Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 94


__ADS_3

Terungkapnya Rahasia Part 2


Sementara Vitalia, segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke mansion Wijaya yang berada di kota Sydney, Ia bahkan tak mempedulikan jika Dirinya akan dilaporkan pada anak buah Kakaknya yang sedang berjaga di mansion tersebut. Beruntungnya ketika Ia  melajukan mobilnya menuju mansion, Ia mendapatkan sebuah panggilan telepon dari FireField Hospital.


Dreett .. dreet ...


Tanpa berpikir panjang Lia mengangkat poinselnya yang Ia letakkan di kursi sebelah. Dilihatnya Suster Prita yang menghubunginya.


“Halo ..” ucap Lia membuka obrolan.


“Dokter Lili, pasien nomer 78 VVIP atas nama Tuan Hans, memintamu datang kemari, dok ..” ucap seorang Perawat diseberang sana pada dokter Lia.


“Apa ... ??” jawab Lia dengan nada keterkejutannya. Ia pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Eh emmmh, maksudku, baiklah Aku akan segera ke sana sekarang juga, Sus .., tolong katakan Padanya jika Aku akan datang 10 menit lagi .. !!” jawabnya memerintah Suster Prita yang menelponnya.


“Baik.., dok ..” jawab Susrer Prita. Lia pun lalu mematikan teleponnya dan segera berbalik arah lagi menuju ke FireField Hospital tempat Ia bekerja.


Sesampainya di rumah sakit, Ia pun langsung menuju ke tempat perawatan yang disebutkan oleh Suster yang menghubunginya tadi dengan terburu-buru, apalagi mengingat pasiennya adalah seseorang yang sangat Ia kenal.


“Hans ..., ku harap Kau sudah mulai membaik ..” gumamnya dalam hati sambil berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Sesampainya Ia di ruang perawatan pasiennya yang bernama Hans, Lia pun segera masuk ke dalam ruang Perawatan tersebut tanpa berpikir panjang.


Ceklek ...


“Permisi ..” ucap Lia. Sontak saja pasien yang Lia tangani menengok ke arah sumber suara yang baginya sangat tidak asing. Seketika saja Ia terkejut dengan siapa yang Ia lihat saat ini.


“No .. Nona .., Mm .., Muda .. ??” tanyanya memastikan. Vitalia pun menanggapinya dengan tersenyum tipis lalu berkata, “Iya Hans, ini Aku .., ada apa Kau memintaku untuk kesini .. ??” tanyanya dengan santai menatap Hans. Sedangkan Hans hanya terdiam menatap tak percaya dengan siapa yang Ia lihat sekarang. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa lagi, selain memandangi Vitalia.


“Tapi bukan kah dokterku itu, dokter Lia ya .., lalu kenapa berubah menjadi Nona Muda, lalu bukankah Nona sudah ..” belum sampai Hans menyelesaikan bicaranya, Lia memotongnya dengan berkata, “Sudah meninggalkah maksud mu .. ??, sayangnya dugaan kalian salah, bahwa sampai sekarang Aku masih hidup, Hans .., karena waktu itu Aku sedang mengalami amnesia ..” ucapnya menjelaskan.


Sontak saja Hans terkejut dengan ucapan Nona mudanya, “Apaa .. ??”


“Hmm ..,  dan yang Kau maksud dokter Lia itu Aku Hans, Aku telah menyamarkan identitas ku sekarang, karena ...” ucapnya terhenti seketika, rasanya memang tidak mudah untuk Vitalia mengatakan pada Hans, bisa-bisa jika Dia mengatakan permasalahan yang dialaminya saat ini padanya, pertarungan besar antara Hans dan Chandra pasti akan terjadi. Apalagi Vitalia mengetahui jika Hans sejak dulu sangatlah posesif terhadapnya, meskipun tidak ada ikatan sama sekali, namun Hans menganggap Vitalia adalah Wanita Idamannya, namun berbeda dengan Vitalia yang hanya bersikap biasa saja menanggapi Hans.


