
Pergi ke Australia
“Tidak Vitalia, katakan padaku kenapa Kau melakukan semua ini ... ??” tanya Chandra sambil mencengkeram kuat tangan Vitalia dengan mendekatkan tubuhnya. Vitalia pun lalu menjawabnya, “Heh .., masih bertanya kenapa Aku melakukan ini ..??, cihh, pertanyaan yang tak masuk akal .. !!” seru Vitalia tepat berada di depan sang Suami.
Chandra yang merasa Dirinya di remehkan oleh sang Istri bukannya mengalah namun malah ******* habis bibir sang Istri dengan kasar.
Slurp...
Sontak Vitalia pun membelalakkan matanya lebar-lebar dan segera melepas pagutan Chandra dan,
Plakkkk ....
“Dasar Suami tak tahu diri ... !!” lantang Vitalia tak terima dengan sikap Chandra padanya. Chandra yang merasa Dirinya di tampar dan dimaki oleh sang Istri pun lalu berkata, “Vitalia, Kau itu Istriku ... !!” seru Chandra.
Vitalia menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Itu dulu Mas, tapi sekarang tidak ... !!” tandasnya. Chandra pun lalu berkata, “Apa katamu ..??, Kau itu masih Istriku, bahkan Aku belum menandatangani
surat cerai itu .., ” tegas Chandra. Vitalia pun lalu tersenyum getir melihat sang Suami yang berusaha menggagalkan rencananya, Ia pun lalu berkata, “Memangnya kenapa kalau Mas belum menandatangani surat cerai tersebut??, dan Kalau Mas belum menandatangani, apa Aku menyerah begitu saja ??, Tidak Mas, Aku tidak akan menyerah begitu saja, dan suatu saat Aku akan mendapatkan tanda tanganmu itu, tapi jika Mas tetap saja tidak mau menandatangi surat cerai tersebut, Aku akan pergi dari kota ini, bahkan di seluruh penjuru dunia Mas mencariku, tidak akan pernah bisa menemukanku lagi .. !!” tegasnya.
Chandra pun lalu tersenyum sinis dan menyahutnya dengan berkata, “Lakukanlah semaumu, karena percuma saja Kau pergi dari Ku, Kau pasti tidak akan bisa menghindar dari Ku, Istriku ...!!” lantang Chandra. Vitalia pun lalu membalasnya lagi dengan berkata, “Itu menurutmu Mas, tapi tidak dengan Diriku .. !!” tegas Vitalia membalas pernyataan sang Suami. Ia pun lalu segera beranjak pergi dari ruangan sang Suami.
Tapi saat Ia melangkahkan kakinya pergi, Chandra pun menghentikan langkah sang Istri dengan menghalanginya untuk berjalan keluar. Vitalia pun lalu berkata, “Mas, Ku mohon minggirlah, Aku mau pergi .. !!” serunya.
“Aku tidak akan minggir sebelum Kau menjelaskan, kenapa Kau ingin bercerai denganku ..??” tanya Chandra dengan tatapan penuh selidik. Sedangkan Vitalia yang merasa ditatap oleh Chandra pun mengalihkan pandangannya menatap ke arah lain, dan seketika saja,
Buk ...
Pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Vitalia mengenai perut Chandra, dan Chandra pun seketika membelalakkan matanya terkejut dengan perlakuan sang Istri terhadapnya. Ia tak menyangka jika Vitalia akan berbuat senekat itu kepadanya.
__ADS_1
“Arrgghh ..” erang Chandra kesakitan. Vitalia yang melihat Chandra kesakitan pun sebenarnya merasa tak tega, tapi mau bagaimana lagi, hanya itulah cara agar Dia bisa pergi secepatnya dari ruangan tersebut, apalagi Ia merasakan gelagat yang aneh dari Suaminya.
“Maafkan Aku Mas, Aku pergi dulu, selamat tinggal,” ucapnya dalam hati sambil melihat sang Suami sekilas, lalu segera keluar dari ruangan tersebut.
Sedangkan Chandra pun tidak menyerah begitu saja, Ia lalu segera berlari keluar menyusul Vitalia yang sedang berjalan cepat meninggalkan kantor perusahaan milik Suaminya. Dan sesampainya di dalam mobil, Vitalia pun lalu menyuruh sang sopir untuk segera menancapkan gasnya meninggalkan perusahaan milik sang Suami.
“Jalan Pak ... !!” titahnya pada sang sopir.
“Baik Nyonya Muda ...” balas sopir tersebut. tanpa menunggu lama sopir tersebut segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara Chandra yang baru saja sampai di pintu depan, segera menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya untuk mengejar sang Istri yang pergi meninggalkannya.
****
Di sisi lain Amelia kini sedang disibukkan dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter residen. Ya kali ini Ia sudah berniat meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi dengan mengambil jurusan SpB {spesialis bedah) seperti Vitalia. Dan di saat Dirinya sedang memeriksa pasien, tiba-tiba saja ponselnya pun berbunyi.
Dreett ... Dreett ... Dreett ...
