Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 30


__ADS_3

Penyamaran Vitalia


"Vitalia... jangan keras kepala..!!, Mbak tidak mau membantumu jika rencanamu itu gagal..


"Heh... itu tidak mungkin Mbak, rencana ku kali ini dengan menghancurkan Chandra secara perlahan dan membuktikan kebenaran pada Chandra akan berhasil Mbak.. Aku sangat yakin itu...!!" tegas Vitalia menjawab sambil tersenyum penuh arti.


"Vitalia.., Mbak percaya kalau Kau akan bisa membuktikan kebenaran itu, tapi Aku tidak yakin jika Kamu bisa menghancurkan Chandra dengan cara halus mu itu, justru sebaliknya Aku sangat yakin jika Kau akan terperangkap dalam jebakan yang Kau buat sendiri." balas Mirna Feriska menantang ucapan Vitalia. Vitalia pun juga tak mau kalah lagi, Ia pun membalasnya, "Heh.., lihat saja nanti siapa yang akan bertekuk lutut dihadapanku, Dia atau Aku... !!" tegas Vitalia sambil tersenyum smirk.


"Terserah Kau saja yang terpenting Mbak sudah memperingatkan Kamu...!!" seru Mirna Feriska dengan nada tak suka dengan sikap Vitalia yang selalu saja keras kepala jika berbicara dengannya. Setelah itu Mirna pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar Vitalia, tanpa menghiraukan Vitalia yang berdiri membelakanginya.


Braaakk...


Sontak membuat Vitalia terperanjat kaget karena Mirna menutup pintu kamarnya dengan kencang.


"Astagaaa Mbak Mirna ..., iiiggghh... lihat saja nanti Aku akan buktikan jika Aku bisa melawan Chandra dengan cara ku, karena hanya dengan cara ini lah Chandra bisa bertekuk lutut di hadapanku.." gumam Vitalia sambil tersenyum menyeringai, lalu segera menaiki tempat tidurnya dam membaringkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak.


*****


Sementara di sisi lain Chandra mengamuk semua orang yang berada di markasnya, Ia begitu marah karena tak ada satu pun anak buah yang berhasil mengetahui tentang Wanita yang sedang dekat dengannya.


Buk... Buk... Buk...


"Dasarrr kalian benar-benar tidak dapat diandalkan... !!" bentak Chandra pada ketiga anak buahnya yang sedang menghadapnya. Akan tetapi perkataan Chandra tidak ada yang berani melawannya, mereka atau para anak buah Chandra hanya diam menundukkan kepalanya ketakutan melihat Bosnya sedang marah besar.


"Lalu sebenarnya siapa Wanita yang sedang dekat dengan ku, Amelia atau Vitalia...??" tanya Chandra dengan nada penuh penekanan.


"Dia Nona Amelia Hirata yang asli Tuan, Nona Amelia hanya mengalami amnesia saja, bukan berarti Dia Nona Vitalia yang Anda cari." jawab Kevin sambil menundukkan kepala tak berani menatap Chandra.


"Apaaaa??, tapi bagaimana mungkin mengapa kalung itu bisa di pakai Wanita itu??"


"Bos.., kaya' Anda ini tidak tahu Nona Vitalia saja, bisa saja ada anggota gengnya yang membuat Nona Amelia agar memakai kalung tersebut, karena mereka pikir Dia adalah ketua gengnya, dan Saya sangat yakin Bos jika Nona Vitalia pasti sudah mati." terang salah satu anak buah Chandra bernama Gerry.


Plaakkk...


tamparan keras melayang di pipi kiri Gerry anak buah dari Chandra. "Berani-beraninya Kau bilang Wanitaku sudah mati...!!" bentak Chandra dengan suara meninggi.


"Tapi Bos Dia bukan Wanita mu..., Wanitamu adalah Nona Amelia...


"Mungkin Kau benar Gerry, tapi Aku tidak akan rela kehilangannya sebelum Aku menyiksanya hingga menderita bahkan mati sekaligus, bahkan akan ku buat Keluarganya hancur berkeping-keping..!!" tegas Chandra dengan tatapan mata tajamnya sambil tersenyum menyeringai.


"Kevin..., cepat kirim cairan obat-obatan ke Jerman secepatnya .., atau kalau tidak misi kita akan digagalkan lagi oleh orang Misterius itu lagi... !!" perintah Chandra pada Kevina, dan mendapatkan anggukan dari anak buahnya itu, lalu semua orang pun membubarkan diri termasuk Chandra yang sudah pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Ya di markas Chandra memang seperti rumah, jadi fasilitasnya memang sangat memadai.