“Karena apa Nona .., katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi .. ??” tanya Hans dengan tatapan penuh selidik. Namun Vitalia hanya diam, sampai akhirnya sedetik berlalu Ia baru membuka suaranya dengan berkata, “Sudah bicaranya .. ??, daripada Kau selalu banyak tanya, lebih baik tidurlah .., Aku tidak ingin Kau kenapa-kenapa lagi ..., dan ingat Hans, Aku memintamu agar Kau tidak memberi tahu Kakak dan juga keluarga ku jika Aku masih hidup .., karena Aku masih ingin seperti ini, Aku tidak ingin Keluargaku dihancurkan oleh musuh-musuhku ketika Aku sudah kembali ke Indonesia .. !!” pintanya.


“Kenapa .. ??” tanya Hans dengan menatap Vitalia yang kini berada di sebelahnya sambil memegang tangan Vitalia. Sementara Vitalia yang merasa Dirinya ditatap oleh Hans pun berusaha mengalihkan pandangan menatap ke arah lain lalu berkata, “Kau menurut saja .., jika Kau tidak menuruti perintahku, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi.” balasnya dingin sambil menghempaskan pelan tangan Hans.


Namun pada saat Mereka berdebat jam tangan milik Vitalia berbunyi, namun bunyi kali ini berbeda dengan biasanya, bunyi ini menandakan jika ada masalah yang menimpa Amelia saat ini,

__ADS_1


Kring .., Kring ..


Sontak saja Vitalia dan Hans terkejut dengan suara jam tangan tersebut.


“Astaga ..., Amelia ..” ucap Vitalia.


“Amelia .. ??” tanya Hans.


“Sudahlah Hans, jangan banyak tanya, lebih baik Kau beristirahatlah, Aku ada perlu sebentar .., permisi ... !!” ucap Vitalia lalu segera berlalu meninggalkan Hans yang hanya terdiam menatap kepergian Vitalia dengan tatapan penasaran.


“Sebenarnya siapa Amelia .. ??, ” gumam Hans pelan, penuh dengan tanda tanya. Seketika Ia berpikir bahwa tidak salah lagi jika Vitalia mendapatkan julukan dokter Misterius. Ia pun tersenyum sendiri mendengar julukan yang digunakan geng Kalajengking. Sayangnya Ia tak mengetahui jika Vitalia sudah menikah dengan Chandra, karena memang Vitalia sengaja menyembunyikan dari Hans, dengan memerintahkan para anggota gengnya agar berita tersebut tidak sampai ke telinga Hans dan Keluarganya beserta para Sahabatnya yang berada di Indonesia.


****


Sedangkan di Jepang Amelia dan juga Mirna kini sedang menuju ke kediaman keluarga Zhu menggunakan mobil dengan kecepatan sedang, bahkan ketika dalam perjalanan menuju ke kediaman keluarga Zhu, Mirna memberi tahu Tuan Feng yang merupakan Kakek Sepupunya tentang kecurigaan Tuan Hirata yang mengira bahwa Putrinya telah menikah dengan Chandra Zhu. Namun ternyata Tuan Feng hanya mengatakan, memang sudah waktunya keluarga Hirata mengetahui hal ini. Tak berselang lama mobil yang Mereka tumpangi akhirnya sampai juga di kediaman Keluarga Zhu.


Sesampainya di kediaman Keluarga Zhu, Mirna segera memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya, Amelia dan juga Mirna bergegas keluar dari dalam mobil, lalu segera masuk ke dalam rumah Chandra dengan mengetuk pintu. Belum sampai Amelia mengetuk pintu, Nyonya Dhea membukakan pintunya, karena mendengar ada seseorang yang datang.


Ceklek ..


“Eh .., dokter Mirna ..., dokter Amelia, mari silahkan masuk ...” ucap Nyonya Dhea menyela Amelia yang berniat membuka suara. Bahkan Ia tak menyangka jika kedatangannya sudah ditunggu banyak orang yang kini sedang


“Ma ..., Dadd ..” ucap Amelia mengarahkan padangan menatap kedua orangtuanya.


“Akhirnya Kau datang juga, Nak ..” ucap Tuan Hirata dan Nyonya Renita bersamaan menyambut kedatangan Amelia dan juga dokter Mirna. Begitu juga dengan Tuan Zhu yang ikut menyambutnya dengan baik. Setelah sepersekian detik, kedatangannya justru malah membuat suasana menjadi semakin tegang dan memanas, karena tak ada sama sekali yang membuka suara setelah kedatangannya. Amelia dan Mirna hanya saling tatap tak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


Amelia yang merasa tak ada pembicaraan di antara Mereka pun segera membuka pembicaraannya dengan berkata, “Hmm .., Dadd .., Ma .., Om .., Tante .., sebenarnya ada apa ini, kenapa Kalian hanya diam saja setelah kedatangan ku ke sini bersama dengan dokter Mirna ...??, bukankah Kalian menyuruhku untuk ke sini .. ??” tanya Amelia membuka suaranya dengan melontarkan berbagai pertanyaan.


