
Perdebatan Antara Mirna Feriska Dan Chan Hirata
Sementara di lain tempat Vitalia dan Maya kini sudah berada di ruang direktur utama RS.Cahaya untuk meminta izin pulang pada sang direktur. Entah mengapa sejak tadi sang direktur belum juga datang.
"Astaga, benar-benar peraturan yang terlalu rumit! Masa' mau izin pulang saja harus izin sama direktur utama. Memangnya dia siapa? Heran deh .." gerutu Vitalia kesal sambil mondar mandir sembari melihat ke arah jam tangan miliknya.
Entah mengapa pikirannya mulai tak tenang sesudah bertemu dengan dokter Gabby Herawati yang tak lain adalah Ibu kandung dari Amelia.
"Vitalia, sudah tenangkan dirimu. Kau pasti akan terkejut ketika melihat siapa direktur utama RS ini ..." sahut Maya berusaha menenangkan Vitalia yang sedari tadi tak tenang.
"Memangnya siapa?" tanya Vitalia dingin.
"Yang menjadi direktur utama adalah aku dokter Vitalia ..." sahut seseorang bertubuh kekar dan tampan, yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
Seketika saja Vitalia dan Maya yang mendengarkan suara seseorang itu pun lalu mengarahkan pandangan ke orang tersebut,
Betapa terkejutnya Vitalia dan Maya melihat seseorang itu yang sangat tidak asing bagi mereka. "Jack.. astaga!" ucap Vitalia dan Maya secara bersamaan dengan membelalakkan matanya lebar-lebar tak percaya dengan siapa yang ia lihat saat ini.
"Kau tenang saja Nyonya muda Vitalia, aku akan melindungimu selama kau berada di sini..." ujar Jack pada Vitalia sambil tersenyum penuh arti menatap Vitalia.
Sementara Vitalia yang merasa dirinya sedang ditatap pun lalu membuang mukanya dengan menatap ke arah lain menghindari tatapan Jack.
"Tidak Jack..., aku tidak akan pernah mau dilindungi oleh dirimu! Apalagi dirimu sudah membantu niat jahat Hans.." balas Vitalia menjawab pernyataan dari Jack yang merupakan bagian dari anggota geng kalajengking.
"Apa? Hans? Maksudmu apa Nyonya aku tak mengerti..." sahut Jack dengan berpura-pura tak mengerti dengan apa yang sudah dikatakan Vitalia.
"Sudahlah Jack, jangan berpura-pura tak tau! Kenapa kau malah menuruti segala perintah dari Hans selama Hans pergi?" tanya Vitalia memastikan.
"Itu sudah tugasku Nyonya ..."
"Hmmm, tugasmu kau bilang? Kau tau kan jika Hans itu seorang pengkhianat..., tapi kenapa kau justru malah membelanya...
"Karena yang di katakan Hans ada benarnya Nyonya, kau itu disiksa sama Chandra tapi kenapa anda hanya diam...
Plaaakkk...
"Hentikan ocehanmu tak jelas itu! Dan satu lagi ini RS milik siapa? Dan aku yakin jika RS ini pasti bukan murni milikmu!"
"Kau benar dokter Misterius..., RS ini bukan RS murni milikku, karena pemilik yang sebenarnya adalah keluarga Gabby Herawati ..." tutur Jack menjelaskan.
__ADS_1
"Apaa??"
"Selamat, kau terjebak dengan rencanamu sendiri..., dan akan ku pastikan hubunganmu dengan Chandra Zhu tak akan bertahan lama Nyonya muda tercinta!" ucap Jack dengan tersenyum menyeringai, lalu meninggalkan Vitalia dan Maya di ruangan tersebut.
Bahkan setelah kepergian Jack, Vitalia dan Maya dibuat melongo tak percaya dengan sikap Jack yang tiba-tiba saja berubah.
"Vitalia, bagaimana ini? musuh ilang satu, eh kini jadi tumbuh seribu ..." celetuk Maya.
"Kau tenang saja May! Jack tidak akan bertahan lama menuruti keinginan kakakku, karena kakakku sudah terpengaruh oleh ucapan Hans, dan itu artinya keputusan kakakku tergantung Hans. Padahal Hans sendiri sedang di kurung di markas geng tengkorak .." sahut Vitalia.
...🥰****************🥰...
Sesudah melakukan meeting bersama Tuan Feng dan para dokter di Sunrise Hospital, Mirna Feriska pun segera ke ruangan dokter Melisha untuk menemuinya.
"Sha, bisakah kau ikut dengan ku sekarang juga untuk ke Indonesia?" dokter Mirna bertanya dengan mode dingin pada Melisha yang sedang sibuk merapikan meja kerjanya.
Mendengar ajakan dari dokter Mirna, Melisha pun lalu menjawabnya, "Apa? Mbak Mirna nggak bercanda kan?"
