merupakan Mama dari Chandra, lalu berkata, “Cukup Chandra .... !!, Kau benar-benar sudah membuat Mama, Papa dan Adikmu kecewa ..., ingat jangan pernah pulang ke rumah lagi sampai Kau benar-benar sadar atas kesalahanmu itu ... !!” tegas sang Mama pada Putranya. Ya Nyonya Dhea sangatlah kecewa setelah apa yang diperbuat Chandra pada Vitalia. Sedangkan Sisi hanya diam, Ia benar-benar tak menyangka jika sang Kakak bisa berbuat sekejam itu pada Kakak Iparnya.
Chandra pun lalu menjawab perkataan sang Mama dengan berkata, “Ok, kalau itu mau Mama, Aku akan turuti, Aku memang pantas dihukum, Aku adalah Suami yang kejam, ya Aku sangatlah kejam ..., Aku benci dengan Diriku, Maafkanlah Aku Vitalia Ku mohon, Aku sangat mencintaimu ..., sayangnya Aku tak pantas untukmu, Arrrgghhh ..., !!” ucapnya berteriak sambil menjabak-jambak rambutnya kesal terhadap Dirinya sendiri.
Mirna pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sekarang Kau menyesal bukan, setelah apa yang Kau perbuat, dan mulai detik ini Aku sebagai Kakak Sepupu dari Vitalia mewakili keluargaku, menyatakan bahwa jangan pernah lagi menemui Adik sepupuku, ingat itu ... !!” lantang Mirna.
__ADS_1
Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Hmmm, baiklah ..., Aku akan lakukan semua itu demi cintaku padanya, tapi Aku tidak akan pernah menceraikan Istriku begitu saja, ingat itu ... !!” tegas Chandra sambil menghapus air matanya, lalu Ia pun pergi begitu saja meninggalkan kedua orangtuanya dan Adiknya beserta Mirna Feriska yang hanya menatap kepergian Chandra.
****
Sedangkan Vitalia secara diam-diam menguping pembicaraan diantara Mereka yang sedang berdebat di luar. Ya Vitalia menyuruh Amelia agar membantunya untuk menguping di balik pintu kamar tempat Dirinya dirawat, karena Dirinya sebenarnya sangat penasaran apa yang akan dilakukan pada Kakak Sepupunya pada Chandra.
Vitalia pun kini menangis sesenggukan ketika mendengar Chandra mengungkapkan rasa cintanya padanya, “Hikss ..., hikss ..., hikss ..., Ya tuhan kenapa harus terjadi seperti ini .., benar Aku sudah berhasil membuatnya menyesal, tapi kenapa hatiku sesakit ini mendengar Suamiku berkata seperti itu ..., hikss, hikss, hikss ...” ucapnya sambil menangis sesenggukan di balik pintu. Sedangkan Amelia pun berusaha menenangkan Vitalia.
“Vitalia sudah jangan menangis lagi, Kau belum sembuh total, Vit, sekarang lebih baik kembali ke tempat tidur untuk beristirahat .. !! ” tuturnya, lalu membantu memapah Vitalia. Vitalia pun hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya, sambil mengusap air matanya yang sedang berjatuhan. Dan kini Vitalia pun sudah kembali berbaring lagi di tempat tidur.
Disaat Amelia akan pergi meninggalkannya, Vitalia pun berkata, “Mel, apa Aku salah telah mengusir Suamiku sendiri ... ??” tanyanya pada Amelia. Amelia pun menghentikan langkahnya lalu menjawabnya dengan berkata, “Yang Kau lakukan sudah benar Vita, mudah-mudahan saja Chandra Zhu menyesal setalah apa yang Ia perbuat, bukankah itu yang Kau mau ... ??” balas Amelia dengan bertanya.
Vitalia pun lalu menjawabnya, “Hmmm, Kau benar tapi mengapa hatiku sesakit ini ketika Mbak Mirna menyuruhnya pergi, Mel ..., hiks .., hiks .., hiks ...” sambil menangis sesenggukan. Amelia pun lalu memeluk Vitalia untuk menenangkannya. Apalagi Amelia juga sudah menganggapnya seperti Sahabatnya sendiri, bahkan Ia juga sangat berharap bahwa Vitalia adalah Saudari kembarnya yang menghilang sejak masih bayi.
*****
Hmmmm makin seru nih, Chandra tak diperbolehkan menemui VItalia ...
Apa yang akan terjadi selanjutnya ... ??
Jangan lupa tinggalkan jejak
Vote, Like, Komen Yaaa ....
Terimakasih 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1