Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 152


__ADS_3

Penyamaran Vitalia Menggunakan Wajah Asing.


Sementara Chandra kini sudah berada di Sydney Airport bersama dengan asisten pribadinya yaitu Frans untuk memesan tiket pesawat, setelah ia mengetahui bahwa ternyata sang istri pergi ke Indonesia dengan menggunakan pesawat pribadi miliknya. Bahkan ia juga sudah bertanya pada seluruh anggota geng Kalajengking akan maksud dan tujuan dari sang istri kenapa sampai dirinya pergi meninggalkannya, namun tak ada yang mengetahui apa tujuan dari Vitalia.


"Frans..., kenapa semua anggota geng Kalajengking tak mengetahui apa tujuan dari istri ku.."


"Chandra kau itu bagaimana? Kau sendiri kan yang menjanjikan pada Vitalia, bahwa kau mengajaknya untuk ke Indonesia?"


"Iya aku tau! Tapi kenapa istriku malah pergi sendiri? Padahal aku Dan dia sudah berjanji akan pergi bersama ke sana bersamaku, serta Mbak Mirna dan para Sahabatnya yang ada di sini. Aku benar-benar tak habis pikir dengan apa yang ada dipikiran istriku saat ini ..., bahkan ponselnya saja tak dapat dihubungi sejak tadi" ucap Chandra yang tampak kalut.


"Aku rasa ada yang disembunyikan dari istrimu, Chand..." sahut Frans menimpali ucapan Chandra.


"Aku pikir juga begitu, apa lagi akhir-akhir ini istriku selalu bertengkar dengan Amelia hanya karena Amelia mengatakan jika dia adalah kembarannya, ditambah lagi dengan Mommy kandung Amelia yang waktu itu pernah menghubunginya sampai istriku menangis mendengarnya, entah apa yang sedang dibicarakan sama mereka, aku tak mengetahuinya. Dari situlah Istriku kini berubah menjadi dingin lagi seperti dulu." ucap Chandra sambil memegangi pelipisnya yang terasa pusing.


Saat mereka berdua sedang di sibukkan mengobrol tiba-tiba saja ada notif pesan masuk ke ponsel milik Chandra. Tanpa menunggu lama, Chandra pun segera menggeser layar ponselnya untuk membuka pesan tersebut yang diketahui dari Maya (Sekretarisnya).


'Tuan Chandra, maafkan aku! Sekarang aku sedang bersama istri anda di Indonesia, dan istri anda berniat akan menyamar menjadi orang asing, seperti anda melakukan penyamaran dulu, Saya sudah melarangnya agar jangan melakukan cara itu, apalagi saat ini istri anda sedang dalam kondisi hamil, Saya takut jika nanti berimbas pada kehamilannya, Tuan!' begitu lah kira-kira isi pesan WhatsApp tersebut.


"Apaaaa??" ucap Chandra dengan nada keterkejutannya setelah membaca pesan tersebut. Sementara Frans yang melihat Chandra tampak begitu gusar pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, "Ada apa, Chandra? Siapa yang mengirim pesan padamu? Kenapa kau begitu terkejut melihatnya?" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Frans pada Chandra.


Sayangnya pertanyaan tersebut tak mendapatkan respons dari Chandra yang malah bangun dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Frans yang hanya diam mematung di tempat sambil menggelengkan kepalanya heran menatap kepergian Chandra.


"Dasar mafia tembok, kenapa lagi dia? " tanya Frans bingung menatap kepergian Chandra dengan berkacak pinggang.


...🥰****************🥰...


Sementara di lain tempat nampak Hans sudah dimasukkan kembali ke dalam sel tahanan bawah tanah tepatnya berada di markas geng Tengkorak karena perintah dari Tuan Feng.


"Hans..., lihat saja kalau kau masih berani mencoba untuk kabur, aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu!" tegas Tuan Feng pada Hans sambil menatapnya dengan tatapan membunuh. Ia pun lalu pergi dengan begitu saja meninggalkan Hans sendirian di ruang tahanan tersebut.


"Heh,, kau pikir aku takut dengan ancamanmu? Tidak tua bangka! Aku tak akan pernah takut dengan ancamanmu, itu!" tandasnya sambil tersenyum menyeringai.


Namun saat ia keluar dari markas geng Tengkorak tiba-tiba saja Mirna datang dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Grandpa, gawat!" ucap Mirna yang baru saja datang bersama dengan dokter Bella.


"Mirna, kau? Kenapa kau malah ke sini?" tanya Tuan Feng menatap cucunya bingung.


"Isshhh sudahlah grandpa, kita tak ada waktu lagi! Mirna mau bilang bahwa Vitalia pergi ke Indonesia dengan menyamar, karena Maya telah menghubungiku jika saat ini dia sedang bersama Vitalia," ucap Mirna menjelaskan pada Grandpa.


Sementara Tuan Feng yang mendengar penjelasan dari Mirna Feriska pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Sudah saatnya semua kebenaran terungkap, Cu! Karena aku sangat setuju dengan keputusan yang dilakukan oleh cucuku Vitalia sudah sangatlah tepat!" tandasnya.


