
Permintaan Maaf Vitalia Pada Chandra Yang Pulih Dari Masa Kritisnya.
Sesampainya di luar ruangan, Vitalia terus berjalan sempoyongan dengan berpegangan dinding dan di ikuti Mirna dan Para Sahabatnya. Sekuat tenaga Mereka berteriak namun tetap saja Vitalia tak menghiraukannya.
“Vitalia, Ku mohon berhentilah, Vit!” teriak Mirna namun tetap saja teriakannya tak digubris oleh Vitalia yang justru malah mempercepat langkah kakinya berjalan menjauhi Mereka.
“Vitalia Ku mohon hentikan .. !!” teriak Hans yang tiak kalah serunya di banding dengan Mirna. Seketika saja langkah Vitalia terhenti, Ia pun lalu menengok ke arah belakang dan berkata, “Hans .., jangan coba-coba menghentikan langkahku walau selangkah saja. Kalau Kau berani menghentikan langkahku sekali saja, maka Aku tidak akan memaafkan mu Hans, karena yang kutahu Kau itu sangat membenci hubunganku dengan Chandra. Bukan ‘kah begitu?” balasnya dingin dengan sorot mata tajamnya.
Mendengar penuturan dari Vitalia, Hans pun terdiam Ia tak bisa berkata apa-apa lagi sementara yang lain juga ikut terdiam dengan pemikiran masing-masing.
Tanpa menunggu jawaban dari Hans, Vitalia segera melanjutkan langkahnya untuk berjalan masuk ke ruangan Chandra yang kebetulan sudah ada di depannya.
Ceklekk ...
Seketika saja semua mata mengarahkan pandangan menatap kehadiran Istri dari pemilik aset FireField Hospital tersebut.
“Lia ..., Kau ..” ucap Bella yang sedang ditugaskan untuk menangani Chandra. Belum sampai Bella menyelesaikan ucapannya, Vitalia dengan cepat menyahutnya dengan berkata, “Biarkan Aku menemui Suamiku,” ucapnya dingin dengan tatapan mata menatap Chandra yang sedang terbaring lemah tak berdaya.
Ia pun lalu melangkahkan kakinya mendekati sang Suami yang terbaring lemah. “Mas, Ku mohon bertahanlah demi Aku, dan bayi yang Ku kandung ..” ucap Vitalia dengan menciumi telapak tangan sang Suami. Sementara yang lain hanya terdiam menyaksikan Vitalia yang sangat rapuh.
Vitalia yang merasa Dirinya hanya diperhatikan saja oleh para tenaga medis pun lalu membuka suaranya, “Bagaimana kondisi Suamiku? Kenapa Kalian hanya melihatku saja? Ha ...!!” bentak Vitalia pada seluruh tenaga medis yang menangani sang Suami.
“Lia tenangkan Dirimu, Suamimu saat ini kembali kritis ..” sahut Bella bermaksud menenangkan hati Sahabatnya. Mendengar pernyataan dari Bella, Vitalia mengangguk paham lalu berkata, “Iya Aku tahu. Tapi kenapa, La ?!” tanyanya dengan nada meninggi. Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Pisau yang melukai perut Suamimu terlalu dalam, Li. Bahkan pisau tersebut ...” belum sampai Bella menuntaskan ucapannya Vitalia dengan cepat memotongnya.
“Cukup, Bella! Kau tak perlu menjelaskan lagi, karena Aku yang akan mengobati luka Suamiku hingga sembuh!” tandasnya.
Betapa terkejutnya Bella mendengar pernyataan dari Sahabatnya, “Apa? Tapi Li, Kau belum sepenuhnya sembuh!” tutur Bella pada Vitalia. Dengan cepat Vitalia pun menyahutnya lagi dengan berkata, “Please La, biarkan Aku menyelamatkan nyawa Suamiku,” ucapnya dengan mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon kepada Bella.
“Tapi Li ...” ucap Bella terhenti karena tiba-tiba saja ada seseorang yang menyela perdebatan Mereka datang dari balik pintu kamar perawatan Chandra.
“Biarkan Vitalia yang mengobatinya dokter Bella,” sahut Mirna yang datang dari balik pintu dengan membawa sebuah ramuan. Sementara yang lain hanya menunggu di luar karena Mereka tahu aturan yang diterapkan rumah sakit.
