
Kecurigaan Arnold
Sementara Chandra kini sedang sibuk mengurusi perusahaannya yang sedang berantakan karena ulah dari Arnold yang berusaha merebut perusahaannya serta berusaha mencuri barang produksi yang diolah oleh perusahaannya. Chandra sendiri kini mengurus perusahaannya sendirian karena Kevin asistennya sudah meninggal karena di serang oleh Arnold yang merupakan musuh bebuyutan Chandra.
Padahal sebelumnya Chandra tidak pernah menganggap Arnold sebagai musuh akan tetapi setelah Ia mengetahui kebusukan dari keluarga Arnold Chandra mulai berpikir dua kali jika akan bekerja sama dengan perusaan milik Arnold. Di tengah Chandra sedang memperbaiki berkas-berkasnya Ia teringat sesuatu dengan ucapan Kevin asistennya untuk yang terakhir kali.
Flashback On:
“Kevin... apa yang terjadi..??” tanya Chandra panik sambil menghampiri ke arah Kevin yang tampak berlumuran darah.
“Tuan Chandra ternyata Kau salah menilai dokter Vit.. Vitalia...” ucap Kevin berusaha menjelaskan akan tetapi omongannya terhenti begitu saja karena Ia tak sadarkan diri. Chandra pun lalu berkata, “Kevin.., katakan kepadaku dengan jelas apa maksudmu..??” tanya Chandra sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya berusaha menyadarkan Kevin yang sudah mulai terkulai lemah tak sadarkan diri.
“Kevin..., Kev.. bagun...” ucap Chandra masih bersih keras membangunkan Kevin yang justru tak kunjung bangun.
Flash back Off:
Chandra pun seketika saja menghentikan aktifitasnya dan berpikir, “Apa maksud perkataan dari Kevin kemarin, mengapa Dia justru mengatakan kepadaku jika Aku telah salah menilai Vitalia.. ??” ucap Chandra berperang dengan pikirannya. Chandra pun lalu berniat untuk menghubungi seseorang. Akan tetapi belum sampai Ia memencet tombol ponselnya pun berbunyi.
Dreeett... dreett.. dreeettt...
Chandra pun segera mengangkatnya, dilihatnya Frans Sahabatnya yang telah menghubunginya.
“Hallo...” ucap Chandra memulai membuka obrolan. Dan diseberang sana Frans pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Chandra... Aku membawa kabar bagus untukmu..” tuturnya. Dan Chandra pun mulai penasaran dengan apa yang dikatakan Frans Sahabatnya. Akhirnya Ia pun segera membalasnya dengan bertanya, “Kabar bagus apa maksudmu Frans..??, apa ini mengenai Arnold si brengsek itu..??” tanyanya.
“Bukan Chandra, tapi ini mengenai Vitalia..” jawab Frans. Sontak saja membuat Chandra begitu terkejut mendengarnya, Ia pun lalu berkata, “Apa..??, Wanita itu..??” tanyanya.
“Yaa Kau benar...” jelas Frans.
__ADS_1
“Kalau begitu cepat katakan kepadaku ada apa dengan Wanita misterius itu..”balas Chandra penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Wanita yang Ia cari selama ini. Frans pun lalu menjelaskannya, “Dia sudah kembali Chand, dan Dia sekarang bekerja di salah satu RS di kota tokyo bernama Moon Hospital.” terang Frans pada Chandra.
“Apa..??, bagaimana mungkin..??, terus Amelia itu siapa...??” balas Chandra tak percaya dengan apa yang dikatakan Sahabatnya. Frans pun lalu mencoba memberi penjelasan lagi dengan berkata, “Kan mereka memang mirip Chand, apa Kau melupakannya..??” tutur Frans mengingatkan Chandra.
“Astagaa, Aku melupakannya, baiklah kalau begitu Aku segera menyusulmu ke sana..” ucap Chandra. Lalu segera mematikan ponselnya bergegas keluar dari ruangan kebesarannya dan menyambar kunci mobilnya bergegas menuju ke Moon Hospital.
*****
Sedangkan di lain tempat Vitalia yang kini sedang disibukkan dengan pekerjaannya tiba-tiba saja dikejutkan dengan kedatangan Arnold yang datang tanpa permisi.
Braakkkk....
“Arnold... apa-apaan Kau... !!” seru Amelia palsu (Vitalia)
terkejut.
Sreeegh...
