
Lakukan Tes DNA Besok
Saat Vitalia sedang ditangani oleh tim dokter yang sedang bertugas, di saat itu pula mama Renita dan dokter Gabby bertemu.
“Gabby? Untuk apa kau kemari?” tanya mama Renita dengan tensi tinggi menatap Gabby yang baru datang bersama dengan sang suami dan juga putrinya.
“Seharusnya yang bertanya itu aku, Renita. Bukan kau!” balas dokter Gabby dengan menatap mama Renita yang tak kalah dinginnya.
“Mama dan Mommy ..., bisakah kalian tidak ribut lagi, kumohon tenanglah ini RS, istriku baru terkena musibah kalian malah ribut ..” ucap Chandra hendak melerai keduanya yang sedang berseteru.
Bahkan ia sampai melupakan sesuatu tentang mommy Gabby. Pada akhirnya mommy Gabby membuka suaranya.
"Tuan Chandra, kenapa kau berada di sini? Lalu tadi apa maksudmu dengan istrimu? Bukankah kau sedang menjalin hubungan dengan Amelia putriku? Lantas siapakah yang kau maksud dengan istrimu itu? Setahuku yang sedang dalam perawatan itu dokter Thalia yang bekerja di RS ini," berbagai pertanyaan dilontarkan begitu saja oleh dokter Gabby atau mommy Gabby kepada Chandra.
Seketika saja Chandra yang mendengar berbagai pertanyaan dari mommy Gabby pun terperangah. Ia baru menyadari jika dirinya sedang melakukan kesalahan dengan menampakkan dirinya di depan mommy Gabby.
"Bodoh kau Chandra! Bisa-bisanya kau lalai dalam hal seperti ini," gumam Chandra dalam hati memaki dirinya sendiri. Chandra yang terlihat diam tak menjawab pertanyaan dari mommy Gabby pun akhirnya
Tiba-tiba saja sekretaris Maya datang dengan berlari kecil dengan nafas yang terengah-engah memotong pembicaraan. “Bos .. hosh ... hosh ... hosh ...”
“Maya, kau?” sahut Chandra menatap Maya dengan menautkan kedua alisnya.
“Iya Bos ..., aku disini. Maafkan aku jika aku lalai menjaga nyonya muda ..” balas Maya dengan berusaha mengatur nafasnya.
“Sudah May, tak apa. Bagaimana? Apakah kau dengan Vitalia sudah pulang ke mansion Wijaya?” tanya Chandra pada sekretaris Maya dengan tatapan penuh selidik. Maya pun dengan cepat membalasnya, “Belum, Bos tapi ...” ucapan Maya terhenti seketika karena teringat dengan ucapan Vitalia yang berpesan agar tak memberitahu siapa pun terkait dirinya yang akan bekerjasama dengan istri bosnya untuk menyamar sebagai orang lain di hadapan keluarga Wijaya.
Sedangkan Chandra yang melihat Maya menghentikan ucapannya pun mengernyit bingung. “Tapi apa May ... ?” sambung Chandra bertanya kepada Maya.
“Emmmh, tidak kok. Tidak ada ..” bohong Maya.
“Apa kau yakin jika tak ada yang ingin kau sampaikan, May?” lagi-lagi Chandra bertanya lagi untuk memastikan kebenarannya.
“Hmm iya .., beneran bos .., hanya saja aku khawatir saja sama Vitalia ..” ujar Maya memberi sebuah alasan kepada Chandra. “Ya, Tuhan ..., bisa-bisanya Chandra tanya begitu kepadaku dihadapan dokter Gabby dan nyonya Renita."
__ADS_1
"Mudah-mudahan keputusanku ini benar, untuk tidak memberitahu Chandra sekarang juga. Karena kondisi yang tak memungkinkan ..” gumam Maya dalam hati sambil memijit pelilisnya yang terasa pusing.
Dokter herawati sampai terheran-heran menatap Maya, karena ternyata Maya juga mengenal Chandra. Ia pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Maya, jadi kau mengenal Chandra?” tanyanya dengan menautkan kedua alisnya.
Seketika itu pula Maya gelagapan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemilik RS.Cahaya tersebut. “Ah ... emhh iy .. iyaa, dok!”
Saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba saja Amelia datang dari arah lain yang datang bersama dengan dokter Mirna Feriska dengan diikuti Chan Hirata di belakangnya yang berjalan terburu-buru.
Amelia yang melihat para keluarga sedang berkumpul pun sangat terkejut, karena ia melihat sang mommy bertemu dengan mama Renita. Apalagi ia sama sekali tak tau dan tak menyangka jika sang mommy tengah berada di Indonesia bersama dengan ayah sekaligus kakak tirinya.
“Mmm mommy ...” ucap Amelia pelan. Seketika saja semua orang yang sedang berada di ruang tunggu mengarahkan pandangan menatap kedatangan Amelia yang datang bersama dengan dokter Mirna dan juga Chan Hirata yang berjalan di belakang Amelia dan dokter Mirna.
Betapa terkejutnya dokter Gabby yang melihat kedatangan Amelia bersama dengan Chan Hirata. Namun ternyata yang terkejut bukan hanya dokter Gabby, namun semua orang yang berada di situ terkejut.
