
First Kiss Dari Chan Hirata
Setelah melakukan meeting dengan Tuan Feng dan para staff karyawan di kediaman Tuan Feng, kini Mirna melakukan pertemuannya dengan Tuan Hirata dan juga Chan Hirata di kantor perusahaan Destination Company. Ya memang tak ada kata lelah untuk Mirna setelah terbang dari Indonesia Ia langsung bekerja kembali hanya karena mengurus masalah perusahaan, bahkan tak hanya itu saja kerjaannya menumpuk semenjak Vitalia mengalami amnesia hingga Dia sembuh dan menyamar sebagai Amelia Hirata. Padahal biasanya kerjaan itu dikerjakan oleh Vitalia,tapi untuk kali ini tidak mengingat banyak permasalahan yang dialami Adik sepupunya. Mirna rela melakukan apapun hanya demi Vitalia mengingat masa kecil Vitalia yang kelam.
“Tuan-tuan mari silahkan duduk...” ucap Mirna Feriska mempersilahkan duduk Tuan Hirata dan juga Putranya. “Haduhh kenapa yang jadi deg-degan gini sih kalau ketemu Pria sialan ini.” batin Mirna sambil melirik ke arah Chan Hirata yang tiba-tiba tersenyum ketika melihatnya. Sontak Mirna pun lalu membuyarkan lamunannya dan berkata, “Ehhmmb.. bisa Kita mulai meetingnya..??” tanyanya membuka obrolan. “Silahkan dokter Feriska...” jawab Tuan Hirata dan Chan Hirata secara bersamaan.
“jadi begini..., Kakek emm maksudku Tuan Feng pemilik perusahaan ini menyuruhku agar kalian menandatangani kontrak kerja sama antara Perusahaan Hirata dengan Perusahaan Destination Company agar bisnis kalian tetap berjalan, karena Saya mendengar jika Perusahaan milik Tuan Hirata sedang kolaps karena ada seseorang yang selalu menggagalkan kontrak kerja sama.”ucap Mirna Feriska menjelaskan.
“Dokter Feriska tidak bercanda kan dok..??” tanya Tuan Hirata pada Mirna Feriska. Mirna pun lalu menjawabnya, “Tidak Tuan...Saya sangat serius akan hal ini..., karena ini njuga menyangkut keselamatan perusahaan Kami juga.” jawab Mirna berusaha meyakinkan Tuan Hirata. Chan Hirata pun lalu menimpalinya, “Hufft.., akhirnya ada yang mau bekerja sama dengan perusahaan Daddy...”ucapnya. Sontak saja membuat Mirna yang melihat Chan merasa
lega pun marah, “Tapi bukan berarti lepas tanggung jawab ya Tuan Chan, Anda juga harus membantu Ayah anda dalam menangani setiap masalah di perusahaan Anda... !!” tegas Mirna. Entah mengapa Mirna tiba-tiba tersulut emosi. Chan pun terkejut melihat Mirna yang malah justru memarahinya tanpa alasan dengan menjawab, “Loh..., kenapa jadi dokter Feriska yang ngegas..??, bukankah Saya hanya bernafas lega jika setidaknya sudah ada yang bisa membantu Ayahku. Dan mengenai Saya membantu Daddy ku atau tidak itu urusanku bukan urusanmu, lagi pula Kau perlu tahu dokter Feriska jika Aku juga sedang mengurusi perusahaan yang lain juga.” jawabnya. Mirna pun lalu menjawabnya lagi, “Karena itu sudah tugasmu Tuan Chan, jadi jangan mengeluh..”balas Mirna Feriska tak mau kalah.
“Eh..., sudah-sudah ini mengapa kalian jadi ribut??, ya sudah kalau begitu dokter Feriska Kami mengucapkan terimakasih banyak atas bantuanmu, jika tidak.., Kami tak bisa berbuat apa-apa lagi..” ucap Tuan Hirata sambil menundukkan kepala merasa malu. Mirna Feriska pun lalu berkata, “Iyaa Tuan jangan berterimakasih padaku karena Saya hanya menyampaikan pesan yang disampaikan Kakek Saya..., sekarang mohon Tuan Hirata untuk tanda tangani kerja sama ini di bidang properti, sementara Tuan Chan tolong anda tanda tangani kerja sama ini di bidang peeriklanan.” ucap Mirna sambil menyodorkan sebuah kertas.
“Lohh... Aku juga ternyata.., okey baiklah.., Dan Saya berharap jika dokter Feriska berkenan menjadi bintang iklan obat dari perusahaan ku nanti.” ujar Chan Hirata sengaja menggoda Mirna. Mirna pun menganga tak percaya dengan yang dikatakan Chan Hirata Kakak dari Amelia, “Hah... bagaimana bisa...??” ucapnya terkejut.