“Sekarang ikut denganku atau Kau akan menyesal..” ucap Arnold sambil menarik kasar Vitalia. Vitalia pun tak tinggal diam Dia pun memberontak sambil berkata, “Lepas Ar..., apa belum puas Kau menghancurkan keluargaku..., dasar Pria brengsek yang pernah Aku temui.. !!” lantang Vitalia melawan Arnold berusaha melepaskan . Arnold yang merasa tak terima pun lalu melayangkan tangannya ke arah Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia. Tapi sayangnya tangan Arnold berhasil dicekal oleh Vitalia.
Greeeppp...
“Jangan coba-coba menyakitiku Arnold... !!” tegas Vitalia. sontak membuat Arnold terkejut dengan perlakuan Amelia yang tiba-tiba saja berubah menjadi berani terhadapnya. Arnold yang merasa curiga dengan tingkah laku wanita yang ada di depannya saat ini, Ia pun lalu berteriak memanggil seseorang, “Pengawal..., cepat tangkap Dia jangan sampai Dia lolos.. !! teriaknya. Bahkan sampai-sampai para pasien yang sedang berkunjung dibuat ketakutan karenanya. Sementara Vitalia sangat terkejut bahwa Arnold ternyata datang dengan membawa anak buah.
“Geng Kobra..” gumam Vitalia pelan, terkejut ternyata para anak buah dari Arnold adalah musuh bebuyutannya selama menjabat sebagai ketua Geng kalajengking. Tanpa pikir panjang Vitalia pun berusaha melarikan diri.
Braakkk...
__ADS_1
Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia pun lalu mendorong Arnold yang sedang berada di depannya.
“Amelia Kau..” ucap Arnold terhenti. Sementara Vitalia kini keluar dari ruangan dengan dikejar para anggota geng Kobra yang ternyata adalah anak buah dari Arnold.
Buk..
Bukk..
Bukk...
Vitalia melayangkan tendangan keras bertubi-tubi dengan membalikkan badannya untuk menghentikan dua anak buah Arnold yang sedang mengejarnya.
“Arrrgghhh...” kedua anak buah Arnold pun kini merintih kesakitan karena tendangan yang dilayangkan oleh Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia. "Rasakan pembalasanku.., memang enak berurusan denganku." ucap VItalia sambil menatap tajam ke arah kedua anak buah Arnold yang tersungkur di atas lantai. Sementara Arnold hanya diam menyaksikannya sambil bergumam dalam hati, “Amelia..., mengapa Kau sangat berbeda sekali dengan Amelia yang ku kenal..??, dan dari mana Kau mengetahui jika anak buahku merupakan anak buah geng Kobra..??” batin Arnold menatap Vitalia dari kejauhan yang kini sedang berperan sebagai Amelia Hirata. Ya Arnold sendiri mendengarkan ucapan Amelia yang bergumam pelan dengan mengatakan Geng Kobra waktu Dirinya sedang memanggil anak buahnya.
“Apa jangan-jangan Dia adalah...??” ucapnya terhenti karena Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia memanggilnya. “Arnold..., kenapa Kau hanya diam saja, ha.. !!, bukankah Kau akan menculik ku .. ??, culik saja kalau
bisa.. !!” seru Amelia palsu melawan Arnold. Sayangnya Arnold tak menghiraukan ucapan Amelia. Ya Vitalia kini benar-benar kehilangan kendali disaat menjadi Amelia, Ia pun lalu teringat sesuatu, “Astagaa.., apa yang Aku lakukan.., bisa-bisa Arnold mencurigai ku jika Aku telah berubah.” batin Vitalia merutuki kebodohannya.
Sementara Arnold yang melihat Amelia terlihat lengah pun lalu segera membekapnya.
Greeepp...
Seketika saja Arnold membopong Amelia palsu (Vitalia) untuk dibawanya keluar dari Sunrise Hospital
"Arnold.., lepas kataku.." teriak Vitalia memberontak berusaha melepaskan diri dari Arnold. Sayangnya Arnold tak menggubrisnya. Sementara dari kejauhan Melisha yang melihat Sahabatnya di bawa oleh Arnold pun lalu berteriak, "Hey... Arnold... lepaskan Sahabatku.. !!" teriaknya dari kejauhan tapi tidak di gubris juga oleh Arnold. Arnold pun kini diikuti anak buahnya masuk kedalam mobil dengan membopong Vitalia.
******
__ADS_1
Waduuhhh... gimana nih Guys... Author bingung nih akan ada apalagi inih...
Jangan lupa Vote, Like, Komennya Yaa... Terimakasih... ^-^