Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 90


__ADS_3

Gagal Makan Malam


Setelah Vitalia menjelaskan panjang lebar pada sepasang Suami Istri tersebut, tak terasa hari sudah mulai sore. Vanya dan juga Aldo pun sudah berpamitan untuk kembali ke Hotel yang sudah Mereka sewa, sementara Vitalia kini sudah bersiap untuk kembali ke rumah sakit karena ada jadwal operasi yang sudah menantinya.


Ketika sedang bersiap-siap ponsel Vitalia pun berbunyi,


Dreet ... Dreett ... Dreet ..


Vitalia yang mendengar ponselnya berbunyi pun langsung mengangkat ponselnya yang Ia letakkan di atas nakas. Dilihatnya dokter Bella yang sedang menghubunginya. Ia pun segera menggeser layar ponselnya untuk mengangkatnya,


“Halo ..” ucap Vitalia memulai obrolan.


“Halo, Lia .., Kau kemana aja sih dari tadi dicariin juga .. ??” tanya Bella berada di seberang sana dengan menggunakan bahasa Inggris.


“Astaga Bella ..., Aku kira ada apa ,.., lagi pula ini masih jam segini ..” balasnya sambil mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya.


Bella pun lalu membalasnya dengan berkata, “Jam segini ??, yang benar saja .. ??, Ishh dasar Kau itu Li, kebiasaan, Kau lupa apa jika Kau sudah ada janjian dengan pasien .. ??” tanya bella memastikan. Seketika saja membuat Vitalia yang sekarang berperan sebagai Lia menepuk jidatnya, dan berkata, “Astagaaa, Aku melupakannya, La ...” ucapnya.


“Ya Tuhan ..., punya Sahabat gini amat ya .., yasudah gih buruan berangkat .. !!” titah Bella pada Vitalia yang sekarang sedang berjalan menuruni tangga. Tanpa ba bi bu Vitalia pun menutup teleponnya sebelah pihak karena Ia hampir melupakan janji dengan Pasiennya.


Tut ..


Sambungan telepon pun terputus. Sementara Bella yang berada di seberang sana berdecak kesal karena teleponnya ditutup sebelah pihak oleh Lia. “Ck ..., kebiasaan buruk ..”  ucapnya sekenanya saja.


****


Sedangkan Vitalia kini segra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia benar-benar melupakan janjinya dengan pasiennya, bahkan di sepanjang jalan Ia selalu berbicara sendiri.


“Duh .., bisa gawat kalau telat, bisa-bisa si Tuan Brengsek itu marah lagi, sudah begitu nanti ada jadwal operasi lagi, duh ..., kenapa jadi begini sih .., mentang-mentang Sobi datang terus segala hal dilupakan ..” ucapnya kesal dengan Dirinya sendiri. Tak berselang lama Ia pun sampai juga di FireField Hospital tempat Ia bekerja.


Melihat Lia yang datang, salah satu perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut pun menghampirinya di tempat parkir. “Dok .., dokter Lia ..,” panggil Perawat tersebut pada Lia dengan terburu-buru.


“Loh Suster Oca ada apa .. ??” tanya Lia(Vitalia).


“Huh untung saja Anda datang, dok .., tadi Tuan Andreas marah-marah karena dokter tak kunjung datang untuk merawat pasien yang tadi pagi mengalami kecelakaan ...” ucapnya. Vitalia pun mengernyit bingung dengan apa yang dikatakan Perawat tersebut barusan.


“Maksudnya Tuan Andreas itu yang sama Nenek nenek itu kah .. ??” tanya Lia pada Suster Oca memastikan. Suster Oca pun lalu membalasnya dengan berkata, “Iya, dok ..”


“Huufft .., baiklah Sus, Kau jangan khawatir, Aku akan segera ke sana sekarang juga ..” balasnya dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


“Oh ya Sus, setelah ini tolong siapkan ruang operasi untuk pasien Saya ya .. !!” perintah Lia pada Suster Oca. Seketika mendapatkan anggukan dari Perawat tersebut. Dan Lia pun segera berlalu meninggalkan Suster Oca sendirian.


“Huh ..., mudah-mudahan saja dokter Lia tidak dimakan tuh sama Tuan Andreas yang kaya’ monster itu ...” gumam Suster Oca mengkhawatirkan dokter Lia.


****


Dengan cepat Lia berjalan menyusuri lorong rumah sakit, bahkan Ia sama sekali tak menggubris para teman sejawat dan para tenaga medis lainnya yang hendak menyapanya. Ia baru memikirkan bagaimana cara menghadapi Tuan Brengsek itu.


