
Menyatakan Cinta Pada Dokter Misterius
Sementara Amelia sekarang sedang menemani Sisi untuk tidur di kamarnya, bahkan walaupun Sisi sudah berumur 16 tahun, Dia sangat manja dengan seorang Amelia, karena Sisi sangat menginginkan Amelia untuk menjadi pendamping Kakaknya.
" Kak..., Terimakasih ya sudah datang kemari untuk makan malam..." ucap Sisi pada Amelia.
" Iyaa sama-sama Sayang..., ya sudah sekarang Sisi minum ramuan obat yang dibuat Kakak tadi, setelah itu Kamu tidur ya...." ucap Amelia memberi saran pada Sisi.
" Baik Kak.., tapi Sisi minta Kak dokter tetap disini dulu ya temani Sisi sampai tidur..." jawab Sisi, dengan satu permintaan.
" Hmmm... iyaaa... pokoknya Kamu tenang saja Kakak akan menemanimu sampai Kamu tertidur..." balas Amelia tersenyum manis, sambil mengelus-elus rambut Sisi dengan penuh kasih sayang.
" Ya sudah.., ini di minum dulu obatnya..." ucap Amelia sambil menyodorkan sebuah kapsul untuk diminum Sisi.
*****
Sementara di lantai bawah masih terjadi keributan antara Chandra dan Sherlyn.
" Sherlyn.. sudah ku katakan pergi dari sini..!!" bentak Chandra.
" Chandra.., bukankah Kau bilang kalau Aku ini adalah Wanitamu..." balas Sherlyn, tak terima jila diusir oleh Chandra.
" Itu dulu Sherlyn, sekarang tidak lagi...!!" seru Chandra.
" Bagaimana bisa Chandra.... Kau tega sekali mengkhianati hanya karena Wanita m*rahan itu..." ucap Sherlyn tersulut emoji, karena mengingat Amelia yang di tolong oleh Chandra waktu di cafe.
" Tutup mulutmu Sherlyn..!!, bahkan yang Kau sebut m*rahan justru Dia lebih baik daripada Kamu..." sambung tuan Zhu.
" Om Zhu...??" ucap Sherlyn, sambil melihat ke arah sumber suara. Ya dia adalah tuan Zhu ayah dari Chandra.
" Yaa..., kenapa??, apakah Kau terkejut jika Om membelanya..??" tanya tuan Zhu pada Sherlyn.
" Tapi Om..." ucap Sherlyn terheti.
Sementara Amelia dan Sisi yang berada di kamar Sisi pun mendengar keributan yang ada di lantai bawah kediaman keluarga Zhu, akhirnya Amelia memutuskan untuk turun kebawah.
" Sisi..., lebih baik Kamu tidur ya..., Kakak mau turun dulu..., sepertinya ada yang tidak beres.." ucap Amelia member pengertian pada Sisi, dan Sisi pun mengangguk pelan dan membalasnya dengan berkata: " Okey Kakak..., good night kak dokter... "
" Good night to Sisi..." balas Amelia sambil terseyum ramah, lalu menyelimuti Sisi dan segera keluar dari kamar Sisi.
******
" Tidak ada tapi-tapian Sherlyn... pergi dari sini atau minta diseret keluar oleh pelayan...atau..." ucap Chandra terpotong.
" Chandra, sebenarnya ada apa denganmu, kenapa Kau tiba-tiba berubah seperti ini.., oh iyaa Aku tahu.., Kau pasti sudah terpengaruh oleh wanita m*rahan itu..." balas Sherlyn menatap Chandra penuh kecurigaan.
" Cukup Sherlyn.....!!, jangan mencoba menjelekanku di depan keluarga Zhu..." ucap Amelia yang tiba-tiba datang dengan menuruni tangga. sontak semua orang terperangah melihat Amelia yang tiba-tiba saja datang.
