
Sebuah Kerinduan
Saat Dirinya sedang memeluk Mama Renita, Lagi-lagi Mama Renita mengucapkan terima kasih pada Vitalia. “Terimakasih ya, Nak! Kedatanganmu sudah membuat keluarga kami berubah menjadi keluarga yang damai.” ucap Mama Renita masih dengan posisi memeluk Vitalia.
Vitalia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Iya Mama Sayang sama-sama. Lalu Vitalia pun berbicara dalam hati, “Ma ..., maafkan Vitalia! Vitalia tidak bisa menepati janjimu, karena setelah ini Vitalia akan terbang ke Indonesia dengan menyamar tanpa sepengetahuan dari semua orang dan mungkin termasuk Suamiku sendiri.”
“Maafkan aku Ma, Aku tidak bisa mengatakan yang sejujurnya pada Mama, karena Vitalia tak ingin melihat Mama bersedih ketika Aku pergi ke Indonesia,” batinnya lagi.
Sementara semua orang yang berada di ruang tersebut pun begitu terharu melihat Vitalia yang sangatlah sayang dengan Mama Renita.
“Vitalia, kakakku ... ya kaulah kakakku Vitalia! Dan tak lama lagi kebenaran itu akan terungkap,” batin Amelia.
“Kak, Aku sangat berharap kau tetap bertahan di keluarga Hirata! Tapi setelah Aku mengetahui jika dirimu tak mempercayai ucapanku tadi, Aku menjadi tak ingin mengatakan kebenaran itu padamu, karena Aku tak mau ditinggalkan oleh kakak yang baik sepertimu selain itu Aku tak ingin membuatmu bersedih dengan ucapanku. Meskipun kita seumuran, tapi kau seperti kakak bagiku, setidaknya kau lah yang sudah membuat kami berubah drastis,” batin Sherlyn.
“Istriku, maafkan Aku! Aku belum bisa mengatakan sebuah kebenaran tentang Dirimu dan Mama Renita. Karena Aku tak ingin membuat hatimu kecewa dan hancur berkeping-keping, Istriku,” batin Chandra menatap sang istri dengan tatapan iba. Mereka yang melihat Vitalia dan Mama Renita pun disibukkan dengan pemikiran mereka masing-masing.
****
Sementara di lain tempat, tampak Rio dan Vino sedang menghajar Hans yang berada di dalam sel tahanan geng Tengkorak. ‘Ya, mereka menghajarnya karena ia telah diperintahkan Chandra untuk menghabisinya.’
Buukk ....
Buukk ....
Vino dan Rio melontarkan banyak pukulan ke arah Hans, bahkan Hans yang biasanya kuat kini tumbang dengan begitu saja. Saat Rio dan Vino sudah sangat puas menghajar Hans, tanpa mereka sadari jika Hans terbangun dari lantai, dan
Bukkk ...
Bukkk ...
Tendangan keras Hans melayang begitu saja ke arah punggung Rio dan juga Vino, hingga tubuhnya terhuyung ke depan.
“Aaarrgghhh ...” rengek Rio dan Vino kesakitan.
__ADS_1
“Brengsek kau Hans ..., beraninya kau melawan kami!” seru Rio mengumpati Hans. Dan
Sreeggghh ...
Pukulan bogem mentah yang Rio arahkan ke arah Hans pun terhenti seketika karena Hans berhasil menahannya dengan mencekal tangan Rio dengan menggunakan satu tangannya.
Sreegghhh ....
Lagi-lagi Hans berhasil menahan pukulan yang kali ini dilayangkan oleh Vino dengan mencekal tangan Vino dengan menggunakan satu tangannya lagi.
“Heh ..., rasakan pembalasanku!” seru Hans sambil menyunggingkan senyum menyeringai. Ia pun lalu menghempaskan Rio dan Vino sampai terpentok ke dinding. Dengan gerak cepat Hans pun keluar dari dalam sel tahanan yang tampak terbuka.
Sementara Rio dan Rio kini berbalik di tahan oleh Hans berada di balik sel tahanan geng Tengkorak. “Kurang ajar kau, Hans!” ucap mereka secara bersamaan.
“Brengsek, ini semua gara-gara kau tau nggak Vin ... !!” ucap Rio menimpali.
“Apaa .. ?? Kenapa jadi kau yang menyalahkanku?” balas Vino membalasnya dengan sebuah pertanyaan. Hans yang melihat keduanya bertengkar pun malah menertawainya. ‘Hahahaha, dasar bodoh ... !!” ucapnya lalu segera naik dari sel tahanan bawah tanah. Namun Hans di sana tidak bisa lolos dengan begitu saja, karena masih ada banyak anggota geng Tengkorak lainnya yang menjaga keamanan markas dengan ketat di segala arah.
****
“Nak Amel, kau sebenarnya kemana sih, Nak? Kok hingga saat ini tak ada kabar tentangmu? Bahkan kakakmu yang bekerja di Destination Company juga tak mengetahui keberadaan mu,” ucap Mommy Herawati atau lebih dikenal dengan dokter Gabby.