Sesampainya Ia di ruang Nenek Bernadeth dirawat, Lia pun segera masuk ke kamar tersebut tanpa mengetuk pintu.


Ceklek ...


“Permisi Nek ..” ucap Lia sambil membuka pintu. Dilihatnya Nenek Bernadeth tersenyum senang dengan kedatangan dokter Lia. Sementara Andreas yang berada di samping sang Nenek pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Dokter Lia, Kau kemana saja .. ??, bahkan Aku sudah mencari mu sedari tadi, Aku tidak menemukanmu ..??”


“Maaf Tuan, tadi Aku ..” ucap Lia terhenti karena dipotong oleh Nenek Bernadeth yang berkata, “Sudah sudah jangan ribut, lebih baik sekarang kalian cari makanan buat makan malam saja ..” ucap Nenek Bernadeth to the point. Seketika saja membuat dokter Lia melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan Nenek Bernadeth, berbeda dengan Andreas yang hanya tersenyum senang dengan apa yang dikatakan Nenek Bernadeth.


Lia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hah ..., eh .., emmm maksud Nenek apa ya .. ??” tanya Lia bingung mengapa Nenek Bernadeth malah menyuruhnya makan malam dengan orang yang asing baginya, apalagi mengenalnya saja tidak.


“Iya dok .., Saya hanya ingin Kalian makan malam disini, dok, jadi saya mohon kali ini saja turuti lah keinginan Ku ..” ucap Nenek tersebut dengan mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon kepadanya. Sementara Lia yang melihat Nenek Bernadeth memohon padanya pun lalu segera meraih tangan sang Nenek dengan berkata, “Nenek, jangan lakukan itu ..., Saya janji Nek, setelah ini Kita akan mencari makan, dan setelah itu Kita bertiga makan malam bersama ..” tutur Lia lembut sambil tersenyum manis ke arah sang Nenek. Dan kini Mereka pun hanya terdiam dengan pemikirannya masing-masing.


“Ya Tuhan ..., kenapa malah begini sih .. ??” batin Lia.


Ya Nenek Bernadeth sebenar nya sudah mengetahui jika Lia dan Andreas adalah sepasang Suami Istri, akan tetapi Nenek Bernadeth tidak memberi tahu keduanya tentang siapa Dia sebenarnya, hanya saja Lia (Vitalia) yang mengetahui jika Nenek Bernadeth adalah pemilik rumah yang Ia kontrak. Berbeda dengan Chandra yang tak mengetahui sama sekali tentang Nenek Bernadeth, entah mengapa Dirinya ingin merawat dan melindungi Nenek Bernadeth.


“Yasudah, Nek .., kalau begitu Kami cari makan dulu ya buat Nenek ..” ucap Chandra yang kini sedang berperan sebagai Andreas pada Nenek Bernadeth. Lia yang mendengar perkataan Andreas pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Iya, Nek Kami cari makan dulu ya ..., nanti biar Suster Oca kesini menemani Nenek ..” ucap Lia menimpali ucapan Andreas.


Nenek Bernadeth hanya tersenyum menanggapi keduanya, dan berkata, “Yasudah kalian makan malam lah dulu, dan Kalian tak perlu membawakan Nenek makanan .. !!” perintah sang Nenek pada dokter Lia dan juga Andreas. Seketika saja Lia terkejut dengan ucapan sang Nenek, Ia lalu membalasnya dengan berkata, “Lohh tapi Nek, bukankah Nenek ingin Kami makan malam disini ..??” tanya Lia menatap Nenek Bernadeth tak percaya, karena pemikiran Nenek Bernadeth sudah berubah.


“Sudahlah dokter Lia, lebih baik Kau menurut saja dengan ucapan Nenek .. !!” seru Andreas pada dokter Lia agar menuruti perintah dari Nenek Bernadeth. Dan mau tak mau Lia pun menyetujuinya, sampai-sampai Lia melupakan jika Dirinya ada jadwal tindakan untuk mengoperasi Pasien.


Setelah berpamitan dengan Nenek Bernadeth, Lia dan Andreas kini berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dengan berjalan beriringan, bahkan ketika Mereka tampak berjalan berdua, banyak mata yang memandang ke arah Mereka dengan tatapan kagum. Namun berbeda dengan Lia, yang merasa risih dengan tatapan orang-orang yang berada di sekitar FireField Hospital.


“Tuan ..., bisakah Anda berjalan terlebih dahulu .. ??” pinta Lia pada Andreas. Andreas(Chandra) hanya mengernyit bingung mengapa Istrinya justru menyuruhnya untuk berjalan dulu.


