Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 88


__ADS_3

Menyelamatkan Amelia


Ya sedangkan Ferdi sendiri kini sudah menghubungi John dan para anggota geng Kalajengking lainnya untuk menyelamatkan Amelia, sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan Vitalia. Mendengar perintah dari Vitalia melalui Ferdi, para anggota geng Kalajengking pun akhirnya memberi tahu pada Tuan Feng dan juga Mirna Feriska jika Amelia sedang diculik oleh Arnold dan dibawa ke Markas tersembunyi geng Kobra di sebuah pulau terpencil di Jepang.


Mirna dan Tuan Feng yang mendengar kabar dari para anggota geng Kalajengking pun, segera bergerak cepat dengan menggunakan sebuah strategi untuk mengepung markas geng Kobra yang ada di Pulau tersembunyi tersebut, tanpa adanya Vitalia, dan pada akhirnya Mirna memilih untuk mengajak Melisha untuk menyelamatkan Amelia.


Strategi yang digunakan Mirna salah satunya adalah menyuruh Ferdi seorang pilot pribadi keluarga Matsugi untuk menjemputnya ke dermaga secara diam-diam, karena memang jika Ferdi yang menjemput Mirna dan Melisha sendiri, para anak buah atau anggota geng Kobra yang notabene berjaga di dermaga tidak akan mencurigainya sama sekali jika ada seorang penyusup.


Sementara dokter Mirna Feriska dengan dokter Melisha, kini sudah sampai di dermaga untuk naik Helikopter Pribadi milik keluarga Matsugi dengan menyamar sebagai tamu dari Arnold. Ia pun lalu segera menuruni mobilnya


menuju ke tempat para anggota geng Kobra berjaga. Bahkan tanpa ada rasa takut sedikit pun Mirna dan Melisha berjalan dengan santai.


Sesampainya di tempat para anggota geng Kobra berjaga, Mirna lalu membuka suaranya bertanya dengan salah satu anggota geng tersebut, “Tuan, apa helikopter yang disiapkan oleh Bos Anda sudah siap ..??, kebetulan Saya adalah tamu dari Tuan Arnold yang diutusnya untuk ke Markasnya di Pulau Dangkal,” ucapnya penuh dengan sandiwara yang sengaja Ia buat.


Salah satu anggota geng tersebut pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Kebetulan Helikopter tersebut sudah datang Nona, tolong tunggu sebentar .. !!” pungkasnya lalu pergi meninggalkan Mirna dan juga Melisha menuju ke arah seseorang yang baru saja turun dari Helikopter, siapa lagi kalau bukan Ferdi pilot helikopter tersebut.


“George, tolong hantarkan Nona-nona ini ke Markas sekarang juga, karena Mereka adalah tamu Tuan Arnold .. !!” titah salah satu anggota geng Kobra pada Ferdi. Ya Ferdi ternyata menyamar dengan menggunakan nama orang lain, tidak menggunakan namanya. Ferdi pun hanya melirik ke arah dokter Mirna dan juga dokter Melisha sekilas dengan tersenyum tipis, lalu mengangguk mengiyakan perintah dari salah satu anggota geng Kobra.


Mirna dan Melisha yang mendengar pembicaraan antara Mereka berdua pun segera menghampirinya.


“Nona-nona, Kalian bisa ke Pulau tersebut bersamanya, kalau begitu Saya permisi dulu ..” ucapnya dingin lalu segera meninggalkan Mirna dan Melisha bersama dengan Ferdi. Ferdi yang merasa taktik yang digunakan Mirna itu lucu, Ia pun tersenyum manis ke arah Mirna.


“Jadi ini tak tik yang Kau gunakan dokter Mirna ..??" tanyanya dengan tersenyum menggoda Mirna. Mirna yang merasa dirinya digoda oleh musuh bebuyutannya semasa SMP pun hanya memutar bola matanya jengah tak menanggapi pertanyaan dari Ferdi. Ia justru malah mengalihkan pembicaraan dengan berkata, “Tuan Ferdi, bisakah Anda tidak banyak berbicara dan segera mengantarkan Saya dan teman Saya ke sana sekarang juga .., ??" ucapnya justru berbalik tanya.


“Its ok, baiklah ..., ayo cepat masuk .. !!” tukasnya menyuruh keduanya masuk ke dalam heli tersebut.


