
Bertemu Pemilik Sunrise Hospital
Setelah kejadian di ruangan Amelia, kini Chandra mendadak canggung dengan Amelia begitu pula dengan Amelia, sedangkan Mirna Feriska yang melihatnya pun sibuk dengan pikirannya sendiri sambil mendorong Sisi dengan kursi roda berjalan menyusuri lorong RS.
"Amelia.. Aku harap Kau tidak terbujuk rayu oleh rayuan seorang Chandra yang biasa mempermainkan Wanita..." gumam Mirna Feriska dalam hati sambil melihat gelagat Chandra dan Amelia yang terlihat canggung.
"Ehmmm..., dokter Amelia, dokter Feriska terimakasih sudah mengantar Kami sampai ke depan, Saya sangat berharap dengan ramuan yang kalian buat, bisa menyembuhkan Adik Saya...
"Iya Tuan..., sama-sama..." balas Amelia salah tingkah.
"Kak Amelia... Sisi berharap Kak dokter menjawab pertanyaanku tadi..., dan Kak Chandra kumohon Kau menyetujuinya..." ucap Sisi.
"Sayang..., Kakak nggak bisa berjanji soal hal pernikahan..., tapi Kakak berjanji akan selalu ada buat mu... ok... " balas Amelia sambil tersenyum ramah pada Sisi.
"Kalau begitu nanti malam, Kak dokter datang ke rumahku ya.. Sisi tunggu..." pinta Sisi pada Amelia, seketika Amelia malah menatap ke arah Chandra seakan meminta persetujuan, dan Chandra pun mengangguk pelan menyetujuinya.
"Hmmm... ya sudah lah nanti Kak Amel datang deh ke tempatmu ya..." jawab Amelia pasrah menuruti permintaan Adik kandung dari Chandra tersebut.
"Benar ya Kak...??" tanya Sisi memastikan.
"Iya... Kak dokter janji..." balas Amelia.
"Pak mamat tolong bantuin Sisi masuk ke dalam mobil ya Pak.." pinta Sisi pada sopir pribadi Chandra.
" Baik Non..." jawab sopir tersebut.
"Oh ya... kalau begitu Kami permisi dulu dokter Feriska dan..." ucap Chandra terhenti.
"Dan apa...??" tanya Amelia pada Chandra.
"Dokter Misterius..." jawab Chandra sambil tersenyum tipis menggoda Amelia, lalu masuk ke dalam mobil, seketika Amelia pun memelototkan matanya mendengar panggilan Chandra padanya.
"Isshhh ck.. awas saja Kamu Tuan Mafia Kejam..." balas Amelia, melihat Chandra yang sudah masuk ke dalam mobil.
"See you good bye... dokter Misterius ku..." ucap Chandra seraya melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum menggoda Amelia, dengan membuka jendela kaca mobilnya.
"Astagaaa..., yang benar saja si Mafia kejam memanggilku seperti itu..." gerutu Amelia pelan, membuat Mirna Feriska yang ada disebelahnya menggelengkan kepalanya pelan.
"Amelia..., Mbak sangat berharap padamu.., jangan Ter lalu dekat dengannya..., bahkan Kau belum tahu sifat aslinya..." tutur Mirna Feriska pada Amelia.
"Aduh Mbak... memangnya kenapa sih...??, lagian Amel cuma berteman saja kok.." balas Amelia.
"Oh... begituuu... jadi kalian sudah saling berteman...??" tanya Mirna Feriska menatap Amelia, penuh selidik.
"Eh... emm bukan begitu Mbak..., tapi..." jawab Amel terhenti.
"Tidak usah ditutup-tutupi Mel..., Mbak juga sudah tahu..., bukannya Aku ikut campur tapi Mbak hanya ingin Kamu hanya fokus dengan pemulihanmu saja..." ucap Mirna Feriska.
__ADS_1
"Hmmm..., iya deh... maaf.." jawab Amelia pasrah.
*****
Sementara di sebuah cafe dekat Sunrise Hospital, tampak seorang Sherlyn sedang menyusun rencana untuk mencelakai Amelia dengan menyuruh orang suruhannya.
"Bagaimana apa kalian setuju dengan ideku...?? tanya Sherlyn pada dua orang suruhannya.
"Setuju Nona..." jawab dua orang suruhannya tersebut.
"Bagus..., lakukan secepatnya jangan sampai ada yang tahu dan jangan sampai gagal rencana kita kali ini.." tutur Sherlyn pada kedua orang suruhannya itu.
"Baik Bos... secepatnya kita akan kabari..." jawabnya.
"Ya sudah kalian pergilah sebelum ada orang yang melihat ke arah Kita..." ucap Sherlyn sambil menoleh ke kanan kiri.
"Ok Bos... kita pergi dulu..." jawab kedua orang suruhan Sherlyn berpamitan.
*****
Sementara di dalam mobil Chandra sedari tadi senyum-senyum sendiri membayangkan Amelia yang berhasil Ia goda tadi, padahal selama ini Chandra sendiri tak pernah tersenyum seperti sekarang, entah mengapa perasaan Chandra ketika bersama Amelia begitu tenang.