“Jangan membuat Mama khawatir, Nak! Karena Mama tak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya seperti Mama kehilangan kakakmu Thalia waktu masih bayi,” ucapnya lagi sambil memandangi foto tersebut dengan meneteskan air matanya. Tanpa disadari oleh Mommy Herawati, ada empat pasang mata menatapnya dengan tatapan iba.
“Yah .., sepertinya Mommy merindukan Amelia ..” ucap Risa pada sang Ayah yang berada di sampingnya. 'Ya empat pasang mata tersebut adalah Tuan Long Ai dan juga Risa yang tak lain adalah Kakak Tiri sekaligus Ayah Tiri dari Amelia HIrata.
“Kau benar, Nak! Tadi Ayah sudah mencari info di Sunrise Hospital tempat Adikmu bekerja tapi katanya Amelia sedang ada tugas di luar negeri ...” ucap Tuan Long Ai menjelaskan pada Risa.
“Di luar negeri? Astaga Ayah ..., Aku melupakannya ... !!” seru Risa sambil menepuk jidatnya karena tiba-tiba ia mengingat sesuatu.
“Melupakan apa maksudmu, Sa?” tanya Tuan Long Ai pada Risa.
“Dokter Mirna temannya Amelia dulu kan pernah bilang padaku jika Amelia ikut ke luar negeri bersama dengannya, dan Risa lupa tidak memberitahu kalian ..." jawab Risa menjelaskan.
__ADS_1
"Aduuuhh ..., Yaa Tuhan ... Aku kenapa bisa lupa sih! Betapa bodohnya Aku, bisa-bisa Aku dimarahin sama Amelia nanti,” sambung Risa lagi dengan merutuki kebodohannya sendiri.
“Dasar kau itu, Risa! dari dulu tetap saja ceroboh ...” ujar sang Ayah.
“Namanya juga lupa, Yah!”
“Lupa kok keterusan ...” protes Tuan Long Ai pada Putri kandungnya.
“Ya kan, selama ini Risa fokus dengan pekerjaan Yah .. !!” balas Risa tak ingin kalah dengan sang Ayah. Sementara Mommy Herawati yang mendengar keributan dua orang yang berada di ambang pintu kamarnya pun hanya menggelengkan kepalanya pelan menatap bapak dan anak tersebut.
“Ada apa ini? Kenapa kalian di situ?” tanya Mommy Herawati pada sang Suami dan Putrinya dengan menatapnya secara bergantian.
“Tidak kok, Mom ..., tidak kenapa-kenapa .., tapi kami di sini hanya melihat Mama yang sedang menangis ...” sahut Tuan Long Ai menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sang Istri sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.
“Iya, Ma ..., Mommy kenapa menangis??” tanya Risa menimpali ucapan sang Ayah dengan berpura-pura tak tahu dengan apa yang sedang dialami Mommy Herawati.
“Tidak kok, Nak! Mommy hanya rindu sama adik-adikmu ...” balas Mommy Herawati dengan menatap bingkai foto yang ia pegang.
"Ya sudah Mom, daripada terus-terusan memandangi foto mereka, lebih baik hubungi saja Amelia, lagipula dia juga pernah berpesan bukan, jika kita membutuhkannya, maka dia akan datang membantu kita?" tanya Tuan Long Ai memastikan. Dan pada akhirnya Mommy Herawati pun mengangguk pasrah dengan apa yang dikatakan oleh sang Suami.
Namun saat Mommy Gabby Herawati menghubungi Amelia, dia mendengar suara seorang wanita dari ponselnya yang mengatakan.
"Iyaa, Aku akan ke Indonesia secepatnya..., John tolong samarkan identitasku," ucap seseorang itu di balik telepon. Sementara Mommy Gabby yang mendengar pun mengernyit bingung dengan apa yang sudah dikatakan Amelia di seberang sana. 'Ya, Mommy Gabby Herawati mengira bahwa Ia adalah Amelia namun sebetulnya Vitalia.'
"Indonesia??" tanya Mommy Gabby Herawati dengan mengernyit bingung. Sementara Tuan Long Ai dan Risa yang melihat Mommy Gabby seperti terkejut pun ikut mengernyit bingung.
Bersambung ...
*****
...****************...
...----------------...
__ADS_1
Note :
Author munculkan lagi keluarga Long Ai ya, karena mereka masih ada hubungannya dengan keluarga Hirata. Mengingat Gabby Herawati adalah Istri pertama dari Tuan Hirata sekaligus Mommy dari Amelia. Dan di sini Author membuat tokoh Vitalia berperan sebagai Amelia di hadapan Keluarga Long Ai. Karena dulu Vitalia berperan sebagai Amelia di hadapan keluarga Long Ai, sehingga mereka mengira bahwa Vitalia adalah Amelia, karena wajahnya yang sangat mirip. Ya, meskipun Vitalia telah mengembalikan tugas tersebut pada Amelia, tapi Amelia sangatlah jarang berkomunikasi dengan Mommy Gabby Herawati.