"Untuk apa aku bercanda, Sha? Kau tau, Vitalia sekarang baru membutuhkan kita saat ini, dan tak lama lagi rahasia itu akan terbongkar karena ulah dia sendiri..." jawab Mirna yang tiba-tiba memberi kabar tentang Vitalia
"Maksud mbak Mirna?" tanya Melisha sambil merapikan meja kerjanya.
Namun saat mereka berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghentikan langkah mereka.
"Tunggu, dokter Mirna Feriska!" teriak seseorang tersebut, sontak saja Mirna yang merasa dipanggil pun menghentikan langkahnya, begitu pula dengan Melisha yang sedang berjalan bersamanya.
Mirna pun lalu menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya tadi, lalu berkata, "Kau lagi?" tanya Mirna pada seseorang itu.
"Iya, memangnya kenapa? Bagaimana kabarmu dokter galak? Lama tak jumpa, ternyata kau masih galak juga ya!" ujar Chan Hirata sambil tersenyum kecut.
"Bukan urusanmu!" Mirna menyahutnya dengan memutar bola matanya malas, lalu menarik tangan Melisha melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Chan Hirata.
Sayangnya sewaktu dirinya baru melangkahkan kakinya tiga kali langkah, tangan Mirna tiba-tiba saja dicekal oleh seseorang, yang tak lain adalah Chan Hirata.
Greeeppp....
Mirna mencekal tangan kiri Mirna kuat-kuat, sontak saja membuat Mirna Feriska menghentikan langkahnya terkejut, karena ada seseorang yang mencengkeram kuat tangannya.
Mirna pun lalu menoleh ke belakangnya, dan ternyata seseorang yang mencekal tangannya tidak lain dan tidak bukan adalah Chan Hirata.
__ADS_1
"Tuan..., ku mohon, lepas!" pinta Mirna Feriska pada Chan Hirata. Akan tetapi bukannya melepas cengkeramannya, Chan Hirata justru malah diam tak mau melepaskan cengkeramannya.
"Dokter Melisha, bisakah anda pergi sekarang? Anda tak perlu menemaninya, karena aku yang akan menemaninya selama berada di Indonesia..." tukas Chan Hirata mengusir dokter Melisha.
"Hmm, baik kak.." Jawab Melisha.
"Eh.., tunggu! Jangan hiraukan dia, Mel!" cegah Mirna Feriska pada Melisha. Melisha pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Tapi Mbak, kalau kau mengajakku hari ini ke luar negeri, aku nggak bisa!" ujarnya dengan nada meninggi, lalu meninggalkan Mirna dan Chan Hirata dengan begitu saja.
Sementara Mirna Feriska pun hanya terdiam menatap kepergian Melisha, berbeda dengan Chan yang tersenyum penuh kemenangan karena ia berhasil membuat Mirna marah.
Kemudian Mirna pun mengarahkan pandangannya menatap Chan Hirata sambil berkata, "Kau gila ya! Bisa-bisanya kau mengatur segala urusanku!" serunya tak terima, sambil menghempaskan tangan Chan yang masih memegangnya.
Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Ini urusanku juga dokter Melisha, kalau anda lupa! Kau tau kan aku ini kakaknya Amelia.."
"Kalau kau kakaknya Amelia, memangnya kenapa?"
"Ya, aku berhak ikut, karena aku ingin tau kebenaran tentang Vitalia."
Betapa terkejutnya Mirna mendengar penuturan dari Chan Hirata. " Apaa? Jadi kau sudah tau tentang ..." belum sampai Mirna menyelesaikan ucapannya Chan Hirata menjawabnya dengan berkata, "Aku tahu semua dari Tuan Feng. Beliau yang menceritakan semuanya tentang kesalahpahaman antara Amelia dan Vitalia. Namun meskipun begitu aku tidak langsung percaya dengan apa yang dikatakan kakekmu itu."
"Ohh, jadi Kau tidak percaya? Mungkin hatimu itu sudah tertutup tinta kali ya, jadi kau tidak bisa melihat kebenaran itu. Amelia saja percaya kalau Vitalia itu adalah saudarinya, kenapa kau tidak?" tanya Mirna dengan nada menyindir.
Chan Hirata yang mendengarkan penuturan dari Mirna pun tak terima. Ia pun lalu menarik tubuh Mirna ke dalam pelukannya.
Sreettt....
Seketika itu pula Mirna yang diperlakukan seperti itu pun terbelalak.
**
^^^Amelia Pov :^^^
^^^Yang aku takutkan saat ini hanyalah ketika Vitalia mengetahui kebenaran tentang dirinya. Bahkan aku tak dapat membayangkan betapa hancurnya perasaannya ketika dia tau bahwa aku adalah saudari kandungnya, sedangkan Mama Renita yang sudah membuangnya. ^^^
Bersambung....
...****************...
...----------------...
__ADS_1