Apa lagi Chandra, mama Renita dan juga Sherlyn yang tak kalah terkejutnya melihat kedatangan Amelia yang bagi mereka tak tepat.
"Amelia, astaga.." ucap Sherlyn dengan nada lirih.
...****************...
Sementara Amelia kini menghentikan langkahnya setelah melihat sang mommy, ayah, serta kakak tirinya yang berada di seberang sana terkecuali sang Daddy yang belum datang ke Indonesia karena sibuk meeting dengan client.
Mirna yang melihat Amelia menghentikan langkahnya pun lalu menoleh ke arah Amelia, dan berkata, "Mel, kenapa berhenti?" tanyanya heran.
"Mbak, lihatlah! Ada mommy di sana.." ujar Amelia sambil menunjuk ke arah dokter Gabby yang sedang berkumpul dengan para keluarga.
"Whaaatt?"
Sontak saja Mirna menoleh, dan mengarahkan pandangan menatap orang-orang yang sedang berada di ruang tunggu. Dengan santainya Mirna berkata, "Mel, bukankah ini yang kau inginkan?" tanya Mirna Feriska memastikan.
"Tapi mbak, setelah kejadian tadi aku jadi mikir-mikir lagi untuk .." belum sampai Amelia menyelesaikan ucapannya Mirna menyerobotnya dengan berkata, "Nggak usah takut, ada mbak di sini!" sahut Mirna dengan penuh percaya diri.
"Tapi mbak, apakah mbak yakin?" tanya Amelia kepada Mirna.
__ADS_1
"Bukankah sudah ku katakan pada kalian, jika Vitalia adalah adalah kembaranmu sekaligus adik dari kakakmu itu?" tanya Mirna dengan menatap sekilas Chan Hirata yang ada di belakangnya.
Chan Hirata pun menyahutnya, "Heh, kau pikir kita percaya dengan ucapanmu?"
"Kakak, tapi aku percaya dengan ucapan mbak Mirna. Semua bukti sudah mengarah ke Vitalia, hanya saja Vitalia tak bisa menerima kenyataan jika dia adalah kembaranku." ucap Amelia menimpali.
"Hmm, lebih baik cepat lakukan tes DNA, hanya tes DNA lah yang bisa membuktikan kebenaran itu benar adanya atau tidak, atau hanya karangamu saja!" ucap Chand Hirata sambil menunjuk ke arah Mirna.
Mirna yang merasa ditunjuk pun memelototkan matanya ke arah Chan Hirata sambil berkata, "Kau! Lihat saja nanti, bagaimana jika dugaan itu benar adanya? Memang itu bayi belum pasti Vitalia, tapi yang jelas Vitalia di adopsi oleh keluarga Wijaya yang di ambil dari tempat sampah, karena di pembuangan sampah itu bukan hanya Vitalia saja yang dibuang di sana, tapi ada bayi-bayi yang tak berdosa lainnya yang dibuang di sana," jawab Mirna.
"Apaaa?" ucap seseorang yang muncul dari belakang mereka bertiga.
Betapa terkejutnya Mirna ketika melihat dokter Gabby sedang berada di belakangnya. "Dokter Mirna, apa yang kau katakan?" tanya dokter Gabby memastikan.
"Dan kau Amelia, kenapa kau berada di sini? Bukankah kau ditugaskan di RS.Wijaya?" sambungnya lagi bertanya pada Amelia. Namun Amelia hanya diam kebingungan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Berbeda dengan Mirna, tanpa ada rasa canggung sedikit pun, menjawabnya dengan berkata, "Aku berkata sesuai fakta yang ada tante," balasnya.
"Kalau begitu lakukan test DNA secepatnya! Aku ingin tau kebenarannya, karena aku merasa Thalia adalah putriku, apa lagi Thalia ya nama itu nama itu persis yang digunakan dokter Thalia." sahut dokter Gabby kembali membalas perkataan dari dokter Mirna.
Mendengar pernyataan dari dokter Gabby, Mirna membelalakkan matanya terkejut. "Ya tuhan, jadi Vitalia menyamar sebagai orang lain di sini? Astaga dia terjebak dengan rencananya sendiri," batin Mirna. Begitu pula dengan Amelia yang berbicara dalam hati. "Terima kasih Tuhan, kau telah mendengarkan doaku," batinnya.
Sementara dari jarak kejauhan Chandra yang mendengarkan obrolan itu pun tak terima dengan yang dikatakan dokter Gabby. Ia pun segera berjalan mendekat ke arah dokter Gabby yang sedang beradu argumen dengan Mirna.
"Tidak akan ada yang namanya tes DNA! Biarkan istriku sembuh terlebih dahulu ..." belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya, ada seseorang yang memotong ucapannya.
"Tidak Bee! Lakukan tes DNA besok, aku siap untuk mendengarkan hasilnya.." sahut seseorang itu yang tiba-tiba datang dari arah belakang bersama seorang perawat yang mendorongnya menggunakan kursi roda.
Bersambung....
...****************...
...----------------...
__ADS_1