Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 102


__ADS_3

Kepergian Mirna dan Pengakuan Nenek Bernadeth.


Seketika saja semua mata tertuju ke arah Mirna yang sedang menuruni tangga dengan membawa koper. Sementara Vitalia yang melihat Mirna pun lalu berkata, “Mbak Mirna .., Kau mau kemana Mbak ... ??” tanya Vitalia kebingungan melihat Mirna akan pergi meninggalkan kontrakannya.


“Bukan urusanmu Vitalia, Aku mau pulang .. !!” tegas Mirna menjawab pertanyaan dari Vitalia.


“Tunggu dulu, Mbak ... !!” cegah Vitalia pada Mirna dengan mencekal lengannya agar tak pergi dari rumah kontrakannya. Mirna pun lalu berkata, “Tidak ada waktu lagi Vitalia, Aku mau pulang dan Kau jangan mencegahku .. !!” tegas Mirna sambil menghempaskan tangan Vitalia yang sedang mencekalnya.


“Dokter Mirna, ada baiknya selesaikan masalah ini dengan baik-baik, dok ..., jan gan malah pergi meninggalkan Kami ..” ucap Tuan Hirata menimpali.


Mirna pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Tuan ..., Vitalia sudah berani melawanku, lebih baik Aku pergi saja dari sini daripada Aku di sini hanya untuk dijadikan umpannya saja ..” ujarnya.


Vitalia yang mendengarkan penuturan Kakak Sepupunya pun tak terima, Ia pun menyahutnya dengan berkata, “Cukup Mbak Mirna ... !!, baiklah Aku akan menuruti perintahmu untuk kembali ke Indonesia, tapi dengan satu syarat ..”


“Syarat apa lagi sih, Vit ..., percuma saja kalau persyaratan yang Kau ajukan itu tak masuk akal .. !!” seru Mirna membalas perkataan dari Vitalia. Vitalia pun lalu membalasnya lagi dengan berkata, “Dengarkan Aku Mbak ..., ku mohon .., please ..” ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Mirna.


Mirna yang melihat Adik Sepupunya sedang memohon di hadapannya pun lalu berkata, “Yasudah sekarang cepat katakanlah ..., Aku tidak ada waktu lagi ... !!” titah Mirna pada Vitalia, memberikan kesempatan untuk berbicara.


“Persyaratannya adalah Aku akan tetap menyamar sebagai orang lain selama berada di sini, karena Aku ingin tahu sebesar apa cinta Suamiku kepadaku .., namun jika Aku sedang menyamar sebagai orang lain dan Dia tertarik kepadaku, itu berarti Mas Chandra tidak mencintaiku dan yang jelas Dia belum berubah .. !!”


“Heh ..., jadi Kau ingin mengujinya begitu .. ??, Aku tidak yakin jika caramu ini akan berhasil ..., dan Aku sama sekali tidak tertarik untuk mendengarkan ocehan darimu Vitalia ..., karena Mbak sudah Kau buat kecewa dengan pernyataan mu tadi .. !!” tegasnya lalu pergi meninggalkan rumah kontrakan tersebut dengan menyeret kopernya.


Seketika itu pula Vitalia yang mendengarkan pernyataan dari Mirna hanya diam tak bersuara sama sekali. Bahkan membalas pernyataan dari Mirna saja tidak. Ia benar-benar bingung dengan apa yang harus Ia lakukan sekarang, karena setelah berpikir lagi, ada benarnya ucapan Kakak Sepupunya itu. Namun sayangnya Mirna sudah tak mau mendengarkan penjelasan darinya lagi, hingga akhirnya Ia pergi dari rumah kontrakannya. Sementara Vitalia dan yang lainnya hanya bisa menatap kepergian Mirna.


Bruukkk ...


Seketika saja Vitalia menjatuhkan dirinya dengan menangis tersedu-sedu menatap kepergian dari Kakak Sepupunya. Sementara semua orang yang berada di ruangan itu pun sontak saja terkejut melihat Vitalia yang menjatuhkan diri ke lantai.