__ADS_1
" Amelia..., Kau??, ngapain Kau disini..??, Kau selalu saja mengusikku..., pergi sana... " ucap Sherlyn menatap sinis Amelia yang menuruni tangga.
" Sherlyn... Kau tidak punya hak untuk mengusirnya, Dia tamu Kami...!!" tegas Chandra, akan tetapi omongan Chandra pun tak digubrisnya. dan Amelia pun membuka suara dengan berkata:" Sher... yang seharusnya tanya itu Aku.. ngapain Kamu ada disini, apalagi sudah malam.." tuturnya.
" Kau tahu bukan, jika Chandra itu kekasihku... jangan pura-pura tidak tahu Mel... urusi saja urusanmu dengan Arnold mu itu..." balas Sherlyn menatap sinis Amelia sambil bergelayut manja di tangan Chandra.
" Sherlyn... hentikan...!!, Kau sama sekali tak ada sopan santunnya dihadapan orang lain, ini bukan rumahmu Sherlyn..." bentak Amelia tak terima, dan berusaha menasehati Adik Tirinya.
" Cukup Mel... jangan menasehatiku..., Aku tak butuh nasehat darimu..." balas Sherlyn sinis.
" Sherlyn... Kau masih ingat bukan tadi Saya bilang apa sama Kamu...??" tanya Chandra menyela perdebatan media Kakak beradik tersebut.
" Tapi Chandra.., Aku tidak mau pulang..." ucap Sherlyn bergelayut manja ditangan Chandra, Amelia yang melihatnya pun tersenyum sinis menatapnya, sedangkan Chandra yang merasa ditatap Amelia pun lalu berkata:" Mulai sekarang jangan mendekatiku lagi, dan jangan pernah mengaku sebagai kekasihku lagi..., atau Kau akan rasakan akibatnya...!!" tegas Chandra, sambil menghempaskan tangan Sherlyn yang bergelayut manja di lengannya.
" Apa maksudmu Chandra kenapa Kau berkata seperti itu padaku..." bentak Sherlyn tak terima.
" Sudah Sherlyn Kau mendengar tidak jika putraku saja tak sudi untuk menemuimu..." timpal Nyonya Zhu.
" Sudah Ma..., lebih baik kita pergi dari sini biar mereka yang menyelesaikannya..." ucap tuan Zhu melarang sang Istri untuk ikut campur masalah putranya.
" Baik Pah..." jawab sang Istri, dan kedua pasangan Suami Istri tersebut lalu pergi dari ruangan tersebut, setelah tuan Zhu Dan Nyonya Zhu pergi kini tinggal lah Chandra, Amelia, dan Sherlyn.
" Tunggu apa lagi pelayan.., usir Dia...!!" lantang Chandra,dan kedua pelayan yang masih di ruangan tersebut pun akhirnya menyeret Sherlyn agar keluar dari kediaman Chandra.
" Lepas Aku bisa sendiri.." ucap Sherlyn berusaha melepaskan cekalan tangan kedua pelayan tersebut.
" Tunggu..., Sherlyn ingat selama Kau masih bertindak kasar pada Saudarimu, jangan berharap Kau bisa mendekatiku lagi, dan menginjakkan kaki di rumah ini...!!" tegas Chandra sambil menunjuk-nunjuk ke arah Sherlyn.
" Huh... ada-ada saja tuh anak..." gumam Amelia sambil menghembuskan nafasnya pelan, tapi masih terdengar oleh Chandra, yang mengerutkan keningnya heran menatap dokter Amelia.
" Kenapa Kau menatapku seperti itu...??" tanya Amelia dingin.
" Apa Kau tidak takut sama sekali dengan ancaman Sherlyn tadi...??" balas Chandra malah berbalik tanya.
" Tidak..., ngapain takut..., Dia bukan Tuhan..., sudah biasa kali Chand menghadapinya..." jawab Amelia santai.
" Oh ya..., emmm Saya mau pulang dulu, kebetulan Sisi sudah tidur..." sambung Amelia, berpamitan.