Amelia yang melihat jika ada nomer baru yang tertera di layar ponselnya pun mengerutkan keningnya bingung, dengan siapa yang sudah menghubungi di saat sedang bekerja. Ia pun lalu mengangkatnya dan memulai membuka obrolan.
“Halo ..” ucapnya membuka obrolan.
“Mel .., Kau dimana .. ??” tanya Vitalia ya ng berada di seberang sana. Ya yang menelpon Amelia aalah Vitalia. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Ya di rumah. sakit lah, mau dimana lagi ...” ucapnya heran dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Vitalia.
“Mel, hari ini juga Aku akan pergi ke Australia, jadi Aku minta padamu jangan katakan ini pada Chandra jika Aku pergi selamanya.” ucap Vitalia. Sontak saja membuat Amelia terkejut dengan apa yang diputuskan oleh Vitalia.
“Jika Kau pergi, maka Aku juga ikut denganmu,” balasnya. Dan Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Mel, ini bahaya untukmu ..,” ucapnya.
“Vitalia, Kau tahu bukan jika Aku sudah menganggapmu seperti Kakak Ku sendiri, jadi Ku mohon kali ini saja ijinkanlah Aku untuk ikut denganmu.” ucap Amelia dengan suara memelasnya.
__ADS_1
“Tapi Mel, bagaimana dengan identitas Kita?apa Kau tak takut jika nanti orang tuamu mengetahui jika Kita ini mirip ...??” berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Vitalia pada Amelia. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Vit ..” belum sampai Amelia menyelesaikan ucapannya Vitalia menyahutnya dengan berkata, “Sudah Mel, pokoknya Kau tenang saja, selama Aku berada di Australia, Aku akan selalu mengabarimu, dan mengenai Mbak Mirna dan GrandPa, Mereka sudah tahu jika Aku akan pergi ke sana, jadi Kau tak perlu khawatir lagi, lagi pula di sana ada Pamanku juga,” Jelasnya.
“Hmm, baiklah terserah Kau saja ..” ucap Amelia pasrah. Vitalia yang merasa Amelia seperti marah pun lalu bilang, “Sudah jangan ngambek, nanti cantiknya ilang loh .. !!”ucap Vitalia berusaha menggoda Amelia. Tapi sayangnya Amelia hanya diam tak menanggapi celotehan dari Vitalia yang berada di seberang sana.
Vitalia pun lalu berkata lagi, “Eh Mel, Aku tadi ke rumahmu dan Aku menitipkan surat ke Mama,” ucapnya. Seketika saja Amelia membuka suaranya dengan keterkejutannya, “Apa .. ??”
“Hehehe ... biasa saja kali Mel, sudah Kau tenang saja, lagi pula Mama tidak tahu kalau itu Aku,” ucapnya santai tidak merasa bersalah sedikit pun. Amelia pun lalu bertanya, “Astaga Vitalia .., tapi apa Kau yakin
..??”
“Ya yakin lah Mel, kan pakai penutup wajah ...” ucap Vitalia menjelaskan. Amelia pun lalu bernapas lega dan berkata, “Huh syukurlah ...” ucapnya. Vitalia pun lalu menutup teleponnya sebelah pihak karena Dirinya sudah sampai di sebuah bandara ternama di Jepang. Amelia yang melihat Vitalia sudah menutup teleponnya pun geram dengan sikap Vitalia, yang baginya sangat membuatnya kecewa.
“Ishhh ck, dasar dokter Misterius ..” gerutu Amelia, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku snelinya, dan segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
****
Sementara Vitalia kini sudah berada di bandara, bahkan tanpa sepengetahuannya, Chandra telah mengikutinya dari belakang. Vitalia yang merasa Dirinya aman-aman saja, Ia menuruni mobil dengan santainya dibantu para anak buahnya yang sudah berada di bandara tersebut untuk menunggunya.
“John, setelah sampai di Australia nanti, Aku akan menyamarkan identitasku dengan nama Lia, dan jika Chandra mencariku, katakanlah jika Aku pergi meninggalkan negara ini, suruh Dia agar tidak mencariku lagi .. !!” ucap Vitalia, dan di angguki oleh John. Dari kejauhan Chandra mendengar semua obrolan dari Vitalia, Ia pun bergumam dalam hati, “Heh ternyata Kau mau menyamar sebagai Lia ..??, kalau begitu Aku tunggu permainanmu, Istriku.” gumamnya dalam hati sambil menatap tajam Vitalia dari kejauhan.
Tanpa menunggu lama, Chandra pun segera merogoh ponselnya yang berada di saku celananya, Ia lalu menghubungi seseorang untuk membelikannya tiket pesawat ke Australia, dan Ia juga berniat akan menyamar sebagai Andreas ketika berada di Australia, seperti apa yang akan dilakukan sang Istri. Tapi sayangnya ketika Ia sedang menghubungi anak buahnya ada seseorang yang memata-matainya, dan orang yang memata-matainya itu tersenyum penuh arti.
****
Wahhh kira-kira siapa ya, yang sudah memata-matai Chandra ..??
Jangan lupa Vote, Like, Komen Yaa ...
__ADS_1
Terimakasih ... 🥰🥰🙏🙏