“Vitalia ... !!” teriak semua orang yang berada di ruang tamu secara bersamaan, karena melihat Vitalia tersungkur di lantai.


“Hiks ..., hiks .., maafkan Aku yang keras kepala ini Mbak ..., hiks .., hiks .., Aku menyesal tidak mendengarkan nasehatmu tadi ..., hiks .. hiks ...” ucapnya sambil melihat ke arah Mirna yang sudah pergi meninggalkannya dengan menangis tersedu-sedu.


Merasa Dirinya sedang ditangisi oleh Vitalia, Ia pun lalu menengok ke arah belakang, dilihatnya Vitalia terjatuh ke lantai. Namun Mirna hanya menatapnya saja dari kejauhan.


“Maafkan Aku Vitalia, ini semua demi kebaikanmu, Mbak tidak akan pergi ke mana-mana, Mbak akan mengawasimu dari kejauhan bersama Vanya, Dina dan juga Arnold, karena Mereka lah yang sudah mengetahui kebenarannya tentangmu, Aku sangat berharap setelah ini Kau mau pulang ke Indonesia untuk mengatakan kebenaran semua tentangmu dihadapan seluruh keluarga, tanpa terkecuali, karena itu jalan satu-satunya agar Mama mu Ita tidak bersedih lagi Vitalia” batinnya lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah kontrakan Vitalia.


Sementara semua orang yang sedang berada di rumah kontrakan Vitalia pun merasa iba melihat Vitalia yang telah menyesali perbuatannya.


Nyonya Renita pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sudah Nak ..., jangan menangis lagi, ayo bangun ... !!” ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Vitalia menyuruhnya untuk bangun dari lantai. Seketika saja Vitalia menerima uluran tangan dari Nyonya Renita untuk berdiri, lalu berkata, “Ma .., Aku menyesal sekali dengan apa yang sudah ku perbuat pada Mbak Mirna ..., hiks .. hiks .. hiks ..” balas Vitalia dengan menangis sesenggukan sambil memeluk Mama Renita.


Mama Renita pun lalu membalas pelukannya, dan berkata“Ssstt ..., sudah nggak boleh nangis lagi, okey ...” ucapnya sambil mengusap rambut Vitalia berusaha menenangkannya.


“Benar kata Mamamu, Nak ..., Kau tidak boleh cengeng ..., Kau harus membuktikan padanya, Nak Vitalia, jika Kau tidak takut untuk pulang ke Indonesia, dan Kau mampu menyelesaikan masalahmu dengan Chandra ..” ucap Tuan Hirata menimpalinya.


“Terimakasih Dadd ..., Ma ..., kalian benar-benar berhati malaikat, sungguh Aku tak tahu Aku akan membalas dengan apa kepada Kalian ...” ucap Vitalia sambil tersenyum manis ke arah Tuan Hirata beserta sang Istri, sementara Amelia dan juga Melisha hanya terdiam dan saling tatap.


“Vitalia andai Kau tau isi hatiku, Aku sangat berharap Kau lah Saudari Kembar ku, Vit ...” batin Amelia berganti menatap Vitalia yang sedang berada di dalam pelukan kedua orangtuanya.


****


Keesokan harinya di Perusahaan ViCha Farma tampak seorang direktur utama perusahaan tersebut sedang disibukkan dengan pekerjaannya, namun kali ini Dirinya tak menggunakan wajah palsunya saat di depan para karyawannya. Ya siapa lagi kalau bukan Chandra Zhu.


Chandra Zhu yang biasanya hanya mengurusi musuh bisnisnya saja, kali ini Chandra fokus dalam hal pekerjaan kantor, bahkan semua karyawan merasa heran dengan perubahan sikap Chandra yang semakin dingin dan sudah tidak bermain dengan wanita lagi, akan tetapi Mereka juga senang dengan perubahan atasan Mereka setelah pulang ke Jepang.


