Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 186


__ADS_3

Kalian Tak Berhak Melarangku!


"Chandra, untuk apa kau ke sini?" ucap Aditya mulai membuka suaranya dengan nada meninggi karena melihat kedatangan Chandra.


Vitalia yang mendengar pertanyaan dari sang kakak pun kemudian menoleh ke arah sang kakak dan menyahutnya dengan berkata, "Dia berhak datang ke sini kak, karena Chandra adalah ayah dari anak yang ku kandung!" ujarnya dengan penuh penekanan.


"Vitalia, apa yang kau katakan, Nak? Chandra tak baik untukmu!" sahut Tuan Wijaya menjawab pernyataan dari Vitalia dengan nada tak kalah seru dibanding Aditya.


"Iya Nak. Bahkan Mama tak setuju jika kau menikah dengannya..." ucap Mama Ita menimpali.


Dengan tersenyum sinis Vitalia membalasnya, "Kata siapa Chandra tak baik untukku? Mama tak menyetujuinya? Heh, tapi sayangnya kami sudah sah menjadi suami istri!" jelasnya dengan penuh penegasan.


"Cukup Vitalia! Kau harusnya sadar kalau dia telah m*mperk*samu, dan dia menikahimu secara paksa!" Aditya menyahut pernyataan dari Vitalia.


"Pergi kau dari sini, dasar kep*rat!" umpat Aditya dengan melayangkan sebuah pukulan bogem mentah ke arah Chandra. Namun, sayangnya pukulan bogem mentah dari Aditya berhasil ditangkap oleh Vitalia dengan kanannya, yang tepat berada di depan sang suami.


"Honey, apa yang kau lakukan?" ucap Chandra namun tak digubris oleh Vitalia yang justru mengarahkan pandangannya menatap sang kakak dengan sorot mata tajamnya.


"Cukup kak, jangan sentuh suami ku! Jika kau berani melukai suamiku, sama saja kau melukai hatiku!" tegas Vitalia kemudian menghempaskan tangan kekar milik sang kakak.


Vitalia pun kemudian menyambungnya lagi dengan berkata, "Mungkin kakak memang benar, dia telah melakukan semua itu. Tapi sayangnya kakak salah menilai, jika Chandra bukan suami yang baik untukku. Karena apa? Karena aku sangat mencintai Mas Chandra, ingat itu!" ucapnya dengan penuh penekanan.


Dengan tersenyum sinis, Aditya membalasnya dengan berkata, "Heh, cinta? Cinta katamu? Orang pengkhianat seperti dia kau bilang cinta?" tanyanya memastikan.


"Hmm, memangnya kenapa jika aku mencintainya?" jawab Vitalia to the poin.


"Bukankah kakak sudah bilang padamu jika kakak akan menjodohkanmu dengan Hans?" jawab Aditya dengan berbalik tanya.


"Hans, katamu? Pria sialan itu! Cihhh.. sayangnya aku tak mengenal siapa Hans! Kakak juga tak menyadari jika kakak telah dihasut oleh dia supaya kakak tidak menyetujui hubunganku dengan Chandra..." sahut Vitalia membalas jawaban dari Aditya.


"Omong kosong apa lagi, Vitalia?" ucap Aditya dengan mengepalkan tangannya geram.


"Aku bukan omong kosong, kak. Memang pada kenyataannya seperti itu! Oh ya, satu lagi buat semua anggota keluarga Wijaya mulai detik ini juga jangan pernah ada yang melarangku berhubungan dengan Chandra suamiku, karena kalian tak berhak melarangku!" tegas Vitalia menjawab pertanyaan dari Aditya.

__ADS_1


Plaaakkkk


Tamparan keras melayang begitu saja di pipi mulus milik Vitalia. Seketika saja Vitalia terbelalak dan mulai tersulut emosi karena sang kakak tiba-tiba saja menamparnya. Begitu juga Mirna, dan Amelia yang melihatnya di ambang pintu tak kalah terkejut melihat kejadian itu.


"Amel, tenangkan dirimu, disana ada Chandra yang melindungi Vitalia.." ucap Mirna berusaha menenangkan Amelia yang ikut tersulut emosi.


Sementara Aditya menatap Vitalia dengan sorot mata tajamnya, kemudian membuka suaranya dengan berkata, "Kakak berhak melarangmu, Vitalia!"


