
Arnold Menyerang Perusahaan Chandra.
Sementara Chandra kini sudah pergi dari restoran tersebut dan berniat menuju ke markas kebesarannya untuk melampiaskan kemarahannya pada anak buahnya. Apalagi Chandra sendiri tak percaya dengan apa yang Ia lihat tadi. “Aaarrrgghh..., benar-benar membingungkan..” ucap Chandra sambil *******-***** rambutnya kesal dengan dirinya sendiri. Lalu melajukan mobilnya degan kecepatan sedang.
“Halo Frans..., ada apa..??" tanya Chandra membuka obrolan dalam telepon. Frans yang ada di seberang sana pun lalu menjawabnya, “Anak buah Arnold sedang menyerang perusahaan Kita tuan, mereka berusaha mencuri obat obatan yang akan kita kirimkan pada Distributor kita Chandra...” ucap Frans menjelaskan pada Chandra.
“Brengsek Kau Arnold.., Kalau begitu cepat kerahkan Anak buah kita untuk mengamankan perusahaan...”
"Baiklah..." jawab Frans seadanya. Dan Chandra pun lalu berkata, “Jangan lupa pindahkan senjata biologis yang Kita miliki ke tempat yang lebih aman dan tersembunyi.., jangan sampai mereka tahu tentang hal itu.” titah Chandra pada Sahabatnya itu.
“Okey Bos..” ucap Frans yang berada di seberang sana lalu mematikan ponselnya sebelah pihak. Chandra pun lalu berbalik arah segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kantor perusahaan
****
Sesudah mengantarkan Mirna Feriska pulang ke rumah Tuan Feng. Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia pun lalu mengantarkan Nyonya Long Ai beserta Suami dan anaknya ke rumah yang Ia beli.
Sesampainya di rumah itu, mereka pun segera menuruni mobil dan menurunkan pakaian yang mereka bawa. “Loh Mel.., kenapa kesini ini rumah siapa..??” tanya Nyonya Long Ai bingung melihat rumah mewah yang ada di depannya.
“Maafkan Amelia Mom ..., Amelia hanya bisa membelikan rumah seperti ini untuk kalian, meskipun tak seberapa besar, kuharap Kalian betah tinggal disini.” Ucap Amelia membuka obrolan.
“Astagaaa, jadi Anak Mommy yang membeli rumah sebesar ini..??, tapi kenapa tidak kembali ke rumah Kita yang dulu saja sih Nak..??” tanya Nyonya Long Ai pada Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia bingung.
Vitalia pun lalu menjawabnya, “Tidak apa Mom..., ini murni Amelia belikan untuk kalian..., untuk Papa nanti Papa bisa bekerja di perusahaan Destination Company sebagai Wakil Direktur di Perusahaan itu, dan untuk Kak Risa.., Amelia sudah siapkan Kakak tempat untuk bekerja, dan Aku sangat berharap kalian cocok dengan pekerjaan itu, dan Kakak bisa berubah menjadi lebih baik lagi di banding di Indonesia.” ucap Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia.
Bahkan tanpa cuma-cuma Ia memberikan semua fasilitas semewah itu pada Keluarga Tiri Amelia. Vitalia berpikir setidaknya Ia telah menjalankan tugasnya sebagai seorang Anak yang berbakti kepada orang tuanya, meskipun sebenarnya mereka bukan orang tua kandungnya, mengingat Dirinya kini sedang menyamar sebagai Amelia. “Sayang... darimana Kamu mendapatkan uang sebanyak ini Nak.., Bahkan Mommy tak tahu jika Kamu sekarang bisa sesukses ini .. ??” tanya Mommy dari Amelia.
Vitalia pun lalu menjawabnya lagi dengan berkata, “Mom..., meskipun Amelia dinilai rendah oleh orang lain, setidaknya Amelia ingin membahagiakan Mommy dan juga Papa dan Kakak, meskipun Papa dan Kakak bukan merupakan Ayah dan Saudari Kandungku setidaknya Amel juga berhak membahagiakan mereka Mom.., dan mengenai uang ini darimana, Mommy tak perlu khawatir karena uang tabungan Amelia sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan Amelia.” ucap Vitalia yang sedang bersandiwara sebagai Amelia mencoba memberi pengertian pada sang Mommy.
“Tapi Nak... bukankah Kamu harus menempuh kuliah lagi untuk meraih cita-citamu sebagai seorang dokter bedah..??” tanya Nyonya Long Ai pada Amelia. Dan Amelia menjawabnya, “Benar Mom..., tapi Amelia sudah mengatur semuanya, jadi jangan khawatir tentangku.” Ucapnya sambil tersenyum manis. “Ya Tuhan.. mengapa disaat Aku berbicara dengan Nyonya Long Ai seperti sedang berbicara dengan Mamaku sendiri.” gumam Vitalia dalam hati.
“Amelia..., lalu bagaimana dengan Daddy jika mengetahui hal ini Nak.., Dia pasti akan marah besar padamu..” ucap Mommy kandung Amelia. “Tidak Mom..., Mommy tenang saja, mengenai Daddy mereka tak mengetahui jika kalian sekarang sedang berada di Jepang, dan untuk Kak Risa besok sudah bisa bekerja ikut denganku ke Sunrise Hospital untuk menemani Mbak Mirna sebagai Asistennya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Risa ketika mendengar sang Adik menyatakan bahwa dirinya bekerja di rumah sakit bersama dengannya, “Jadi Aku dijadikan Assisten pribadi dari dokter Mirna, Mel..??” tanya Risa memastikan.
“Iyaa, Kak... tapi ingat Kakak harus mematuhi aturan yang berlaku di rumah sakit itu, Amelia tidak mau kalau sampai Kakak mencemarkan nama baik keluarga Kita lagi..” ucap Amelia.