“Maya ..., apa Kau yakin jika kedok ku ini belum terbongkar di depan Istriku .. ??” tanya Chandra pada Sekretarisnya memastikan. Dan Maya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aku sangat yakin, Tuan .., jika kedok Anda belum terbuka ..., hanya saja yang Saya takutkan adalah jika Nyonya Muda justru kecewa dengan Anda, karena Ia berpikir bahwa Anda telah melupakannya ..” ucapnya.


“Maksudmu apa, May .. ??”


“Maksud Saya begini Tuan, jika Anda merubah wajah Anda, maka otomatis Nyonya Muda tak mengenal Anda, dan disaat itu pula Nyonya Muda juga berpikir bahwa Tuan telah melupakannya, karena Tuan tidak menjemputnya untuk pulang dan meminta maaf ..” terang Maya menjelaskan ucapannya pada Chandra.

__ADS_1


“Benar juga ya .., lalu kalau begitu apa yang harus Aku lakukan setelah ini, May ..., apa Aku harus mengakui


penyamaran ku di depan Vitalia .. ??” tanya Chandra meminta pendapatnya pada Sekretarisnya.


Maya pun lalu membalasnya dengan berkata, “Ada baiknya begitu Tuan, atau kalau tidak, Tuan tetaplah menjadi Diri sendiri dan menghentikan penyamaran, karena Saya sangat tidak yakin jika Anda akan berhasil dalam penyamaran ini, Tuan ..” ucap Maya berterus terang, karena memang Maya menilai jika keputusan yang sudah diambil atasannya sudah salah kaprah.


“Hmmm, baiklah, May ..., terima kasih atas sarannya .., kalau begitu mulai hari ini Aku tidak akan menyamar lagi di depannya, dan setelah ini Aku akan datang menemuinya untuk meminta maaf padanya, May ..”


“Sama-sama Tuan ..., itu baru namanya gentleman, eh tapi tunggu dulu Tuan ..., bagaimana dengan Nenek Bernadeth .. ??” tanya Maya pada atasannya mengingatkan tentang Nenek Bernadeth. Chandra pun lalu berkata, “Kau tenang saja, Nenek Bernadeth sudah mengetahui tentang Diriku yang sebenarnya, Maya .., dan Kau tahu tidak ternyata Nenek Bernadeth itu adalah seorang Mafia, dan bukan hanya itu saja, ternyata Dia adalah Nyonya Elisabeth, pemimpin tertua Mafia di Jepang yang terkenal di seluruh Dunia” jelas Chandra menjelaskan pada Sekretarisnya.


Sontak saja membuat Maya terkejut dengan apa yang diutarakan oleh bosnya, “Apaaa ... ??” ucapnya dengan membelalakkan matanya terkejut.


“Ya ..., Dia adalah Nenek dari Istriku yang juga merupakan Saudari kembar dari Amelia Hirata, dan Kau tahu ternyata kecurigaan ku selama ini benar, Maya.” ucapnya sambil berdiri dari kursi kebesarannya.


Flashback On :


Di dalam mobil :


“Nenek ingin jalan-jalan ke mana Nek .. ??” tanya Chandra pada Nenek Bernadeth sambil menyetir mobilnya. Nenek Bernadeth pun lalu membalasnya dengan berkata, “Terserah Kau saja, Nak .., atau bawa saja Aku di sebuah pantai terdekat di kota ini .., karena Nenek ingin menenangkan pikiran dan juga Nenek ingin Kau menemaniku untuk mengobrol ..”


“Baiklah, Nek ..., kalau begitu Kita ke Bondi Beach saja ya, Nek ..., dan Andreas akan membawa Nenek bersenang-senang di sana ...” ucap Andreas pada Nenek Bernadeth dengan tersenyum manis ke arah Nenek Bernadeth, dan segera melajukan mobilnya menuju ke Bondi Beach.