Sambil memegangi pipinya yang sakit, Vitalia membalasnya, "Oh, begitu? Jadi kakak berhak melarangku? Heh, Jika kakak berhak melarangku, sangat disayangkan sekali ya, ternyata setelah sekian lama aku pergi, hingga kedatanganku ke sini tak seperti yang ku pikirkan." ucap Vitalia sambil tersenyum miris.


"Maksudmu apa, Nak?" sahut Mama Ita menjawab pernyataan dari Vitalia. Sayangnya ucapan dari sang Mama tak diindahkan oleh Vitalia yang menyambungnya lagi dengan berkata,


"Kupikir setelah aku datang ke sini kalian akan menyambut kedatanganku, tapi ternyata tidak! Hanya para sahabatku saja yang menyambut kedatangan ku di sini dengan baik..." sambungnya dengan tersenyum getir sambil meneteskan air matanya.


"Vitalia, kenapa kau bisa-bisanya berkata seperti itu?" sahut Mama Ita bertanya pada Vitalia.


"Jika Mama bertanya kenapa Vitalia seperti itu, tanya saja pada diri kalian masing-masing! Apakah aku berbuat salah pada kalian, hingga kalian tak menyambut kedatangan ku?" sahut Vitalia dengan berbalik tanya pada sang Mama.


"Tidak Nak, kau tidak bersalah, tapi kami yang salah..." Lagi-lagi Mama Ita menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari mulut Vitalia.


"Maksudmu apa, Vitalia?" tanya Tuan Wijaya pada Vitalia.


"Seharusnya bukan Papa yang bertanya seperti itu kepadaku. Namun, akulah yang harus bertanya! Kenapa Papa merahasiakan kepadaku jika aku ini bukan anak kandung Papa?" tanyanya dengan nada meninggi.


Mendengar pertanyaan dari Vitalia, sontak saja seluruh keluarga terbelalak mendengarnya, termasuk para sahabat dari Vitalia. Tiba-tiba saja,


Plaakkk


Tamparan keras dilayangkan dengan begitu saja oleh Tuan Wijaya mengarah ke arah pipi mulus Vitalia.


"Tutup mulutmu Vitalia!" bentak Tuan Wijaya pada Vitalia.


"Papa menamparku? Hiks.. hiks.." ucap Vitalia sambil memegangi pipi kirinya yang kesakitan dengan menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Tuan Wijaya apa yang kau lakukan? Beraninya kau menampar istriku!" sahut Chandra tak terima dengan perlakuan Tuan Wijaya pada istrinya.


"Sudah Bee, biarkan saja mereka memukulku, ternyata hingga detik ini mereka masih saja tak mau mengakui kebenarannya, jika aku bukanlah anak kandung dari mereka tapi aku hanya anak pungut!" ujar Vitalia dengan meneteskan air matanya.


"Tapi Honey, mereka harus.." belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya, ada seseorang yang memotongnya dengan berkata, "Mereka harus percaya dengan apa yang kalian katakan .." ucapnya.


Seketika saja semua orang yang ada di situ terperangah melihat kedatangan Mirna Feriska, termasuk Aditya dan seluruh anggota keluarga.


"Mbak Mirna.." ucap seluruh orang yang berada di situ yang memanggilnya dengan sebutan Mbak. Begitu pula dengan para orang tua yang melihat kedatangan Mirna menyebutnya dengan sebutan Mirna.


"Mirna..." ucap para orang tua dengan nada keterkejutannya.


"Aditya, Om, Tante.... lebih baik kalian katakan yang sejujurnya pada Vitalia, atau kalau tidak, kalian akan menyesal nanti!" seru Mirna Feriska memberi sebuah peringatan kepada keluarga Wijaya.


"Mbak Mirna, kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Aditya heran menatap kakak sepupunya yang entah mengapa tiba-tiba berkata seperti itu.


"Dit, percuma saja kau terus menyembunyikan rahasia pada adikmu, karena Vitalia ke sini sudah mengetahui kebenarannya..." sahut dokter Mirna menjawab pertanyaan dari Aditya. Seketika saja Aditya dan kedua orang tuanya menganga tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan kakak sepupunya.


Begitu pula dengan para sahabat dari Vitalia hanya diam dan saling tatap, karena bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara Mirna kemudian membuka suara lantangnya.


"Amelia, masuklah!"


**


Amelia POV :


Sepertinya keluarga Wijaya tak ingin kehilangan Vitalia. Namun, harus bagaimana lagi? Mereka mau tak mau harus mengaku jika Vitalia bukan putri dari keluarga Wijaya, melainkan Vitalia adalah anak yang di ambil dari tempat sampah.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2