Di dalam Heli, Mirna segera menghubungi seseorang melalui jam tangan canggih yang diberikan Vitalia untuknya,


“Halo, Jack, kerahkan anak buah geng Kita dari segala arah, karena sekarang Aku sudah menuju ke Markas  Arnold sekaligus Markas kebesaran geng Kobra yang ada di Jepang .. !!” perintah Mirna pada salah satu anggota geng Kalajengking.


“Baik Nona ..” jawabnya.


“Nona Mirna, Saya mau menyampaikan jika Tuan Chandra mengirimkan Tuan Frans beserta anak buahnya untuk membantu Kita, Nona ..” ucapnya memberi tahu pada Saudari Sepupu Bosnya. Mirna pun malah menjawabnya dengan berkata, “Apa .. ??, tapi bagaimana bisa Chandra tahu .. ??"  jawabnya dengan berbalik tanya.

__ADS_1


“Tuan Chandra mengetahui dari Kami, Ia sengaja melakukan penjagaan ketat pada Nona Amelia yang katanya masih terikat dengan Nyonya Muda.” jelas Jack menjelaskan.


“Terikat dengan Nona Muda ..??, maksud mu apa Jack, jangan membuatku bingung .. ??” tanya Mirna dengan mengerutkan keningnya bingung.


“Yang jelas ini semua ada hubungannya dengan Arnold dan Keluarganya, Nona ..., kami tidak bisa mengatakannya sekarang, karena Kami geng Kalajengking juga belum mengetahui pasti, apa yang dikatakan Tuan Chandra itu benar atau tidak, Kami baru menyelidikinya,” balasnya menjawab pertanyaan dari Mirna.


“Hmm, yasudah, yang terpenting sekarang adalah siapkan pasukan untuk menyerang Markas kebesaran geng Kobra, Aku ingin melihat apa sebenarnya yang diinginkan Arnold hingga berbuat senekat itu dengan menculik Amelia.” ucapnya lalu segera memencet tombol otomatis di jam tangan tersebut untuk mematikannya sebelah pihak.


Melisha pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Dokter Mirna, sebenarnya Saya sudah mencurigai Arnold sudah sejak dulu, jika Ia hanya memanfaatkan Amelia saja sebagai umpan untuk mendapatkan kekayaan dari keluarga Hirata.” ucap Melisha. Mirna pun lalu menjawabnya dengan berkata,“Tapi Sha, Kau tahu sendiri bukan, bahwa Vitalia saja sudah memulihkan kembali Perusahaan Hirata dan membuat Perusahaan milik keluarga Matsugi hancur .. !!” tegasnya menjelaskan pada Melisha.


“Eh, iya sih .., lalu apa dong tujuan Arnold menculik Amelia, apa Dia masih berambisi untuk merebut perusahaan Hirata lagi dengan menikahi paksa Amelia .. ??” jawab Amelia dengan sebuah pertanyaan.


“Apa maksud dari pertanyaanmu, Sha .. ??” tanya Mirna penasaran. Melisha pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Jadi begini dok, setahu Saya Arnold sudah sejak dulu ngebet ingin sekali menikah dengan Amelia, sampai-sampai Amelia di ajak kabur ke Indonesia oleh Arnold dengan bermaksud ingin kawin lari, akan tetapi Amelia tidak mau menikah dengannya jika tanpa restu kedua orang tua, jadi Arnold hanya tunangan saja dengan Amelia. Meskipun Mereka sudah bertunangan, tapi sekarang Amelia sudah tak menganggapnya lagi, karena Arnold sendiri sudah berkhianat padanya karena ada wanita lain di hati Arnold.” ucap Melisha menjelaskan kebenarannya yang belum diketahui oleh Mirna, tapi sudah diketahui oleh Vitalia.


“Oh begitu ..” balas Mirna mengangguk mengerti.


Sedangkan Ferdi sedari tadi hanya menatap ke arah belakang saja, entah mengapa Ia sangat senang bisa bertemu dengan musuh semasa sekolahnya dulu. “Kau bahkan tak kalah jenius seperti Vitalia, dokter Mirna ..” gumamnya dalam hati sambil menyetir helikopter.