Sesampainya di Bondi Beach, Andreas pun segera memarkirkan mobilnya dan turun dari mobilnya dengan menuntun Nenek Bernadeth. Dan Mereka pun memutuskan untuk makan disebuah restoran yang berada di pinggir pantai tersebut.


Di restoran tersebut Nenek Bernadeth dan juga Andreas sangat menikmati pemandangan pantai yang terpampang nyata di depannya, karena restoran tersebut berada di tempat terbuka, jadi dengan santainya Mereka bisa menikmati suasana pantai yang indah di sore hari, karena kebetulan hari sudah menjelang sore.


Nenek Bernadeth pun lalu membuka obrolannya dengan berkata, “Nenek ingin berbicara padamu, Cucuku, Chandra ...” ucap Nenek Bernadeth. Sontak saja membuat Chandra terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nenek Bernadeth.


“Mmm .. Maksud Nenek siapa .. ??” tanya Andreas berpura-pura tak tahu. Nenek Bernadeth pun lalu menjawabnya dengan tersenyum sinis, lalu berkata, “Sudah jangan berbohong lagi di depanku, Nenek sudah tahu semuanya jika Kau adalah Chandra Zhu, Suami dari Cucuku Vitalia ..” tuturnya lalu memimum orange jus yang sudah disajikan oleh pelayan restoran tersebut.


Sontak saja Chandra memelototkan matanya terkejut dengan penuturan Nenek Bernadeth, “Ap .., apa ... ??”


“Tapi Nek ..., dari mana Nenek tahu jika Aku ini Chandra Zhu .. ??” tanya Chandra mengerutkan keningnya bingung.


Dengan cepat Nenek Bernadeth pun menjawabnya dengan berkata, “Karena Kau telah menikahi Cucuku yang telah menghilang bertahun-tahun lamanya, hingga kini sudah besar, dan Dia menjadi sosok yang pemberani.” ujarnya.


“Apaaa ... ??, jadi Nenek sudah mengetahui jika Vitalia Putri Wijaya Istriku adalah Putri dari Tuan Hirata .. ??” tanya Chandra memastikan. Ia benar-benar tak percaya dengan kebenaran yang terungkap di depannya sekarang.


Nenek Bernadeth pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Ya ... Nenek sudah mengetahuinya sejak dulu, namun sayangnya Nenek juga belum menemukan bukti untuk menguak sebuah kebenaran itu, Nak Chandra ..., mengingat keluarga Hirata sangatlah akrab dengan Keluarga Wijaya dan Keluargamu ..., Nenek tidak ingin hubungan ketiga Keluarga itu hancur hanya karena Vitalia adalah Putri dari Putraku Hirata, lalu ditambah lagi dengan Keluargamu sangat menginginkan Kalian untuk menikah dengan cucuku, meskipun ada dendam yang tersembunyi dalam Dirimu, benarkah begitu Nak Chandra .. ??” ucapnya bertanya menatap Chandra dengan tatapan penuh selidik.


“Tidak Nek ..., itu hanya salah paham, ternyata yang membunuh Kakek ku bukanlah Wijaya, melainkan Arnold dan juga Ayahnya Matsugi, itulah yang menyebabkan hubunganku dengan Vitalia jadi renggang, Nek, karena Aku mengambil mahkotanya secara paksa, ya ..., meskipun Kami waktu itu melakukannyasetelah menikah, Aku pikir jika Aku melakukan hal itu, Aku sudah berhasil membalaskan dendam ku, namun ternyata Aku salah mengira bahwa ..” ucap Chandra terpotong karena Nenek Bernadeth memotongnya.


“Oh jadi begitu ... ?!” ucap Nenek Bernadeth dengan nada meninggi sambil berdiri dari tempat duduknya dengan bersedekap dada dihadapannya.


Merasa dirinya ditatap oleh Nenek Bernadeth dengan tatapan membunuh, Chandra pun dengan cepat menjelaskannya lagi, “Tapi Nek ..., Nenek tenang saja, Aku sekarang telah menghukum pelaku yang sebenarnya kok, Nek .., hanya saja Aku belum menemukan keberadaan Matsugi.” Jawab Chandra berusaha menjelaskan pada Nenek Bernadeth.