"Kak.. Kak Chandra kenapa sih dari tadi senyum-senyum sendiri...??" tanya Sisi heran melihat sang Kakak tidak seperti biasanya.
"Siapa yang senyum-senyum sih Dik..." balas Chandra pada sang Adik sambil mencubit pipi Sisi gemas.
"Aduh Kak... sakit tauk..." keluh Sisi mengaduh kesakita.
"Dik..., Kakak kali ini berjanji akan berhenti bermain dengan Wanita, Kakak akan berusaha mendekati Kakak doktermu itu untuk dijadikan Kakak Iparmu..." gumam Chandra dalam hati sambil menatap ke arah Sisi.
"Hey... Kak..., Kakak kenapa sih kok bengong..??" tanya Sisi heran dengan sang Kakak.
*****
Sementara di rumah sakit, Amelia disuruh untuk menemui pemilik Sunrise Hospital. Ya Mirna Feriska yang menyuruhnya untuk menemui tuan Feng pemilik Sunrise Hospital.
"Mel..., habis ini Mbak minta waktumu sebentar untuk menemui pemilik Sunrise Hospital..." ajak Mirna Feriska pada Amelia.
"Kenapa tiba-tiba sih Mbak...??, memangnya nggak ada waktu lain apa..??" ucap Amelia penuh dengan pertanyaan yang ada di dalam otaknya.
"Mel..., ini kan permintaan pemilik rumah sakit, masa' iyaa Kamu tolak.." tutur Mirna Feriska.
"Isshhh iyaa iyaa..., terus tugasku yang gantiin siapa coba??" tanya Amelia.
"Ada dokter lain Mel..., sudah tenang saja nggak usah dipikirkan.." jawab Mirna.
"Hmmm iyaaa..., apalah daya Amel kan cuma bawahan, mau nggak mau harus nurut sama atasan..." balas Amelia pasrah.
__ADS_1
"Harus gitu dong Mel... hehehe.." balas Mirna Feriska sambil nyengir kuda.
"Biasa saja kali Mbak..., Isshhh ck.. ya sudah ayo tunggu apa lagi sih Mbak.." ucap Amelia sambil menarik tangan Mirna menuju ke ruang direktur menemui pemilik Sunrise Hospital.
"Dengan tingkahnya yang seperti ini, Aku semakin yakin kalau Kau bukan Amelia, tapi Kau adalah Vitalia Adik sepupuku..., tapi mungkin harus butuh waktu lama untuk memulihkan ingatanmu kembali..." gumam Mirna dalam hati, sambil menatap Amelia.
"Hey Mbak... udah sampai.., kenapa malah bengong sih..??, bukannya tadi..." ucap Amelia terhenti. Ya mereka kini sudah sampai di depan ruang direktur.
"Ada apa ini ribut-ribut....??" tanya tuan Feng yang muncul di balik pintu.
"Grandpa..." ucap Mirna Feriska.
"Eh.. tu... tuan...maaf...??" ucap Amelia melihat tuan Feng pun tersentak kaget, sementara Mirna hanya tersenyum menanggapi tuan Feng.
"Iya dok... tidak apa-apa..." balas tuan Feng ramah.
"Mirna..??, kenapa nggak dari tadi masuk saja sih Cu..." sambungnya lagi.
"Oh yaa..., silahkan dokter Amelia ayo masuk..." ucap tuan Feng mempersilahkan Amelia, sementara Amelia hanya diam menuruti perintah pemilik Sunrise Hospital.
"Mengapa tuan Feng mengenaliku..??, tapi kenapa Aku merasa sangat tidak asing melihat wajahnya, seperti Aku melihat Mbak Mirna Feriska pertama kaliny??" gumam Amelia dalam hati penuh dengan pertanyaan, dan kini mereka pun sudah berada di dalam suatu ruangan, yang merupakan tempat rahasia yang ada di dalam ruang direktur, belum sampai mereka bertiga membuka suara, tiba-tiba Amelia pun mendadak memegang pelipisnya karena merasa pusing.
"Aduhhhh... kepalaku..." rintih Amelia kesakitan, sambil memegang kepalanya.
"Amelia Kau kenapa..???" tanya Mirna Feriska panik.
"Tidak ada kok Mbak..." jawab Amel berbohong, padahal Ia sendiri merasa pusing.
"Arrrghhh.. sakit sekali Mbak..." ucap Amelia.
seketika bayang-bayang yang ada di pikiran Amelia pun muncul.
Flashback On
"Vitalia kenapa Kita harus beda pesawat sih Vit..
"Sudah pokoknya tenang saja Mbak, nggak usah khawatir, Vitalia bisa jaga diri baik-baik kok..., ini demi kebaikan kita Mbak.. jika ketahuan gengnya Chandra bisa gawat Mbak...
"Bukannya Kamu mau bertemu dengannya??
"Iyaa.. tapi yang patut diwaspadai adalah Gengnya bukan Chandra.." jawab Vitalia.
Flashback Off.
"Vi.. Vitalia...???, Chandra..??, Arrrghhh tidakkk... teriak Amelia seketika juga Mirna dan tuan Feng terkejut.
*****
__ADS_1
Waduhh makin seru nih
Jangn lupa Vote, Like, Komen dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