Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 205


__ADS_3

Panggil Aku Sayang


Setahun lamanya setelah dua musibah besar menimpa keluarga Hirata, kini akhirnya baby Dean dan juga Sean sudah menginjak usia 1 tahun. Mereka tumbuh besar bersama dengan seorang single Mom, siapa lagi kalau bukan Vitalia.


Vitalia hidup di kota S bersama dengan Mommy Gabby dan Tuan Long Ai sekeluarga. Sementara Vitalia kini tetap menjalani rutinitasnya sebagai seorang dokter di kota S yang berada di Indonesia.


Sementara Amelia, kini memutuskan untuk pulang ke negara asalnya yaitu ke Jepang bersama dengan Arnold kekasihnya dan juga Tuan Hirata beserta Mama Renita. 'Ya, Amelia sendiri sudah mau menerima Arnold atas bujukan dari Vitalia, selain itu Amelia juga sudah berpikir dua kali bahwa, memang keputusan yang telah Vitalia buat adalah keputusan yang terbaik baginya saat ini.'


Tak hanya mereka saja yang pulang ke Jepang, namun Amelia pulang ke Jepang juga ditemani Mirna Feriska yang harus meneruskan study S2-nya di Jepang bersama dengan Chan Hirata.


Di RS.Cahaya :


"Vit, sampai kapan kau harus seperti itu?"


"Sampai aku menua, Sha,"


"Sudah setahun loh, kau masih saja begitu, justru kau malah berubah 180°,"


"Melisha, bisakah kau tidak berceramah lagi? Aku masih banyak pasien, lagi pula..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya ada sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel miliknya.


Dreet... Dreet...


"Halo...


"Vitalia, emmh nanti setelah pulang dari rumah sakit aku jemput, ya! Aku ada kejutan untukmu," ujar seseorang yang berada di seberang sana. Dia adalah Erick.


"Hmm, baiklah, tapi aku nggak bisa janji karena nanti aku akan ada meeting dengan para dokter,"


"Vitalia, kok gitu sih?"


"Kau tau kan Rick, aku tuh udah punya anak, mana mungkin aku bisa keluyuran kemana-mana? Please, Erick mengertilah!" kesal Vitalia pada Erick yang berada di seberang sana.


"Hmm baiklah, aku tak memaksamu, tapi kumohon kali ini saja please, aku ingin bertemu denganmu,"


"Huh, baiklah. Aku akan menemuimu setelah meeting selesai,"


Tut...


Vitalia menutup sambungan teleponnya dengan begitu saja tanpa berpamitan dengan Erick yang berada di seberang sana.


"Siapa? Erick?"


"Hmmm, entahlah apa maunya dia?" ucap Vitalia sambil memijit keningnya yang terasa pusing memikirkan Erick yang tanpa henti mendekatinya.

__ADS_1


"Vitalia, apa kau benar-benar ikut karate?"


"Sudah setahun aku mengikuti kegiatan itu, Sha. Memangnya kenapa?" tanya Vitalia pada Melisha penasaran. Tak seperti biasanya sahabatnya mencecar berbagai pertanyaan nggak penting seperti itu.


"Hmm, baguslah. setidaknya kalau kita ada tugas ke pelosok nanti ada yang bisa melindungiku," Melisha bernafas lega mendengar penuturan dari Vitalia.


"Huh, kau itu bisanya merepotkan aku..." ucap Vitalia mendorong kening Melisha dengan menggunakan jari telunjuknya.


"Aduuuh, Vitalia! Hih, kau itu..."


***


Sementara di lain tempat nampak seorang ria tampan berbadan kekar sedang belajar ilmu bela diri bersama seorang Nenek tua. Siapa lagi kalau bukan Chandra Zhu.


Ya, selama setahun Chandra kini berubah menjadi lebih kuat lagi dibanding dulu yang hanya mengandalkan senjata. Ia dilatih oleh Nenek tua yang bernama Nenek Daren.


Nenek Daren adalah Nenek dari Ratih seorang wanita cantik yang menemukan Chandra di bantaran sungai dan ia kira adalah suaminya yang bernama Revan dan berparas mirip dengan Chandra.


Bahkan Chandra selama ini harus rela berpura-pura menjadi sosok seorang Revan yang dikira Ratih adalah suaminya.


Buk... Buk...


Pukulan demi pukulan dilontarkan oleh Chandra mengarah ke tubuh si Nenek tua tapi gagal.


Buk...


Nafas Chandra terengah-engah setelah cukup lama melakukan latihan di pagi hari.


"Cukup Revan! Kita istirahat sejenak, kebetulan istrimu sudah selesai memasak makanan untukmu,"


"Baik, Nek,"


Setelah kepergian dari Chandra, Nenek Daren pun berbicara dalam hati, "Pemuda tampan, aku tau kau sebenarnya bukan suami Ratih, tapi kau adalah orang lain yang berparas mirip dengan Revan cucuku, dan kau mencoba mencari tau tentang cucuku Revan,"


"Aku tak tau apa yang akan terjadi setelah Ratih mengetahui ini semua, apakah Ratih akan mau menerima kenyataan bahwa dirimu bukanlah Revan? atau justru Ratih malah berbalik menyukaimu pemuda tampan, Aku takut suatu saat nanti kau pergi dari sini dengan meninggalkan luka yang begitu dalam kepada cucuku Ratih," batin Nenek Daren.