“Lohh... apa Kau mengenal Vitalia Mel..??, bahkan Kau tahu dengan sifatku, padahal Aku saja baru bertemu denganmu sekarang.” balas Risa heran mengapa Amelia mengetahui perilakunya selama ini.
Dan Amelia pun menjawabnya dengan kecerdasan otaknya memainkan sandiwaranya dengan berkata, “Aku mengenalnya Kak, Aku mendapatkan laporan jika Kakak telah mencoba membunuh Kakak Iparnya, dan Amel tidak mau Kakak berulah seperti itu lagi, tapi jika Kak Risa mengulanginya lagi Amelia tidak segan-segan untuk mengusir Kakak dari sini.”ucap Amelia dengan nada penuh ancaman.
“Iya deh Mel..., Maafkan Aku yaa.., Kakak berjanji tidak akan berbuat ulah lagi, itu semua karena sebuah alasan kenapa Kami melakukan ini..” Balas Risa sambil menundukkan kepala karena takut menatap Amelia yang sebenarnya adalah temannya sendiri yaitu Vitalia. “Huufftt.. sudah Kak.., Amel sudah memaafkan Kakak, mengenai masalah itu kita bicarakan nanti saja.” balasnya sambil tersenyum ramah ke arah Risa. Risa pun membalasnya tersenyum ramah lalu berkata, "Thanks ya Mel..., Aku tidak menyangka jika Adik Tiri ku sebaik ini padaku, Aku tidak adan melupakan kebaikanmu ini Mel." ucapnya tulus. SEdangkan Tuan dan Nyonya Long Ai yang melihatnya pun ikut senang.
“Iyaa... Kak, Oh ya.. berhubung Amel ada urusan, Amel permisi dulu ya Mom.., Pah.., Kak... sudah terlambat nih.., lebih baik kalian masuk dan beristirahatlah.., jika ada apa-apa nanti hubungi Amel saja ya..” ucapnya berpamitan sambil melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya.
“Ya sudah.. hati-hati dijalan.. jangan ngebut..” ucap Nyonya Long Ai memperingatkan Putrinya. Tanpa permisi Vitalia pun lalu segera membuka kenop pintu mobilnya dan segera menancapkan gasnya untuk segera ke restoran.
*****
Sementara di lain tempat nampak Chandra sudah memasuki perusahaan miliknya, seketika Ia mengedarkan pandangannya melihat sekitar tidak ada seorang sama sekali. Chandra pun mengernyit bingung dengan apa yang sudah terjadi di perusahaannya.
“Ada apa ini, kenapa sepi sekali...” gumam Chandra dalam hati sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan yang tampak sepi tak ada aktifitas. Tanpa disadari oleh Chandra ada seseorang yang mengikutinya dari arah belakang, Dan..
“Arrrggghhh...” erang Chandra kesakitan tersungkur di atas lantai karena di pukul oleh seseorang itu.
“Ciihh... ternyata cuma segitu nyalimu tuan Chandra Zhu..” ucap Seseorang itu dengan nada meremehkan Chandra. Chandra pun tak mau kalah dengan begitu saja, Ia justru berusaha bangkit menahan rasa sakit ketika Ia diremehkan.
Sreegghh..
Chandra pun kini berdiri mencoba melawan Arnold. Ya orang yang sedang memukul Chandra dari belakang adalah Arnold. Arnold sendiri merupakan seorang Mafia yang juga merupakan Kekasih Amelia, meskipun sekarang Amelia sudah tak menganggapnya sebagai Kekasihnya.
“Beraninya Kau bermain denganku.. !!” seru Chandra tak terima dengan apa yang sudah Arnold lakukan dengan perusahaannya.
Buukk... bukkk...
__ADS_1
Arrrggghh...” erang Arnold kesakitan.
Buukkk.. bukkk....
Braaakk..
Tendangan dari Chandra pun berhasil merobohkan Arnold dengan begitu mudahnya. Bahkan di mulut Arnold pun sampai mengeluarkan darah. Chandra pun lalu berkata, “Rasakan Kau Arnold.., itu akibatnya jika Kau berani melawanku..” ucap Chandra sambil menatap Arnold dengan tatapan membunuh. Tak sampai disitu saja Arnold pun kembali berdiri untuk membalasnya. Dan
Buk...
Pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Arnold ke wajah Chandara akan tetapi Chandra dengan sigap bisa menahannya.
Sreeeggh..
“Heh..., ternyata Kau masih belum menyerah juga Arnold...” jawabnya. Dan
Ctaasss...
Ctaasss...
Chandra melayangkan sebuah sabuk yang Ia gunakan untuk memecut Arnold. Arnold pun kini meringis kesakitan karena pecutan tersebut.
“Arrrggghh..., brengsek Kau Chandra... !!” maki Arnold tak terima dengan perlakuan tak terduga yang dilakukan oleh Chandra. Sementara Chandra yang melihat Arnold tak bisa berdiri pun hanya menatapnya tajam sambil tersenyum menyeringai.
*****
Waduuhhh tambah seru ya guys..., apakah setelah ini Vitalia berhasil menemui Amelia yang sedang menyembunyikan identitasnya... ?? Jangan lewatkan episode selanjutnya ya.., hanya di Dokter MIsterius VS Mafia Kejam.
Oh ya sebelumnya maaf ya Author telat updatenya karena sibuk dengan real life.
Tabung Ijooo Gass Vote, Like, dan Komennya yaa... Terimakasih...🥰🥰🙏🙏
__ADS_1
Oh ya sambil menunggu Author update lagi yuk kita simak novel menarik dari teman Author dari kak Zafa.