“Sudah jangan menjelaskannya lagi, Nenek sudah tahu tentang hal itu dari anggota geng cucuku, yang tak lain dan tidak bukan adalah geng Kalajengking .., dan Kau tahu tidak jika Nenek sangat tak menyangka ternyata Kalian sudah menikah tanpa sepengetahuan keluarga Wijaya yang sudah merawat Cucuku bertahun-tahun lamanya .., apalagi Kau menikahi cucuku juga secara paksa ... !!” seru Nenek Bernadeth kesal karena mengetahui Cucunya sudah menikah secara paksa.


“Apa ...  ??, sebenarnya Nenek ini siapa ... ??, kenapa Nenek bisa mengetahui semuanya ..??” berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Chandra kepada Nenek Bernadeth. Dengan santainya Nenek Bernadeth menjawabnya, “Bukankah Aku tadi sudah menjelaskannya kepadamu, bahwa Aku ini adalah Nenek dari Vitalia Istrimu,” ucapnya.


“Iya Nek, Aku tahu itu, tapi Nenek kenapa bisa mengetahui semua rahasia tentang ...” ucap Chandra terhenti karena ucapannya lagi-lagi di potong oleh Nenek Bernadeth.


“Karena memang Nenek adalah pemimpin tertua geng Mafia di seluruh pelosok negeri, jadi jangan heran jika Nenek mengetahui segala hal tentang mu ... !!” sambungnya menjelaskan jati dirinya yang sebenarnya pada Chandra.


Seketika saja Chandra tersentak kaget dengan apa yang dikatakan Nenek Bernadeth.


“Apa ... ??, jadi Nenek Bernadeth adalah Nyonya Elisabeth .. ??” tanya Chandra pada Nenek Bernadeth untuk memastikan bahwa Nenek adalah Nyonya Elisabeth. Nenek Bernadeth pun lalu membalasnya dengan menganggukkan kepalanya pelan lalu berkata, “Hmmm Kau benar .., Nak Chandra .. !!” tandasnya sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah Chandra, sementara Chandra hanya melongo tak percaya.


Ya .., Nenek Bernadeth ternyata adalah Nenek dari Vitalia dan Amelia, s seorang Pemimpin geng Mafia tertua yang bernama Elisabeth yang berasal dari Jepang dan terkenal di seluruh pelosok Negeri, Ia kini sedang melakukan penyamarannya menjadi seorang penjual koran yang sudah lama menetap di Australia, dengan menggunakan nama Bernadeth sebagai nama samarannya, Nenek Bernadeth sendiri mempunyai mata-mata yang cukup banyak, dibandingkan dengan mata-mata Chandra dan juga Vitalia, karena mata-mata Nyonya Elisabeth sendiri tersebar diseluruh pelosok Negeri.

__ADS_1


Itu pun dengan jumlah yang cukup banyak dibanding dengan penyebaran geng Kalajengking milik Cucunya, jadi wajar saja jika Nenek Elisabeth ini tahu semua tentang masalah yang sedang dialami keluarganya, terutama tentang cucunya Vitalia. Selain menjadi seorang Mafia yang pandai mengelabuhi musuh, Nenek Elisabeth ini adalah seseorang yang sangat misterius, bahkan kemisteriusannya ini menurun langsung ke cucunya Vitalia.


Setelah sedetik dua detik tak ada yang membuka suara, Nyonya Elisabeth pun membuka suaranya dengan berkata, “Lalu kenapa Kau bisa tak mengenaliku .. ??” sambung Nyonya Elisabeth bertanya pada Chandra.