****


Setelah Arnold memaksa Dirinya untuk berciuman, kali ini Amelia berhasil menarik mundur melepaskan pagutannya itu, dan segera mengambil sebuah vas bunga yang ada di meja dalam kamar tersebut. Arnold yang melihat Amelia mengambil vas bunga pun hanya tersenyum menyeringai lalu berkata, “Amelia menyerahlah saja, Kau bahkan tidak akan bisa keluar dari sini ..., ” serunya pada Amelia sambil mendekat langkah demi langkah ke arahnya.


“Ar .,, jangan mendekat atau Kau akan menyesal Ar .. !!” serunya sambil menodongkan vas bunga yang Ia pegang pada Arnold.


“Aku tidak akan pernah menyesal dokter cantik .., namun Kau yang akan menyesal setelah ini, karena Aku akan menikah denganmu setelah Kau melayani Diriku .. !!” ucap Arnold. Seketika saja ucapan dari mulut Arnold membuat Amelia mengepalkan tangannya geram dengan reflek Ia memukulnya dengan menggunakan vas yang Ia bawa.


Buk ...


pukulan keras dilayangkan oleh Amelia di pipi sisi kiri Arnold. Seketika itu pula Arnold justru membalasnya dengan berkata, “Amelia ... , beraninya Kau memukulku .. !!” lantang Arnold tak terima Dirinya ditampar oleh Amelia. Karena amarahnya yang menggebu-gebu, Arnold pun mendorong tubuh Amelia ke atas ranjang, lalu melucuti pakaian Amelia secara paksa, tanpa menghiraukan pipi sisi kirinya yang berdarah dan tak menggubris Amelia yang bercucuran meneteskan air matanya.


“Ar .., Ku mohon jangan lakukan itu, Ar .. !!” seru Amelia yang kini sudah di atas ranjang.


“Percuma Kau berteriak dan berusaha menghindar dariku, Amelia, tidak ada yang akan menolongmu .. !!” ucap Arnold lalu segera melepaskan pakaiannya. Sedangkan Amelia hanya menangis dalam kungkungan Arnold dan kini tampak tak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya, karena memang pakaian yang Ia kenakan sudah dilucuti oleh Arnold.

__ADS_1


Di saat Arnold akan melakukan penyatuan secara paksa pada Amelia, tiba-tiba saja dikejutkan dengan sebuah dobrakan pintu.


Braakkk ...


Seketika saja Arnold mengarahkan pandangan menatap kedatangan seseorang yang sudah mendobrak pintu kamarnya. Begitu pula dengan Amelia, yang terkejut melihat seseorang yang datang untuk menyelamatkannya, dan Ia pun segera menutupi tubuhnya dengan menggunakan selimut tebal.


“Tuan Frans ...” gumam Amelia pelan masih terdengar di telinga Arnold dan Frans. Ya Seseorang yang mendobrak pintu kamar Arnold adalah Frans yang merupakan Sahabat dari Chandra.


“Beraninya Kau masuk ke kamarku ... !!” lantang Arnold dengan mengepalkan tangannya geram dan dengan tatapan matanya yang tajam menatap kedatangan Frans sebagai seorang pahlawan menyelamatkan Amelia Hirata. Sementara Frans yang melihat wanita idamannya menangis sesenggukan dengan menutupi tubuhnya dengan selimut pun juga mengepalkan tangannya geram tak terima dengan apa yang sudah diperbuat oleh Arnold pada wanita idamannya.


*****


Bersambung ....


Lantas bagaimana cerita selanjutnya ..??


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Ya ...


Terimakasih .. ^-^


Oh ya .., sambil menunggu Author up lagi yuk mapir ke novel teman Author kak Dtyas


di jamin nggak kalah seru juga loh ...


MENIKAHI PERAWAN TUA


(Dtyas)


Spin Off Menikahi Pamanmu. Kisah cinta karena perjodohan antara Reka (adik dari Kayla) dengan Nara seorang wanita berprofesi sebagai dosen pada kampus Reka. Keduanya tidak menyetujui perjodohan tersebut, mengingat Reka dan Nara sempat berseteru bahkan Reka menyebut Nara Perawan Tua.


Namun, kembalinya mantan kekasih Nara membuat wanita ini meminta Reka mempercepat pernikahan mereka.  “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan kita dipercepat,” ungkap Nara.


Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya. “Aku tidak hamil. Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai situasi aman kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara. 

__ADS_1



__ADS_2