"Apaa?? Tapi Grandpa..., dia menyamar loh? Apa Grandpa lupa jika saat ini Vitalia sedang hamil?" tanya Mirna Feriska memastikan.


"Aku tidak lupa cu ..., kau tenang saja, dia pergi ke Indonesia hanya mengungkapkan kebenaran tentang dirinya yang masih hidup, bukan mencari kebenaran tentang identitasnya sebagai putri Wijaya!" balas Tuan Feng dengan penuh percaya diri. Namun Mirna Feriska hanya bisa diam setelah mendengar pernyataan dari Tuan Feng.


"Ya Tuhan, ku mohon lindungi Vitalia, Aku hanya takut Vitalia mencari kebenaran tersebut, apalagi akhir-akhir ini Vitalia ribut sama Amelia hanya gegara pengakuan Amelia jika dirinya adalah kembarannya," batin Mirna hanyut dalam pemikirannya. Sementara dokter Bella hanya diam karena tak tau keadaan dan kondisi yang sebenarnya.


"Astagaa, sebenarnya siapa Lia? Apa ada hubungannya dengan Amelia ya?" gumam dokter Bella dalam hati, dengan berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.


...🥰****************🥰...


Sedangkan Vitalia yang kini sudah berada di dalam mobil bersama sekretaris Maya menuju ke sebuah tempat tepatnya di hotel ternama yang berada di kota S.


"Sudah Nyonya...


"Sudah berapa kali ku bilang jangan memanggilku dengan sebutan Nyonya, kau itu sudah ku anggap seperti saudariku May!" seru Vitalia dengan mode dinginnya.


"Eh... iy... iyaa, aku lupa..." ucap Maya.


"Maya, ku harap kau bisa jaga rahasia mengenai hal ini, mengerti!" Titan Vitalia pada sekretaris Maya.


"Siap Vit..., pokoknya tenang saja aku hanya bilang sama Bos saja kok ..." jawab Maya santai dengan penuh percaya diri.


Vitalia yang mendengarkan penuturan dari sekretaris Maya pun terbelalak. "Whaaatt? Aduhh kau ini May, selalu saja bikin aku pusing!" ucap Vitalia sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Memangnya salah ya?" tanya sekretaris Maya yang sok polos.

__ADS_1


"Bukan begitu, May! Tapi aku nggak mau kalau Mas Chandra terlibat dengan masalahku! Kau tau sendiri kan, jika kakak saja kini berbalik membenci Suamiku hanya gara-gara Hans yang menyebarkan informasi palsu mengenai suamiku," balls Vitalia berusaha menjelaskan pada sekretaris Maya.


"Maksudmu?" tanya sekretaris Maya bingung.


"Dia mengatakan pada kak Aditya jika aku masih hidup dan aku sudah dilecehkan oleh Chandra serta Chandra juga sudah menikahiku secara paksa..." ucap Vitalia menjelaskan.


"Tapi itu kan memang benar, Vit?!" jawab Maya.


"Huh..., Iyaaa aku tau itu benar, tapi itu kan dulu sebelum Suamiku tau jika Papaku tak terbukti melakukan pembunuhan kakeknya! Dan yang jelas sekarang aku sangat mencintainya, May! Maka dari itu aku tak ingin membuat Mas Chandra kerepotan menyelesaikan masalah ini." seru Vitalia menjelaskan.


"Tapi kan nggak harus dengan menyamar, Vit! Terdengar gila tau nggak,sih!" sarkas sekretaris Maya yang tak setuju dengan ide gila dari Vitalia.


"Iya aku tau ini terdengar gila, tapi aku melakukan penyamaran sebagai orang asing untuk menyelamatkan pernikahan kakakku!" balas Vitalia tak kalah serunya dengan sekretaris Maya.


"Apaa? Kau yakin hanya itu?" tanya sekretaris Maya dengan menghujani pertanyaan pada Vitalia.


"Nggak juga..., yang jelas aku datang ke negara ini ada maksud lain selain itu tadi," jawab Vitalia kembali dengan muka datarnya. Sementara sekretaris Maya yang mendengarkan jawaban dari istri atasannya pun hanya diam tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Ya Tuhan, terbuat dari apa istri bosku ini, dia terlihat kuat walaupun sebenarnya rapuh. Bahkan ia rela ke Indonesia hanya ingin membenarkan kejadian yang sebenarnya, dan tidak memikirkan keselamatannya sama sekali, padahal banyak musuh yang sedang mengintainya semenjak dirinya menikah dengan Chandra." gumam Maya dalam hati sambil fokus menyetir mobil. 'Ya, Vitalia memutuskan untuk menyewa mobil dengan menyuruh orang suruhannya untuk menyewakan mobil untuknya.


***


^^^Vitalia Pov^^^


^^^Ada sekilas lagu yang mengatakan bahwa, 'Apa artinya harta yang melimpah, bila kamu hidup seperti mati.' Ternyata itu lagu memang benar-benar mewakili perasaanku saat ini.^^^


***


Bersambung.....


...****************...


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen Dan favorite yaaa.... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2