“Buk ...bukan begitu Nyonya, tapi ...” jawab Chandra gugup karena mengetahui dengan siapa Dirinya saat ini. Nyonya Elisabeth yang melihat Chandra gugup pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sudahlah ..., Kau tak perlu menjelaskan lagi, dan jangan pernah memanggilku dengan sebutan Nyonya karena Kau adalah Cucuku .. !!” balas Nyonya Elisabeth sambil tersenyum penuh arti.


“Eh ..., emmmh baiklah, Nek ...” ucap Chandra sungkan menyebut Nyonya Elisabeth dengan sebutan Nenek, karena Dirinya merasa sangat tak pantas menyebutnya dengan sebutan itu pada sang Nenek.


“Jadi tugasmu sekarang adalah mencari tahu bukti itu, dan rebutlah kembali hati Cucuku .., karena hanya Kau lah yang bisa meluluhkan hati cucuku, dan Kau lah harapan satu-satunya yang bisa menemukan bukti, jika Vitalia adalah Cucuku dan juga Putri dari Anakku Hirata .. !!” pinta Nenek Bernadeth (Nyonya Elisabeth) pada Chandra.


*“Baik, Nek ...” *


Flashback Off:


“Begitu May, ceritanya ..” ucap Chandra.


“Ha ..., ja ... jadi Nyonya Muda adalah Cucu dari Nyonya Elisabeth pemimpin tertua geng Mafia yang berasal dari Jepang ... ??” tanya Maya dengan nada keterkejutannya.


“Kau benar, May ..., dan Kau tahu, bahwa kebetulan sekali Frans telah mengabarkan kepadaku jika geng Tengkorak telah menemukan bukti bahwa Istriku adalah Putri dari Tuan Hirata, bukan Putri dari Tuan Wijaya ... !!” tandasnya menjelaskan pada Sekretarisnya.


“Ha ..., Astaga .., ehmm .., lalu apa yang harus Anda lakukan setelah ini Tuan ..., apakah Tuan akan mengatakannya pada Nyonya Muda .. ??” tanya Maya pada Chandra.


Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Belum waktunya May, lagi pula Aku juga belum bertemu dengan Istriku secara langsung dengan menjadi Diriku sendiri, namun setelah ini Aku berniat untuk menemui Istriku, untuk mengatakan kebenaranya tentang Andreas, dan disaat itu juga Aku akan menyerahkan bukti itu padanya .., dengan harapan Istriku akan memaafkan semua kesalahan yang telah ku perbuat selama ini,” pungkasnya.


*****


^^^Tahan dulu Bestie ...., bagaimana nih makin seru kan ceritanya ... ??^^^


^^^Hmmm, kayaknya bakal seru nih, setelah sekian purnama akhirnya Chandra mau meet up dong ya sama Istrinya ... dengan menjadi Dirinya sendiri wkwkwk ..., lalu kira-kira meet upnya bakalan sukses nggak ya ...??^^^


Jangan lupa Vote, Like dan Komen Ya ...


Terima kasih ... ^-^


Sambil menunggu Author Up lagi ke episode berikutnya, yuk mampir ke Novel teman Author ...



PESONA SANG DIVA


(Nezha Ageha)



Seorang bayi perempuan dibuang dan beruntung di adopsi oleh keluarga yang baik hati.


Nama gadis itu Kasih, dia tumbuh dengan baik dan menjadi gadis tercantik di desanya, namun naas saat berusia 17 tahun ada insiden penyiraman air keras yang mengakibatkan wajahnya rusak.


Entah ini berkat atau kesialan, tetapi secara tak terduga dia malah menemukan fakta yang membuatnya mengubah tujuan hidupnya.


Kasih bukanlah bayi yang sengaja di buang. insiden tragis di masa lalu menjadi penyebab meninggalnya orangtuanya juga terpisahnya dia dari saudara kandungnya.


Mampukah Kasih melawan para serigala dan rubah licik yang siap menerkam hidup dia juga saudaranya? Bagaimana caranya pulang? Apakah keluarganya masih mengenali dia dengan wajah baru?


Salam Cinta,


Nezha Ageha


__ADS_1


__ADS_2