*Di kamar.


"Astagaaa apa yang telah Aku lakukan pada Wanita itu , bagaimana bisa Aku mengira Dia adalah Vitalia, tapi mengapa perasaanku jika bersamanya seperti dengan Vitalia?, tidak Chandra Kau tidak boleh gegabah, Arrrgghhh ... sangat membingungkan..." ucap Chandra sambil menjambak rambutnya sendiri karena merasa pusing dan bingung tidak bisa membedakan mana Vitalia dan yang bukan*.

__ADS_1


Kini Chandra sedang memikirkan cara untuk membuat Wanita yang sedang bersamanya yang Ia pikir adalah Vitalia terperangkap dalam jebakannya, akan tetapi di sisi lain Ia juga bingung setelah apa yang diutarakan para anak buahnya yang mengatakan jika Wanita itu adalah Amelia bukan Vitalia, Chandra kini benar-benar di buat bingung dengan keadaan, bahkan pikirannya berkecamuk kemana-mana, dan pada akhirnya Chandra pun terlelap dalam tidurnya. saking capeknya untuk berpikir.


******


Tak terasa waktu terus berlalu, matahari sudah mulai menyongsong naik menyinari bumi, akan tetapi Vitalia tetap saja tidak beranjak dari atas tempat tidurnya, justru Ia malah semakin merapatkan selimutnya yang membungkus tubuhnya.


"Grandpa, Vitalia mana.... ??" tanya Mirna pada Grandpa yang terlihat sedang berada di ruang makan sendirian. Dan Mirna pun menjawabnya, "Tidak tau Cu... dari tadi Dia belum juga turun." ujarnya. Dan salah seorang pun ikut menimpali obrolan mereka, "Sepertinya Non Amelia eh Non Vitalia maksud Saya, Dia masih tidur Non Mirna." kata bik rianti asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Keluarga Feng.


"Astagaaa anak itu..., selalu saja.." gerutu Mirna kesal terhadap Adik sepupunya.


"Sudah biarkan Dia beristirahat dulu Mirna..." ucap Grandpa pada Mirna.


"Isshh... kenapa juga Grandpa malah belain Dia, lagian ini sudah jam 6 pagi loh.., yang benar saja jam segini belum bangun." balas Mirna dengan nada kesalnya.


"Sudah ayo dimakan nanti juga turun sendiri."


"Tapi Grandpa ini sudah jam 6, bisa-bisa kita nanti ketinggalan pesawat..." ucap Mirna berusaha menjelaskan pada sang Kakek.


"Jadi kalian benar-benar akan pergi ke Indonesia lagi??" tanya Tuan Feng penuh selidik.


"Eh... emmm..." jawab Mirna berfikir.


"Iyaa Grandpa Kami akan ke Indonesia, dan secepatnya juga Kita akan kembali lagi ke Jepang.." sambung Vitalia yang tiba-tiba muncul dari arah belakang tempat duduk Mirna.


"Dan buat Mbak Mirna ku Sayang..., nggak usah khawatir Kita nanti bakal pakai jet pribadi kita.." tutur Vitalia. Seketika saja Mirna membuka matanya lebar-lebar Dan berkata, "Apaaa??, Vitalia Kau serius...??" tanyanya.


"Bukan begitu, tapi.."


"Sudah tak ada tapi-tapian..., pokoknya Mbak tenang saja, tidak akan ada yang tau jika kita ke Indonesia, lagi pula mereka mengira Aku ini Amelia bukan Vitalia jadi tenang saja, okey..." ujar Vitalia sambil tersenyum menaik-naikkan alisnya seraya menggoda Kakak sepupunya.


"Dasarrr Vitalia.., baru saja sadar sudah buat onar.." gerutu Mirna sebal membuat Vitalia dan than Feng terkikik geli. "Ckckck... Sudah nggak usah ngomel-ngomel... ayo cepet makan..." ucap Vitalia terkikik geli menasehati Kakak sepupunya itu agar segera makan.


*****


Ditengah-tengah mereka sedang menikmati hidangan makanan, tiba-tiba saja ada sebuah telepon berbunyi dari ponsel milik Vitalia.


Dreett... dreett... dreett...


Dilihatnya Vitalia ternyata yang menghubunginya adalah Tuan Hirata yang merupakan Ayah dari Amelia Hirata, sontak membuat Vitalia sejenak berpikir, Dan akhirnya Ia pun mengangkat panggilannya tersebut tanpa ragu.