" Tunggu dulu Mel..." ucap Chandra sambil menghentikan langkah Amelia yang akan mengambil tasnya di sofa ruang keluarga.
" Ada apa...??, apa masih ada yang penting??" tanya Amelia memastikan.
" Hmm.. Ayo ikut denganku...!!" seru Chandra sambil menarik tangan Amelia menuju ke taman belakang rumahnya.
" Ishhh... Chandra bisa pelan-pelan nggak sih..., sakit tauu..." gerutu Amelia kesal, karena Chandra yang menariknya dengan keras.
" Sudah nurut saja..." balas Chandra dengan menarik Amelia.
__ADS_1
" Ya tapi kan...." jawab Amelia terpotong karena mulutnya dibekap oleh Chandra, dan berkata:" Ssssttt.... dokter Misterius, sudah ngomongnya...??" tanyanya.
" Hmmm..." jawab Amelia dengan deheman saja, karena mulutnya dibekap oleh Chandra, entah mengapa Ia benar-benar tak berkutik di hadapan Chandra kali ini.
" Yaa Tuhan jantungku.." gumam Amelia dalam hati.
" Sekarang Aku mau ngomong jujur sama Kamu Mel.., semenjak pertemuan pertama kita, entah mengapa hatiku merasa nyaman jika berada disampingmu..." terang Chandra mengungkapkan perasaannya.
" Isshhh... ck..., jangan gombal tuan Mafia Kejam..." jawab Amelia
" Aku tidak menggombal dokter Misterius..." terang Chandra.
" Lalu...???" tanya Amelia bingung harus berkata apa.
" Tataplah mataku sebentar dokter Misterius..." titah Chandra pada Amelia yang saat ini tepat berada di hadapannya, Amelia pun seketika menurut, dan kini pandangan mereka saling bertemu, dan.
Flashback On:
" Vitalia... Kau sadar tidak jika kalian saling dendam bagaimana dengan bisnis kalian...
" Aku tak peduli Mbak..., Aku hanya ingin Chandra menyesal telah menuduh Papah yang tidak-tidak...
" Tapi Vita...
Flashback off:
" Ingatan itu..." ucap Amelia dalam hati.
" Chaa... Chandra..." ucap Amelia gugup, seketika mengalihkan pandangannya, lalu berkata:" Tidak Chandra..., untuk apa Aku menatapmu.." ucapnya ketus, akan tetapi Chandra pun justru menarik Amelia jatuh kedalam pelukannya.
Sreeettt... Greepp...
" Hah..., Chandra... apa yang Kau lakukan..?? tanya Amelia terkejut dengan perilaku Chandra terhadapnya, kini posisi Amelia sedang dalam pelukan Chandra.
" Maukah Kau menjadi kekasihku...??" tanya Chandra menatap Amelia dalam-dalam, sedangkan yang ditatap pun salah tingkah.
" Eh... emm.. jangan bercanda Chandra..., lepas..." balas Amelia sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Chandra, tapi tidak bisa.
" Aku tidak bercanda Mel..., Aku benar-benar serius.., bahwa Mafia Kejam sedang menyatakan cintanya pada Dokter Misterius..." terang Chandra dengan mode seriusnya.
" Tapi Chand... Ak.. Akuu..." ucap Amelia gugup tak tahu harus ngomong apa.
" Yaa Tuhan... gimana ini.., bahkan Aku tidak bisa berkutik sama sekali dihadapan Chandra..." batin Amelia.
" Jangan menatapku dalam diam, dokter Misterius..., katakan padaku, apa Kau menerima cintaku ini...??" tanya Chandra dengan tatapan tak dapat diartikan, sedangkan yang ditatap pun merasa canggung, dan berkata:" Emmm... Chandra... Aku... " ucapnya terhenti.
" Aku berikan waktu padamu lima menit dari sekarang..., Kau tenang saja Aku tidak akan menuntutmu lebih..." ucap Chandra.
__ADS_1
******
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