
Mengungkap Sebuah Kebenaran Part 3
Setelah perdebatan panjang akhirnya Vitalia menyerah begitu saja dihadapan Chandra, entah Dia menyerah karena memang bagian strateginya atau memang benar-benar menyerah sendiri, hanya Vitalia sendirilah yang
mengetahuinya. Kini Vitalia sudah di dalam mobil bersama dengan Chandra, sementara Frans yang menyetir mobilnya.
Di dalam mobil.
“Vitalia, setelah ini Kau harus berpikir keras, apalagi pasti Chandra akan membawamu di hadapan seluruh keluarganya.” batin Vitalia. Sedangkan Chandra yang merasa Vitalia hanya diam saja, Ia pun lalu membuka
suaranya dengan berkata, “Bersiaplah Vitalia, Aku akan membalaskan dendam padamu, karena Kau sudah membunuh Kakekku.” ucapnya dingin pada Vitalia. Sementara Vitalia hanya diam tak menanggapi perkataan dari Chandra. Tiba-tiba saja ponselnya pun berbunyi.
Dreett... Dreertt...
Vitalia pun lalu segera mengangkatnya, akan tetapi belum sampai Vitalia mengangkatnya Chandra justru membuah ponsel milik Vitalia keluar jendela mobil. Sontak saja Vitalia pun memelototkan matanya tajam ke arah Chandra sambil berkata, “Chandra apa yang Kau lakukan..” ucapnya.
“Sudah tenang saja, Aku akan mengganti ponselmu lebih canggih lagi daripada punyamu.” ucap Chandra dengan sombongnya. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Issshh.., Aku tak butuh bantuanmu..” jawab Vitalia ketus, sambil memalingkan mukanya kesisi lain. Chandra pun lalu menyahutnya lagi dengan berkata, “Apa Kau yakin tuan Putri..??” tanya Chandra sambil mendekatkan mukanya ke wajah Vitalia yang sedang memalingkan wajahnya ke arah lain. Sontak saja Vitalia pun menoleh ke arah Chandra betapa terkejutnya Ia melihat wajah Chandra yang kini tepat berada di depannya.
__ADS_1
Sreettt..
“Chand..., minggir... !!” bentak Vitalia dengan menatap Chandra tajam. Bukannya Chandra menyingkir tapi Ia justru malah tertawa terbahak-bahak melihat Vitalia yang sedang marah, “Hahahaha... Kau itu terlihat lucu jika sedang marah..” ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak. Vitalia yang merasa Dirinya di ledek Ia pun lalu berkata, “Dasar... Mafia kejam awas saja Kau..” ucap Vitalia dingin lalu membuang mukanya lagi ke arah lain. Tanpa ba bi bu tiba-tiba saja Chnadra menarik tubuh Vitalia.
Srreeeghh..
Bruuukk...
Sontak saja membuat Vitalia terkejut dengan tarikan tangan Chandra yang begitu kencang sehingga tubuhnya kini berada di pelukan Chandra. Vitalia pun lalu berkata, “Chandra.., lepas apa yang akan Kau lakukan, haa...??, bera...” belum sempat Vitalia menyelesaikan ucapannya, Chandra pun tiba-tiba menyambar bibir Vitalia dengan begitu saja tanpa permisi.
Cuuuppp..
batas. Bahkan sudah beberapa kali Chandra menciumnya secara diam-diam. “Eeergggh.. Chandra..., dasar mafia kejam tak tahu diri, mesum...” ucap Vitalia geram. Tak lama pun mereka akhirnya sampai di kediaman Zhu.
“Pelayan cepat bawa Calon Istriku masuk ke dalam.” titah Chandra sambil menuruni mobil. Vitalia pun justru lalu menjawabnya dengan berkata, “Tidak perlu..., Aku bisa jalan sendiri.” tandasnya. Membuat Chandra menatap tajam ke arah Vitalia, “Turuti perintahku atau kalian akan ku pecat... !!” seru Chandra pada para pelayan keluarga Zhu dengan nada penuh ancaman. Sementara Vitalia hanya mendengus kesal. “Astagaaa, Chandra benar-benar membuatku pusing.., lihat saja nanti jika Kau mempermainkanku di depan keluargamu.” Gumamnya dalam hati sambil mengikuti Chandra dari belakang dengan di kawal oleh kedua pelayan. “Mbak... mending kalian ngerjain pekerjaan yang lain saja deh, karena Aku tak butuh pengawalan kalian.” Ucap Vitalia membuka suara dengan berbicara pada kedua pelayan tersebut. Salah satu pelayan tersebut pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Nona Muda.. nanti Kami dimarahi oleh Tuan Muda Chandra.” Ucapnya sambil menunduk takut.