__ADS_1
“Chan... apa yang Kau lakukan..., Nona Mirna Feriska itu seorang dokter bukan seorang bintang iklan, masa’ iya mau Kamu jadiin bintang Iklan.” Ucap Tuan Hirata menimpali ucapan Putranya. Chan Hirata pun lalu berkata, “Dokter juga bisa kali Dad jadi bintang iklan, 'kan iklannya cuma iklan obat Dad... nggak lebih..” balas Chan santai lalu menengok ke arah Mirna yang sedari tadi diam menahan kekesalannya. “Iya nggak sih dokter Feriska..??” sambungnya bertanya pada Mirna sambil mengangkat alisnya.
“Maaf ya Tuan, Saya tidak mau... !!” tegas Mirna Feriska.
“Ehmmmb... maafkan Putraku yang satu ini ya dok, jika berkata yang tidak-tidak dengan Anda..” ucap Tuan Hirata merasa tak enak jika Putranya berbuat ulah. Mirna pun menjawabnya, “Sudah Tuan tak apa.., Kakak Amelia memang sukanya begitu.” ucap Mirna apa adanya. Membuat Chan yang mendengarkan pernyataan dari Mirna tak terima lalu berkata, “Apa katamu..??” ucapnya. Belum sempat Mirna menjawab Tuan Hirata menyela perdebatan di antara mereka, “Chan sudah hentikan... !!, lebih baik Kita pergi dari sini kalau Kau terus-terusan membuat keributan.” ucap Tuan Hirata berusaha melerai keduanya yang terus-terusan bertengkar. Chan pun membalasnya, “Daddy kembalilah ke kantor biar Chan yang menangani dokter Misterius kedua ini..” ucapnya.
Dan belum sampai Tuan Hirata membalasnya, Mirna pun berkata, “Dokter Misterius kedua..??, enak saja kalau ngomong.., Aku tak se misterius yang Kau pikir tauk... !!” lantang Mirna tak terima. Sampai-sampai membuat Tuan Hirata dan juga Jack yang sedang berada di ruangan itu menepuk jidatnya melihat mereka yang tetap saja meneruskan perdebatannya. Tanpa permisi Tuan Hirata dan Jack pun akhirnya memutuskan untuk keluar ruangan menghindar dari keributan.
Sedangkan di ruangan CEO tersebut masih terjadi keributan sengit antara Mirna Feriska dan Chan Hirata. Chan pun lalu menjawab lagi dengan apa yang dikatakan Mirna sambil berjalan mendekat ke arah Mirna yang sedang berdiri di hadapannya, “Kalau bukan dokter Misterius lalu dokter apa..??” bukannya menjawab Mirna yang merasa gugup pun berusaha menghindar dari Chan yang mendekatinya dengan menuju ke meja kerjanya. Akan tetapi belum sampai Mirna Feriska di meja kerjanya, Chan pun menariknya dari belakang hingga tubuh Mirna terhuyung dan terjatuh di atas lantai, beruntungnya Ia jatuh ke dalam pelukan Chan Hirata.
Deg...
Pandangan mata diantara mereka kini saling beradu, tatapan diantara mereka seperti tatapan yang tidak dapat diartikan, “Ya Tuhan... mengapa Tuan Chan jadi mengerikan seperti ini sih..,membuat jantungku seakan mau copot saja.” gumam Mirna dengan posisi masih di atas tubuh Chan. “Sejak pertama kali bertemu denganmu entah mengapa hati ini seakan berdetak kencang, ingat dokter Feriska Aku tidak akan membiarkanmu jatuh ke pelukan orang lain, Kau adalah milikku.” ucapnya dalam hati sambil berbalik menatap Mirna.
“Ehh... upss.. maaf Saya tidak tahu... permisi..” ucap Jack yang tiba-tiba saja datang di balik pintu lalu menutupnya lagi. Sontak membuat Mirna dan Chan pun membelalakkan matanya terkejut dengan siapa yang ada di hadapan di antara mereka. Mirna pun lalu terbangun begitu pula dengan Chan. “Astaga..., bagaimana jika Jack melihatku tadi.., bisa-bisa Dia....” ucap Mirna. Ucapnya terhenti karena Chan Hirata memotongnya, “Itu akibatnya jika Kau berani menggodaku dokter Mirna Feriska.” sambung Chan sambil tersenyum semanis mungkin di hadapan Mirna. “Hah.., apa katamu.., Aku menggoda mu??, enak saja kalau ngomong.., Kau saja yang...” belum sampai Mirna Feriska menyelesaikan ucapannya, Chan pun tiba-tiba menyambar bibir Mirna dengan mengecupnya sekilas.
__ADS_1
Cup...
Seketika saja Mirna memelototkan matanya tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan Kakak dari Amelia terhadapnya. Sedetik dua detik Mirna masih terdiam sambil menutup mulutnya, sementara Chan yang melihat Mirna terdiam mematung hanya tersenyum menatapnya lalu pergi keluar dari ruangan tersebut tanpa permisi.
*****
Hai... hai... sejenak kita simak dulu kejadian Mirna Feriska dan Chan Hirata yaa... setelah ini memasuki Episode yang menguras pikiran Author... wkwkwkwk
Jangan lupa tinggalkan jejak...
Tabung Ijo.., Gassss Like, Vote, Komen yaaa.... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏
Oh ya jangan lupa mampir ya ke novel teman Author...
__ADS_1