“Memangnya kenapa, dokter Lia ...??” tanya Andreas seketika menghentikan langkahnya bingung. Lia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Masih bertanya .. ??, Anda tahu bukan jika sejak tadi Kita dilihat oleh banyak mata .. ??”


“Lalu .. ??” balas Andreas bertanya sambil menggoda Lia. Namun belum sampai Lia menjawabnya ada seseorang yang datang dengan tiba-tiba di arah yang berlawanan dengan keduanya. “Dokter Lia, ruang operasi sudah Kami siapkan dan Anda sudah ditunggu oleh dokter Bella ..” ucap Suster Oca memberi tahu. Ya seseorang tersebut adalah Suster Oca.


Sontak saja ucapan Suster Oca membuat Lia menepuk jidatnya pelan, sambil berkata, “Astaga Ya Tuhan Aku lupa, Sus ..” ucap Lia benar-benar lupa jika ada jadwal operasi yang sudah menanti. Lia pun lalu mengarahkan pandangan menatap Andreas yang sedang berada di sampingnya, “Maafkan Aku Tuan Breng ..., eh mm .., maksudku Tuan Andreas, jika Aku ada tugas operasi ..” ucapnya dengan rasa bersalahnya.

__ADS_1


“Hah ..., bagaimana bisa dok .., bukankah tadi Anda sudah berjanji dengan Nenek Saya ... ??” tanya Andreas untuk memastikan. Lia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Tuan, ini lebih penting dari segalanya, jadi Ku mohon mengertilah ..., maafkan Aku ..” ucapnya. Seketika saja Lia dan Suster Oca berlalu meninggalkan Andreas yang hanya diam mematung di tempat dengan terburu-buru.


“Ck .., sial .., Arrghhh ..” ucap Andreas berdecak kesal sambil mengacak-acak rambutnya, lalu segera menyusul dokter Lia dan Suster Oca dari belakang untuk memastikan kebenarannya, karena Ia sendiri sebenarnya tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan Istrinya terhadapnya. Sementara Vitalia bernapas lega karena gagal makan malam bersama Andreas. "Huh .., untung saja Suster Oca datang, jika tidak mau ditaroh mana muka Ku .., kesannya jadi wanita murahan kan ya .., hiii .." ucapnya bergidik ngeri sendiri.


Melihat dokter Lia hanya berbicara sendiri, Suster Oca pun lalu menyenggol pundak dokter Lia


Plak ...


"Aduh ..., Suster Oca apaan sih .." ucap Lia tak terima karena dipukul oleh Suster Oca.


"Hehehe ..., makanya dok, fokus dong, jangan menggerutu nggak jelas, kalau suka sama Tuan Andreas, ya ungkapkan saja lah dok .., jangan diam saja .. !!" serunya menggoda Lia, Lia yang justru malah menghentikan langkahnya.ketika mendengar ocehan dari Suster Oca. "Dokter Lia tersayang kenapa berhenti sih, ha ... ??" tanya Suster Oca menatap Lia heran yang hanya diam dengan muka ditekuk. Lia pun lalu berkata, "Heh enak saja .., Aku sudah punya Suami tauk ..." ucapnya tak terima dengan ucapan Suster Oca.


Suster Oca pun lalu membalasnya dengan berkata, "Oh ..., iya ya .., kalau begitu jadikan pak Suami yang kedua saja dong, dok .. " ucapnya menggoda teman dokternya, lalu pergi meninggalkan Lia yang sedang memelototinya.. Sontak saja Lia membelalakkan matanya mendengar perkataan Temannya itu, "Apa ... ??, awas Kau Ca .., woy Oca.... tungguin woy ... !!" ucap Lia geram lalu segera mengejar Suster Oca, yang justru malah tertawa menggodanya.


*****


Hmmm makin seru kan ya ...


Lantas siapakah sebenarnya Nenek Bernadeth itu .. ??


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Ya ... Terimakasih ... ^-^


Oh ya sambil menunggu up dari Author yuk mampir ke novel teman Author ...



MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM


(Julia Fajar)



Menikah dini bukanlah kemauan Mutiara, melainkan kesepakatan antar orangtua yang ingin menyatukan persahabatan dan bisnis mereka.


Keegoisan itu telah menempatkan Mutia pada posisi sulit, dia hanya dianggap sebagai istri di atas kertas. Perjuangannya untuk menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga tidak pernah dihargai karena Sultan memiliki wanita lain dan membawanya tinggal di dalam rumah mereka.


Ego dan kesabaran Mutia pun tertantang, dia memutuskan untuk mengelola bisnis keluarga dan bekerjasama dengan pesaing bisnis suaminya yang ternyata lebih bisa menghargainya.


__ADS_1


__ADS_2