Pada akhirnya Tuan Zhu yang menjawabnya dengan berkata, “Dokter Amelia, katakan yang sejujurnya pada kedua orangtuamu jika Kau mirip dengan Istri dari Chandra yaitu Vitalia .. !! perintah Tuan Zhu pada Amelia.


“Apa .. ??, eh .. emm .., maksudnya .. ??” tanya Amelia pura-pura tidak tahu. Mirna pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Sudah Mel, Kau tak perlu bersandiwara lagi, Kau tenang saja, Kau tidak perlu takut karena kejadian yang sudah berlalu hanya kesalahpahaman saja ..” ucap Mirna pada Amelia, agar berkata jujur di depan orangtuanya. Belum sampai Amelia membalas perkataan dari Mirna, Tuan Hirata pun menyahutnya dengan bertanya, “Kesalahpahaman apa maksudnya dokter Mirna .. ??”


“Kesalahpahaman saat tragedi kecelakaan pesawat ..” jawab Mirna menjawab pertanyaan dari Tuan Hirata. Sementara Nyonya Renita mengernyit bingung dengan maksud perkataan dari  dokter Mirna Feriska, lalu berkata, “Maksudnya .. ??” sambung Nyonya Renita bertanya.


“Melisha waktu itu salah menilai bahwa yang Ia tolong itu adalah Aku, Ma .., Dadd .., dan ..” Belum sampai Amelia menyelesaikan pembicaraannya tiba-tiba saja ponsel miliknya berbunyi,


Dreet ..., dreet ..

__ADS_1


Seketika saja membuat Amelia menghentikan bicaranya lalu segera merogoh ponselnya yang ada di dalam saku jaket yang Ia kenakan saat ini. Dilihatnya ternyata Vitalia yang menghubunginya.


Sementara Nyonya Renita yang melihat Amelia seperti menghindar dari pertanyaan pun lalu membuka Suaranya, “Amelia ..., jawab pertanyaan Mama, Nak .., letakkan ponsel mu .. !!” perintahnya agar Amelia meletakkan ponselnya terlebih dahulu, karena benar-benar merasa terganggu dengan telepon tersebut. Sayangnya Amelia mengabaikan ucapan Mama Tirinya.


Tanpa Ba bi bu, Amelia pun mengangkatnya, “Vitalia ..” ucap Amelia membuka obrolan sambil menatap ke arah ponsel, dilihatnya Vitalia yang sedang berada di sebuah ruangan. Amelia pun seketika berpikir untuk mengeraskan volumenya.


“Amelia, jangan katakan pada Mereka .. !!” tegasnya dengan suara lantangnya yang terdengar keras sampai semua orang yang sedang berada di ruang tamu pun mendengarnya. Amelia pun lalu menjawabnya, “Tapi Vit .., bagaimana Kau tahu jika ...” ucap Amelia terhenti seketika, karena ucapannya di potong oleh Vitalia yang berada di seberang sana.


“Jika apa .. ??, ck, Kau itu lupa atau bagaimana sih, Mel ..., Aku tahu semua dari jam tangan yang Kau pakai .. !!” seru Vitalia menjelaskan. Namun belum sampai Amelia menjawabnya lagi, ada seseorang yang menarik ponsel milik Amelia.


Sreettt ...


Seketika saja Amelia membelalakkan matanya terkejut, begitu pula dengan Mirna yang sama terkejutnya melihat Mama Tiri Amelia yang merebut ponsel milik Amelia.


****


**waduhhh ..., hmmm bagaimana ini .. ??, akankah kebenaran akan terbuka di depan Tuan Hirata beserta sang Istri ?? **


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen  yaa ...


Terimakasih ... ^-^ ...


Oh ya Author mau promosi lagi nih, ada Novel karya dari teman Author, dijamin bikin baper



APA SALAHKU TUAN


(Muda Anna)



Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.


Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.


Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?

__ADS_1



__ADS_2