__ADS_1
“Tapi dok ..” bantah Bella. Seketika saja ucapannya terhenti melihat Mirna yang berjalan masuk menghampiri Vitalia dengan membawa sebuah botol ramuan.
Sesampainya Mirna di sebelah Vitalia, Mirna pun lalu berkata, “Vitalia, sembuhkan ‘lah, karena hanya dengan ramuan yang Kau buat, Kau bisa menyembuhkan Suamimu.” Ucapnya sambil memberikan sebuah botol ramuan pada Vitalia. Vitalia pun dengan cepat menerimanya.
Tanpa banyak bicara, Vitalia lalu membuka botol ramuan tersebut dan mengoleskan ramuan serbuk tersebut pada luka bekas jahitan sang Suami yang berada di perut. Sedangkan Bella mengernyit bingung dengan ramuan yang diberikan Mirna pada Vitalia.
Dengan telaten Vitalia mengoleskan ramuan tersebut sambil berkata, “Mas .., Ku mohon setelah ini bangunlah, karena Aku ingin mendengarkan penjelasanmu, mengapa Kau menyamar sebagai Andreas, Mas? Aku yakin Kau pasti mempunyai alasan tersendiri mengenai itu,” ucapnya pelan masih terdengar oleh yang lainnya.
Setelah memberikan ramuan tersebut, Vitalia pun lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan tempat tidur Chandra dengan memegangi telapak tangan sang Suami.
“Ku mohon sadarlah, Mas! Maafkan Aku yang keras kepala ini, hiks ,.. hiks .. hiks ..” ucap Vitalia dengan menangis sesenggukan sambil menggenggam erat tangan sang Suami, lalu meletakkan di keningnya. Sementara yang lain hanya menatap Vitalia dengan tatapan iba.
*****
Tak terasa waktu terus berjalan, dan sepersekian menit berlalu. Tiba-tiba saja alat monitor menunjukkan progres jika Chandra sudah pulih dari kritisnya. Seketika itu pula Vitalia merebut stetoskop milik Bella yang bergelantung di lehernya.
Sreggh ..
Betapa terkejutnya Bella melihat tingkah Sahabatnya yang tiba-tiba saja merebut stetoskop miliknya.
Saat memeriksa denyut jantung sang Suami, seketika saja Vitalia mengembangkan senyumnya karena denyut jantung sang Suami sudah mulai berdetak beraturan.
“Ya Tuhan ..., terima kasih Kau sudah menyelamatkan nyawa Suamiku,” ucap Vitalia sambil menatap ke langit-langit lalu mencium kening sang Suami dengan isakan tangis haru. Sementara yang lain ikut terharu bercampur senang terhanyut dalam suasana. 'Ya, meskipun Vitalia adalah dokter bedah namun Ia sangat berbakat dalam hal meramu, seperti yang Ia lakukan pada seluruh Pasiennya. Bahkan kelebihan dari Vitalia tersebut belum diketahui oleh para tenaga medis yang bekerja di FireField Hospital. Mereka lupa bahwa dokter yang biasanya di panggil Lia adalah sosok dokter Misterius nan Jenius dari Jepang.'
“Mas .., ini Aku Vitalia. Sadar 'lah, Mas!” pinta Vitalia pada Chandra agar lekas sadar dengan mengguncang guncang tubuh sang Suami. Tak terasa air matanya pun menetes tepat di tangan sang Suami. Bahkan tetesan air mata Vitalia membuat Chandra menggerakkan jari tangannya, yang menandakan bahwa Chandra tersadar dan sudah melewati masa kritisnya.
Melihat sang Suami menggerakkan jari tangannya, dengan cepat Vitalia berkata, “Mas ..., buka matamu, ini Aku Vitalia. Jika Kau tidak bangun, hiks .., hiks, maka Aku tidak akan memaafkan Diriku sendiri, Mas. Aku sangat merindukanmu, Mas. Maafkan Aku, hiks .. hiks ..” ucapnya dengan mengecupi tangan sang Suami sambil menangis sesenggukan.