Sedangkan Chandra kini berada di gubuk tua sedang menikmati sarapan pagi kedua bersama dengan Ratih.


"Mas Revan, kok telurnya nggak dimakan sih?" tanya Ratih pada Chandra yang sedang menikmati makanan selain telur.


"Emmh, maafkan aku, tapi aku .." Belum selesai Chandra menyelesaikan ucapannya, Ratih memotongnya dengan berkata, "Sudah ini dimakan saja, Mas. Maafkan aku jika makanannya tidak seperti biasanya,"


"Astaga, aku harus bagaimana ini, aku alergi sekali dengan telur, apalagi selama aku di sini Ratih tak pernah membuatkanku makanan seperti ini," batin Chandra.

__ADS_1


"Kenapa Mas malah melamun sih? Ayo Mas, buka dong mulutnya, biar aku yang suapin," ujar Ratih dengan tersenyum senang sambil menyodorkan sesendok nasi berisikan telur ke arah mulut Chandra.


Aaaa ...


Chandra pun lalu membuka mulutnya menerima suapan dari Ratih, dan berusaha mengunyah makanan secara paksa.


"Ya Tuhan, ampuni aku, maafkan aku Vitalia. Mungkin ini adalah hukumanku. Aku harus secepatnya mengaku kepada Ratih bahwa aku bukanlah Revan, tapi aku Chandra." batin Chandra.


"Enak kan, Mas?" tanya Ratih pada Chandra. Sekilas senyum terbit dari bibir Chandra. " Hmmm, enak," sambil mengunyah makanannya.


"Aku sepertinya harus segera pergi dari sini untuk menemui anak istriku, aku takut terjadi apa-apa dengan mereka, tapi tunggu dulu, bagaimana caranya? Aku belum mengetahui siapa Revan sebenarnya, dan dimana Revan sekarang? Aku benar-benar kehabisan akal selama setahun di sini. Bahkan aku tak melihat anak buahku untuk mencariku kemari," batin Chandra dengan pemikirannya, sambil berusaha tersenyum manis di hadapan Ratih, karena ia tak mau jika Ratih menaruh curiga padanya.


Apalagi Chandra begitu tak tega melihat Ratih bersedih, ia berpikir bahwa Revan meninggalkan Ratih tanpa sebab yang jelas.


Melihat Chandra hanya terdiam, Ratih pun kemudian mendekatkan dirinya untuk duduk tetap berada di samping Chandra.


"Mas, kenapa sejak Mas ditemukan di sungai Mas menjadi berubah sih?"


"Berubah bagaimana?" tanya Chandra pada Ratih dengan mengerutkan keningnya bingung.


"Ya berubah saja, Mas. Bukan seperti Mas Revan yang aku kenal,"


"Aku memang bukan Revanmu itu Ratih! Maafkan aku, aku telah berbohong kepadamu selama satu tahun lamanya, karena aku tak ingin mengecewakanmu," batin Chandra.


Melihat sang suami hanya diam saja, Ratih kemudian bersuara, "Mas Revan kenapa diam saja sih, Mas?"


"Oh, emhhh, itu mungkin perasaanmu saja, Sayang. Mas minta maaf jika sikap Mas di matamu berubah," ucap Chandra semanis mungkin di hadapan Ratih dengan bersandiwara menjadi seorang Revan.


"Nah gitu dong Mas, panggil aku dengan sayang seperti dulu," ujar Ratih tersenyum senang ketika mendengar sang suami memanggilnya 'sayang'.


"Hmmm.." jawab Chandra dengan deheman saja.


"Oh, jadi Revan memanggilnya dengan sebutan sayang. Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini, ternyata susahnya menyamar itu seperti ini. Bahkan aku tak mampu seperti istriku dan Amelia ketika menyamar," batin Chandra. Tanpa disadari olehnya, tangannya sambil mengusap rambut panjang milik Ratih.


Diam-diam ada sepasang mata menatap kemesraan antara Chandra dan juga Ratih.


"Mungkin besok aku harus bertanya kepadamu, anak muda. Hanya cara itulah agar aku mengetahui siapa kau sebenarnya? Aku yakin kau adalah orang baik dan terpandang di negeri ini," batin Nenek Daren berada di balik pintu.


***


Chandra POV :


Aku tak dapat melupakanmu sedikitpun Vitalia. Aku sangat merindukanmu, merindukan semua tentang dirimu. Selama satu tahun aku begitu gelisah, aku tak tau harus berbuat apa selain membalas kebaikan hati Ratih yang sudah menolongku. Mungkin dengan cara ini lah aku bisa membalas kebaikanku dengannya. Maafkan aku istriku, maafkan aku.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2