“Hufftt..., sudah kalian tenang saja, jika kalian dimarahi bilang sama Saya, kalian jangan takut dengan Mafia Kejam kaya’ Dia..., orang kaya’ Dia itu nggak perlu kalian takuti, okey..” ucap Vitalia. Dan tanpa disadari oleh Vitalia. Chandra pun berdehem tepat berada di belakangnya, “Ehembb...” dehemnya.
__ADS_1
Vitalia pun membelalakkan matanya lebar-lebar karena mendengar deheman dari Chandra, “Chand Kau...” ucapnya terhenti. Tanpa ba bi bu Vitalia pun diseret langsung oleh Chandra menuju ke ruang keluarga. Dimana saat
ini keluarga Chandra sedang berkumpul. “Chandra lepas kataku...., maksudmu itu apa sih haa... !!” seru Vitalia berusaha menghempaskan tangan Chandra tapi tidak bisa. Sesampainya Mereka berdua di ruang keluarga, Vitalia pun dihempaskan begitu saja oleh Chandra di atas lantai.
Bruuukkk....
“Chandra apa yang Kau lakukan Nak...??” ucap Tuan Zhun terkejut dengan perlakuan Putranya terhadap Amelia pikirnya. Karena memang Mereka mengira yang ada di depannya saat ini adalah Amelia Hirata.
“Dokter Amelia, Kau tidak apa-apa kan..??” ucap Nyonya Dhea Mama dari Chandra sambnil membangunkan Amelia. Belum sampat Vitalia menjawab Chandra pun berkata, “Mama.., Dia bukan dokter Amelia, Dia itu Vitalia...”
“Apa maksudmu Chandra..., sudah berapa kali kubilang jangan...” Belum sampai Nyonya Dhea menyelesaikan ucapannya Vitalia pun memotongnya dengan berkata, “Yang dikatakan Chandra itu benar adanya Om.. Tante.., Aku adalah Vitalia yang selama ini kalian cari..” ucap Vitalia sopan dihadapan kedua orang tua Chandra. Sementara kedua orangtua dari Chandra pun menatap tak percaya dengan apa yang Ia lihat sekarang. “Jadi Kamu selama ini..??” ucap Tuan Zhu terhenti. Dan Vitalia pun menjawabnya, “Ya Om... Aku selama ini menjadi Amelia Hirata karena kesalah pahaman..” ucap Vitalia. Sontak saja Chandra yang mendengarkan penuturan dari Vitalia pun lalu berkata,"Itu tidak benar Pa.. Ma.. Dia berbohong, Dia memang sengaja bersembunyi di belakangku karena Papanya adalah seorang penbunuh... !!" lantang Chandra. Sontak saja Vitalia pun mentahut dengan tensi tinggi.
“Tutup mulutmu Chandra..., itu tidak seperti apa yang Kau pikirkan ingat itu... !!” ucap Vitalia. sementara kedua orang tua Zhu hanya menatap Chandra dan Vitalia secara bergantian sambil memijat pelipisnya karena bingung dengan apa yang terjadi yang sebenarnya.
Nyonya Dhea pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Lalu kenapa Kau membohongi Kami dengan menjadi seorang dokter Amelia Nak..., Kau tahu Aku sangat mengagumimu disaat Kamu bisa menyembuhkan Putriku Sisi dan juga Aku sendiri, tapi sekarang mengapa Kau malah membohongi Kami..??" tanya Nyonya Hirata menatap heran Vitalia. Vitalia pun lalu menjawabnya, "Karena Saya waktu itu mengalami hilang ingatan, dan mereka mengira bahwa Aku ini adalah Amelia, Tante." ucap Vitalia berkata jujur. Sementara Chandra hanya terdiam sambil menatap tajam Vitalia. VItalia pun tak berhenti menjelaskannya Ia pun lalu berkata lagi, "Dan Saya mengalami hilang ingatan permanen, Aku bahkan tak bisa mengenali namaku sendiri, dan pada akhirnya keluarga hirata menganggapku jika Aku ini adalah anaknya, karena wajahnya yang sangat mirip denganku." ucapnya lagi membuat Chandra melangkahkan kakinya menuju Vitalia. Sayangnya langkahn ya dihentikan oleh Tuan Zhu yang berteriak, "Chandra...berhenti... !!, Biarkan Vitalia menjelaskannya,.. !!" serunya.
******
__ADS_1
Haduuuuhhh Chandraa Chandraa... sudahlah Kau menyeraha saja lah... wkwkwkwk
Jangan lupa Vote, Like, Komen Yaaa.... Terimakasih.... ^-^