
Memberi Kejutan.
Waktu pun terus berlalu, tak terasa sehari semalam Vitalia berada di Sunrise Hospital untuk mendapatkan perawatan medis. Dan kebetulan Vitalia kini sudah mulai sadarkan diri pasca operasi, kondisi Vitalia sendiri kini sudah berangsur-angsur membaik, akan tetapi ketika Ia terbangun dari tidurnya tiba-tiba saja Ia merasakan perutnya sakit dan terasa mual yang begitu hebat.
Hoekk .., hoeek ..
Tanpa memikirkan Dirinya yang masih terkulai lemas, sambil membawa selang infus dan segera menuruni tempat tidurnya untuk pergi ke kamar mandi. Ia melangkahkan kakinya dengan tertatih-tatih menahan rasa nyeri di dadanya.
Seketika saja Amelia yang baru saja masuk ke kamar perawatan Vitalia pun terkejut, karena Ia tidak melihat keberadaan Vitalia. Ia pun berteriak memanggil-manggil Vitalia. “Vitalia ..., Vitalia ..., Kau dimana Vit ... ?!” teriaknya panik. Sayangnya teriakan dari Amelia tidak di sahut oleh Vitalia. Tapi Amelia justru mendengar suara percikan air yang berasal dari kamar mandi.
Ia pun lalu menuju ke kamar mandi, tanpa ada rasa takut Ia pun segera membuka handel pintu kamar mandi, dilihatnya ternyata Vitalia sedang memuntahkan isi di dalam perutnya.
“Vitalia, Kau tidak apa-apa kan ??” tanya Amelia pada Vitalia cemas karena melihat Vitalia sehabis muntah-muntah dan terlihat sangatlah pucat. Vitalia pun lalu memijit keningnya dan berkata, “Sudah Aku nggak kenapa-kenapa kok, hanya mual saja.” jawabnya. Amelia pun menyahutnya dengan berkata, “Yang benar tidak apa-apa ... ??” tanyanya memastikan sekali lagi karena Ia sangat tidak yakin jika Vitalia tidak kenapa-napa.
“Ck ..., iya Amel sayang .., sudah jangan banyak tanya lagi, ayo cepat bantuin Aku .. !!” titahnya pada Amelia. Tanpa menunggu lama Amelia pun memapah Vitalia kembali ke tempat tidurnya. Belum sampai Vitalia kembali ke tempat tidurnya, Vitalia justru malah merasakan mual lagi, sambil menutupi mulutnya. “Hoeekk ...”
Sedangkan Amelia yang melihat Vitalia tampak ingin muntah pun berkata, “Vitalia Kau ...” belum sampai Ia menyelesaikan ucapannya Vitalia berkata, “Aduh Mel ..., Aku ingin balik lagi ke kamar mandi.” ucapnya sambil memegangi perut dan mulutnya. Sementara Amelia membantu Vitalia memapahnya dengan membawa selang infus.
****
Sementara di lain tempat, Chandra terlihat sangat berantakan mengingat Dirinya sehari semalam tidak menemukan keberadaan Arnold dan Tuan Matsugi berada, hanya saja Ia menghabisi para anak buah geng Kobra yang juga merupakan musuhnya dan musuh dari Istrinya.
__ADS_1
“Ck .., sial .., ini semua gara-gara geng Kobra yang menghalangiku ..., lihat saja Kau Arnold, akan Ku pastikan Kau akan mati di tanganku setelah ini, lihat saja nanti ...” gumamnya sambil melajukan mobilnya menuju ke Sunrise Hospital. Ya Chandra sendiri berniat untuk pergi ke Sunrise Hospital untuk menemui sang Istri, apalagi sudah sejak awal Dirinya membawa sang Istri ke rumah sakit, Ia tidak mendampinginya.
Di tengah perjalanan ke Sunrise Hospital tiba-tiba saja ponsel milik Chandra pun berbunyi.
Dreettt .. dreett ... dreettt ...
Chandra pun lalu segera merogoh ponselnya yang berada di saku kemejanya, lalu segera mengangkatnya.
“Halo ...” ucap Chandra membuka obrolan.
“Chandra sekarang Kau dimana ... ??” balas Mirna yang berada diseberang sana.