Chandra yang mendengarkan suara seseorang itu pun tiba-tiba mengerjapkan matanya. Betapa tersentuhnya Chandra ketika melihat seseorang yang sangat Ia cintai berada di sebelahnya dan menangisinya. Vitalia yang melihat sang Suami sudah sadarkan diri pun lalu berkata, “Maafkan Aku Mas, Maafkan Aku .., hiks .. hiks ..” ucapnya sambil menangis sesenggukan memeluk sang Suami yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
Dengan mengembangkan senyumnya Chandra membalas pelukan dari sang Istri dengan posisi masih terbaring di atas tempat tidur. Tak terasa air mata Chandra menetes membasahi pipinya. Ia begitu terharu melihat sang Istri meminta maaf padanya, bahkan Ia sangat tak menyangka jika sang Istri akan datang meminta maaf secara langsung di hadapannya.
__ADS_1
Vitalia pun lalu melepaskan pelukannya dan berkata, “Terima kasih, Mas. Akhirnya Kau sadar juga, Aku tak bisa membayangkan jika Mas pergi meninggalkanku .., hiks ... hiks ..” ucapnya dengan menangis tersedu-sedu.
Melihat sang Istri menangisinya, Chandra pun lalu menutup mulut sang Istri dengan berkata, “Ssstt .., ja - ja ngan berkata itu Istriku, jus .. justru A - ku lah yang ha - ha rus me - minta maaf Padamu,” ucapnya terbata lalu beralih mengusap air mata Vitalia yang membasahi pipi manisnya.
Mendengar pernyataan sang Suami, dengan cepat Vitalia menggelengkan kepalanya pelan dan berkata, “Tidak, Mas. Aku lah yang bersalah, Aku bahkan sudah membuat Mas hampir gila karena mencari keberadaanku, hiks .. hiks ..” balasnya sambil menghapus air mata Chandra yang jatuh membasahi pipi.
Setelah sedetik Mereka terdiam dan saling pandang, Vitalia kembali membuka suaranya dengan berkata, “Mungkin benar, Aku tak terima dengan perlakuan Mas yang sangat kasar kepadaku, tapi entah mengapa Aku tak bisa membalaskan dendamku padamu Mas .. hiks .., hiks .., Aku rasa karena mungkin Aku terlalu sangat mencintaimu sehingga Aku tak bisa berbuat apa-apa di hadapanmu, Mas .. hiks .. hiks ..” sambungnya lagi dengan menangis sesenggukan sambil menggenggam erat tangan sang Suami.
Dengan tersenyum manis menatap ke arah sang Istri, Chandra pun membalasnya dengan berkata, “Istriku, Kau tahu tidak, sebenarnya sejak Kita pertama kali bertemu Aku sudah mencintaimu. Hanya saja waktu itu Aku terhasut oleh ucapan Arnold jika Papahmu yang telah membunuh Kakekku.” Ucapnya sambil menyibakkan rambut sang Istri.
“Sssstt ... Ku mohon lupakan kejadian menyakitkan itu, Mas.” Pinta Vitalia pada sang Suami dengan menjulurkan jari telunjuknya ke mulut Chandra. “Aku hanya ingin Kita memulai hidup baru dengan calon anak Kita nanti,” sambung Vitalia membalas pernyataan dari sang Suami yang masih setia menggenggam erat tangan sang Istri.
"Love You My Wife .." ucap Chandra mengungkapkan perasaan cintanya pada sang Istri dengan mengecup tangan sang Istri karena Ia belum mampu bangun dari tempat tidurnya. Dengan mengembangkan senyum manisnya Vitalia pun membalasnya, "Love You to My Husband .." ucapnya lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah sang Suami untuk mengecup keningnya.
Sementara semua orang yang melihat kemesraan diantara Vitalia dan Chandra begitu terharu. Mereka begitu senang melihat pemandangan sang selama ini Mereka nantikan.
...----------------...
Hey Guys jumpa lagi dengan Author yang sok sibuk, wkwkwk ...😆😆
Akhirnya setelah sekian purnama dokter Misterius sama pak Mafia baikan juga ya ... heheheh ..😂🥰🥰
Kira-kira tantangan apa lagi yang akan Mereka hadapi setelah ini??🤔🤔
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like dan Komennya yaaaa .....
Biar Author semangat lagi up nya ...🥰🥰😅😅
Oh iya sambil menunggu Author lanjut ke Episode berikutnya, Yuk gasss ke novel Kakak Aku yang paling kece badai, yang berjudul SEKEDAR PELAMPIASAN Original Story By Weny Hida.
Berikut cuplikannya :
__ADS_1
Nah kan kereenn 'kan, jangan lupa mampir yaaa Guysss... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