"Halo... Dad..." ucap Vitalia berperan sebagai Amelia.


"Amelia, Kamu kemana Nak..??, kata Chandra Kamu kabur dari rumah Chandra, apa itu benar??" pertanyaan dari Tuan Hirata seketika membuat terkejut Vitalia, dan Ia pun menjawabnya dengan santai, "Emmh... iyaa Dad.., Vita .. eh maksudku Amelia memang sengaja pergi dari rumah Chandra, habisnya nyebelin banget tuh anak..., tapi Daddy tenang saja ini Amelia di rumah teman Amel kok.." jawab Vitalia yang hampir saja keceplosan jika dirinya adalah Vitalia.


"Siapa...??" tanya Tuan Hirata.

__ADS_1


"Dokter Mirna Dad..., siapa lagi kalau bukan ke rumah Dia." jawab Vitalia lagi, Dan melirik ke arah Mirna yang sedang menyantap makanan.


"Hmm... ya sudah kalau begitu, Mama mu dari tadi mengkhawatirkan Kamu tau nggak, kasihan Dia..." ucap Tuan Hirata pada Vitalia yang dianggapnya sebagai Amelia.


"Maaf Dad..., tapi Amelia tidak bisa pulang hari ini, karena Amelia ditugaskan ke Indonesia dengan dokter Mirna ke Indonesia selama tiga hari kedepan." tutur Vitalia pada Tuan Hirata yang dianggapnya sebagai Daddynya.


"Secepat itu...??, kenapa mendadak sekali sih Sayang...??"tanya Tuan Hirata yang menganggapnya sebagai putrinya.


"Maaf Dad..., Amel Lupa memberi tahu Daddy soal ini..." jawab Vitalia.


"Huufftt, ya sudah kalau begitu Kamu hati-hati di jalan. Oh iya ini Mama mu ingin bicara sama Kamu..." ucap Tuan Hirata di seberang sana sambil memberikan ponselnya pada sang Istri, karena sang Istri memintanya untuk memberikan ponselnya.


Di dalam sambungan telepon:


"Halo... Mah...??" ucap Vitalia sebagai Amelia membuka obrolan


"Sayang... kenapa Kamu pergi nggak bilang sama Mama sih..??" ucap Mama Tiri Amelia diseberang sana.


"Maaf Ma... Vit.. eh maksudku Amelia tidak sempat bilang sama Mama.." jawab Vitalia yang sedang bersandiwara dengan menyamar sebagai Amelia. Vitalia pun mengalihkan panggilan teleponnya ke video call.


"Ya sudah tidak apa-apa, Kamu sudah sarapan belum??, nanti Mama bawakan bekal ya buat Kamu ke Sunrise Hospital." ucap Mama Tiri Amelia


"Eh.. Ma.. nggak usah repot-repot Ma..., lagi pula Amel sudah sarapan kok Ma, terus nanti sebenarnya Amelia mau pergi ke Indonesia hari ini, Ma.." ucap Vitalia meminta ijin pada Mama Tiri Amelia.


"Aduhh Nak..., kenapa secepat itu??" tanya Mama Tiri Amelia heran dengan keputusan yang diambil oleh Vitalia, yang Ia anggap sebagai Amelia anak tirinya.


"Ada tugas Ma..., dari rumah sakit.." jawab Vitalia apa adanya menyamar sebagai Amelia.


"Hmm... ya sudah baiklah kalau begitu Kamu hati-hati di jalan, jangan lupa jika ada apa-apa kabari Mama secepatnya." ucap Mama Tiri Amelia ramah berada diseberang sana.


"Baik Ma.., pokoknya Mama tenang saja, nanti setelah Amel kembali ke Jepang, Amelia akan bawakan hadiah buat Mama." balas Amelia sambil tersenyum senang. Entah mengapa Ia merasa nyaman dengan Keluarga barunya.


Tut.


tiba-tiba saja sambungan telepon pun terputus.


"Yaaah... putus lagi..., belum juga selesai ngomong.." gerutu Vitalia sebal.


"Vitalia, apa Kamu masih menyamar dengan menjadi dokter Amelia??" tanya Tuan Feng pada Vitalia. Dan Vitalia pun menjawab, "Vitalia terpaksa melakukan semua ini Grandpa, karena tidak ada cara lain lagi." jawabnya pasrah.


******


Waduhhh semakin rumit sajaa...., akan kah setelah kepergian Vitalia ke Indonesia, Chandra bisa melacaknya??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


Oh ya sambil menunggu update dari Author, simak yuk novel dari Kak Nazwa talita.



__ADS_2