“Mbak Mirna, sekarang Aku sudah perjalanan menuju ke Sunrise Hospital.” jawab Chandra membalas perkataan dari Mirna. Ya Chandra sendiri sudah memutuskan memanggil dokter Mirna dengan sebutan Mbak, mengingat jika Istrinya memanggilnya dengan sebutan itu juga apalagi Ia juga mengetahui jika dokter Mirna Feriska merupakan Kakak Sepupu dari Vitalia.
“Baiklah, kebetulan sebentar lagi mau sampai, thanks Mbak.” ucapnya dingin lalu mematikan ponselnya sebelah pihak tanpa permisi. Mirna yang berada di seberang sana pun hanya menggelengkan kepalanya heran dengan sikap Chandra yang baginya sangat aneh.
“Astaga ..., main mati’in aja sih, Chandra .. Chandra .., benar-benar kelakuan mirip sekali dengan si dokter Misterius.” gumam Mirna pelan, lalu melanjutkan aktifitasnya kembali sebagai seorang dokter kandungan (SpOg).
Sementara Chandra kini terlihat berbinar senang karena telah mendengar kabar jika sang Istri sudah mulai sadarkan diri, Ia pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena tidak sabar bertemu dengan
sang Istri. Entah mengapa hatinya kini sangat berbeda sekali dengan sebelumnya yang merasakan begitu dendamnya pada sang Istri. Apalagi Dia sudah mengetahui kebenarannya jika Tuan wijaya Papa dari Vitalia bukan yang melakukan pembunuhan terhadap Kakeknya.
__ADS_1
Chandra benar-benar sangat bahagia jika Vitalia ternyata benar-benar mencintainya, tapi karena ulahnya membuat Dia tidak mencintainya lagi. Maka dari itu Chandra berniat untuk meminta maaf pada sang Istri karena sudah melakukan kesalahan terbesar padanya dan keluarganya.
“Hmm, ya .., secepatnya Aku harus segera sampai ke Sunrise Hospital untuk meminta maaf dengan Istri Vitalia, karena bagaimanapun juga Aku sudah berbuat salah dengannya.” gumamnya sambil tersenyum-senyum sendiri jika mengingat kekonyolan Vitalia, apalagi Ia juga mengingat sang Istri yang pernah menyatakan bahwa Dirinya sangat mencintainya.
Jalanan begitu tampak sangat macet, apalagi bertepatan dengan orang-orang yang hendak pergi bekerja. Dan di saat itu juga Chandra melihat seorang anak kecil menjual buket bunga, Ia pun berniat untuk memanggilnya. Akhirnya Chandra pun membuka jendela kaca mobilnya dan berteriak, “Dik ..., sini, Aku mau beli .. !!” teriaknya sambil melambaikan tangannya. Anak itu pun lalu segera menghampiri Chandra.
“Tuan, silahkan dipilih, Tuan mau pilih yang mana .. ??” tanya anak kecil itu ramah. Dan Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Yang ini saja, karena Istriku sangat menyukai bunga yang ini, Aku yakin Istriku pasti senang dengan kejutan yang Aku berikan kepadanya.” ucapnya sambil tersenyum sendiri lalu mengambil buket bunga Lily karena setahu Chandra, Vitalia sangat menyukai bunga Lily. Setelah membeli buket bunga, Chandra pun mulai melajukan kembali mobilnya karena memang rambu-rambu lalu lintas sudah menyala hijau.
Di dalam mobil Chandra begitu tak sabar ingin segera sampai di Sunrise Hospital bertemu dengan Istrinya. Ia berpikir jika sang Istri Ia bawakan sebuah bunga pasti sangat senang apa lagi bunga yang akan Ia berikan adalah bunga kesukaan dari Vitalia.
*******
Tahan dulu Bestie ... heheheh ...
Waaahhh .... apakah dengan kedatangan Chandra Vitalia akan menerimanya kembali atau justruuuu ...??
Tunggu di episode selanjutnya yaaaa...
Jangn lupa tinggalkan jejak
Tabung Ijoooo Gaassss
__ADS_1
Vote, Like, Komennya Yaaaa Terima kasih 🥰🥰🙏🙏